
" Apa ini " ucap Rafli saat Lia melempar amplop yang mengenai wajah bingungnya .
'' Kau buka sendiri '' bentak Lia.
Mata Rafli membulat sempurna nyaris keluar saat melihat foto panas nya bersama Bunga sementara Lia menangis terisak tanpa anaknya menjawab pun Lia mengetahui dari gestur anaknya .
'' Kau keterlaluan Rafli . Pantas saja Bunga tiba-tiba menghilang . Kau sudah punya istri Rafli , kenapa kau main gila . Kau tak memikirkan perasaan istrimu " sarkas Lia .
'' Jika Ana mengetahuinya bagaimana " imbuh Lia .
'' Tidak , ma .... Tidak ... Aku tidak akan membiarkan Ana tau semua ini . Tidak akan.....aaaakkkhhhh. Aku di jebak ma " cemas Rafli menarik rambutnya yang tertata rapi.
'' Paket itu " ucap Rafli teringat paket misterius yang di berikan untuk Ana namun Rafli masih menyimpannya dalam tas kerja.
Rafli segera beranjak dan mencari paket yang di khususkan untuk istrinya . Membuka dengan tak sabar sedangkan Lia masih tetap menangis. Mata Rafli melebar semua melihat foto yang di berikan untuk istrinya.
'' Kurang ajar kau Bunga . Aku akan membunuhmu " sarkas Rafli .
'' Kau harus secepatnya menemukan Bunga nak , kau harus bisa membungkam mulutnya jika ingin pernikahan mu selamat " usul Lia tanpa berfikir panjang karena mengingat Gunawan beberapa tahun yang lalu emosinya meluap sempurna saat Rafli menyakiti Ana hingga membuat Ana melahirkan Dewa lebih cepat dari waktunya.
'' Aku akan menyuruh orang ku ma . Aku minta sama mama jangan beritahu pada siapapun . Siapapun orangnya , jangan " ucap Rafli dan diangguki Lia .
'' Tapi jika Bunga hamil anakmu bagaimana " tanya Lia cemas tapi membuat Rafli yang sedari tadi panik dan amuk-amukan mendadak tertawa membuat Lia mundur karena takut .
'' Dia tak akan hamil ma " ucap Rafli .
'' Apa maksudmu Rafli " tanya Lia .
'' Karena semenjak aku mengetahui rahim Ana diangkat dan lagi pula aku tak ingin Ana hamil lagi. Beberapa bulan kemudian aku melakukan Vasektomi . Jadi benih itu tak berkembang " ucap Rafli membuat Lia menganga tak percaya , anaknya begitu mengambil langkah jauh. Lia mengerti dunia bisnis anaknya lebih keras dari pada suaminya banyak wanita yang menginginkan Rafli di luar sana namun Rafli menjaga kesetiaan nya untuk Ana meski kini telah ternodanya sebuah kesetiaan.
'' Kau yakin Rafli " tanya Lia memastikan .
'' Aku sangat yakin ma . Jika mama tidak percaya tanya saja pada Nicko " ucap Rafli membuat Lia bertambah syok ternyata Nicko mengetahuinya.
'' Bunga menjebakku dengan menggunakan obat halusinasi jika yang ku lihat adalah Ana . Bahkan aku bukan orang yang pertama melakukannya pada Bunga ma . Bunga bukan wanita yang baik , ia j*lang yang menggunakan wajah polosnya . Maka aku tak merasa bersalah sedikitpun dengannya ma , aku hanya merasa bersalah pada Ana karena tanpa sengaja mengkhianati pernikahan ini ma " lirih Rafli , rasa bersalah yang selama ini ia pendam kembali menyeruak .
'' Kau harus secepatnya mengatasi ini dan jangan sampai ayah mertuamu tau " ucap Lia.
'' Hanya mama yang mengetahuinya tak ada yang lain " ucap Rafli menghembuskan nafas kasar.
'' Maafkan mama nak. Ini semua terjadi karena mama yang telah meminta Bunga kembali untuk membantumu merawat anak-anak " ucap Lia penuh sesal . Nasi telah menjadi bubur , Rafli tak mungkin memarahi wanita yang telah melahirkannya karena melihat Lia yang begitu kacau sama sepertinya yang sangat kacau fikirannya saat ini .
'' Tak ada yang perlu di sesali . Aku harap lebih cepat menemukan Bunga . Akan aku bereskan setiap nyawa yang mengganggu rumah tanggaku " ucap Rafli tegas , jiwa kejamnya terlihat jelas di kilatan matanya.
'' Kau akan membunuhnya , Rafli " ucap Lia tak percaya.
__ADS_1
'' Apapun akan aku lakukan untuk Ana dan pernikahan ku , demi menyelamatkan pernikahan ku maka aku akan melakukan apapun dan mama jangan coba menghalangiku " ucap Rafli tak ingin di bantah sementara Lia berharap Rafli hanya mengirim Bunga jauh dan tak membunuhnya .
Setelah cukup lama berada di pemikiran mereka masing-masing . Bunyi ponsel Lia berdering nyaring ternyata panggilan itu dari asisten rumah tangganya yang mengingatkan acara arisan Lia hari ini. Lia sebenarnya malas melakukan apapun setelah mengetahui masalah yang menimpa keluarganya terutama keluarga Rafli anaknya namun ia tak ingin para sahabatnya kecewa pun terpaksa pamit meninggalkan anaknya yang terlihat begitu tak bersemangat .
'' Nak mama harus pulang '' pamit Lia dan hanya di angguki Rafli .
'' Semua akan baik-baik saja. Kau tenanglah " ucap Lia dan kembali hanya di angguki Rafli sebagai jawaban.
'' Jangan beri tahu siapapun tentang ini ma , termasuk papa jangan di beritahu " ucap Rafli sejenak menghentikan langkah Lia menuju pintu .
'' Kau tenang saja itu , rahasia ini akan tertutup rapat hingga mama mati " ucap Lia dan melanjutkan langkah kakinya .
Rafli tidak fokus saat menjalankan meetingnya membuat Bianca mengambil ahli saat itu dan beberapa meeting penting Rafli batalkan saat ini . Saat Bianca memintanya untuk curhat malah Rafli membentaknya dan itu membuat Bianca seketika bungkam . Jika Rafli pusing tujuh keliling maka Zumi alias Viona tersenyum senang jika firasatnya mengatakan ada hubungan yang retak diantara Ana dan Rafli membuat Viona makin bersemangat untuk menghancurkannya .
Suara ketukan pintu membuat Rafli kesal setengah mati namun senyumnya mengembang saat Bianca mengatakan bahwa seseorang supir mengantarkan makanan yang dibuatkan untuknya , makanan itu buatan Ana sang istri .
Nafsu makan Rafli tiba-tiba meredup saat suapan kedua membuat perutnya terasa mual hingga membuatnya bolak balik kekamar mandi .
'' Ada apa dengan masakan Ana . Kenapa kacau begini " ucap Rafli mengeluh namun perutnya terasa lapar tapi begitu mual .
Terlihat satu kotak makanan yang mencuri perhatiannya dan seketika senyum Rafli mengembang saat melihat manisan mangga yang begitu ia inginkan . Rafli memakannya dengan lahap dan menggunakan manisan mangga itu untuk lauknya memakan nasi dan untuk pertama kalinya Rafli membuang lauk dan sayuran yang telah Ana buat untuknya .
.
.
.
Saat makan malam berlangsung perut Rafli mendadak mual membuat Ana semakin panik . Ana menyangka jika sang suami mempunyai penyakit asam lambung apalagi seminggu penuh ini Rafli hobi makan yang masam-masam . Ana memaksanya untuk memeriksakan diri kepada dokter membuat Rafli pasrah begitu saja .
Dokter Stevani seketika raut wajah nya berubah saat memeriksa kondisi kesehatan Rafli baik-baik saja dan terpaksa berbohong jika Rafli terkena gejala asam lambung yang ringan . Kini pikiran dokter Stevani melalang buana kemana-mana ,dan hal itu dapat di baca oleh sang suami .
Di Paviliun suami dokter Stevani menanyakan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Rafli dan dokter Stevani dengan gamblang menceritakan apa yang ia fikirkan tentang kondisi Rafli ..
'' Bagaimana bisa honey . Nona Ana rahimnya telah di angkat " ucap dr. Wigo.
'' Tapi yang Rafli derita itu akibat istrinya hamil " ucap Stevani dan mengingatkan lebih jauh tentang kehamilan simpatik .
'' Tapi bagaimana mungkin. Tidak mungkin juga Rafli menghamili wanita lain . Kesetiannya tak bisa di ragukan " ucap dr. Wigo .
'' Lalu apa rencana selanjutnya " tanya Stevani .
'' Tidak ada pilihan lain , selain diam . Kita hanya orang lain dan tidak berhak untuk ikut campur " ucap dr. Wigo pasrah , mereka sadar akan posisi mereka .
Sementara di paviliun pelayan terjadi gosip luar biasa melihat tuan rumah mereka mengalami muntah - muntah dan mulia berfikir yang aneh-aneh meski itu sangat sulit di terima.
__ADS_1
.
.
.
Kini raut wajah Willy terlihat memerah apalagi melihat perubahan tak biasa pada tubuh Bunga sedikit berisi dan daerah perutnya agak membuncit. Willy akhirnya terus memaksa Bunga untuk bicara namun Bunga tetap membantahnya . Melihat wajah Bunga yang memucat dan terlihat takut tentu hal itu membuat Willy semakin curiga . Bunga hanya pasrah saat Willy membawanya ke dokter kandungan . Betapa tak percayanya Willy saat mengetahui Bunga hamil . Niat ingin bersatu namun harus di rusak karena kondisi Bunga yang hamil , Bunga sendri tak menyangka pertemuannya kembali dengan Willy tak seperti yang ia harapkan karena Viona telah membuatnya begitu kacau.
'' Katakan siapa yang menghamilimu " bentak Willy bahkan tak segan menarik rambut Bunga hingga terasa ingin lepas semua.
'' Katakan anak siapa " ucap Willy terlihat penuh emosi tak peduli rintihan kesakitan Bunga .
'' Aku di jebak " isak Bunga .
'' Kau pikir aku percaya saja padamu . Kau memang murahan bahkan dengan mudahnya kau naik keranjang ku " ejek Willy .
'' Seharusnya kau menjadi p*lacur di luar sana . Seharusnya anakku tak terlahir darimu . Aku tak menyangka mengenal wanita murahan sepertimu bahkan berharap wanita seperti mu menjadi istriku . Apa kata orang nantinya '' imbuh Willy mulutnya berselancar bebas mengatakan hal yang begitu menyakitkan bagi Bunga sebagai seorang wanita. Apa Willy lupa jika ia yang terus mengejar Bunga dan terus merayunya .
'' Katakan padaku . Atau akan ku robek perut mu detik ini juga Bunga " ucap Willy mengeluarkan pisau kecil dari jaketnya. Terlihat ujungnya yang tajam membuat tubuh Bunga bergetar . Meksi ia tak ingin kehamilan ini namun bagaimana pun itu adalah anaknya dari pria yang dulu pernah ia cintai .
'' Akkhhhkk sakit Wil " jerit Bunga saat pisau kecil namun tajam itu sedikit menggoresnya .
'' Katakan anak siapa " tanya Willy semakin emosinya meluap.
'' A....a...anaknya Rafli . Tapi ka...kau... harus percaya jika ia ini di jebak " ucap Bunga takut , ia tak berani bilang jika ia yang di perintahkan untuk menjebak Rafli tanpa Bunga sadari pernyataannya menjadi bumerang baginya .
Willy mencengkram stir kemudinya cukup kuat . Mengingat jika Rafli pria yang terlahir dari wanita yang ia benci sejak dulu bahkan di muka bumi ini.
'' Dasar keturunan brengsek. Dulu ibunya membuat aku kehilangan sosok orang tua dan kini dengan beraninya anaknya menghamili wanita yang aku cintai. Perusahaan ku diambang kehancuran dan anakku hilang lalu wanita ku hamil anak pria lain " batin Willy ...Dengan amarah yang menggebu ia memutuskan membawa Bunga menemui Lia yang ia tau dari Bunga jika Lia ada di perusahaan Dioamond group masih di bawah naungan Wijaya.
.
.
.
Diamond group
Kedatangan Willy bersama Bunga tentu mencuri perhatian karyawan perusahaan Lia yang terkenal akan perhiasan bertahtakan berlian. Bunga yang cukup di kenal sebagian orang disana mempermudahkan mereka untuk masuk . Lia yang sedang sibuk bertemu dengan kliennya tak mengetahui kedatangan sosok dari keturunan seseorang di masa lalunya .
'' Aku bilang ingin bertemu . Apa kau tuli " ucap Willy berusaha mengontrol emosinya .
'' Maaf tuan . Tapi ibu Lia sedang menerima tamu " ucap sekretaris kantor.
'' Bilang pada j*Lang itu untuk menemuiku " ucap Willy .
__ADS_1
'' Apa maksudmu " suara Lantang yang tak Willy kenali sama sekali namun Bunga cukup kaget atas suara itu .
Jangan lupa like da komentar nya ya.