
Pagi pun tiba , setelah sarapan bersama kini Sasa dan Lolita tengah menikmati waktunya melihat di depan mereka ada air terjun mini di mansion Teguh. Membuat suasana sejuk begitu terasa.
'' Berikan mama penjelasan maksud dari perkataan Eric Lolita " ucap Sasa tanpa basa-basi.
'' Maksud mama a...apa " tanya Lolita .
'' Bahwa ia tak pernah menyentuhmu. Lalu kenapa kau bisa hamil " tandas Sasa menatap tajam Lolita.
'' Mama tak ingin , Eric bertanggung jawab pada anak yang bukan darah dagingnya " imbuhnya .
Lolita tersenyum getir terlihat begitu menyedihkan.
'' Ini anak mas Eric ma . Mas Eric dua kali melakukannya padaku '' ucap Lolita lirih membuat Sasa menatapnya serius.
'' Mas Eric melakukannya dalam keadaan mabuk . Awal melakukannya mas Eric malah marah padaku ma. Dia mencoba mengelak menerima kenyataan saat itu. Dan yang ke dua mas Eric juga melakukannya saat mabuk dan karena aku takut mas Eric marah padaku membuatku segera memakaikan pakaian mas Eric agar terlihat tak menyentuhku...hiks....hiks.... Aku sedih ma , disaat mas Eric bercinta denganku namun menyebut wanita lain dan sekarang mas Eric tak mau mengakui anak ini . Bahkan mama pun ikut meragukannya ....hiks...hiks.... Aku bingung harus apa ma....hiks...hiks... '' ucap Lolita terisak.
'' Maafkan mama sayang.... maafkan mama.. Mama akan beri pengertian pada Eric '' ucap Sasa kini rasanya ia kesal kepada anaknya.
'' Tinggallah disini sementara waktu dan kita akan membicarakan semua ini di waktu yang tepat. Mama tak akan membiarkan Eric lepas dari tanggung jawabnya. Jadi pria jangan tau enaknya saja '' umpat Sasa.
.
.
.
." Willy aku mohon , izinkan aku bertemu anakku " Isak Bunga kepada Pria yang berdiri sombong di hadapannya , yang tak lain adalah Willy kekasihnya.
'' Kau bilang anakmu , Ck " desisnya.
'' Bunga , aku mengajakmu untuk menikah tapi kau menolak niat baikku " ucap Willy menarik rambut Bunga dengan kasar.
'' Awwuuuww sakit Wil ... Ba...baiklah... kita akan menikah " lirih Bunga menahan sakit dirambut dan bukit kembarnya karena kepenuhan akan air Asi.
'' Sudah terlambat Bunga . Pergilah , jangan ganggu Geilo lagi . Dia putraku dan hanya putraku " ucap Willy.
'' Tapi aku ibunya Willy...hiks...hiks... izinkan aku untuk memberi Asi kepada anakku.... ku mohon Willy . ku mohon " ucap Bunga terisak , belum sempat ia melihat anaknya semenjak bayi itu di lahirkan , demi memberikannya Asi bunga tahan untuk mengeluarkan ASI nya dengan alat kop agar Asinya tetap ada.
'' Dengan satu syarat Bunga " ucap Willy menjalankan rencananya.
Ingatan masa lalu saat ayahnya bunuh diri karena seorang wanita yang tak lain adalah Camelia , membuat jiwa kehilangan Willy begitu tersiksa . Karena Camelia ayah dan ibunya yang menikah akibat perjodohan selalu bertengkar , membuat ibunya sering sakit-sakitan melihat sang ayah terus berharap bersama Camelia yang saat itu meninggalkan ayahnya karena orang tua Camelia tak setuju jika Camelia menikah dengan mantan pacarnya yang tak lain ayah Willy . Saat Camelia menikah dengan Abdi Wijaya berulang kali Jodry memohon pada Camelia untuk pergi bersamanya namun Camelia tak ingin memilih Jodry karena status Jodry yang berbeda dan tidak ada restu dari keluarga selain itu mereka juga berbeda agama , Camelia juga tidak mau menyakiti perasaan istrinya Jodry . Jodry tiap harinya hanya terus bekerja agar bisa mengimbangi kekayaan Wijaya dengan harapan Camelia mau melihatnya namun Camelia tak mau menengok ke belakang . Willy tiap hari hanya di siksa ayahnya yang pulang karena lelah dan tak ada kabar apapun tentang Camelia , hingga hari kematiannya sang ayah selalu menyebut nama Camelia yang membuat Willy bertekad menghancurkan keluarga Camelia . Hingga Willy mengetahui dengan jelas tentang Camelia akibat dari kecerobohan Bunga menceritakan apa saja yang di tanya oleh Willy. Membuat Willy merelakan cintanya untuk menjadi alat balas demamnya kepada Lia dengan cara menghancurkan anak kesayangan wanita itu .
( Camelia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri dan di situ kisah cinta Camelia dan Jodry terjadi , karena kelembutan Camelia baik tutur kata dan perbuatan mampu membuat Jodry jatuh cinta pada Camelia. Hubungan Jodry dan Camelia mulai serius membuat Camelia mempertemukan Jodry degan orang tuanya yang ada di Indonesia , syaratnya Jodry harus pindah agama sesuai agama keluarga Camelia dan Jodry menyanggupi itu. Berharap kisah cinta mereka berjalan mulus dan orang tua Jodry menerima Camelia seperti keluarga Camelia menerima Jodry namun kenyataan tak seindah harapan mereka . Keluarga Jodry menentang keras Camelia bahkan Camelia di buat kesusahan di negeri orang membuat Jodry menerima perjodohan yang dadakan di atur keluarganya. Jodry tidak merelakan Camelia begitu saja , demi menjaga keselamatan Camelia Jodry terpaksa menikahi wanita lain dan dengan terpaksa pula Jodry menyentuh istrinya hingga lahirlah sosok Willy . Disaat kertepurukan Camelia datanglah sosok Abdi yang mengulurkan tangannya tepat di saat Camelia hendak di lecehkan segerombolan pria , Abdi sebagai keturunan Wijaya satu-satunya saat itu tengah mengurus berbagai proyek di luar negeri . Camelia pun di tawarkan perkejaan oleh Abdi Wijaya di perusahaan cabangnya dan itu di terima Camelia dengan baik. Hilangnya Jodry bak di telan bumi dan hadirnya Abdi di hari-hari Camelia membuat hati Camelia berlabuh kepada Abdi Wijaya yang saat itu berstatus atasannya sendiri , hingga cinta atasan dan bawahan pun terjadi . Wijaya Omar orang tua Abdi sendiri tak mempermasalahkan jati diri dan keluarga Camelia yang jauh berbeda di bawahnya. Anak bahagia maka orang tua bahagia , itulah yang di anut orang tua Abdi Wijaya sesuai kisah cinta orang tua Abdi saat itu . Wijaya Omar ingin Abdi memiliki istri yang benar-benar dari wanita yang Abdi cintai , tentu cinta wanita itu harus tulus untuk putra semata wayangnya ).
'' Apa itu syaratnya Willy " ucap Bunga penuh harap.
"Maafkan aku bunga , namun ketahuilah bahwa aku sangat mencintai mu. Akan aku terima apapun yang terjadi padamu nanti dan aku jaga anak kita dengan baik . Tapi kau harus jalankan dulu rencana ini. Agar hidupku tak ada dendam " batin Willy mencoba memantapkan niatnya.
__ADS_1
" Masuklah kedalam hubungan Rafli Wijaya dan istrinya untuk menjadi orang ketiga " ucap Willy membuat seketika senyum di wajah bunga menghilang dan kini wanita itu menatapnya tajam . Bunga menggeleng cepat.
" Bukankah kau dulu begitu tergila-gila padanya . Bukankah dulu aku hanya pelarian bagimu " ucap Willy mencengkram dagu bunga dengan kuat ...
" Tapi aku tak ingin melakukan hal menjijikan seperti itu. Menjadi pelakor bukan cita-citaku dan semenjak enam bulan yang lalu aku sadar ternyata aku telah mencintaimu Willy " ucap Lirih Bunga. Ia tak mau menghancurkan wanita sebaik Ana yang menganggapnya adik memberikan kasih sayang seorang kakak kepadanya dengan tulus , ia juga tak mau mengingkari janji kepada ibu kandungnya serta ia kembali merasakan kasih sayang keluarga dari keluarga Wijaya bahkan ia pernah berhutang nyawa dengan ibu Laras saat waktu itu hampir saja ada mobil ingin menabraknya saat itu.
" Jadi kau menolak syarat dariku " ucap Willy dengan wajah memerahnya.
" Ya . Aku menolak syarat itu. Karena dengan aku menghancurkan keluarga Rafli dan Ana , itu sama saja aku membuat seluruh orang yang peduli padaku sedih dan kecewa besar padaku. Aku tidak siap melihat ibu dan kak Ana marah padaku nantinya " isak Bunga memohon agar Willy melunak...
" lupakan anakmu dan enyahlah dari hadapan kami " ucap Willy membalikkan badannya .
" Aku beri kau waktu dua hari. Jika tidak , bukan hanya kau kehilanagn anakmu namun aku akan memberikan ibu sambung kepada putra kita dan tak mengizinkan mengenalmu barang sedikitpun " ucap Willy berlalu pergi , tak ingin mendengar permohonan dalam tangisan memilukan Bunga , hingga tubuh bunga merosot kebawah . Willy pria itu membutakan semua hatinya , membiarkan rasa sakit di hatinya untuk merelakan Bunga pada pria lain yang di jadikan sasaran balas dendamnya nanti .
.
.
.
Rafli melihat benda yang melingkar di pergelangan tangannya , ia mendesah kasar saat melihat telah pukul sepuluh malam , seminggu ini ia terus lembur bersama Zizi menangani berbagi proyek , ibu hamil di rumah itu sempat cemburu mengira bahwa Rafli berselingkuh dengan Zizi dan hal itu sempat membuat Zizi dan Rafli kalang kabut di buatnya.
'' Astagfirullah al azim " ucap Rafli keget saat melihat Ana yang baru saja secara bersamaan membuka pintu .. Ana mencebikkan bibirnya saat Rafli seakan melihat setan pada dirinya . Lagi - lagi ibu hamil di itu salah paham.
'' Mau kemana malam begini sayang " tanya Rafli membuat Ana mengehentikan langkah kakinya.
'' Biar mas masakin , mau makan apa " tanya Rafli .
'' Tidurlah mas . Kau pasti lelah . Aku bisa masak sendiri " ucap Ana . Gagal sudah rencananya ingin makan yang berbentuk keriting di dalamnya itu.
'' Mas tidak lelah sayang " ucap Rafli memaksa . Meski ia lelah , ia tak ingin Ana memakan makanan tak sehat itu. Lagian , setelah Rafli memastikan makanan itu lenyap dari dapurnya selalu saja ia menemukannya kembali.
'' Aku hanya ingin buat salad buah aja '' ucap Ana segera mengambil lima macam buah dan segera mengambil perlengkapan lainnya.
'' Biar mas buatkan '' ucap Rafli mengambil pisau yang ada di tangan istrinya.
'' Awas saja , jika tidak enak . Aku tidak akan memakannya '' Rajuk Ana namun Rafli membalasnya dengan senyum .
Salad buah pun berhasil di buat oleh Rafli dengan rasa cukup sempurna menurutnya. Rafli menghela nafas saat melihat Ana tertidur dengan kepala yang berada di meja makan , mengusap surai indah istrinya , istri yang paling ia cintai. Kehamilan Ana kali ini membuatnya sungguh kewalahan , tak seperti biasanya namun Rafli menerimanya dengan tulus , termasuk sikap Ana yang berubah-ubah.
'' Sayang . Salad buahnya sudah siap '' ucap Rafli pelan dan membuat Ana mengerjapkan matanya.
Ana menikmati salad buah buatan suaminya begitu lahap membuat Rafli merasakan begitu bahagia.
'' Enak '' tanya Rafli dan diangguki Ana.
'' Siapa dulu , kan mas yang buatin jadinya enak dong. Bumbunya plus cinta didalamnya '' ucap Rafli bangga sekaligus menggoda Ana.
__ADS_1
'' Siapa bilang enak karena mas yang buat. semua itu enak karena buahnya . Bukan karena mas yang membuatnya. Pakai gombal lagi '' jawab Ana membuat Rafli cemberut .
'' Ya terserah lah '' ucap Rafli pasrah , mau tak mau ia harus mengalah .
.
.
.
Saat Rafli sedang bersantai dirumahnya karena kebetulan weekend , sang mama bertamu kerumahnya dengan membawa seorang gadis yang dianggap oleh istrinya itu sebagai adik angkat nya . Ntah kenapa Rafli tak suka dengan wanita itu , mungkin karena wanita itu yang menyebabkan hubungan Ana dan Rahma merenggang , wanita itu adalah Bunga anak dari BI Jum.
'' Rafli , dimana Ana '' tanya mama Lia menelusuri setiap sudut mansion anaknya mencari menantu kesayangannya.
'' Biasa ma . Lagi metik buah atau bunga palingan. Aku percuma melarangnya dan ujungnya aku yang terkena dampratnya '' ucap Rafli membuat Lia tersenyum.
'' Itu tak masalah Rafli , kau jangan terlalu khawatir. Bukankah menantuku itu pernah mengandung bayi kembar '' ujar Lia menasehati Rafli agar tak membatasi keinginan Ana.
'' Aku hanya takut ia kelelahan '' bantah Rafli .
'' Oh ya ngomong - ngomong kalian sudah ketemu baby sitter yang cocok untuk mengurus cucu kembar ku '' ucap Lia yang tersenyum saat melihat cucu kembarnya yang di gendong bi Susi dan bi Jum mendekat kearahnya.
'' Ah , cucu-cucunya nenek '' ucap Lia tersenyum , Bunga yang melihat bocah kembar berusia sekitar sembilan bulan itu pun merasakan sesak di dalam dadanya. Rasa rindu terhadap buah hatinya yang jauh disana . Pernah tidur selama seminggu dan menyusui anaknya selama seminggu pula membuatnya semakin berat berjauhan dengan anaknya , namun seminggu waktu bersama anaknya tak ia dapat dengan gratis begitu saja . Bunga menyetujui rencana balas dendam yang Willy telah rencanakan. Ada dua cara yang Willy rencanakan apabila rencana pertama gagal.
'' Eh ada mama '' ucap Ana tersenyum.
'' Dan ada Bunga juga '' imbuhnya tersenyum hangat.
'' Maaf " batin Bunga . Ingin sekali ia mengatakan semua masalahnya kepada Ana namun Bunga tak mau membuat orang di sekitarnya kecewa dengan apa yang telah terjadi padanya selama ini.
Lia menyampaikan niat sampingannya berkunjung kemansion anaknya . Melihat menantunya yang kelelahan karena kehamilannya sekaligus melihat Rava dan Jelita yang masih kecil dan otomatis membuat Ana merasa begitu lelah karena statusnya seorang ibu dimana - mana seorang anak akan dekat dengan ibunya , membuat Lia menawarkan Bunga untuk menjadi baby sitter untuk merawat dua cucunya. Awalnya Ana menolak dan itu di dukung penuh oleh Rafli , Ana menolaknya karena fakultas yang diambil Bunga jauh dari kata baby sitter namun melihat Jelita yang mudah dekat dengan Bunga membuat Ana mengizinkan Bunga untuk menjadi baby sitter anaknya dan Rafli dengan terpaksa mengikuti kemauan istrinya . Toh hanya untuk sementara pikirnya , setelah ada pekerjaan yang tepat untuk Bunga wanita itu pasti tidak menjadi baby sitter untuk anaknya .
Saat malam tiba , Bunga kini tidur di kamar Arjuna dan Dewa dimana disana juga berada bi Jum..
'' Kau kenapa mendadak jadi baby sitter untuk den Rava dan nona kecil Jelita " tanya Bi Jum setelah memastikan bahwa Arjuna dan Dewa tertidur .
'' Kau tidak punya niatan jahat kan Bunga " imbuhnya .
'' Ibu , kenapa tega berkata seperti itu pada anakmu sendiri. Aku ingat janjiku pada ibu dan aku memang ingin bekerja Bu dan Tante Lia tiba-tiba menawarkanku untuk menjadi baby sitter sementara menjelang kak Ana melahirkan saja '' ucap Bunga lirih .
'' Awas ya Bunga , jangan melakukan kebodohan. Jika kau tak ingin melihat ibu dan yang lainnya begitu membencimu " ucap Bi Jum memperingati Bunga dengan tegas.
'' Iya ibu tenang saja " jawab Bunga.
'' Ibu akan mengawasimu , kau belum tau betul siapa tuan Rafli jika menyangkut keluarganya " ucap Bi Jum beranjak pergi lalu tidur di ranjang yang berbeda dengan para pangeran tampan yang tertidur pulas.
Jangan lupa like dan komentarnya ya ...
__ADS_1