Takdir Cinta

Takdir Cinta
Ngidam Ana part 2


__ADS_3

" Sayang , kau mau pesan apa " tanya Rafli dari sambungan telepon pada ibu hamil kesayangannya itu yang sedang duduk manis di mansion nya.


'' Aku mau kebab sayur isi daging sapi cincang" ucap Ana.


'' Jangan memintanya ke Turki kali ini sayang " batin Rafli.


" Apa harus ke Turki , ayu kita ke Persia " tanya Rafli ragu.


" Hehehe , aku mau kau beli di mall milik mu mas , di stand Aba di lantai paling dasar " ucap Ana membuat Rafli bernafas lega.


" Apa lagi " tanya Rafli...


" Ehmmm oh ya , belikan ice cream rasa kacang hijau ya mas " ucap Ana.


" Dimana belinya " tanya Rafli .


" Ya mana ku tahu mas " jawab Ana membuat Rafli pusing memikirkannya , menyesal menawarkan Ana tentu saja tidak . Masih ada Dewi dan Jimmy yang akan mencarinya nanti .


" Ayah...ayah.... Dewa mau pesan ice rasa duyen ya . Duyen montok " ucap Dewa penuh semangat , saat mendengar sang bunda menyebut ice cream Dewa segera berlari dari dapur menuju dimana sang bunda berada.


" Yang montok itu bundamu " batin Rafli , di ingin sekali Rafli menjawab itu , namun ia tak ingin meracuni fikiran anaknya itu .


" Montong sayang " Ucap Ana.


" No Unda , montok bukan otong " elak Dewa.


" Kata siapa " tanya Ana.


" Kata aunty Ama , duyen montok bukan otong " jawab Dewa dengan bahasa cadelnya.


" Sialan Rahma beraninya meracuni otak Dewa di kata absurdnya " umpat Ana.


" Ya , ya . Nanti ayah pesankan ya " jawab Rafli yang mengerti , ia juga merasa kesal karena adik di iparnya yang bar-bar itu.


" Oke ayah " ujar Dewa kemudian ia kembali ke belakang bermain dengan bodyguard kesayangan bundanya itu , Alexa.


" Ada lagi sayang " tanya Rafli.


" Gak ada mas , aku kesel banget sama Rahma " ucap Ana.

__ADS_1


" Nanti kita bicarakan lagi pada Rahma , jangan marah. Oke " ucap Rafli .


" Iya mas . Jangan lupa pesanan aku dan Dewa " ucap Ana.


" Oke. Mas bersiap pulang dulu . Love you" ucap Rafli.


" Love you to " jawab Ana lalu mengakhiri telepon.


" Jimmy , keruanganku . Sekalian panggil Dewi " ucap Rafli dari sambungan telepon. Untuk apa lagi , kalau bukan bertanya lokasi ice rasa kacang hijau itu berada .


.


.


.


Mall


Rafli sedang berjalan di lantai dasar sebuah mall milik keluarganya . Ia mengenakan kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya , dengan menggunakan pakaian casual membuatnya semakin mempesona di hadapan para kaum hawa , sebelumnya Rafli telah mengganti pakaian kerjanya di kantor , pakaian casual itu sendiri pilihan Ana dan yang jelas rancangan adik iparnya yang bar-bar itu .



Saat berjalan telinga Rafli menangkap suara anak kecil yang sedang menangis , lalu ia berjalan ke arah anak kecil yang menangis itu.


'' Bagaimana ingin aku bertanya siapa namanya dan mana keluarganya , sedangkan usianya saja masih di bawah Dewa " gumamnya.


'' Lebih baik aku bawa ke bagian pos penjaga saja . Teledor sekali orang tuanya " imbuhnya ingin rasanya mengamuk terhadap orang tua anak tersebut.


Sementara seorang wanita muda tengah menangis mencari anak semata wayangnya yang hilang dari pantauan pengasuhnya.


" Aku tidak mau tau Mia , kau cari anakku hingga ketemu " ucap wanita itu marah dalam tangisnya.


" Kau kemana sayang anak mama ....hiks....hiks.... seharusnya kau dirumah saja tadi tidak perlu ikut mama meeting. Papa mu pasti marah sama mama " batin nya terisak .


Tanpa sengaja wanita itu melihat pria yang menggendong anaknya , ia terkejut karena merasa anaknya ingin di culik.


" Hei kau berhenti " ucapnya berteriak membuat orang sekitar menatap nya penuh ingin tahu alias kepo.


" Kau mau bawa kemana anakku hah , dasar tukang culik " ucapnya sarkas sedangkan Rafli kaget bukan kepalang di bilang penculik.

__ADS_1


" Aku tidak menculik anakmu , aku menemukannya di toilet sana " bentak Rafli.


" Kenapa kau memelototi ku huh " ucap Rafli menatap ibu-ibu yang ingin ikut menuduhnya penculik.


" Tidak ada tampang diriku seorang penculik " imbuhnya.


" Alaaaa mas , kalau penculik mana ada yang ngaku , penculik itu banyak gaya sekarang " ucap ibu -ibu emosi.


" Iya tampang boleh ganteng , penampilan keren gak taunya penculik " sahut yang lainnya membuat suasana kian memanas , sementara wanita yang memeluk anaknya itu hanya diam tak menoleh kearahnya .


" Panggil satpam cepat , nanti dia keburu kabur " celetuk ibu-ibu lain lagi.


Satpam pun berjalan cepat di ikuti orang-orang berseragam hitam dan berbadan kekar dan tak luput seorang berpakaian Jas serta dasi keluar dari ruangannya saat mendengar keributan dan matanya terbelalak bahwa keributan itu melibatkan bos nya.


" Pak tangkap pria ini , ia telah menculik anak mbak ini " tuding sang ibu-ibu.


Tak lama handphone Rafli berdering bahwa Ana sibuk menunggu pesanannya. Rafli menahan sejenak saat security hendak berbicara.


" Ya sayang sabar ya , mas ada urusan sebentar " ucap Rafli tersenyum hangat meski Ana tak mungkin melihatnya...


" Iya , iya sabar ya " imbuhnya mengakhiri telepon.


" Maaf tuan muda " ucap manager mall menunduk hormat di ikuti para security serta pria berseragam hitam lengkap dengan pistolnya. Ibu-ibu yang semula menuduhnya tanpa ampun menjadi gemetaran dan berkeringat dingin , mereka merasa takut saat tahu yang di tuduhnya itu orang penting.


" Ada masalah apa tuan muda " tanya manager gugup menambah jiwa ketakutan pada ibu -ibu yang mulutnya seperti beo tadi yang setiap Rafli ingin memberi penjelasan namun segera dipatahkan ibu-ibu itu.


" Mereka menuduhku menculik seorang anak " ucapnya dingin seraya menatap tajam salah seorang ibu-ibu .


" Saya mohon maaf atas ketidak nyamanan anda tuan muda " ucap manager ketakutan , ia mengetahui jika Rafli lebih kejam melebihi keturunan Wijaya lainnya.


" Kalian urus mereka , jika kalian tidak mau aku pecat hari ini juga " ucapnya berlalu pergi membuat ibu-ibu yang di tatap tajam tadi jatuh pingsan saat tau siapa yang di tuduhnya dan yang ibu-ibu lainnya merasa lemas dirinya setelah mereka sadar bahwa pria yang mereka tuduh adalah pemilik mall tempat mereka berada saat ini dan mall nya ada dimana- mana .


Sementara ibu-ibu yang kehilangan anak tadi terkejut setelah mendengar siapa pria yang sempat ia tuduh . Ia segera bergegas mengejarnya bersama sang anak serta baby sitter anaknya.


" Rafli " ucapnya gugup dan membuat Rafli yang tengah duduk menoleh sesaat lalu membuang wajahnya .


" Mau apa lagi " imbuhnya ketus karena yang ia tahu karena wanita ini yang membuat dirinya dalam masalah tadi dan membuat makanan yang Ana idamkan tertunda . Ia melihat benci saat wanita lain melihatnya dari ujung rambut hingga ujung kaki seperti wanita di depannya yang sedang memastikan bahwa tak salah orang.


'' Rafli , apa kau tak mengenaliku " tanya wanita itu....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya.


Selamat membaca


__ADS_2