
Kini mobil yang sedang di kendarai Jova telah berhenti di mansion Permana yang terlihat begitu megah dengan banyak para penjaga yang berkeliling.
'' Yakinlah nak " ucap Laras dan membuat Rahma semakin heran.
Ana turun di ikuti yang lainnya dan tak lupa Jova juga ikut turun , tak ingin terjadi sesuatu yang tak di inginkannya. Sementara bodyguard yang di bawa dari mansion Jimmy masih standby di mobil belum ada sesuatu yang membuat mereka untuk bertindak , pandangan mereka tetap fokus pada empat wanita di depannya . Sedangkan Rafli tangannya terkepal erat saat mengetahui jika sang istri mengunjungi mansion Permana .
'' Brengsek , apa mau mu Ana " geram Rafli hendak keluar namun tangannya di tahan oleh Devan .
'' Sabar tuan , kita lihat apa tujuan mereka kemari " ucap Devan .
Tak ada yang sadar dari kelompok Wijaya jika Jero serta timnya sedang mengintai mereka dari jarak cukup jauh .
'' Jangan saat ini , lokasi ini tak menguntungkan bagi kita '' ucap Jero membuat Viona memakinya dalam hati . Ingin sekali ia menabrak wanita bergaun hijau tosca tersebut yang terlihat masih cantik di usia yang tak terbilang masih muda.
" Ada perlu apa nona " tanya bodyguard berbahasa Italia membuat Ana melirik Rahma.
" Mbak Ana mau apa kemari " tanya Rahma menjelaskan .
" Ingin bertemu Vini " ucap Ana dengan tangan terlihat begitu gugup .
" Kedatangan kami kemari ingin menemui nona Vini istri dari tuan Eric " ucap Rahma sopan .
__ADS_1
" Apa sudah membuat janji Nona " tanya bodyguard.
" Mbak sudah membuat janji " tanya Rahma.
" Sudah " jawab Ana.
" Kami sudah membuat janji , bilang pada majikan kalian jika Ana Rafli Wijaya ingin menemuinya " ucap Rahma , ia akan tau pertanyaan apa selanjutnya . Jawaban Rahma membuat bodygaurd tersebut itu menegang mendengar nama Rafli Wijaya yang jelas tidak asing di telinga mereka .
" Tunggu sebentar nona " ucap bodyguard segera bertanya apa benar majikan mereka mempunyai janji dengan wanita berparas memikat itu .
" Berani sekali kau membuat nona ku menunggu " kesal Jova menatap tajam para bodyguard di hadapan mereka , namun mereka tak gentar merasa jika Jova hanya bodyguard wanita biasa saja tanpa mereka sadari dengan mudah Jova membantai lima bodyguard di hadapannya tersebut .
" Kenapa mereka begitu lama " risih Laras.
" Biar aku yang mengatasi mereka nona " sahut Jova.
" Kalian sungguh tega membuat ku mati penasaran " ucap Rahma .
Sementara Eric , Ericana dan Vini tengah bersantai di dekat hamparan bunga mawar dan Lily di hadapan mereka . Kedatangan salah satu bodyguard yang bebas masuk kedalam membuat mereka heran , hingga terkejut lah pasangan suami istri di hadapannya tersebut.
" Apa ada Rafli Wijaya datang kemari juga " tanya Eric memastikan , kedatangan Ana yang tiba-tiba membuatnya dan istrinya cukup syok.
__ADS_1
" Hanya para Wanita saja tuan " ucap bodyguard tersebut .
" Suruh mereka masuk " ucap Eric saat sudah cukup lama memikirkan apa langkah yang harus ia ambil.
" Baiklah tuan " ucap bodyguard dan berlalu pergi.
" Mas " ucap Vini dengan mata yang begitu takut atas kedatangan Ana yang tiba-tiba.
" Bawa Ericana masuk ke kamar dan jangan keluar apapun yang terjadi , jika kedatangan Ana untuk mengambilnya " bisik Eric dan segera di angguki Vini ....
'' Silahkan masuk nona-nona " ucap bodyguard sopan .
" Ibu masih muda " ucap Rahma tergelak menggoda ibunya .
Rafli yang melihat sang istri memasuki gerbang Permana membuat dirinya begitu marah saat ini . Devan segera menjalankan mesin mobilnya untuk berada tepat di depan gerbang Permana.
Rafli dan Devan segera keluar dari mobil , aura sadis segera membaur begitu saja , sedangakan Bodyguard Jimmy yang cukup syok segera menghubungi Jimmy yang saat ini memang ingin segera menyusulnya .
'' Devan " geram Jero mencengkram stir kemudinya begitu kuat , terlihat urat yang menonjol dari kulit putihnya...
Jangan lupa like dan komentarnya.
__ADS_1
Jika ingin komentar tolong beri kritik yang membangun , bukan menjatuhkan karya seseorang . Saya buat cerita ini untuk mengisi waktu kosong . Saya gak maksa kalian untuk baca , jika gak suka tinggalkan gak usah baca , gampang gak repot. Saya bukan tipe orang yang suka buat karya end tapi ceritanya gantung . Buat yang sudah komentar untuk membangun atau penyemangat , saya sangat berterima kasih. Saya gak kejar ranking n vote , niat hanya mengisi waktu luang.
Buat yang cuma bisa kritik menjatuhkan setiap komentarnya , jauh-jauh lah .🙏🙏🙏