Takdir Cinta

Takdir Cinta
Tamparan


__ADS_3

" Mbak , aku ingin berbicara sesuatu hal yang penting padamu " ucap Rahma mulai serius.


'' Masalah pernikahanmu " tanya Ana.


'' Bukan masalah itu. Aku dan Jim sepakat menikah setelah mbak melahirkan dan aku juga akan terbang ke London dua hari lagi " ucap Rahma.


'' Kau serius ingin bergabung dengan mama Lia " tanya Ana dan diangguki Rahma.


'' Syukurlah . Semoga kalian menang acara London Fashion Week " ucap Ana tersenyum.


'' Aku berharap kau bisa juara satu ... Jangan menjadi juara dua terus " ledek Ana .


'' Isshh mbak ini. Aku ikut acara Fashion tiga kali mbak . Yang pertama aku jadi asisten desainer kondang waktu di Milan dan kami juara satu . Dan setelahnya aku ikut Paris dan Milan Fashion Week dan aku cukup bersyukur meski juara dua " ucap Rahma menyombongkan dirinya . Ia sungguh kesal terhadap sang kakaknya ini yang selalu meledeknya jika juara dua , meski itu suatu hal yang sangat membanggakan .


'' Iya... iya . Jangan ngambek. Apapun prestasimu , kau hebat Rahma " ucap Ana memeluk sang adik


'' Doa mbak semoga kalian menjadi juara " ucap Ana tulus dan dijawab Aamiin oleh Rahma.


'' Mbak aku ingin serius bicara , bisa usir bi Jum sebentar dan tolong bawa anak-anak keluar " bisik Rahma .


'' Kenapa " ucap Ana tanpa suara.


'' Usir aja dulu , nanti mbak akan tahu " jawab Rahma.


'' Bi Jum . Tolong bawa Arjuna dan Dewa keluar ... Rahma ingin bicara penting tentang pernikahannya . Ia malu jika bibi dengar " ucap Ana .


'' Baik non " ucap Bi Jum tersenyum kepada Rahma dan Rahma membalas dengan senyum menyebalkannya.


'' Ada apa " tanya Ana begitu penasaran.


" Jahui anak bi Jum mbak " ucap Rahma .


" Ada apa dengannya Rahma " tanya Ana tak mengerti.


" Aku merasa anak bi Jum itu menyukai suamimu mbak " ucap Rahma lirih.


" Kau bergurau Rahma mana mung.... " ucapan Ana terhenti.


'' Aku melihatnya dia menatap mas Rafli berbeda apalagi saat mas Rafli sedang bermesraan dengan Mbak Ana . Aku hanya tidak ingin mbak menyesal nantinya " ucap Rahma serius.


" Aku sudah menganggap nya adikku Rahma , jadi dia akan berpikir dua kali untuk menyukai Mas Rafli apalagi merebutnya " ucap Ana menepis semua prasangka buruk Rahma.


'' Aku mohon mbak satu kali ini saja turuti permintaan ku . Anggap ini sebagai permintaanku mbak " ucap Rahma lirih.


" Paling tidak turuti permintaanku untuk keutuhan rumah tangga mu mbak . Disini juga menyangkut anak-anak kasihan mbak. Kebahagian keponakanku terletak di kedua orang tuanya " ucap Rahma berusaha meyakinkan Ana yang menurutnya kali ini salah menilai seseorang.


" Baiklah . Jika bersikeras menganggapnya adik mbak . Maka lihat nanti . Mana benar ucapan ku sebagai adik kandung mbak . Namun aku yakin , dia akan menusuk mbak dari belakang " ucap Rahma tersulut emosinya.


" Apa kau lupa siapa suamiku. Rafli lebih memilih mati dari pada berkhianat dalam rumah tangga ini " bantah Ana...


" Aku tidak lupa siapa suami mu . Tapi , aku harap mbak tidak lupa. Berapa banyak wanita di luar sana menginginkan pria seperti mas Rafli. Mereka akan melakukan hal di luar kendalinya untuk mendapatkannya " ucap Rahma geram sendiri.


" Mbak tidak lupa kan . Dua kali mas Rafli diberikan obat laknat itu mbak . Itu yang mbak Ana ketahui " ucap Rahma .


" Mama Lia menolong mereka dan aku menganggapnya adikku . Ku harap jika ucapanmu terjadi , ia akan berfikir jutaan kali untuk menyukai mas Rafli apalagi merebutnya " tegas Ana .


" Pelakor tidak berfikir dua kali untuk merebut apa yang menurutnya patut untuk direbut , jadi jangan harap untuk berfikir jutaan kali. Aku hanya tidak mau , mbak yang harus menyingkir nantinya dan keponakan ku akan bersedih akhirnya " ucap Rahma .


" Satu pintaku untuk terakhir kalinya . Jauhi Bunga bahkan bila perlu mbak minta mama Lia mengirimnya sejauh mungkin " tegas Rahma.


" Aku tidak berfikir picik sepertimu Rahma. Jika kau melihat dunia luar mu banyak pelakor , maka tidak ada dalam duniaku " ucap Ana menatap Rahma tajam.


" Baiklah . Bi Jum pelakor , maka tidak menutup kemungkinan jika Bunga meniru dirinya kelak. Apapun alasannya bi Jum menikah , tetap ia seorang pelakor. Bahkan aku benci melihat wajah polos mereka " ucap Rahma jijik.


Plakk , untuk pertama kali Ana menampar pipi Rahma yang begitu keterlaluan membenci Bunga apalagi bi Jum ikut terbawa disini .


" Mbak menamparku hanya karena membela adik angkat gadungan mbak itu dari pada aku adikmu. Bahkan kau tega menamparku. " tangis Rahma pecah.


" Ingat mbak . Jika suatu saat ucapan adikmu yang tak kau anggap ini benar . Maka jangan memohon belas kasih ku untukmu mbak Ana. Karena aku tidak akan pernah melihat kepadamu nantinya " pekik Rahma disela tangisnya.


" Aku benci kepadamu mbak " ucap Rahma lirih dan membuka pintu itu kasar dan membuat Rahma tersentak kaget melihat bi Jum menangis.

__ADS_1


" Lebih baik ibu pergi dan bawa serta anak ibu dari lingkup keluarga Wijaya dan Gunawan. Karena aku Rahma Gunawan bukan Ana Gunawan yang akan berprilaku terhormat untuk menyingkirkan rayap seperti kalian. Aku tidak akan membiarkan keponakan ku bersedih atas kehancuran kedua orang tuanya nanti " ucap Rahma tajam tak peduli tangis wanita paruh baya di hadapannya. Bi Jum mendengar jelas pembicaraan Rahma dan Ana hingga pertengkaran itu terjadi.


" Non .... Bibi yang akan menjamin anak bibi tidak akan merebut kebahagian keluarga ini. Nona Ana begitu baik kepada anak bibi bahkan keluarga ini baik kepada kami ..hiks..hiks.... " Isak bi Jum . Betapa sedihnya ia , jika Bunga dianggap pelakor bahkan mereka dianggap rayap oleh Rahma.


Rahma yang dulu ramah dan baik padanya kini memandangnya dari sudut pandang berbeda.


" Karena mereka baik kalian akan menusuknya dari belakang '' cibir Rahma.


'' Ya Allah ... Kenapa non Rahma berfikir seperti itu. hiks... hiks... non keterlaluan '' isak bi Jum melorot tubuhnya kebawah karena perkataan Rahma begitu menyudutkannya...


'' Kami memang orang susah non.. Tapi kami tau artinya balas budi '' ucap Bi Jum meremat dadanya yang terasa sakit namun tak berdarah .


'' Jika itu terjadi. Aku tidak segan untuk mendepak mu dari sini '' ucap Rahma tajam lalu segera pergi melihat mbaknya keluar dari kamar..


''Bi ... atas nama Rahma , aku minta maaf atas perkataan nya '' ucap Rahma memeluk erat bi Jum.


'' Bibi hanya tidak menyangka , non Rahma berfikir seperti itu tentang kami non. Non sudah bibi anggap seperti anak kandung bibi , tidak mungkin kami punya niatan jahat pada keluarga ini. Kalian bagaikan malaikat untuk kami berdua .hiks... hiks.... Jika bibi menjadi benalu , bibi siap pergi dari rumah ini '' Isak bi Jum..


'' Jangan pergi bi . Bagaimana dengan anak-anak terutama mama nanti akan salah paham. Aku mohon pada bibi , maafkan perkataan Rahma dan lupakan apa yang terjadi. Demi aku '' ucap Ana memelas.


'' Baiklah non , bibi menyayangi non seperi putri bibi. Bibi akan pastikan jika Bunga bukan pelakor atau sejenisnya. Jika itu terjadi , bibi tidak akan menganggapnya anak bibi lagi '' ucapnya begitu serius.


''Dimana Dewa dan Arjuna '' tanya Ana mengalihkan topik pembicaraan dan ia tak melihat anak-anaknya.


'' Bibi sampai lupa , Arjuna minta mainannya tadi '' ucap Bi Jum menepuk jidatnya.


'' Ayo kita kebawah bertemu dengan mereka '' ucap Ana dan segera di angguki bi Jum.


.


.


.


'' Kau lama sekali Jim '' seloroh Rahma moodnya sangat buruk saat ini.


'' Cih , Kau tidak bisa mesra padaku sedikit. Jim Jim dan Jim '' gerutu Jimmy.


Cit.....


Brrakk


'' Auuw sakit '' lirih Rahma karena jidatnya terkena dashboard mobil .


'' Kau bisa menyetir tidak '' imbuhnya.


'' Siapa yang berani menamparmu '' tanya Jimmy dingin melihat memar di pipi Rahma membuat emosinya menaik.


'' Mbak Ana '' jawab Rahma emosi.


'' Kenapa hanya diam . Kau berani membalasnya '' cibir Rahma.


'' Tidak mungkin Ana melakukannya. Kau jangan bercanda '' ucap Jimmy tergelak.


'' Aku tidak bercanda Jimmy '' ucap Rahma penuh penekanan.


'' Kenapa bisa . Pasti kau melakukan kesalahan '' tuduh Jimmy.


'' Kau.... '' ucap Rahma geram ingin sekali ia meremas wajah Jimmy agar seperti kanebo kering.


'' Katakan apa masalahnya '' tanya Jimmy melunak.


'' Masalah Bunga. Aku meminta mbak Ana menjauhi wanita ular itu '' ucap Rahma menjelaskan asal mula pipinya memar seperti itu , menandakan Ana menampar Rahma cukup kencang saat itu.


'' Sudah ku bilang ... Bunga itu wanita baik-baik. Jangan selalu suudzon . Hanya karena kau cemburu dengan Jeselyn lalu kau kini begitu paranoid '' ucap Jimmy mengusap pipi Rahma.


'' Kau tau ...ini pertama kali seseorang menamparku...hiks... dan itu mbak Ana , wanita paling lemah lembut setelah ibu ...hiks...hiks... aku hanya ingin ia bahagia bersama keluarganya hingga akhir hayat namun ia malah tak percaya dan ujungnya menamparku. Aku adiknya tapi ia lebih percaya wanita lain....hiks...hiks.... Bagiamana jika wanita itu akan masuk menghancurkan keluarga bahagianya itu , bukan hanya mbak Ana dan kakak ipar yang hidupnya menderita namun juga berimbas pada keponakanku ..hiks... hiks....Aku tidak bisa melihat itu Jim... sungguh aku tak mampu melihatnya...hiks...hiks.. Bahkan kau tak percaya padaku '' isak Rahma .


'' Bukan aku tak percaya. Baiklah , aku akan menyelidiki wanita itu '' ucap Jimmy menenangkan Rahma.


'' Jangan menangis lagi ya '' imbuhnya menghapus air mata wanita yang membuat harinya penuh warna.

__ADS_1


'' Sudah jangan nangis ... Jika kau jelek , aku tak akan melamarmu '' goda Jimmy.


'' Aauuwww , sakit sayang '' pekik Jimmy .


'' Cih . Aku tolak lamaran mu '' jawab Rahma sewot.


'' Coba saja . Aku akan menculikmu dan ku bawa lari. Bahkan keluarga Wijaya pun tak akan mampu menemukanmu '' jawab Jimmy sengaja menggoda Rahma.


'' Sudahlah... Aku malas bicara dengan mu '' jawab Rahma.


.


.


.


'' Anak ayah.... nanti jika lahir , jangan buat bunda kesakitan lagi ya '' ucap Rafli meraba perut buncit Ana.


'' Mana bisa begitu mas , jika tidak sakit maka tidak bisa keluar '' ucap Ana membelai rambut indah sang suami .


'' Mas menurutmu bi Jum dan anaknya itu orangnya bagaimana '' pertanyaan itu lolos begitu saja. Kini ucapan Rahma terniang-niang di kepalanya.


'' Bi Jum menurutku baik dan sopan . Jika anaknya mas kurang paham . Buat apa mas memikirkan orang lain , mending mikirin kamu dan anak kita '' ucap Rafli menarik tengkuk Ana dan mengecup bibirnya sekilas.


'' Kenapa kamu bertanya tentang mereka '' tanya Rafli.


'' Hanya bertanya saja '' jawab Ana tenang .


'' Mas , jika ada perempuan cantik dan ia mencintaimu . Bagaimana '' tanya Ana.


'' Bagaimana apa maksudnya '' tanya Rafli malas .


'' Reaksi mu '' ucap Ana .


'' Isshh kenapa lagi moment manja gini malah bertanya hal yang merusak suasana saja. Harus di kerjai , biar gak banyak tanya " batin Rafli.


" Reaksi mas . Ya bahagia sekaligus bangga , secara ada wanita cantik dan mencintai mas. Siapa yang gak bahagia dicintai wanita cantik " ucap Rafli tersenyum .


" Jika wanita itu menginginkan mu bagaimana " tanya Ana ketus.


" Kalau dia mau jadi yang ke dua dan gak banyak menuntut gak masalah bagi mas " jawab Rafli membuat Ana menatap suaminya melongo tak percaya .


" Kok gitu jawabannya" gerutu Ana .


" Emangnya kamu mau jika di duakan " tanya Rafli menatap mata Ana yang kini berkaca-kaca .


" Mas tidak mungkin menduakan mu , apalagi dirimu juga tidak mungkin mau dimadu .Sebisa mungkin mas akan tetap setia dan mencintai satu wanita yaitu kamu " ucap Rafli serius.


" Lagian mas ini CEO kere saat ini , hanya punya saham satu persen di perusahaan , anak aja sudah empat . Mereka akan berfikir juga untuk bersaing dengan mu " imbuhnya.


" Tapi jika wanita itu tulus dan gak mandang harta mas gimana " tanya Ana .


" Mas akan buat wanita itu merasakan neraka saat berada di tengah rumah tangga kita dan mas akan membuatnya pergi tanpa mengusirnya . Kau paham " tegas Rafli dan diangguki Ana cepat.


" Jangan membahas hal itu lagi " titah Rafli tidak ingin di bantah.


'' Tapi kenapa kau bertanya hal bodoh seperti ini sayang " tanya Rafli menyelidik


'' Aku hanya.... takut saja mas . Aku wanita biasa yang beruntung berjodoh denganmu. Kau bukan pria yang sederhana seperti dulu lagi , lihatlah sekelilingmu . Belum lagi Viona , ia menjalin kerja sama dengan perusahaan mu kan " ucap Ana cemberut.


'' Kau cemburu , seringlah seperti ini sayang " ucap Rafli tersenyum bahagia .


'' Tentang Viona , aku tak peduli . Viona telah menikah dan masalah kerja sama , suami Viona sendiri yang membatalkannya " ucap Rafli.


'' Kenapa suaminya membatalkan kerja sama itu " tanya Ana heran.


'' Itu itu urusan Jimmy. Sekarang urusan kita , antar mas membesuk anak kembar kita , pasti mereka kangen dengan ayahnya " ucap Rafli yang langsung membungkam bibir ranum istrinya agar berhenti berbicara hal yang tak berbobot menurutnya. Tangannya mulai mengembara , mencicipi ranumnya bibir Ana lalu turun kebawah , mendaki gunung kembar yang selalu menjadi tempat singgahnya dan berujung di lembah yang membuatnya begitu ingin bersemedi lama didalamnya.


'' Jangan lupa like dan komentarnya "


Selamat membaca 😊

__ADS_1


__ADS_2