Takdir Cinta

Takdir Cinta
Mansion Permana .


__ADS_3

Kini mobil yang sedang di kendarai Jova telah berhenti di mansion Permana yang terlihat begitu megah dengan banyak para penjaga yang berkeliling.


'' Yakinlah nak " ucap Laras dan membuat Rahma semakin heran.


Ana turun di ikuti yang lainnya dan tak lupa Jova juga ikut turun , tak ingin terjadi sesuatu yang tak di inginkannya. Sementara bodyguard yang di bawa dari mansion Jimmy masih standby di mobil belum ada sesuatu yang membuat mereka untuk bertindak , pandangan mereka tetap fokus pada empat wanita di depannya . Sedangkan Rafli tangannya terkepal erat saat mengetahui jika sang istri mengunjungi mansion Permana .


'' Brengsek , apa mau mu Ana " geram Rafli hendak keluar namun tangannya di tahan oleh Devan .


'' Sabar tuan , kita lihat apa tujuan mereka kemari " ucap Devan .


Tak ada yang sadar dari kelompok Wijaya jika Jero serta timnya sedang mengintai mereka dari jarak cukup jauh .


'' Jangan saat ini , lokasi ini tak menguntungkan bagi kita '' ucap Jero membuat Viona memakinya dalam hati . Ingin sekali ia menabrak wanita bergaun hijau tosca tersebut yang terlihat masih cantik di usia yang tak terbilang masih muda.


" Ada perlu apa nona " tanya bodyguard berbahasa Italia membuat Ana melirik Rahma.


" Mbak Ana mau apa kemari " tanya Rahma menjelaskan .


" Ingin bertemu Vini " ucap Ana dengan tangan terlihat begitu gugup .


" Kedatangan kami kemari ingin menemui nona Vini istri dari tuan Eric " ucap Rahma sopan .

__ADS_1


" Apa sudah membuat janji Nona " tanya bodyguard.


" Mbak sudah membuat janji " tanya Rahma.


" Sudah " jawab Ana.


" Kami sudah membuat janji , bilang pada majikan kalian jika Ana Rafli Wijaya ingin menemuinya " ucap Rahma , ia akan tau pertanyaan apa selanjutnya . Jawaban Rahma membuat bodygaurd tersebut itu menegang mendengar nama Rafli Wijaya yang jelas tidak asing di telinga mereka .


" Tunggu sebentar nona " ucap bodyguard segera bertanya apa benar majikan mereka mempunyai janji dengan wanita berparas memikat itu .


" Berani sekali kau membuat nona ku menunggu " kesal Jova menatap tajam para bodyguard di hadapan mereka , namun mereka tak gentar merasa jika Jova hanya bodyguard wanita biasa saja tanpa mereka sadari dengan mudah Jova membantai lima bodyguard di hadapannya tersebut .


" Kenapa mereka begitu lama " risih Laras.


" Biar aku yang mengatasi mereka nona " sahut Jova.


" Kalian sungguh tega membuat ku mati penasaran " ucap Rahma .


Sementara Eric , Ericana dan Vini tengah bersantai di dekat hamparan bunga mawar dan Lily di hadapan mereka . Kedatangan salah satu bodyguard yang bebas masuk kedalam membuat mereka heran , hingga terkejut lah pasangan suami istri di hadapannya tersebut.


" Apa ada Rafli Wijaya datang kemari juga " tanya Eric memastikan , kedatangan Ana yang tiba-tiba membuatnya dan istrinya cukup syok.

__ADS_1


" Hanya para Wanita saja tuan " ucap bodyguard tersebut .


" Suruh mereka masuk " ucap Eric saat sudah cukup lama memikirkan apa langkah yang harus ia ambil.


" Baiklah tuan " ucap bodyguard dan berlalu pergi.


" Mas " ucap Vini dengan mata yang begitu takut atas kedatangan Ana yang tiba-tiba.


" Bawa Ericana masuk ke kamar dan jangan keluar apapun yang terjadi , jika kedatangan Ana untuk mengambilnya " bisik Eric dan segera di angguki Vini ....


'' Silahkan masuk nona-nona " ucap bodyguard sopan .


" Ibu masih muda " ucap Rahma tergelak menggoda ibunya .


Rafli yang melihat sang istri memasuki gerbang Permana membuat dirinya begitu marah saat ini . Devan segera menjalankan mesin mobilnya untuk berada tepat di depan gerbang Permana.


Rafli dan Devan segera keluar dari mobil , aura sadis segera membaur begitu saja , sedangakan Bodyguard Jimmy yang cukup syok segera menghubungi Jimmy yang saat ini memang ingin segera menyusulnya .


'' Devan " geram Jero mencengkram stir kemudinya begitu kuat , terlihat urat yang menonjol dari kulit putihnya...


Jangan lupa like dan komentarnya.

__ADS_1


Jika ingin komentar tolong beri kritik yang membangun , bukan menjatuhkan karya seseorang . Saya buat cerita ini untuk mengisi waktu kosong . Saya gak maksa kalian untuk baca , jika gak suka tinggalkan gak usah baca , gampang gak repot. Saya bukan tipe orang yang suka buat karya end tapi ceritanya gantung . Buat yang sudah komentar untuk membangun atau penyemangat , saya sangat berterima kasih. Saya gak kejar ranking n vote , niat hanya mengisi waktu luang.


Buat yang cuma bisa kritik menjatuhkan setiap komentarnya , jauh-jauh lah .🙏🙏🙏


__ADS_2