
" Apa maksudmu " suara Lantang yang tak Willy kenali sama sekali namun Bunga cukup kaget atas suara itu .
'' Siapa yang kau maksud wanita ****** " imbuhnya . Matanya memicing saat melihat sesosok wanita yang begitu ia kenali namun mendudukkan kepalanya.
'' Terbongkarlah sudah " batin Bunga .
" Apa kau tak punya etika saat berkunjung ketempat orang . Ini kantor bukan hutan " sarkas Ana ia menilai Willy sangatlah buruk , ia tak menyukai siapapun pria yang mengatakan seorang wanita itu ****** karena bagi Ana wanita itu begitu makhluk yang harus di hormati di muka bumi kecuali wanita yang menggoda pria lain.
" Jika kau menilaiku dengan buruk , lalu apa penilaianmu tentang suami mu itu " sindir Willy terhadap Ana yang tak tau apapun .
" Sudah Wil . Hentikan " cicit Bunga saat melihat Ana mulai menggeram .
" Kau tenanglah Bunga. Kini sudah saatnya mereka semua tau . Tentang semuanya " ucap Willy tegas.
Lia dan kliennya keluar dari ruangan merasa terganggu akan keributan di luar ruangan.
" Mama " ucap Ana tersenyum ramah saat klien Lia telah beranjak pergi.
" Mama kira kau tak jadi datang sayang. Mama menunggumu " ucap Lia menyambut Ana dengan pelukan. Ana dan Lia mempunyai janji untuk pergi ke salon terbaru langganan Lia dua jam yang lalu namun Rafli yang begitu merindukan Ana selalu terus saja melarang Ana untuk pergi beruntung ada meeting penting tak bisa di undur membuat Rafli melepaskan kepergian Ana untuk menemui mamanya dengan keterpaksaan.
'' Ehmmm....Ehmmm " deheman keras dari Willy menyadarkan Lia dan Ana . Seketika Lia menatapnya tajam , pria yang membuat keributan di kantornya.
'' Apa anda punya banyak waktu untuk kita berbicara nyonya Camelia yang terhormat '' ucap Willy tegas ... Seketika Perhatian Lia teralihkan kepada Willy lalu pandangan mata Lia berubah tajam saat melihat Bunga. Lia menatap Bunga dengan penuh sorot kebencian namun hatinya menjadi khawatir melihat Ana ada disekitar mereka saat ini .
'' Sayang. Bisakah kau menunggu sebentar. Mama ada perlu dengan .... '' ucap Lia .
'' Willy '' ucap Willy .
'' Tapi ma , bagaimana bila ia menyakitimu '' tolak Ana , ia tak ingin mama mertuanya tersakiti apalagi pria di hadapan mereka terlihat begitu tak bersahabat.
'' Mama bisa menjaga diri '' ucap Lia meyakinkan.
'' Tapi ma... '' ucap Ana .
'' Kau bisa mengobrol dengan Bunga nak. Bukankah kau merindukannya '' ucap Lia , tenggorokannya terasa tercekat saat mengucapkan kata Bunga .
'' Tapi jika ada keributan aku akan masuk ma dan pintunya jangan di kunci '' ucap Ana mengalah .
'' Tapi biarkan menantu anda ini ikut nyonya Camelia sepertinya ia sangat memperdulikan mu '' ucap Willy yang ingin mengatakan semua kebenarannya . Baginya , jika ingin hancur bukan hanya hidupnya saja namun juga hidup Camelia.
'' Mari masuk '' ucap Camelia berusaha se ramah mungkin terhadap pemuda kurang ajar di hadapannya kini .
Diruang kerja Lia terlihat hawa mencekam berada di sekitar mereka saat mata mereka menatap penuh dendam yang dimiliki Willy sekaligus amarah yang berkobar sementara Lia menatap Willy tak suka karena baginya Willy tak sopan . . .
'' Apa begini sifat asli anda saat menerima tamu nyonya Camelia . Bahkan kau tak menawari tamu mu untuk duduk " ucap Willy dingin berjalan mendekat Camelia yang terlihat hanya berdecih...
'' Jika kau sopan maka aku akan menyambutmu ramah " ucap Camelia ketus.
'' Wow ternyata ini sosok seorang pemimpin di perusahaan Diamond group yang terkenal ini. Inilah sosok angkuh dari istri Abdi Wijaya yang sebenarnya " cibir Willy namun Lia berusaha mengontrol emosinya .
'' Apa perlu mu . Jika tidak penting keluar lah " ucap Lia mulai jengah .
'' Coba lihat aku nyonya Camelia. Apa wajahku mengingatkan dirimu tentang seseorang dimasa lalu " ucap Willy membuat Lia mulai berfikir mengingat .
Sedangkan Bunga terlihat canggung di hadapan Ana yang terus menatapnya sedari tadi. Makanan yang mereka pesan tak tersentuh sama sekali .
__ADS_1
'' Bunga kemana saja kau pergi . Apa pria tadi adalah kekasihmu atau jangan-jangan suamimu " tanya Ana , ia tak bisa menyimpan rasa penasaran nya lebih lama .
Hening tak ada jawaban yang keluar dari mulut Bunga . Membuat Ana mendesah pasrah.
'' Baiklah . Aku tidak akan bertanya . Ayo kita makan , ku rasa bayi dalam perutmu sudah lapar " ucap Ana membuat Bunga melihat perutnya degan cermat , jika di cermati memang orang akan mengetahui Bunga tengah mengandung apalagi tubuh Bunga terlihat berisi.
'' Maaf kak . Bukannya aku tak ingin menjawab. Pria tadi adalah kekasihku namun kami ada masalah " ucap Bunga membuat Ana terkejut .
'' Uuhhukk.... uhuukk.... Apa kau bilang , pria tua tadi kekasih mu . Kau tak salah Bunga. Bahkan lebih tua dari pada Rafli meski lumayan tampan tapi etika nya sungguh buruk " seloroh Ana.
'' Apa benar dia kekasihmu " ucap Ana memastikan dan diangguki Bunga.
'' Oh. Jika itu pilihanmu aku hanya berdoa agar kalian bahagia " ucap Ana mau berkata apalagi jika Bunga telah memilih , toh kelihatannya Bunga begitu cinta mati hingga hamil anak dari pria yang hanya berstatus sebagai kekasih , itulah pemikiran Ana...
'' Jika kalian menikah jangan lupa untuk mengundangku " ucap Ana membuat Bunga kini berani menatapnya .
'' Kemungkinan pernikahan kami batal kak " ucap Bunga .
'' Kenapa . Berani sekali ia telah menyentuhmu dan membuatmu hamil lalu ingin mendempakmu. Apapun masalah kalian seharusnya ia tetap memikirkan anak yang kau kandung " ucap Ana kesal .
'' Tapi kak Ana salah . Karena anak ini bukan anaknya " ucap Bunga ...
" Maafkan aku , ini semua demi anakku Geilo . Jika wanita itu curang dan tak menyerahkan Geilo jangan salahkan aku jika aku telah menikahi Rafli akan ku kuliti wanita sialan itu . Maafkan aku kak Ana karena merusak kebahagiaanmu namun aku janji tak akan menuntut banyak dari kalian hanya kebebasan anakku saja dan anak yang ku kandung mempunyai hak yang sama ." batin Bunga.
" Lalu anak siapa " tanya Ana begitu penasaran.
" Ini anak dari suamimu kak " ucap Bunga membuat Ana terkejut setengah mati .
" Bunga . Kau jangan bercanda saat ini. Ini tidak lucu Bunga " ucap Ana penuh penekanan .
" Apa kak Ana tau tentang sesuatu hal mengenai kandungan kak Ana " ucap Bunga tersenyum mulai meyakinkan hatinya. Bayangan tangis Geilo menghiasi otaknya ...
" Apa maksudmu Bunga. Atau kau tau suatu hal. Tolong jangan bertele-tele " ucap Ana...
" Lebih baik kak Ana periksa ke rumah sakit tentang rahim kak Ana . Aku tak bisa bicara banyak " ucap Bunga .
" Dan ini kak Ana lihat dan bacalah. Aku permisi kelihatannya Willy telah selesai " ucap Bunga yang ternyata ia tak mampu jika melihat Ana menangis maka akan melemahkannya...
Air mata Bunga terjatuh bersamaan dengan Ana yang mulai membuka amplop yang di berikan Bunga .
Bola mata Ana membulat sempurna hingga mata indah itu mulai memanas saat baru melihat satu foto yang membuat jiwa Ana porak poranda bahkan hatinya begitu hancur saat itu. Melihat foto suami nya sendiri tengah menyentuh Bunga meski hanya sekedar ciuman bibir namun itu begitu menyakiti Ana , hingga foto selanjutnya membuat tubuh Ana bergetar hebat bersamaan teriakan histerisnya melihat foto Rafli tengah menikmati tubuh Bunga di bawah selimut terlihat sang suami begitu menikmatinya dan Bunga pun sama , foto selanjutnya pun saat Bunga dan Rafli melakukannya di kamar mandi tanpa sensor Ana melihat dengan nyata di foto itu . Tangan Ana yang bergetar hebat berusaha baik-baik saja saat mencoba membaca surat yang di tulis Bunga , Ana enggan melihat foto kebejatan suaminya lagi..
" Kak Ana , maafkan aku . Ini semua bukanlah mau ku . Malam itu suami kak Ana mabuk saat pulang dan kebetulan aku melewati kamarnya membuat kak Rafli menarikmu ke kamarnya dan aku berusaha berontak namun tenagaku tak seimbang . Hingga aku terpaksa melayani nafsu bejat suamimu . Jujur aku terbuai akan kenikmatannya yang akan begitu ku ingat seumur hidupku . Suamimu lah yang membuat ku kehilangan suatu kehormatan yang begitu kaum wanita jaga ( sesaat Ana mencari foto yang membuktikan ucapan Bunga dan benar saja terlihat jelas foto bergambar bercak merah berada di kasur dengan dibalut seprai kesayangannya. Ana meremas bajunya dengan kuat ). Saat kejadian itu aku memilih pergi karena tak ingin merusak kebahagian kak Ana. Kebahagian itu bertambah nyata saat kak Ana sadar namun siapa sangka sebulan kemudian diriku di nyatakan hamil dan yang ku kandung saat ini anak dari suamimu kak Ana.
Awalnya ku pikir Willy mau menerimaku ternyata tidak dan kini aku meminta pertanggung jawaban kepada suamimu untuk bertanggung jawab dengan menikahiku . Melalui surat ini aku meminta restu darimu untuk mengizinkan suamimu menikah denganku kak . Jujur saja Rafli belum mengetahui kehamilanku , kemungkinan ia menikahiku sangatlah kecil tapi bisa juga terjadi apalagi ada anak yang ku kandung sementara kak Ana tak mungkin dapat hamil lagi karena kak Ana sendiri tak mungkin hamil karena sejatinya wanita membutuhkan rahim untuk hamil . Aku berjanji setelah anak ini lahir , aku bersedia jika di ceraikan karena pernikahan tak akan bertahan lama tanpa cinta dan ada satu permintaan dariku yang pasti Rafli sanggup mengabulkannya. Maafkan aku kak Ana terpaksa menyakitimu , aku tak sanggup mengatakannya . Salam dari calon madu mu "
Ana berteriak histeris seraya menghancurkan seluruh makanan yang ada di atas meja . Bunyi nyaring terdengar di restaurant beruang VIP itu , mereka yang di luar dapat melihat namun tak dapat mendengar. Orang di sekitar Ana prihatin melihat wanita itu namun tak ingin ikut campur mengenai masalahnya. Ana menyeka cairan bening yang terus membasahi pipinya menyimpan semua isi amplop yang memberikan luka mendalam di hatinya. Ana mengeluarkan uang kertas lebih dari cukup untuk mengganti semua kerugian karena ulahnya .
Seseorang yang dari tadi melihat kehancuran nya mengepalkan kedua tangannya . Niat ingin menikmati makan siang malah mendapati pemandangan yang menyakitkan baginya . Seharusnya ia sudah sedari tadi memeluk dan menenangkan Ana namun disisi nya ada seorang yang terus menahannya sedari tadi.
'' Aku harus mengejarnya .... aku tak ingin Ana berbuat nekat " ucap seorang pria .
'' Aku ikut mas " ucap seorang wanita dengan perut membuncit . Nafsu makannya juga hilang saat melihat pemandangan yang membuat nafasnya terasa sesak , hatinya sebagai seorang wanita membuatnya iba terhadap Ana meski ia yakin nanti hatinya yang akan tersakiti juga.
Ana menyetop taksi membuat sepasang suami istri itu tak dapat mengejarnya membuat mereka segera mengikuti taksi yang membawa Ana . Terlihat Ana turun menuju sebuah taman yang cukup sepi di sore ini tak seperti kemarin yang begitu ramai.
__ADS_1
'' Dad . Kenapa Tante itu " tanya Ericana yang ternyata melihat Ana menangis.
'' Dad tidak tau Erica . Nanti Erica turun dengan mama hibur Tante itu ya " ucap Eric .
'' Mas , bukankah lebih baik kau saja turun . Apa kau yakin ingin mempertemukan Ericana pada mbak Ana " ucap Vini menyakinkan pendengarannya tak salah.
'' Ana sedang bersedih Vin dan hatinya hancur. Hanya Ericana yang ku harap mampu menghiburnya tapi jika ia mulai curiga segera bawa Ericana kemari '' lirih Eric , dirinya tak mampu melepas Ericana namun melihat Ana terpuruk hatinya juga begitu menderita , kini Eric mulai bimbang juga akan pernikahannya .
'' Aku akan ikhlas mas . Jika kau suatu saat melepasku " lirih Vini membuat Eric menatapnya tak suka.
'' Tolong jangan bahas soal kita Vin. Ada Ericana dan sekarang aku minta bantuan mu untuk membawa Ericana menemui Ana " lirih Eric .
'' Kenapa tidak kau saja mas " ucap Vini.
'' Aku sadar posisiku Vin. Tolong aku kali ini Vini " ucap Eric penuh penekanan
'' Ericana apa mau bantu dad " tanya Eric kepada Ericana yang sedari tadi melihat Ana yang tubuhnya bergetar karena tangis.
'' Apa Ericana mau menghibur Tante yang menangis itu . Tante itu teman mama dan Daddy . Temuilah Tante itu bersama mamamu " ucap Eric .
'' Ayo sayang . Temani mama menemuinya " ajak Vini dan diangguki Ericana.
Terdengar isak tangis Ana yang menyayat hati. Kata benci terus ia sebut untuk Bunga dan suaminya. Sementara Eric memukul stir mobilnya berkali-kali . Andai ia bisa memutar waktu dan tidak melakukan kebohongan yang menyebabkannya terjebak dalam permainan nya sendiri dan ia pasti bisa memeluk Ana dengan bebas saat ini bahkan membawa Ana pergi bersamanya namun statusnya telah berbeda ia sudah mulai mencintai Vini tanpa ia sadari meski nama Ana masih mendominasi hatinya. Eric tak tau apa yang terjadi sebenarnya memilih mengamati mereka para wanita yang berarti dalam hidupnya dari jauh .
'' Jika ini karena kesalahanmu . Maka aku tak akan memaafkan mu Rafli. Ku harap ini bukan karena mu jangan sampai aku menyesal telah melangkah sejauh ini " batin Eric tanpa di pinta air mata lolos di pipinya.
.
.
.
Kembali ke Diamond Gorup .
" Jodry " gumam Lia.
" Apa kau anak Jodry " lirih Lia dan diangguki Willy .
" Ya aku anak dari pria yang kau campakkan " sarkas Willy membuat Lia tersentak.
" Apa maksudmu . Aku tak pernah mencampakkannya " bela Lia.
" Anda mencampakkan ayahku karena melihat Abdi Wijaya lebih kaya dari pada ayahku . Karena kau ibuku sakit-sakitan dan karena kau pula aku tak dianggap oleh ayahku bahkan ayahku bunuh diri karenamu " ucap Willy menahan air matanya mengingat kematian kedua orang tuanya .
" Kau pasti salah paham disini. Aku tak pernah mencampakkannya " tegas Lia.
" Pembohong . Kau hanya pembohong besar " bentak Willy mancing emosi dalam jiwa Lia yang sedari tadi ia tahan atas ucapan Willy yang kurang ajar padanya . Selama ini Lia tak pernah menahan kesabarannya hingga melebihi batasan.
'' Aku tak pernah meninggalkan Jodry tapi keluarga ayah mu lah yang tak merestui kami. Tanyakan pada kakekmu atau asistennya . Jika kau bilang ayahmu yang dicampakkan , itu adalah sebuah kesalahan karena nyatanya ayahmu lah yang mengkhianatiku dan kau salah orang jika menyebutku sebagai penyebab kehancuran keluarga mu . Bukan aku yang berbohong tapi keluargamu yang merekayasa cerita ini " teriak Lia lantang membuat tangan Willy ingin melayang mengenai pipi Lia yang saat ini air matanya menetes , namun sebelum tangan Willy mendarat di pipi Lia tangannya lebih dulu tertahan oleh tangan lain.
'' Jangan lupa like dan komentarnya "
di usahakan sebelum tahun baru cerita happy ending ya.
Selamat membaca 😊
__ADS_1