Takdir Cinta

Takdir Cinta
Day 3


__ADS_3

Embun menyambut datangnya mentari, sinarnya membuat semuanya berkilauan. Burung terbang kesana kemari memamerkan suara indahnya.


Terlihat dua insan yang masih berselimutkan kain tebal yang melilit tubuh mereka. Anak adam itu, masih nyaman membara di alam mimpi, sampai terdengar suara alarm yang membuat kesadaran mereka kembali.


"Emmpphh," leguh Zee seraya mengucek matanya.


Saat pertama kali matanya terbuka, disanalah wajah tampan Alfa yang terlihat. Teringat apa yang sudah mereka lakukan semalam, Zee menjauhkan tubuhnya. Namun, tertahan oleh tangan kekar Ars.


"Mau kemana?" tanya Alfa masih memejamkan matanya.


"Ma-mau, kemana lagi? Ya, tentunya aku ingin mandi," jawab Zee.


Barulah, Alfa melepaskan tubuh Zee. Dirinya segera beranjak turun dari ranjang, dengan santainya tanpa memakai baju hanya memakai celana boxernya.


"Al, bisakah kau pakai dulu bajumu!" perintah Zee.


Tanpa membalas ucapan Zee, Alfa mengangkat tubuh polos Zee kedalam kamar mandi, menurunkannya kedalam bathup yang sudah di isi air hangat.


"Astaga, apa dia tak merasa malu?" tanya Zee pada diri sendiri.


"Untuk apa aku malu, bukannya semalam kau sudah melihat semuanya?" tanya Alfa dari balik pintu.


Bluusshh,


Wajah Zee seketika merona, karena ucapan Alfa. Ingatannya kembali mengingat apa yang terjadi semalam.


"Aku tunggu kau, di ruang makan! Jangan, terlalu lama berendam!" perintah Alfa.


"Baiklah, aku akan segera turun!" seru Zee.


Alfa memilih mandi di kamar lain, dan membiarkan Zee merileks kan tubuhnya. Mungkin, dia akan sedikit merasa sakit dan pegal hari ini.


"Aku harus apa sekarang? Apa, aku menyesal karena perbuatanku dan Alfa semalam?"


Suara hati Zee berkecambuk, ada yang menyalahkan, ada yang menerima, Zee begitu bingung dan sedikit merasa takut.


"Tidak, Zee kau bisa! Kau harus bisa menerima apa yang sudah kau perbuat dan percaya pada Alfa," imbuhnya menguatkan diri.


Selang beberapa menit, Zee turun menemui keluarga Alfa. Di meja makan sudah ada Tia, Ars yang memandang dirinya dengan senyuman.


"Pagi, Tante, Om," sapa Zee menciumi mereka bergantian.


Zee melirik Alfa, tapi dia biasa saja. Seperti, tak pernah terjadi apapun. Zee, hanya bisa menarik napas.


"Kau mau sarapan apa sayang?" tanya Tia.


"Zee, mau roti sama susu saja, Tan!" pinta Zee.


Dengan begitu perhatian, Tia membuatkan roti selai kacang dengan segelas susu.


"Tan, jangan terus memanjakan diriku! Aku bisa melalukannya sendiri," ucap Zee.


"Apa kau tak suka, Tantemu seperti itu?" tanya Ars.


"Om, bukan seperti itu maksud, Zee." ucap Zee.


"Sudahlah, cepat habiskan sarapan kalian! Setelah itu pergilah, bukannya Al harus mengantar Zee ke kota C. Terlebih, dahulu?" tanya Tia.


"Emm, ibu benar! Baiklah, aku tunggu di mobil. Kau selesaikan sarapanmu, dulu!" perintah Alfa seraya mencium pucuk kepala Zee.


Zee, memutar kepalanya mengikuti arah kemana Alfa pergi, lalu kembali menyelesaikan sarapannya.


******************************

__ADS_1


Didalam mobil, Zee memilih menatap keluar jendela tanpa berbicara pada Alfa. Alfa melirik Zee, kemudian menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti?" tanya Zee menatap Alfa.


"Aku sudah mengabari Sam, akan bertemu disini!" seru Alfa.


"Hemm, baklah. Kita tunggu saja," balas Zee tersenyum tipis.


Dengan sekali tarik, Zee sudah berada di dalam pelukan Alfa. Terdengar jelas suara detak jantung Alfa.


"Ada apa?" tanya Zee lirih.


"Kau, harus percaya padaku! Aku akan tanggung jawab sepenuhnya atas dirimu," ucap Alfa.


Dan seketika air mata Zee lolos membasahi pipi, itulah kata-kata yang mampu membuat hatinya lega dan mempercayai Alfa seutuhnya.


"Kau harus berjanji, Al. Kau harus menepati semuanya!" pinta Zee.


"Akan ku selesaikan dalam waktu 3 hari, aku akan menjadikan kau wanitaku selamanya!" tegas Alfa.


Zee mengangguk mantap, terlihat senyum kebahagiaan di wajah ayu nya. Walaupun, ada air mata di sana.


Tin,, tin,, tin,,


Terdengar suara klakson dari mobil Sam, terlihat Abi turun dari sana. Zee pun pamit pada Alfa, mencium pipi sang kekasih. Setelah itu, pergi beralih ke mobil Sam.


"Al, kita duluan yah!" seru Sam.


"Hati-hati, titip Zee. Sam, Abi!" pinta Alfa.


"Ok, siip!" ujar Sam.


Zee membuka kaca mobil, melihatkan senyum manisnya seraya melambaikan tangannya. Alfa membalas melambaikan tangannya.


Mobil sport itu pun kembali berjalan menuju ke kota A. Kembali, beraktifitas tuk tugas kampusnya. Terlihat Zyvia dan yang lainnya sudah berkumpul, ketua tim memberikan tugas yang harus Alfa kerjakan.


"Kalau, gue udah selesai. Gue bisa langsung balik kan?" tanya Alfa.


"Ya, asal loe bisa selesaiin hari ini juga, Al. Habis tuh, tugas kita disini sudah selesai," jelasnya.


"Ok, gue suka cara kerja loe. Tugas bisa cepet selesai," balas Alfa.


Alfa langsung beranjak pergi, ditemani oleh salah satu teman tim nya yang membawa kamera tuk dokumentasi.


"Ok, gue mau loe gak hanya saja memotret hal hal tentang desa ini. Tapi, kalau bisa loe juga coba cari angel yang bagus!" perintah Alfa.


"Siip, gue tahu kok," balasnya.


Hari itu Alfa begitu bersemangat tak seperti biasanya dia mau di bantu oleh teman yang lainnya. Alfa bekerja sama dengan yang lainnya, meminta tolong dan berbicara dengan logat yang mengasyikan.


"Eh, gue baru tahu kalau, Alfa bisa juga ya ngomong santai gitu!"


"Ya, tadi juga gue lihat dia senyum loh, uhh tampan banget deh."


"Alfa kan emang udah dari sana nya tampan kali, kalau masalah senyum ya pastinya tangannya berkali kali deh"


Zyvia yang sedari tadi bersama dengan tim lain pun, merasa kesal karena teman perempuannya membicarakan Alfa.


"Ada apa dengan mereka? Kenapa pula dengan, Alfa?" tanya Zyvia dalam hati.


Setelah menyelesaikan semuanya pun Zyvia bergegas melihat Alfa dengan timnya. Zyvia begitu terkejut, melihat Alfa yang sedang berbicara dengan teman lainnya. Maunya lelaki atau perempuan dengan sangat santai dan penuh dengan senyuman.


"Alfa tersenyum? Dia terlihat bahagia, apa benar itu Alfa yang aku cintai?" tanya Zyvia.

__ADS_1


Hari pun menjelang sore, dimana semuanya berkumpul dan menyelesaikan semua tugas yang di berikan dosen.


"Akhirnya, kita bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat, malam ini kita akan lembur. Agar, besok kalian bisa berlibur," ucap ketua tim.


"Horeee,,, akhirnya selesai! Kita bisa berlibur 2 hari," ucap anak anak.


"Yes, semuanya selesai. Akhirnya kita akan selamanya bersama, tunggu aku Zee. Besok, kita akan meresmikannya," ucap Alfa lirih.


Deg,,,


"Apa yang di ucapkan Alfa? Meresmikan, meresmikan apa?" tanya Zee dalam hati.


Malam hari, semuanya begitu bersemangat. Membuat laporan dengan sangat teliti, cepat dan saling membantu. Alfa datang dengan membawa tiga kantong plastik berlabel minimarket. Banyak makanan, minuman dan cemilan dengan sangat banyak.


"Ini buat kalian, istirahatlah dulu! Setelah itu kita lanjutkan!" perintah Alfa.


Semua teman-temannya pun berhambur mengambil makanan yang mereka sukai. Mereka berterimakasih pada Alfa, karena sudah sangat baik pada mereka.


"Harusnya gue yang berterimakasih sama kalian semua, karena udah sabar sama sifat gue yang dingin, ucapan gue yang kasar. Sekali lagi gue minta maaf buat semuanya!" pinta Alfa.


Semuanya pun merasakan ketulusan dari Alfa, teman lelakinya bergantian memeluk Alfa, sedangkan yang perempuan hanya bisa berterimakasih.


"Ok, gue permisi keluar dulu. Ada telpon masuk!" pinta Alfa.


Semua temannya pun kembali mengerjakan tugasnya, tidak dengan Zyvia yang mengikuti Alfa keluar ruangan.


Alfa mengangkat telponnya, senyuman di wajahnya begitu manis. Alfa men-loudspeker karena tak jelas.


"Hallo, princess," ucap Alfa.


"Kau sedang apa? Sudah pulang dan makan malam?" tanya Zee.


"Aku masih ada di desa C, karena masih banyak yang harus di kumpulkan," jawab Zee.


"Baiklah, aku akan menurutmu setelag urusanku sudah selesai disini," ucap Alfa.


"Tidak usah, ini sudah sangat malam! Biarkan aku pulang dengan Sam dan Abi!" seru Zee.


"Baiklah, kau hati-hati ya sayang! Dan, ya tunggu aku! Karena aku akan segera melamarmu!" seru Alfa.


"Apa yang bicarakan? Melamarku, jangan bercanda Al!" seru Zee.


"Tunggulah, Princess! Karena besok kau akan menjadi wanitaku yang seutuhnya!" ujar Alfa.


Air mata Zyvia mengalir deras, hatinya begitu sakit mendengar semua obrolan Zee dan Alfa. Rasa sakit, cemburunya sudah membara, membakar hatinya.


"Tidak, kau tidak boleh bersama dengan dirinya! Kau milikku Alfa, akan ku jauhkan kau dengan gadis sialan itu!" geram Zyvia dengan mengepalkan tangannya.


Zyvia pergi dari sana dan, pergi menjauh. Rasa sakitnya membuat pikirannya kacau, tak ingin lagi membuat dirinya menunggu tuk segera memiliki Alfa.


"Dasar gadis sialan, kau dulu mengambil Sam dari sisiku, dan sekarang kau juga mengambil Alfa dari diriku. Zee, kau wanita jahat," ucap Zyvia menyalahkan semuanya pada Zee.


Kegelapan hati, sudah menguasai dirinya, sudah tak bisa mengenal mana yang baik dan buruk. Ego nya benar-benar sudah mengalahkan hati dan pikirannya.


Malam yang indah, menjadi malam yang gelap gulita baginya. Sinar bulan menjadi redup tak bercahaya lagi di hidupnya. Bintang bertebaran seakan sedang menertawakannya.


Air mata itu sudah tak berarti apapun, hanya ada kesakitan yang dia rasa. Sakit, sakit yang tak akan pernah bisa di obati siapapun.


"Kau harus membayarnya! Kau sudah menyakiti diriku, akan ku pastikan kau juga merasakan apa yang aku rasakan!" ujar Zyvia penuh dengan kebencian.


**BersambungπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


- Please, jangan pelit sama LIKE nya.. sebelum membaca alangkah baik nya menekan tombol ❀ dulu yah.. selesai selesai baca kasih lah komenan kalian.. JANGAN LUPA bagi yang belum kasih RATE,, tolong ya kalian kasih RATE bintang 5. Terimakasih πŸ˜˜πŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2