Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kecemasan Rafli 2


__ADS_3

'' Mas , aku memutuskan untuk bicara langsung dengan Eric '' ucap Ana hati- hati. Ia merasa ini semua bersumber darinya maka ia akan mengakhiri ini semua agar semua nya terasa damai tanpa harus menghindar atau saling membunuh.


'' Tidak Ana '' ucap Rafli tegas dengan suara yang terkesan membentak.


'' Tapi mas , siapa tau ia bisa mengerti ketika aku mencoba berbicara '' ucap Ana membujuk .


Rafli menahan amarahnya yang kini memuncak , ia menjungkir balikkan meja yang disamping Ana membuat Laptop yang masih menampilkan wajah Devan pun berserakan di lantai porselinnya .


'' Sampai matipun , jangan bertemu dengannya Ana '' ucap Rafli menatap tajam Ana. Membuat wajah Ana memucat , Rafli seolah lupa saat ini Ana tengah mengandung.


'' Kakak i.... '' ucap Rahma


'' Diam '' bentak Rafli terhadap Rahma.


Ana yang sensitif pun merasa kesal akan suara tinggi Rafli , ia memilih keluar dari pada melihat wajah suaminya.


Brakk pintu di tutup kencang oleh Ana.


'' Kak . Mbak Ana lagi hamil dan kau tahu juga jika kandungannya lemah namun apa yang kau lakukan '' cicit Rahma dan ia pun ikut keluar.


'' Jim . Kenapa takdir cintaku serumit ini Jim. Seolah Tuhan sengaja membuat jalan ini rumit. Jika aku bisa hidup tanpa nya pasti aku akan melepaskannya Jim. Kenapa cobaan selalu saja datang disaat kami sedang begitu bahagia. Aku pun heran , apa yang di fikirkan Ana untuk berencana berbicara dengan Eric. Apa ia ingin menyerahkan dirinya dan membuat aku mengamuk '' lirih Rafli .


'' Tuan , kita cari pemecahan masalah ini bersama. Jika bisa hindari pertumpahan darah tuan. Lebih baik kita mengatur rencana . Jika tuan Eric nekat maka kita akan membalas '' ucap Jimmy tegas dan Rafli segera meminta Devan untuk tiba di kota J. Devan yang sedang di Turki pun segera melaksanakan perintah tuannya itu.


'' Jim , jaga mansion ini dengan ketat dan pastikan Ana dan anak-anakku tidak keluar mansion '' ucap Rafli tegas.


'' Dan juga jaga mansion kakak-kakakku serta rumah orang tua Ana . Aku tidak mau , ia menggunakan keluarga Ana untuk membuat Ana memberontak dan keluar dari mansion ini '' imbuhnya.


'' Baik tuan '' ucap Jimmy yakin.


Setelah kejadian di ruangan kerja itu , Rafli memilih sendiri agar dirinya kini tenang , ingin rasanya memeluk istrinya namun Rafli tahu jika suasana hati Ana kusut karenanya.


Tok...tok...tok....


'' Tuan , waktunya makan malam '' ucap Susi dan diangguki Rafli.


Ia beranjak dari duduknya kemudian melangkah ke kamar untuk mandi lebih dulu , senyum Rafli terbit saat melihat pakaian ganti yang di sediakan Ana walaupun wanita itu tidak ada di tempatnya. Meksi Ana marah dan kecewa padanya wanita itu tetap memperdulikan dirinya .


Rafli segera turun berharap anak dan istrinya ada di bawah namun semangat nya luntur saat melihat kursi meja makan itu kosong tak berpenghuni .


'' Buang saja , aku tak berselera '' ucap Rafli dingin , ia melangkah menuju kamar Dewa yang diyakini jika suasana hati Ana tidak baik istrinya akan kekamar putra sulungnya .


Ceklek

__ADS_1


Ana menarik nafas dalam saat melihat suaminya datang , tidak ada senyum yang biasa selalu ia persembahkan untuk orang yang begitu di cintainya .


'' Ayah '' sapa Dewa tersenyum manis dan Rafli pun membalasnya ... Rafli berjalan mendekati Dewa dan Ana.


'' Malam anak ayah '' ucap Rafli mencium pipi anaknya dan juga sang istri pun ia cium . Rafli menggunakan kesempatannya karena Ana tak akan memarahinya di depan anak mereka.


'' Ayo Dewa lanjutkan lagi belajarnya '' ucap Ana tak menghiraukan makhluk mesum yang tengah melingkarkan tangannya di pinggang Ana.


'' Ayah , bukankah ada meeting penting. Pergilah sana keruang karja '' usir Ana.


'' Tidak , ayah tidak sibuk '' elak Rafli ..


Tok...tok...


'' Malam tuan dan nyonya '' ucap Bi Jum membawa Arjuna yang rindu kepada kedua orang taunya.


'' Kemarikan Bi , biar Arjuana saya pangku '' pinta Rafli.


'' Bibi pergilah istirahat '' imbuh Rafli dan diangguki sopan bi Jum.


Arjuna asyik bermain dengan janggut sang ayah dengan gemas , sementara Dewa sedang belajar di bimbing sang bunda. Jika Rafli yang membimbing Dewa belajar , Dewa malah susah untuk mencerna nya dan terkadang Rafli yang tak sabaran.


Rafli menatap Ana yang sedari tadi tidak menatapnya . Ia bertekad akan menyelesaikan masalahnya malam ini juga.


'' Mas ingin kita bicara Ana . Jangan diamkan mas seperti ini '' ucap Rafli lirih.


'' Mau bicara apa '' tanya Ana dingin.


'' Tetaplah dirumah dan jangan keluar-keluar . Tetap dalam mansion ini '' ucap Rafli serius seraya menggenggam jemari istrinya.


'' Apa kau masih takut Eric merebutku mas. Berfikirlah yang jernih mas . Aku dan dia telah lama selesai '' ucap Ana meyakinkan Rafli.


'' Jangan terlalu polos akan pemikiran seseorang Ana '' imbuhnya dan menjelaskan semua kembali kepada Ana tentang kado yang ia terima dan semua tentang Eric yang Ana tidak ketahui termasuk cara penyembuhan Eric waktu itu , Ana sempat syok saat suaminya menawarkan bantuan yang di negaranya melanggar HAM itu. Namun Rafli segera memberi penjelasan kepada Ana.


'' Mas.... apa ini semua salahku mas...hiks... kau dan Eric jadi begini...hiks.... hiks.... kalian selalu saja bermusuhan.... hiks....Jika aku terlahir kembali kedunia ini , aku lebih memilih kita tidak bertemu di kehidupan selanjutnya .... '' ucap Ana menangis dan Rafli segera membungkam mulut Ana yang selalu menyalahkan diri. Ana masih menyalahkan dirinya.


'' Semua takdir telah di gariskan dalam hidup kita Ana. Ini bukan salahmu atau salah siapapun. Maaf , jika kau kecewa kepada mas cara penyembuhannya tapi mas hanya melindungi milik mas dan milik mas itu kamu Ana. Orang yang mas cintai. Maaf mas membuat hidup mu tidak bebas karena menjadi istri mas '' ucap Rafli seraya mengusap air mata sang istri.


'' Ingat anak kita , kau tidak boleh menangis. Anak kita pasti bersedih jika bundanya sedih '' ucap Rafli mengelus perut Ana.


'' Aku mencintaimu mas . Sangat mencintaimu '' lirih Ana.


'' Terlebih cinta mas padamu Ana. Apapun akan mas lakukan demi kebahagian keluarga kita . Terlebih menjaga keselamatan mu . Memilihmu untuk menjadi istri mas saat itu , mas sudah mempersiapkan semuanya termasuk segala keamanan dan resiko terburuk sekalipun , tapi mas yakin resiko itu tidak akan terjadi '' ucap Rafli.

__ADS_1


'' Kita memiliki Tuhan yang maha segalanya mas. Apapun resikonya , aku tidak pernah menyesal berada disisi mu '' ucap Ana .


'' Tetaplah dirumah untuk sementara waktu , mas akan menyelidiki pergerakan Eric lebih dulu. Mas akan sebisa mungkin menghindar dari perseteruan ini '' ucap Rafli menenangkan Ana , karena Ana tengah hamil dan kandungannya sedikit lemah. Menghindar bukanlah diri Rafli sebenarnya dan itu hanya sekedar alasan untuk menenangkan Ana , meski fakta baru tentang Eric diluar kendalinya. Rafli pembisnis yang kejam namun ia tak mempunyai kelompok mafia seperti Eric. Ia akan menyusun rencana lebih matang , tepatnya membuat Eric sadar bahwa Ana bukan lagi seseorang yang bisa diperebutkan untuk mendapatkan cintanya , Ana itu istrinya. Istri yang paling ia cintai selama-lamaya dan hanya satu-satunya di kehidupannya serta hatinya.


Pagi harinya Dewa mulai menangis saat ia dilarang bersekolah untuk belajar dan bertemu sahabatnya , kini ia mulai home schooling kembali. Kebahagian yang belum genap sebulan itu kembali terenggut. Perdebatan Ana dan Rafli kembali terjadi , Rafli tak percaya meski Dewa berada di lingkungan sekolah keluarganya serta di jaga orang terbaiknya Dewa akan tetap aman.


'' Mas bilang tidak ya tidak Ana '' ucap Rafli , ntah kenapa Rafli bisa darah tinggi nantinya.


'' Kau lihat , Dewa begitu bahagia saat pergi dan pulang sekolah. Tapi kini , pagi hari ia memulainya dengan menangis '' ucap Ana tanpa terasa air matanya menetes saat mengingat Dewa yang begitu bersemangat dengan berpakaian lengkap serta membawa bekal untuk di bagikan sahabatnya , namun ucapan sang ayah membuat senyumnya lenyap seketika '' Mulai hari ini Dewa home schooling saja "


" Tapi kenapa ayah " tanya Dewa dengan mata berkaca-kaca namun Rafli pergi tanpa memberi penjelasan padanya.


Tangis Dewa kembali pecah dan menarik perhatian Ana untuk menghampiri Dewa saat Arjuna tengah asyik di pangkuan sang bunda.


" Dewa kenapa nak " tanya Ana lembut .


" Dewa benci ayah . Ayah melarang Dewa sekolah disana , padahal banyak sahabat Dewa yang baik. Dewa kan belajar dengan rajin bukan hanya main saja , tapi kenapa ayah jahat bun " ucap Dewa terisak dan lalu memeluk Ana.


" Kau benar - benar keterlaluan mas . Aku kira kau tak serius untuk melarang Dewa bersekolah di luar. Kau merampas masa kanak-kanak nya mas. Kau jadi orang yang paranoid karena kehadiran Eric. Aku harus mencari cara bertemu dengan Eric. Ku harap pria itu mengerti. Aku akan segera menyelesaikan ini semua , demi kebebasan anak ku yang kian lama kian terkurung saja dan demi suamiku agar dirinya tak diliputi rasa cemas berlebihan '' batin Ana .


'' Sayang tenang lah , bunda akan membujuk ayah agar segera mengizinkan Dewa kembali sekolah di luar. Ayah pasti punya alasan yang cukup berat namun ayah belum mau cerita karena Dewa masih kecil " ucap Ana lembut.


" Tapi bunda , kan Dewa gak nakal dan Dewa juga bukan anak kecil lagi bunda " tolak Dewa . ia tak suka di bilang anak kecil . Anak kecil baginya bayi baru lahir dan seperti Arjuna. Ana tersenyum hangat pada Dewa.


" Dewa gak malu nangis begini di hadapan dedek bayi " ucap Ana seketiks Dewa berusaha untuk berhenti menangis karena merasa ia seorang kakak laki-laki yang pemberani yang akan menjaga seluruh keluarganya terutama bunda kesayangannya yang tak akan terganti posisinya , wanita nomor satu di hatinya.


Setelah menyampaikan kekecewaannya terhadap suaminya , Ana memilih menghindari suaminya seharian dan itu membuat Rafli begitu pusing apalagi terlihat jika Dewa masih ngambek padanya.


" Huft... bunda dan anak sama saja " ucap Rafli , melihat tingkah Ana dan Dewa .


" Tuhan , maaf karena aku kembali menyakiti mereka . Maafkan ayah , Dewa " batin Rafli.


Zizi dan Jimmy mulai disibukkan dengan pekerjaan kantor termasuk pekerjaan Rafli diserahkan kepada Jimmy karena Rafli memilih bekerja dari rumah saja.


Sementara di tempat lain , seorang pria sedang tersenyum karena ia mengira jika Rafli begitu terpengaruh oleh kado yang ia berikan saat itu dan itu benar adanya.


" Kau pernah membuatku sakit jiwa Rafli dengan merebut Ana dariku , tapi bagaimana jika aku merebut Ana darimu dan setelah itu aku menyiksanya " gumam nya seraya melihat foto Ana yang begitu banyak di kamarnya , yang entah ia peroleh dari mana dengan muda.


" Mampukah aku untuk melukai Ana demi balas dendam ini , kalian yang membuatku begini " batin Eric. Bayangan begitu menderita ia terlintas kembali di fikirannya.


Jangan lupa like dan komentar..


* Athour lebih suka konflik , kalau novel lain kebanyakan wanitanya sering menderita untuk mendapatkan cinta pria namun disini sengaja berbeda .

__ADS_1


Selamat membaca 😊


__ADS_2