Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kejutan Ulang tahun Dewa


__ADS_3

'' Kenapa papa menghalangiku untuk menghabisinya '' ucap Rafli geram.


'' Papa tidak mau mempunyai anak seorang pembunuh . Mang Ujang papa rasa mentalnya terganggu '' ucap Abdi dan segera memerintahkan Ida untuk memanggil majikan kesayangannya itu.


Tok..tok... membuat Rafli segera membuka pintu dan menampilkan wanita paruh baya dengan kecantikan sempurna menatapnya seakan bertanya ada apa sementara Rafli enggan menjawabnya karena ia pun tak tau.


'' Besok orang-orang papa akan mengirim hewan kesayanganmu itu ke tempat dimana seharusnya '' ucap Abdi dingin namun tetap membuat Lia protes.


'' Jangan pa , mama sayang sama mereka '' ujar Lia.


'' Apa mama tidak sayang dengan anakku '' sahut Rafli menahan emosinya.


'' Ya jelas mama sayang cucu mama , kamu ini aneh '' sahut Lia protes.


'' Lalu biarkanlah papa mengirim hewan buas kesayangan mama itu . Saat ini dia tidak memakan orang , bisa jadi besok mama yang dimakan '' sahut Rafli kesal.


'' Kau menyumpahi mama , dasar anak durjana '' sahut Lia.


'' Apa kau tak kasian dengan bayi-bayinya , kan lucu-lucu '' sahut Lia.


'' Kalau lucu mama tidur saja dengan bayi harimau itu sekalian jadi baby sitter nya '' jawab Rafli , ia pun tak mau kalah .


Abdi yang melihat perdebatan orang kesayangannya yang tak ada yang mau mengalah membuatnya sudah mengambil keputusan demi kebaikan bersama .


'' Apa kalian bisa diam '' ucap Abdi dingin.


'' Papa telah memutuskan untuk tetap melepas benggala ke alam bebasnya beserta anak-anaknya tapi bukan saat ini , tunggu sekitar enam bulan lagi dan bukan hanya itu puma yang berada di mansion kita di Berlin juga akan papa lepas ke alam nya '' ucap Abdi tegas sementara keputusan Abdi membuat Lia mematung tak percaya .


'' Pa..pa bercanda kan '' tanya Lia dengan mata berkaca'-kaca .


'' Ma , apa yang di katakan Rafli ada benarnya , bagaimanapun benggala tetaplah hewan buas meski ia jinak , ingatlah jiwa pemangsanya tak akan hilang , dia di takdirnya menjadi rantai makan paling tinggi , jangan sampai menunggu orang lain jadi korbannya. Keputusan papa tidak bisa di ganggu gugat '' ucap Abdi meninggalkan ruangannya bersamaan dengan Rafli meninggalkan Lia yang mulai menangisi hewan kesayangannya.


Rafli memasuki kamar dimana belahan jiwanya berada , terlihat dewa sedang tertawa ceria bersama sang bunda.


'' Bunda , Dewa sudah makan '' tanya Rafli mendekat.


'' Iya ayah sudah '' jawab Ana.


( Panggilan ayah dan bunda saat di hadapan anak mereka ).


'' Maaf jika ayah mengajak kalian menginap di sini membuat kalian trauma tadi , ayah tidak mengira ada yang tega terhadap Dewa '' ujar Rafli membuat seketika Ana menoleh minta penjelasan .


'' Ya , si Ujang '' ucap Rafli menahan emosi sat menyebut nama Ujang , jika bukan di hadapan anaknya ia pasti sudah bercerita dengan menggebu-gebu.


'' Ia yang meletakkan Dewa di depan pintu benggala '' ucap Rafli dan menjelaskan seluruh cerita yang di bahas mereka bahas di ruangan Abdi.


Ana membekap mulutnya sendiri karena merasa tak percaya dengan cerita suaminya namun itulah faktanya.


'' Tega sekali pak Ujang berniat melenyapkan Dewa dan ia juga menfitnah mu , seharusnya ia cari dulu kebenarannya . Mana mungkin suamiku menghamili wanita lain ,dan kenapa juga anak pak Ujang gak cerita sebenarnya siapa yang melakukannya , jadi pak Ujang gak nekat gini '' ucap Ana lirih dengan mata berkaca-kaca.


'' Terimakasih bunda sudah percaya dengan ayah bahwa ayah tidak akan mungkin menyentuh wanita lain. Yang terpenting anak kita baik-baik saja '' ucap Rafli mencium kening Ana dan mengambil baby Dewa agar berada di pangkuannya , namun sang anak protes karena masih ingin main dengan mainannya.

__ADS_1


'' Ayah hari ini gak kekantor '' tanya Ana.


'' Bunda , bagaiman ayah bisa bekerja dengan apa yang baru saja yang baru dialami anak kita'' ucap Rafli.


'' Bunda mau tau gak , posisi anak kita saat ayah temukan. Ayah begitu takjub se akan tak percaya melihatnya saat itu , karena Dewa dengan santainya bermain dengan anak-anaknya benggala , bahkan dia berbaring di perutnya dan anehnya lagi induknya tak marah saat itu. Benggala mengaum saat melihat orang banyak namun saat papa dan pawangnya mendekat ia menurut '' ucap Rafli.


'' Apa bener Dewa bermain dengan dua bayi benggala dan benggala tidak marah saat melihat keberadaan Dewa '' tanya Ana memastikan.


'' Mungkin benggala belum menyadari keberadaan Dewa di sela anaknya.. '' jawab Rafli.


'' Apa Dewa butuh teman ya bunda '' ujar Rafli memberi kode dengan menaik turunkan alisnya.


'' Kan ayahnya sendiri yang melarang bunda dan anaknya bergaul untuk keluar '' jawab Ana polos . Ia teringat saat Rafli menariknya paksa saat berada di SPA bayi saat itu , Rafli yang tak suka Ana mengobrol dengan sembarang orang meski ibu-ibu sekalipun apalagi itu membawa anaknya juga.


'' Bunda kan tau kenapa ayah begini , itu semua demi keselamatan kalian semua . Ayah juga ingin menjadi orang biasa bisa berjalan bebas bersama keluarga kecil ayah tanpa harus menutup identitas kita '' ucap Rafli lirih mengingat kisahnya terdahulu sebelum dirinya di umumkan menjadi perwaris terbesar keluarga Wijaya . Dimana Rafli dulu bisa bergerak bebas , bisa bersahabat dengan siapapun dan bisa menggenggam tangan Ana kemanapun.


'' Maaf yah , jika bunda dan Dewa menjadi beban ayah '' ucap Ana sendu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


'' Ayah yang seharusnya minta maaf , membawamu masuk kedalam kehidupan keluarga Wijaya . Ayah egois tidak mampu melepaskan bunda , dari pada hal apaun ayah akan lebih memilih bunda karena bagi ayah bunda segalanya , lebih dari segalanya " ucap Rafli mengusap surai indah sang istri.


'' Tunggulah saatnya bunda akan bergerak bebas di dunia ini dan tunggulah waktunya tiba dan maaf ayah belum bisa memberitahu jika bunda istri ayah yang sesungguhnya'' ucap Rafli.


'' Ya ayah bunda mengerti . Bunda cukup bersyukur karena ayah tetap memperbolehkan bunda berteman dengan mereka . Maaf jika selama ini bunda banyak menuntut dan tak mengerti kecemasan ayah. Bunda juga tidak masalah jika di luar sana banyak yang mengaku menjadi istrimu , asalkan ayah tidak menganggap mereka istri ayah aja . Jika itu terjadi bunda akan pergi dari kehidupan ayah selamanya '' ucap Ana bersungguh-sungguh.


'' Tenanglah bunda , istri ayah meski dimana-mana hanya bunda istri yang paling ayah cintai dan hanya bunda yang ayah nikahi dan otomatis hanya bunda yang akan mengandung lalu melahirkan anak ayah '' ucap Rafli dengan senyum sumringahnya dan bagi Ana itu menyebalkan saat Rafli menyebutkan istrinya dimana -mana .


'' Cih sombong nya punya istri dimana aja '' ucap Ana dan Rafli terkekeh lucu membuat Dewa ikut tertawa juga.


'' Jika ayah punya istri dimana -mana maka bunda boleh lah punya suami di mana - mana '' ucap Ana menahan senyum saat melihat tawa Rafli terhenti dan menatapnya tajam.


'' Tidak , itu tidak boleh. Tidak ada orang yang bisa mengaku sebagai suami bunda '' ucap Rafli dingin dan lalu memeluk Ana dengan erat.


'' Egois '' ucap Ana .


'' Ayah akan egois untuk berbagai hal dan salah satunya ini '' jawab Rafli.


'' Bunda , Yayah '' ucap Dewa dan merangkak ke arah mereka yang sedang berpelukan , saat berada di tengah mereka baby Dewa segera memeluk Ana dengan posesif lalu meminta susu karena ia haus. Rafli gemas dan juga sedikit kesal karena posisinya cepat di gantikan Dewa dan ia pun harus mengalah dengan bayi yang sesungguhnya.


'' Sedot aja terus , sisain ayah ya Dewa '' ucap Rafli dan baby Dewa menutup payu**ra milik bundanya dengan telapak tangan kecilnya itu dan seraya bergumam tak jelas saat masih menikmati asi nya.


'' Dasar pelit '' ucap Rafli memisahkan Dewa dengan benda kesayangannya.


Tangis baby Dewa pecah karena ia merasa kenikmatannya terganggu karena ke isengan sang ayah .


'' Ayah '' ucap Ana menatap Rafli tajam.


'' Maafin ayah ya nak '' ucap Rafli menenangkan baby Dewa dan tanpa aba-aba Dewa menarik rambut hitam sang ayah lalu kembali menyedot asi. Rafli hanya pasrah menerima takdirnya hari ini.


'' Dewa kok jadi egois ya bunda '' gumam Rafli melihat Dewa yang kini mulai terpejam dan masih menikmati asinya dan terdengar gumaman kecil baby Dewa meski bayi itu telah tertidur.


'' Tidur aja ia masih protes . Astaga . Perasaan dulu ngidammu gak aneh deh sayang . Tapi kenapa anak kita sungguh bawel seperti dirimu '' seru Rafli namun Ana hanya diam.

__ADS_1


'' Ya ampun . Bukan hanya anakku yang ikut tertidur ternyata bunda ikut juga '' ujar Rafli menarik pelan mulut baby Dewa kemudian menutup kembali baju Ana guna melindungi bukit kembar itu .


Rafli yang merasa lapar segera turun kebawah mencari makan dan ia berpapasan dengan Ida dan memintanya menjaga sementara istri dan juga anaknya hingga ia kembali. Ida menuruti perintah dari Rafli. Sementara penjagaan mulai di perketat di mansion Wijaya dari segi manapun , serta beberapa CCTV ditambah di berbagai tempat hingga ibarat semutpun tak dapat bersembunyi...


.


.


.


Kini kebahagian tengah menyelimuti keluarga Wijaya dan Gunawan karena cucu laki-laki mereka yang bernama Dewa Pratama Gunawan , sedang merayakan ulang tahun pertamanya yang hanya di hadiri pihak kerabat dan sahabat terdekat saja. Dewa yang berusia setahun itu selalu bermanja pada bundanya dari pada sang ayah. Saat Ana tengah membawa Dewa berbincang dengan sahabatnya membahas keberadaan Luna yang tak tau rimbanya dan kedekatan Tiara dengan dokter Nicko mereka di kejutkan dengan kehadiran Ayu dengan dokter Smith.


Ayu tersenyum kikuk dan begitu malu saat sahabatnya penuh dengan tanda tanya.


'' Ini semua berkat Ana '' ucap Ayu pelan , ia segera menjelaskan semuanya tanpa harus di tanya , ia menjelaskan tanpa ada yang di tutupi tapi dengan rasa malu yang begitu luar biasa. Sementara dokter Smith menghampiri Abdi Wijaya sedangkan Rafli memberi tatapan horornya untuk dokter Smith.


'' Kenapa Ayu pakai acara membawanya , siapa dokter itu , kenapa ia ikut mengurus Ana saat itu '' gumamnya , tak mengetahui urusan dokter Smith dan Ana saat itu , karena yang ia tahu jika yang membantu Ana melahirkan adalah dokter Neti dan yang mengadzankan sang putra adalah mertuanya , sementara Darwin yang mengetahui semuanya hanya mengulum senyum , hubungan mereka telah membaik akibat bujuk rayu Ana pada suaminya . Bagi Ana , Ines adalah sahabat terbaiknya yang selalu memasang tubuhnya saat melihat Ana hendak di sakiti , bila Ines pria mungkin Ana akan mencintainya namun takdir berkata lain dan Ana serta Rafli akan repot menjodohkan Ines dan Darwin jika mereka tidak berhubung secara langsung.


Acara ulang tahun pun berlangsung dengan lancar dan meriah siang itu dan Dewa mendadak jadi milyarder termuda saat itu berkat kado yang ia peroleh.


Malam pun tiba , dimana Dewa telah tertidur pulas bersama kakek dan neneknya , Ya mereka selalu menguasai Dewa dari pada orang tuanya.


Sementara Rafli bersandar gelisah di ranjang menunggu Ana yang belum keluar dari kamar mandi , Rafli ingin menanyakan pada istrinya tentang segudang pertanyaannya .


Ana menghampiri Rafli yang menatapnya tajam, dengan jubah mandinya ia mendekati Rafli yang menatapnya dari bawah hingga atas.


'' Kenapa , masih marah '' tanya Ana mendekat membuat udara di sekitar Rafli penuh dengan aroma wangi tubuh Ana.


'' Iii iya '' jawabnya gugup.


'' Sial , dasar bodoh " umpat Rafli pada dirinya sendiri kemudian ia membuang wajahnya demi tak menatap wanita yang selalu berhasil menggoda di hadapannya ini . Ana sendiri menahan senyum melihat kelakuan suaminya , belum lagi ia membuka jubah mandinya.


" Kenapa malah tertawa " ucapnya sinis melirik Ana.


" Tidak , diriku tidak tertawa hanya menahan tawa saja " ucap Ana , ingin sekali ia mengoperasi hati , otak dan jantung suaminya agar kecemburuannya berkurang setengahnya saja.


" Jangan marah " ucap Ana menolehkan wajah Rafli kearahnya namun suaminya malah kembali membuang wajahnya.


" Pergilah " ucap Rafli mengusir Ana dari hadapannya dimana tangan nakal istrinya membangkitkan birahinya .


" Jika aku tak mau , kau mau apa " ucap Ana duduk diatas paha suaminya.


" Jangan menggodaku Ana , aku sedang marah " geram Rafli melihat istrinya ini sengaja pada titik kelemahannya.


" Jika aku menggoda bagaimana " tantang Ana .


" Sial " umpat Rafli membuat tawa Ana pecah karena merasakan benda dibawahnya semakin membesar dan mengeras.


" Kau akan menyesalinya Ana " ucap Rafli yang kini menghimpit tubuh Ana , lalu dengan kasar membuka jubah mandi Ana membuat Rafli membelalakkan matanya sempurna , dimana pahatan indah berbalut baju kurang bahan ( lingerie ) hitam itu membangkitkan b*rahinya .


" Kau akan melewati malam panjang bersamaku Ana , takkan ku biarkan kau tidur sebagai hukuman karena menggodaku " ucap Rafli segera melakukan pertempuran mereka , masa bodoh dengan pertanyaan yang di susunnya pikir Rafli.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya.


__ADS_2