
Wil menatap ke arah Zee dan Alex yang disana menertawakannya. Dan beranjak mendekati mereka duduk disofa dengan menghela napas panjang. Zee dan Alex pun duduk bersebrangan dengannya.
"Apa yang kau lakukan, sampai Vanya menangis seperti itu?" tanya Zee.
"Ehem, ini salah paham, Zee. Dan, aku sedang memberikan alasanku. Tapi, Vanya tak juga percaya dengan semua jawabanku," jawab Wil.
"Salah paham apa? Apa ini masih masalah wanita yang tadi kalian bicarakan?" tanya Zee.
Alex dan Wil pun kompak menatap ke arah Zee dengan tatapan penuh tanya. Lalu dengan seketika Wil duduk disamping Zee, menghimpit tubuh Zee. Karena, Alex dan Wil duduk disampingnya.
"Ahh, kenapa kalian menghimpitku? Cepat pergi sana!" perintah Zee dengan nada sewot.
"Aku mohon jangan ikut marah padaku! Aku hanya memberitahukan saja pada Alex kalau wanita itu kembali, agar aku dan Alex bisa saling menjaga," jelas Wil pada Zee.
"Apakah wanita itu sangat seksi dan cantik?"tanya Zee.
"Ya dia semakin cantik saja," jawab Wil begitu polos.
Membuat Alex menepuk jidatnya karena kebodohan dari kembarannya itu. Dan, Wil terkejut kenapa dia bisa mengatakan itu. Sungguh mati Wil kali ini.
"Oh,,, jadi wanita itu sangat cantik dan seksi. Sampai kau memberitahukannya pada Alex, mantan playboy kakap ini, huh?" hardik Zee kesal.
"Sayang, bukan seperti itu maksud dari Wil. Tolong jangan salah paham, kau tahu bukan sejak kenal denganmu aku tak pernah lagi menyentuh wanita mana pun lagi," kilah Alex.
"Zee, maksudku memberitahu Alex itu baik. Karena, Alex belum pernah bertemu dengannya, aku hanya ingin saling menjaga saja dari wanita itu," ucap Wil.
Zee diam mendengar penjelasan dari mereka berdua, berharap jika Anya pun sedang mendengarkannya. Dan, benar saja Vanya menguping didekat pintu.
"Apa wanita itu yang membuat kalian dulu hampir saling membunuh?" tanya Zee.
Deg,,
Alex dan Wil tak menyangka jika dia tahu soal masa lalu yang kelam itu. Membuat mereka diam tanpa suara, Wil dan Alex memilih memalingkan wajah mereka.
"Saling membunuh? Apa maksudnya, kenapa kalian hanya diam. Jawab Wil!" pinta Vanya yang keluar dari kamarnya.
Wiliem smekain terkejut ternyata Vanya mendengarkan, Wil semakin diam dan menunduk tanpa bisa menatap sang istri.
"Apakah dia begitu berarti di hidupmu, Wil? Apakah dia wanita yang sangat dicintai olehmu, Wil?" tanya Vanya dengan suara serak.
Air matanya sudah mengalir deras di wajah ayu nya, Zee menghampiri Vanya dan menuntunnya tuk duduk. Vanya menggenggam erat tangan Zee, seakan meminta kekuatan tuk bisa mendengarkan semuanya.
"Al, tolong jelaskan pada kami! Jangan membuat kami semakin berpikir yang tidak-tidak pada kalian," pinta Zee.
Alex mengusap kasar wajahnya, terlihat rahangnya mengeras menandakan di juga begitu marah dan tak suka jika masa lalunya di ungkit kembali. Apalagi tragedi itu membuat dirinya dan Wil hampir saja saling membunuh.
"Baiklah, kalian akan mendengarkan semuanya. Tapi, aku mohon dengarkan sampai habis dan maaf jika nanti perasaan kalian sedikit tersakiti," ucap Alex.
Flashback
Saat itu kami kuliah disebuah universitas di LA, kami memang sudah terkenal karena kepintaran kami, dan juga ketampanan kami. Aku dan Wil memang selalu bersama, saat itu aku memang sudah menjadi playboy dan terus berganti kekasih. Sedangkan, Wil dia itu menjadi lelaki yang misterius sangat jauh berbeda denganku yang sangat mudah didekati. Tapi, tidak dengan Wil yang sangat tak suka didekati.
Sampai suatu hari ada sosok wanita cantik dan terlihat polos. Dia pindahan dari Italy dia bernama Laudya, ya seperti pertemuan awal dia memang sosok wanita yang sangat pemalu dan tak pandai bergaul. Setiap hari dia selalu sendiri dan bersembunyi didalam kumpulan buku dan setelah itu entah kebetulan atau memang tidak. Wiliem dan Laudya bertemu.
__ADS_1
Semenjak itu, Wil dan Laudya berteman. Wil semakin dekat dengannya bahkan tuk pulang bersama saja, dia tak mau. Sedangkan aku, aku terus menebarkan pesonaku dengan para gadis disana, pergi ke club dan selalu berakhir di kamar hotel. Ya, inilah rahasia busukku yang sangat aku benci, aku sudah merajai semua ranjang dimana pun aku tinggal.
Kembali lagi, pada pertemuan Wil. Laudya dan Wil semakin dekat sampai Wil membawa wnaita itu main kerumah kami. Mengenalkannya sebagai kekasih Wiliem. Aku tak tahu sejak kapan mereka berpacaran, tapi Mommy dan Daddy begitu menyukai wanita itu karena selalu berlaku manis dengan sikapnya yang begitu baik dan sangat sopan.
Mungkin selama setahun itu masa indah bagi Wil tapi tidak dengan Laudya yang ternyata hanya memanfaatkannya saja. Tujuannya adalah mendekati diriku dengan segala cara agar aku bisa menyukai dirinya. Namun, aku yang sudah terlalu menyukai hobi gilaku tak pernah memandangnya. Apalagi, dia adalah kekasih adikku sendiri.
Bukan Laudya jika tidak mempunyai akal, suatu malam aku berada di club dan tak sadar jika itu adalah Laudya. Terlihat sangat berbeda dengan dirinya yang bisa di kampus, karena malam itu dia berubah menjadi wanita yang super seksi sangat menggoda siapa saja yang melihatnya.
Malam itu, ternyata malam anniversary jadi hari Wil dan Laudya. Tapi, soalny wnaita itu malah bermalam denganku menghabiskan malam anniversary denganku. Wnaita gila itu membuatku mabuk dan membuat gairahku malam itu tak bisa ku tahan. Dan ternyata, Wiliem tahu masalah itu, Wil marah besar padaku dan kami bertarung begitu hebat.
Mommy mengetahui itu dan membawa kami pulang begitu juga dengan Laudya. Dirumah kami di marahi habis-habiskan oleh Mommy. Disana, wanita itu hanya bisa menangis terus meminta aku bertanggung jawab.
Sedangkan, aku tak menginginkannya, menyukainya saja tidak, bagaimana aku bisa menikahi wanita itu.
Disana pula wanita itu tak terima dan terus mengancam diriku. Padahal saat itu, Wil sudah bersedia menjadi lelakinya dan mau menikahinya, karena memang Wiliem lah yang sangat menyukai wanita itu, bukan aku.
Setelah malam itu, entah bagiamana wanita itu pergi dan tak pernah ditemukan. Kami pergi ke Finlandia dan pergi meninggalkannya. Ternyata, Mommy menemukan wanita itu telah menjadi ****** di sebuah club malam terkenal.
Flashback Off.
Zee menatap tajam Alex, sungguh dia tak tahu jika suaminya itu benar-benar pemuas ranjang para wanita. Tatapan tajam itu sangat membuat Alex takut.
"Aku sudah menceritakan semuanya. Jadi, sayang jangan terus menatap jijik padaku!" pinta Alex.
"Sungguh terlalu, sudah berapa puluh wanita yang kau ajak diatas ranjang Alexander?" bentak Zee.
"Tolong jangan tanyakan itu! Aku saja tak tahu, sungguh ini adalah luka lama tuk ku dan Wil. Jadi, percayalah pada kami!" pinta Alex menatap Zee dan Vanya.
Vanya masih menunduk dan menangis mendengar cerita dari Alex. Wiliem masih menatap sang istri yang sama sekali tak ingin menatapnya. Ingin rasanya, Wil menarik tubuh istri kecilnya itu lalu memeluknya dengan erat.
Zee menatap Alex dan mereka pun pergi kekamar, meninggalkan Vanya dan Wil disana. Wil beranjak mendekati Vanya, duduk di atas lantai sembari menggenggam tangan sang istri kecilnya.
Vanya memalingkan wajahnya, air matanya masih mengalir disana. Entah kenapa, Vanya masih saja merasa kesana dengan sikap Wil. Walaupun Alex dan Wil sudah menjelaskan semuanya.
"Anh, tatap aku, aku mohon!" pinta Wil memelas dengan suara yang lirih.
Wil meletakan wajahnya di pangkuan Vanya, terlihat begitu menyedihkan lelaki itu yang benar-benar menyesal telah membiarkan wanita itu mencium dan memeluknya.
Vanya sungguh tak tega melihat Wil yang begitu sedih, tangannya meraih kepala Wil mengusapnya dengan pelan. Wil masih menunduk tak merasakan sentuhan dari istrinya.
Didalam kamar, Zee dan Alex mengintip dari dalam menyaksikan adegan Vanya dan Wil diluar. Ya, benar tadi mereka hanya berakting bertengkar agar Vanya dan Wil bisa mengerti jika sebuah hubungan itu harus di dasari keterbukaan. Zee sudah mengetahui semua masa lalu Alex dari Sofia lalu menanyakan sendiri pada suaminya.
Zee menutup pintu itu dan berbicara pada Alex yang sedang tiduran di ranjangnya. Zee menghampirinya.
"Lex, ada apa wanita itu kembali? Apakah dia kembali tuk mendekati mu atau Wil?" tanya Zee.
"Akan ku cari tahu, aku tak akan kembali terjerumus ke dalam lubang yang sama sayang. Kau harus percaya padaku, terus dukung aku!" pinta Alex.
"Baiklah, aku percaya padamu. Tapi, bagaimana dengan perasaan Wiliem? Dia adalah wanita yang sangat dia cintai dan pernikahannya dengan Vanya barulah beberapa bulan saja," ucap Zee penuh ke khawatiran.
Alex memeluk Zee, mencoba menenangkan sang istri yang sedang cemas. Sungguh, Alex pun merasa takut akan keberadaan wanita itu, karena dia tahu bagaimana cintanya Wil pada Laudya, sampai membuat adik kembarnya itu nekad akan bunuh diri saat di tinggal pergi olehnya.
"Tidak akan, aku akan menjaga Wil. Aku pastikan dia tak akan terjerat cinta palsunya kembali. Apalagi dia begitu mencintai Vanya sayang," balas Alex.
__ADS_1
"Aku takut, Lex. Aku takut, jika Vanya tersakiti, dia gadis polos yang baru mengenal cinta dan Wiliem lah yang mengenalkan semua itu padanya," ujar Zee memeluk erat Alex.
Diluar terlihat Vanya masih diam seribu kata, Wil masih menunduk dengan segala penyesalannya. Vanya mengatur napasnya agar lebih tenang.
"Bagaimana aku bisa tahu, jika aku memang ada di hatimu?" tanya Vanya dengan suara bergetar.
Wil mengangkat wajahnya menatap ke arah Vanya yang juga sedang menatapnya. Terlihat sekali kekecewaan di mata Vanya.
"Anh, jika kau tak ada di hatiku. Bagaimana aku bisa mencarimu saat itu, aku sudah seperti orang gila karena tak bisa menemukanmu. Aku tahu, hubungan ini diawali dengan sebuah kesalahan, tapi asal kau tahu jika rasaku padamu bukanlah sebuah kesalahan tapi memang dari dalam hatiku," jawab Wil.
"Apa benar itu sebuah rasa yang murni dari dalam hatimu, Wil? Bukan karena, kau takut kehilangan seseorang seperti dahulu dan karena rasa bersalahmu karena telah menodai aku?" tanya Vanya.
Wiliem sangat terkejut dengan pemikiran Vanya, sungguh dia begitu menyayangi dan mencintainya sepenuh hati. Tapi, kenapa Vanya berpikir seakan semuanya palsu. Wil begitu kecewa mendengar itu.
"Sekarang tinggal hatimu dan dirimu yang bisa percaya atau tidak padaku. Aku sudah menjelaskan semuanya, Anh. Tak ada lagi yang aku sembunyikan, aku tak berharap kau bisa melihat itu dari mataku dan dari semua perilaku selama ini padamu," jawab Wil.
Wiliem berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Vanya yang masih mematung menangis menatap suaminya yang memilih pergi tanpa memeluk dirinya atau pun meminta dirinya tuk kembali pulang.
"Ya, pergilah! Aku akan diam disini dengan segala pemikiranku, aku akan menunggu kau kembali dan menarikku dalam pelukanmu lagi," batin Vanya begitu tersiksa.
Wiliem sungguh tak tahu lagi, apa yang salah dengannya. Wil begitu kecewa dengan ucapan Vanya yang mengatakan jika semua itu seakan sandiwara dan kepalsuan belakang.
Wiliem mengendarai mobilnya dengan cepat, terdengar suara mesinnya begitu kencang. Membuat Alex dan Zee terkejut dan melihat dari balik jendela. Terlihat mobil Wiliem telah pergi menjauh, Zee beranjak keluar dari kamarnya dan menemukan Vanya tertinggal menangis disana.
"Anya, kenapa Wiliem pergi?" tanya Zee duduk disamping Vanya.
Vanya hanya menggeleng lalu memeluk Zee, tangisannya semakin menjadi saja, Zee begitu bingung apa yang terjadi. Alex menelpon Wil namun tak juga diangkat.
"Sialan, kemana anak itu pergi? Kenapa membuat khawatir saja, kenapa juga pergia tanpa membawa istri yang sedang menangisi dirinya, dasar brengsekk!" umpat Alex.
Alex melihat Vanya yang sangat bersedih, membuatnya iba. Pernikahan yang masih seumur jagung harus mendapat ujian seperti ini. Zee membawa Vanya tuk masuk kedalam kamar tamu, menenangkan sang adik yang masih menangis hebat.
"Tidak, An. Kau tidak boleh seperti ini. Aku dan Alex akan membantumu sampai masalah ini selesai," batin Zee.
Vanya yang sejak tadi menangis pun tertidur karena begitu lelah, matanya terpejam aka tetapi air mata itu masih mengalir dari sudut matanya. Zee pergi keluar setelah melihat Vanya tertidur.
Hari sudah berganti malam, Zee tak melihat Alex dimana pun, mungkin dia sedang mencari Wiliem tuk mengajaknya kembali.
"Semoga malam ini semuanya terselesaikan. Sungguh aku tak mau adik ku dan Wil mendapatkan masalah seperti ini," gumam Zee.
Sesuatu tempat, akhirnya Alex bisa menemukan Wil yang sedang duduk disana. Untungnya dia tak pergi ke club yang pastinya akan membahayakan dirinya. Alex menghampiri sang adik kembarannya itu.
"Wil, kenapa kau pergi? Kembalilah, istrimu terus menangis!" pinta Alex.
"Lex, dia tak percaya padaku. Dia mengira apa yang selama ini aku lakukan hanyalah karena rasa bersalahku, sungguh itu sangat membuatku kecewa," balas Wil.
"Wil, Vanya bukanlah Zee yang sudah dewasa. Ingat usianya baru saja dua puluh tahun, kau harus bisa mengerti akan itu. Diusia nya yang masih muda dan labil, tentu gejolak didalam hatinya masih sering bertarung. Yang ku lihat dia benar-benar sangat mencintai dirimu," jelas Alex.
Wiliem menatap Alex, apa yang dikatakan Alex ada benarnya. Vanya pasti sangat kecewa saat dia malah memilih pergi tanpa menengok kembali. Wiliem mengusap kasar wajahnya. Dengan cepat, Wil mengambil kunci mobilnya dan segera pergi dari sana tuk menemui sang istri.
"Huh, kenapa anak itu seperti anak remaja saja. Apa karena diusianya yang sekarang dia baru merasakan dua kali mencintai seorang wanita? Wiliem, mulai sekarang aku tak akan membiarkan mu dalam bahaya lagi," gumam Alex.
**Bersambung๐๐๐
__ADS_1
Tolong berikan VOTE nya ya kesayanganku semuanya,, Terimakasih yang sudah selalu memberikan VOTE nya.. aku harap yang belum memberikan VOTE silakan lakukan itu juga sebuah vitamin dan mood boster tuk para Author dalam melanjutkan ceritanya..
Terimakasih semuanya ๐๐**