Takdir Cinta

Takdir Cinta
Pembalasan dendam untuk Baco


__ADS_3

Di ruang rapat


Di dalam ruangan rapat terlihat Zizi menatap tajam seseorang yang kini tengah menundukkan kepala nya.. Tambah tegang situasi saat Rafli memasuki ruangan tersebut .


" Siapa di antara kalian yang menabrak istriku " ucap Rafli membuat semua orang ingin protes namun tak berani.


" Bukan aku yang menabrak nyonya tapi nyonya yang menabrakku " batinnya.


" Siapa berdiri " bentaknya.


" Tuan " ucap Zizi ingin meluruskan permasalahannya pun terhenti karena Rafli menatap nya tajam . Rafli sungguh membutakan dan menulikan semuanya jika menyangkut Ana dan anak-anaknya.


" Jika kalian tidak ada yang mengaku... Saya tidak segan untuk memecat kalian semuanya dan jangan harap kalian mampu bekerja di perusahaan lain " ucap Rafli memperhatikan dengan seksama para anak buahnya.


" Boli , angkat kepala mu " ucap Rafli kepada wanita paruh baya itu .


" Mampus aku " batinnya .


'' Maaf pak " ucapnya gugup .


'' Maafkan saya tidak sengaja pak " imbuhnya.


'' Apa maksudmu " tanya Rafli menelisik .


'' Saya berjalan tidak hati-hati pak , saya tidak melihat nyonya tadi sewaktu berjalan dihadapan saya " ucapnya penuh sesal , berdiam diripun percuma.


'' Apa kau tau resikonya . Istri saya lagi hamil " ucap Rafli mengusap wajahnya . Kenapa harus wanita paruh baya ini yang melakukan kesalahan , geramnya.


" Dan kalian sudah puas dengan dari rasa penasaran kalian dengan wajah istri saya. Saya minta pada kalian untuk merahasiakannya . Jika tidak , saya tidak segan-segan membuat kalian menderita hingga ke akarnya. Kalian paham " bentaknya.


'' Iya pak " jawab mereka kompak.


" Aku akan mengawasi kalian seumur hidup kalian semua " batin Rafli.


'' Kau keruangan saya sekarang " ucap Rafli lalu keluar dari ruang rapatnya dan di ikuti Zizi.


'' Kenapa ibu mengakuinya . Ibu tidak salah , istrinya yang berjalan tidak memakai mata " ucap salah satu karyawan yang selalu menggoda Rafli sedari dulu .


'' Aku harap nyonya Ana mau menolongku dan menceritakan kebenarannya " ucap Bu Boli mengusap kasar wajahnya..


'' Dasar wanita itu , suka sekali mencari perhatian " ucap Neta.


'' Wajar dia istrinya , sedangakan kau siapanya. Nona Ana bisa mendepak mu kalau dia mau " sahut Lita ketus.


''Sudah jangan ribut " ucap Boli segera menemui Rafli


Ceklek.


" Kemari " ucap Rafli menahan amarahnya...


'' Maaf sebelumnya '' imbuhnya membuat Boli syok berat karena kata Maaf dari Rafli untuk pertama kalinya . Bos yang selalu menang sendiri dan merasa dirinya paling benar kini meminta maaf.


" Keajaiban dunia ke delapan ini " batin Boli.


" Istri saya telah mengatakan semuanya , jika ia tak sengaja menabrakmu , tapi kenapa kau jalan tidak pakai mata " ucap Rafli tetap menyalahkan salah satu karyawan terbaik di kantornya.


" Maafkan saya pak " ucap Boli.


" Sudahlah , yang penting istri saya baik-baik saja. Saya tidak tega menghukummu karena prestasimu dan pengabdianmu di perusahaan ini " ucap Rafli.


" Berbohong lah kepada mereka jika kau mendapat SP 3 dari saya " ucap Rafli dan diangguki Boli .


" Keluarlah " usir Rafli memijat kepalanya yang pusing....


" Terimakasih pak " ucap Boli lega.


" Nona , terimakasih " ucap Boli tulus.


" Itu sudah kewajiban saya untuk mengatakan kebenarannya " ucap Ana tersenyum dan Boli pamit dari ruang keramat tersebut.


" Sudah jangan marah ya mas " ucap Ana .


'' Aku sudah menuruti permintaan mu agar tak memecatnya dan jangan lupa janjimu nanti malam " ucap Rafli tersenyum .


'' Iya. Ayo kita makan nanti keburu dingin " ucap Ana dan Rafli bersemangat untuk makan siang bersama keluarga kecilnya. Ana melayani suami dan anaknya dengan sangat baik.


.

__ADS_1


.


.


Italia


" Mama tidak mau tau. Pokoknya kamu harus menikah Eric " tegas Sasa tak ingin di bantah .


" Mau sampai kapan kamu memikirkan Ana terus " imbuhnya geram sendiri terhadap anaknya.


" Terserah mama jika memaksa . Asal ia kuat menghadapiku yang mencintai wanita lain " tantang Eric.


" Lolita sanggup . Mama sudah cerita semuanya dengan wanita itu tentang dirimu . Dia anak rekan bisnis papa dan anak itu baik dan cantik , samalah sebelas dua belas sama Ana " ucap Sasa .


" Apa mama yakin wanita itu sanggup menjalani rumah tangga dengan pria yang masih mencintai wanita lain " tanya Eric untuk memastikan kembali bahwa pendengarannya tak keliru.


" Iya . Kau tenang saja. Jika kau setuju satu bulan lagi mama akan mempersiapkan pernikahan mu " ucap Sasa .


" Terserah mama . Tapi aku yakin wanita itu tak akan sanggup " ucap Eric mengalah , ia bosan tiap berjumpa dengan mamanya selalu membahas perjodohan sama seperti papanya. Bertemu dengan Tasya sama saja selalu mengenalkannya dengan wanita cantik untuk ia pilih dijadikan istri.


" Mama harap Lolita mampu menggapai hatimu Eric " batin Sasa seraya menatap punggung Eric yang semakin menjauh.


.


.


.


Kedatangan Devan.


Rafli kini tengah kelimpungan mengerjakan pekerjaan kantornya , ia menyesal memberi izin untuk Zizi selama dua hari. Baru tengah hari aja ia di buat mual melihat dokumen yang tiada berhenti meminta tanda tangannya .


" Huft.. Zizi pergi kemana , sungguh nomornya tak bisa di hubungi " gerutu Rafli.


" Jimmy masih lama pulangnya " imbuhnya melihat kalender .


.....


Rumah Devan


Terlihat seorang pria terkurung layaknya burung di dalam sangkar namun terlihat begitu kotor karena ia menolak untuk makan bahkan untuk BAK aja di mengenakan selang pada pusakanya .


" Dimana kadonya " tanya Zizi setelah menghempaskan bokongnya di sofa mahal milik Devan , dengan kaki ia naikan keatas meja kristal milik Devan.


'' Ck , kau begitu bersemangat Zi " goda Devan.


" Aku ingin mengajak nya bermain lebih dulu sebelum untuk serius " cibir Zizi.


" Kau ingin bermain sendiri tanpa mengajakku " ucap Devan.


" Kau sudah puas bermain dengannya " jawab Zizi.


" Ayolah Devan tanganku sudah gatal " rengek Zizi .


" Cih . Perempuan sepertimu bisa juga merengek " cibir Devan.


" Kau " geram Zizi.


" Ayolah , kita ke aula " ajak Devan.


" Kau tidak kasihan pada Rafli , kau tinggal sendirian ia di kantor dengan tugas begitu menggunung " ucap Devan tergelak.


" Biar tau rasa sekali-kali . Kapan lagi bisa membuat nya kelabakan . Jangan taunya sayang-sayangan terus sama si bidadarinya " ucap Zizi di iringi senyum kemenangannya . Jika Dewi dan Jimmy di repotkan oleh Rafli , Zizi ingin Rafli menerima karmanya saat ini.


" Kau tega sekali " lirih Devan.


" Ayolah Devan . Kakak tersayang mu itu pasti besok memaksa ku untuk datang ke kantor. Kau tau sendiri sifat pemaksanya , jika para sekretarisnya izin libur pasti dikuranginya dan dipaksa cepat masuk kantor . Nah kalau dia malah nambah liburnya " gerutu Zizi..


" Kau jangan lupa , itu kantor miliknya " seloroh Devan.


" Aku yang lupa , bicara tentang kakakmu kepada dirimu " umpat Zizi dan mereka tertawa bersama .


Ceklek


" Menyedihkan sekali " ejek Zizi kearah seseorang yang sedang disorot lampu , terlihat sekali tangan Jerry kanan dan kirinya terikat rantai.


'' Kau atau aku yang menyedihkan " ledek Jerry , ia siap menerima ajalnya saat ini .

__ADS_1


" Kau wanita cantik yang menyedihkan , bahkan begitu menyedihkan di tinggal calon suami mu untuk selamanya " hina Jerry saat melihat Zizi terdiam bahkan kini cairan bening menetes di sudut matanya.


" Jerry " ucap Devan menggelegar.


" Aku akan membalasnya lebih buruk Baco " batin Zizi.


" Kau akan mati saja masih bisa berkoar " umpat Zizi seraya menyentuh mata dan membuka paksa mulut Jerry lalu mengetuk gigi Jerry dengan ujung hak sepatunya , Zizi najis untuk menyentuhnya. Tangan Zizi beralih ke leher Jerry lalu tatapannya terarah ke celana Jerry yang bersembunyi benda berharga bagi kaum adam.


" Aku akan memberinya kepada kucing di rumahku . Itu jika ia mau , karena benda itu begitu banyak dosa " ucap Zizi membuat semua orang melongo mendengarnya.


" Inikah sifat asli cwanita yang begitu tersakiti " batin Devan.


" Lepaskan ikatan manusia bangsat ini " pinta Zizi dan dituruti anak buah Devan setelah mendapat persetujuan Devan.


'' Tinggalkan kami " imbuhnya...


'' Aku akan mulai menyiksamu " ucap Zizi dengan mata yang di penuhi dendam , amarah serta kesedihan yang begitu mendalam . Meski menghabisi Jerry sebrutal apapun tak akan mampu mengembalikan sosok Baco disisinya .


Zizi mulai menyerang Jerry tanpa ampun , bagai se ekor citah menghabisi musuh yang hendak menyerang anaknya. Suara kesakitan Jerry begitu menggema saat Zizi memotong seluruh jarinya satu persatu .


'' Tangan ini yang menghabisi Baco " teriaknya diselingi tangis lalu memenggal tangan kanan Jerry hingga pria itu menjerit begitu kesakitan.


'' Bu...bu... bunuh a..a...a...aku saja " ucap Jerry dengan wajah pucat serta keringat dingin bercucuran. Ini tak sebanding sakitnya jika hanya mengeluarkan sebutir peluru dari tubuhnya tanpa bius.


'' Kau tidak berfikir lebih dulu menyiksa kekasihku " ucap Zizi tanpa ampun melanjutkan pembalasan dendam paling tak manusiawi nya.


Zizi menendang kuat bagian intim milik Jerry hingga sang empunya mengerang kesakitan luar biasa.


'' Mata di balas mata " geram Zizi tanpa sengan mencongkel mata Jerry yang bermanik hijau tersebut membuat pria itu tak sadarkan diri karena tidak tahan kesakitan nya.


'' Kau sungguh mengerikan Zizi " lirih Devan melihat Zizi dari kamera cctv yang sengaja ia pasang sedari dulu.


Zizi membersihkan tangannya yang berlumuran darah , jangan di tanya kondisi Jerry seperti apa yang akan membuat orang melihatnya mual bahkan bisa pingsan. Satu yang pasti pembalasan pasti lebih mengerikan dan menyakitkan . Itulah yang diterima Jerry saat ini .


'' Gantilah pakaian mu yang bau amis ini Zi " ujar Devan melihat rembesan darah di pakaian yang Zizi kenakan.


'' Aku akan segera pulang dan membersihkannya di apartemenku " ucap Zizi .


'' Tolong Devan , bawa benda laknat bajingan itu kemari " imbuhnya.


'' Aku tidak mau " tolak Devan sungguh geli memegang milik sesama jenisnya.


" Jika begitu biarkan saja tinggal disini " ucap Zizi sekenanya.


'' Enak saja. Kasih kucingmu sana " perintah Devan.


'' Kucingku pemilih Devan , ia tak suka benda banyak dosa masuk ke tubuhnya " kelakar Zizi.


'' Lalu kenapa kau memotongnya " sentak Devan namun Zizi melenggang pergi .


'' Woy sialan ambil sana " teriak Devan namun Zizi tetap cuek dan melanjutkan langkah kakinya membuat ucapan laknat Devan keluar dari mulutnya..


'' Dasar wanita itu " gumam Devan.


'' Kalian bereskan mayat bajingan itu " perintah Devan dan diangguki anak buahnya.


Didalam mobil Zizi menangis sesenggukan mengingat seluruh kenangan Baco bersamanya , meski menjalin kasih yang cukup lama namun kebersamaan mereka tidak lama mengingat jarak dan tanggung jawab yang mereka emban .


'' Selamat tidur , mimpi indahlah dan jaga dirimu baik-baik Zi . Jangan bersedih tetaplah bangkit " sebuah pesan terakhir dari Baco untuk pengantar Zizi tidur , namun Zizi membacanya pagi hari dan di susul foto yang di kirimkan Devan tentang kondisi Baco yang tak bernyawa.


" Aku mencintaimu Baco....hiks..hiks.. Bahkan setelah aku puas membalasnya tetap jiwa ini tak berarti Baco...hiks...hiks... Kenapa kau tak menjalankan misi bersama ku...hiks...hiks... ajak aku bersama mu Baco...hiks...hiks... " ucap Zizi pilu...


" Aku mencintai mu Baco " teriak Zizi disela tangisannya hingga tanpa sadar ia tak sadarkan diri didalam mobilnya yang menepi di pinggir jalan dibawah guyuran hujan yang membasahi bumi.


.


.


.


Ana tengah dilanda kecemasan saat sang suami tidak memberi kabar , ditambah cuaca di luar sedang turun hujan deras dari sore hingga malam pun tiba ...


" Nona sebaiknya tidur " ucap Nur sopan.


" Aku tidak bisa tidur Zi , suamiku belum pulang " ucapnya bersedih.


Suara ketukan pintu membuat Ana segera membuka pintunya dan sedetik kemudian ekspresi Ana berubah.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ...


Selamat membaca dan semoga sehat selalu 😊


__ADS_2