
Selama beberapa hari Devan menggantikan Jimmy di perusahaan RA. Rafli pun telah mengetahui apa yang terjadi pada Zizi dari jawaban Devan , awalnya Rafli terkejut akan langkah yang mereka ambil namun apa boleh buat semua telah terjadi dan mereka kini siap siaga jika suatu saat pihak Jerry menuntut balas dendam nya , namun perkataan Devan cukup membuat Rafli tenang karena tak ada yang mengenali Rico adalah Devan sebenarnya .
'' Mas hari ini kita makan siang bersama . Ajaklah Devan , aku akan mengajak Alexa " pesan Ana. Ana lebih suka mengirimkan pesan dari pada meneleponnya , pria pencemburu ini tak akan segan menyela ucapan Ana bila membahas pria lain disana meski perkataan Ana belum berlanjut karena ulahnya sendiri.
" Apa secepat ini rencana nya. Aku tidak ingin kau kecewa sayang " gumam Rafli saat menyadari arti makan siang kali ini.
" Oke sayang 😘 " balas Rafli dan Ana hanya membacanya saja tanpa niat membalasnya.
". Menyebalkan " gerutu Rafli lanjut memeriksa beberapa berkas hari ini .
.
.
.
Perusahaan RA
Devan sedang berada di ruangan Rafli membahas beberapa perusahan cabang yang selama ini selalu di awasi oleh Devan hingga suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka. Rafli hanya perlu menekan tombol untuk membuka pintu yang terkunci.
Ceklek.
Terlihat dua manusia cantik , yang satu dengan body aduhai dan yang satu dengan tubuh kekarnya. Alexa sangat kaget jika ada Devan disana. Selama ini Devan tak mengatakan jika ia menggantikan Jimmy sementara waktu . Alexa menyadari pantas saja jika Ana mengajaknya keruangan Rafli tak seperti kebiasaan Ana yang ingin menemui Rafli tanpa dirinya untuk ikut.
" Zizi juga kenapa tak memberitahu ku jika ada Devan disini " batin Alexa .
" Apa ini saatnya aku berbicara dengan mereka saat selesai makan siang " batin Devan.
" Aku ingin kalian minggu depan menikah " batin Ana.
" Aku harus apa , jika Ana sudah merencanakan segalanya " batin Rafli .
Terjadi kecanggungan antara Devan dan Alexa saat makan siang berlangsung dan itu membuat bibir Ana melengkung.
'' Tuan , ada hal yang penting ingin saya sampaikan " ucap Devan to the point membuat Alexa menatapnya tajam.
'' Saya berniat ingin menikah dengan Alexa " ujar Devan dengan tegas
Pyyuurrr Rafli menyemburkan lemon tea nya mendengar ucapan Devan tanpa basa-basi.
'' Kau bercanda " tanya Rafli tak percaya .
'' Saya serius tuan " ucap Devan.
'' Tapi " ucapan Rafli terhenti saat sang istri membuka suara.
'' Kapan kalian akan menikah " tanya Ana membuat Alexa dan Devan kaget..
'' Aku seperti dapat dukungan dari kakak ipar " batin Devan.
" Rencana satu bulan lagi " ucap Devan membuat Alexa membelalakkan matanya .
" Bagaimana kalau satu Minggu lagi " ucap Ana membuat mereka bertiga menyemburkan minumannya.
" Sayang " ucap Rafli protes.
" Kau diamlah mas " ucap Ana ia tak ingin suaminya ikut campur.
" Maaf nona , tapi itu terlalu cepat dan kami belum menyiapkan semuanya " ucap Devan dan diangguki Alexa.
" Kau lupa siapa suamiku . Untuk menikahkan kalian dalam hari ini saja ia bisa memanggil pendeta untuk menikahkan kalian " ucap Ana menyerahkan semuanya kepada sang suami .
" Kan larinya ke aku " batin Rafli.
" Bagaimana mas . Kau mampukan menyiapkan semuanya dalam seminggu sayang " ucap Ana membuat Rafli mengangguk pasrah namun Devan jadi tak enak hati dibuatnya .
" Jangan protes Alexa. Jika tidak aku tak ingin mengenalmu lagi " sahut Ana mulai ketus.
" Sayang , keluarlah sebentar . Mas ingin bicara pada mereka " ucap Rafli tiba-tiba.
" Kau mengusir ku mas " ucap Ana tak terima.
" Maaf bukan itu maksud mas " ucap Rafli , batinnya merutuki ucapannya.
" maksud mas , istirahatlah dulu di dalam ruang pribadi mas " imbuhnya.
" Baiklah " ucap Ana tersenym.
" Awas jika kau mempersulit nya mas . Ku jamin lima tahun alat tempurmu menganggur dan akan karatan " ancam Ana berbisik.
" Tidak , ku mohon " batin Rafli.
Alexa dan Devan kini mulai diberondong pertanyaan oleh Rafli , ia menanyakan segala hal mengenai mereka. Devan dan Alexa bersedia dengan peraturan yang Rafli buat saat mengadakan pesta pernikahan. Hingga pembahasan setelah menikah pun ikut terbahas. Alexa bersikeras untuk tetap menjadi bodyguard Ana meski tak selamanya berada disisi Ana , lagian Ana masih mempunyai lima bodyguard tangguh yang jomblo. Rafli juga telah menyiapkan hunian untuk Alexa serta Devan berada dalam lingkungan mansionnya , untuk tugas Devan di luar negeri akan di diskusikan setelah Jimmy kembali tiga hari lagi.
.
.
__ADS_1
.
Italia.
Jero yang selama ini mencari keberadaan sang kakak pun murka karena tak ada tanda dimana Jerry berada bersama kesepuluh anak buahnya.. Ia melacak keberadaan Rico pun juga tak kunjung ketemu. Hingga ia memberi kabar kepada Eric , pria yang sangat menyebalkan baginya.
Eric cukup terkejut saat di beri kabar tentang Jero atas hilangnya mereka , cukup lama Eric tak pernah berkomunikasi dengan mereka saat Ana menolaknya , Eric berkata untuk ikhlas namun hatinya begitu sulit menghapus nama Ana yang menjadi ratu di hatinya. Tiada guna apa yang ia miliki karena tak ada cinta yang menemaninya. Eric memutuskan untuk Jerry mengurus semua bisnis gelapnya namun Jerry tiada membuat Jero yang memegang kendalinya.
'' Brengsek . Kau semudah itu melepaskan semuanya . Kakak ku mengorbankan apapun untuk setia padamu. Bahkan ia mengacuhkanku. Tak semudah itu kau keluar masuk dengan mudah tuan muda. Akan ku buat kau terikat dengan anggota ini seumur hidupmu " ucap Jero emosi , ia merasa Eric lepas tangan begitu saja saat ini.
.
.
.
Satu minggu telah berlalu dan sesuai permintaan Ana kini di sebuah gereja terbesar di kota J terlihat semua orang bahagia setelah Alexa dan Devan resmi menjadi sepasang suami istri setelah mengucapkan janji suci mereka , senyum bahagia tak terlepas dari bibir Devan setelah berhasil mempersunting pujaan hatinya , namun tanpa seorang sadari terlihat seorang wanita mengepalkan tangannya melihat kebahagiaan yang begitu menyakitkan di hadapannya.
'' Harusnya aku yang bersama mu Devan " gumamnya menahan tangis dan sakit di hatinya.
Setelah acara pemberkatan di gereja malam harinya terjadi pesta pernikahan yang sederhana karena itu permintaan dari Devan dan Alexa.
.
.
.
Dua bulan telah berlalu kebahagian terus mengalir di rumah tangga Alexa dan juga Devan , kini Alexa tengah mengandung buah cinta mereka. Hal itu membuat Devan serta Rafli sepakat untuk meliburkan Alexa dalam artian Alexa di bebas tugaskan hingga waktu yang belum bisa di tentukan . Ana sendiri begitu rajin mendatangi rumah Alexa bersama dengan Dewa yang menganggap Alexa ibu baginya.
....
Sementara di belahan dunia lain terlihat wajah tak bersemangat seorang pria saat melihat wanita yang berstatus calon istrinya datang menemuinya untuk makan siang bersama.
Wanita cantik dan pintar itu adalah Lolita , kisahnya dan Lolita tak jauh berbeda sama-sama di tinggal menikah oleh orang yang mereka cintai . Lolita juga mempunyai darah keturunan Indonesia dari sang kakek bahkan wajahnya tidak ada bulenya sama sekali , Eric sendiri tidak suka wanita yang kebule-bulean.
'' Mas makan dulu , nanti lagi kerjanya " ujar Lolita lembut berusaha meluluhkan hati Eric , berharap pria itu membuka hati untuk kehadirannya , sama halnya seperti Lolita yang kini hatinya telah mencoba belajar mencintai Eric. Cukup banyak cerita yang ia tau tentang Eric dan Ana , bahkan Lolita juga mengetahui jika Eric pernah terganggu kejiwaanya saat mengetahui Ana menikah.
Eric berjalan menuju dimana Lolita berada , Lolita gadis yang sopan dan tidak menggodanya dengan tubuhnya . Jika tidak , Eric akan menghempaskan dari atas gedung .
'' Makanlah mas " ujar Lolita setelah menata makanan kesukaan Eric.
'' Terimakasih " ujar Eric tersenyum . Hal itu membuat hati Lolita merasa sejuk karena ini merupakan senyuman pertama Eric untuknya , biasa wajah Eric selalu datar bahkan masam melihatnya.
'' Semoga ini awal yang indah Tuhan. Bantu aku untuk menggantikan nama wanita itu " batin Lolita.
" Andai yang ku nikmati makanan ini hasil tanganmu Ana. Katakan jika benar kau bahagia Ana " batin Eric menahan sesak di dadanya.
" Mas " ucap Lolita memulai pembicaraan setelah Eric selesai makan , karena Eric tidak ingin berbicara saat menikmati makanan .
" Apa " tanya Eric tanpa menatap Lolita.
" Apa kau siap menikah dua bulan lagi " tanya Lolita , ia ingin menanyakan kesiapan Eric . Lolita sendiri tidak mau menikah jika Eric tak siap dalam waktu dekat .
" Kini kandungan Ana sekitar enam bulanan , masih tiga bulan lebih " batin Eric , entah kenapa mimpi buruk itu menghantui dirinya.
" Tunggu sekitar empat bulan lagi ya. Aku belum siap Loli. Aku ingin mempersiapkan mental dan hatiku " ucap Eric membuat wajah Lolita sedikit muram.
" Tapi aku janji akan menikah denganmu " imbuhnya membuat Lolita kembali tersenyum . Jika Eric telah berjanji maka pria itu tak akan ingkar.
" Masalah hati , akan ku serahkan pada yang di atas. Saat ini aku tak ingin belajar mencintai wanita lain . Cukup tak menyakiti hati Lolita saat menjadi istriku nanti. Tapi bagaimana jika ia minta nafkah batin " batin Eric , membayangkan melakukannya tanpa cinta apa akan terasa indah.
" Ada apa mas " tanya Lolita saat Eric menggelengkan kepalanya...
" A....aku sedikit pusing " jawab Eric gugup .
" Kalau begitu mas jangan lupa istirahat dan minum obat . Lolita hari ini mau ke kantor papi. Lolita pergi dulu ya mas " ucap Lolita .
" Baiklah . Hati-hati Lolita " ujar Eric membiarkan Lolita keluar.
Eric lalu membuka ruangan tepat di balik rak buku miliknya . Terlihatlah sebuah ruangan yang penuh dengan foto seseorang....
'' Apakah aku harus menikah dengannya Ana " tanya Eric pada foto Ana .
'' Apa kau benar-benar bahagia " tanya nya di bawah sinar lampu yang remang seperti hatinya .
'' Apakah suamimu itu akan menjagamu dengan baik " imbuhnya tanpa terasa air matanya tumpah begitu saja. Mimpi buruk yang menghiasi tidurnya dua malam ini benar-benar mengacau pemikirannya .
Seluruh keluarga Permana mendengar berita pernikahan Devan dan juga Alexa , Eric menyesali keputusan Rafli untuk menikahkan mereka berdua karena keamanan Ana akan berkurang nantinya .
'' Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan " imbuhnya meremas rambut kepalanya yang terasa berdenyut nyeri saat membayangkan mimpi durjana tersebut. Suara teriakan Ana yang meminta tolong selalu terniang di kepalanya. Itu hanya mimpi tapi bagaikan nyata bagi Eric. Ingin sekali Eric membawa Ana pergi agar mimpi itu tak terjadi tapi Ana tak akan mau ikut bersamanya .
'' Baiklah Ana , aku akan menikah dengan Lolita. Tapi ketahuilah , hati ini hanya untukmu . Aku akan menolongmu tanpa kau minta Ana " imbuhnya beranjak menuju figura besar foto Ana sewaktu kuliah dulu.
'' Aku mencintaimu " lirihnya.
.
__ADS_1
.
.
Beberapa bulan telah terlewati kini usia kandungan Ana menginjak sembilan bulan lebih beberapa hari , di tengah gelak tawa kedua keluarga mereka rintihan Ana membuat mereka mengalihkan pandangannya.
'' Sakit ma " lirih Ana mencengkram kuat baju Lia yang tepat di sampingnya.
'' Ya ampun nak , air ketuban mu merembes '' ucap Ibu Laras segera beranjak .
'' Rafli , istrimu mau melahirkan " ucap Lia menggelegar sontak saja Rafli segera keluar dari kolam renangnya bersama Dewa.
'' Ya ampun sayang " ucap Rafli panik segera menggendong Ana menuju mobil tanpa menghiraukan penampilannya sementara Ana tak memperhatikan Rafli karena perutnya terasa sakit.
'' Rafli " pekik Rina saat melihat sang adik menuju arah mobil.
'' Ya ampun ma . Rafli pergi dalam penampilan seperti itu " imbuh Rani
'' Pa siapkan pakaian Rafli. Mama dan besan kita akan pergi menyusul Rafli " ucap mama Lia membuat papa Abdi tak percaya.
Menyiapkan pakaian Rafli , sedangakan pakaiannya sendiri di siapkan sang istri.
'' Biar saya saja tuan " ucap Bi Susi .
'' Ah ya bi . Tolong cepat ya " ucap Abdi.
Abdi , Rani dan Rina serta keluarga kecil mereka segera menuju rumah sakit milik keluarga mereka .
'' Kalian mau kemana '' tanya Rahma saat baru saja tiba .
'' Ana mau melahirkan '' ucap papa Abdi tersenyum senang.
'' Rahma ikut '' ucap Rahma dan segera menarik tangan Jimmy untuk menuju rumah sakit .
Sementara empat orang bodyguard melongo melihat penampilan Rafli saat mengendong Ana saat ini .
'' Tuan baju Anda kemana '' tanya salah satu bodyguard saat Rafli mendekati mereka .
'' Istriku lebih penting '' jawab Rafli sudah kepalang tanggung menurutnya.
'' Mas mana bajumu '' lirih Ana saat tersadar penampilan suaminya hanya menggunakan boxer yang basah pula. Sungguh memalukan .
'' Nanti mereka pasti membawa baju ganti untuk mas '' jawab Rafli saat mereka berada di dalam lift.
'' Aku gak ikhlas mas , jika dirimu di lihat para perawat nanti '' protes Ana menahan sakit yang begitu sakit baginya .
'' Mas , ini sakit sekali '' lirih Ana .
'' Sabar ya sayang , sebentar lagi '' imbuhnya .
Ting pintu lift terbuka bersamaan para dokter dan perawat siap siaga menunggu mereka. Para perawat serta dokter melongo melihat penampilan Rafli yang begitu menggoda iman menurut mereka .
'' Apa yang kalian lihat '' suara bentakan Rafli menyadarkan mereka untuk melaksanakan tugas utama mereka.
'' Tuan sebaiknya anda menggunakan pakaian steril dulu '' ucap perawat Nindy dan segera Rafli meraih pakaian steril tersebut menuju ruang khusus untuk keluarga Wijaya .
'' Ya ampun , apa pakaian kakak ipar tidak ada disini '' umpat Rafli saat mencari pakaian dalam.
'' Tidak mungkin aku menggunakan dalaman kak Rani . Menggelikan '' ucap Rafli kesal melihat dalaman berwana cantik tersebut berhias motif bunga-bunga dan polkadot tersebut.
'' Tidak mungkin aku memakai dalaman yang basah bisa keriput nanti , tapi jika tidak memakai dalaman bisa terbang nanti ....ish '' ucapnya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Ceklek.
" Rafli pakai baju mu '' ucap Rani tiba-tiba bagai angin segar bagi Rafli , namun kekesalannya membuat Rafli menatapnya tajam.
Seluruh keluarga berharap cemas karena Ana kini melahirkan dengan cara normal sementara Rafli menemani sang istri berada di dalam ruang persalinan...
'' Terus nona ... sebentar lagi bayinya keluar " ucap dokter Neti.
'' Ayo nona , sedikit lagi kepalanya hampir kelihatan " ucap dokter Neti memberi petunjuk.
'' Saya hitung sampai tiga ya nona , tarik nafas lalu menggedan yang kuat " ucap dokter Neti memulai hitungannya.
'' Aaahhhhk.... huhuhu..... akkkkhhhh " teriak Ana .
'' Kau ini menghitung terlalu cepat " bentak Rafli , karena ia kasihan melihat istrinya ditambah rambutnya rontok tak terhitung karena tarikan Ana , dikasih baju dan bantal tetap rambutnya yang dicari .
'' Ayo nona , terus nona .... Semangat nona " ucap dokter Neti anggap saja Rafli makhluk tak kasat mata baginya.
'' Aaaaakkkkhhhhh...... " teriak Ana dengan tenaga yang begitu kuat.
''Oek...oek.... " suara tangisan bayi laki-laki menggema di ruangan itu membuat Rafli menitihkan air matanya seraya membacakan doa dan mengumandangkan adzan.
Rafli kembali di sisi sang istri yang berjuang melahirkan bayi perempuan mereka , namun mendadak perutnya mulas dengan sakit yang luar biasa berbeda dengan Ana yang ingin mengejan tanpa rasa sakit . Melihat Rafli yang sakit perut melebihi orang melahirkan segera para perawat membawa Rafli keluar untuk segera di urus.
**Jangan lupa like dan komentarnya ya.
__ADS_1
Di** part selanjutnya belum ada konflik yang sulit dan akan terjadi pernikahan Eric dan juga Lolita .