Takdir Cinta

Takdir Cinta
33.


__ADS_3

"Sayang. Gimana es krim nya manis gak?" tanya Randy.


Hanna mengangguk dan tersenyum "Iya mas manis es krim nya."


"Tapi bagiku lebih manis kamu."


Hanna tampak tertawa lepas "Kamu ada-ada aja mas, Kalo aku manis tar di krubungin semut gimana?"


"Bakal aku injek-injek semut itu kalo berani deketin kamu." Randy berbicara dengan melirik Syarif yang duduk bersebrangan dengan nya.


"Han. Ibu hamil itu gak boleh makan es krim, Gak boleh tar bayi nya jadi besar di dalam perut, Apa lagi kamu kan hamil kembar." ucap Syarif yang mencoba menghentikan acara suap-suapan es krim yang lgi live di hadapan nya saat ini.


Mendengar Syarif yang mencoba memprofokasi Hanna, Randy pun langsung menyaut. "Ac nya dingin, Tapi kayak nya kok ada yang lagi kepanasan ya Yank." Randy berucap dengan melirik Syarif. Tujuan nya ya sudah pasti untuk menyindir pria itu, Haha.


"Masak sih mas? Tapi aku gak kepanasan kok, Apa mas Syarif kepanasan?" Hanna menoleh pada Syarif.


"Iya Han. Disini panas, Mungkin Ac nya rusak. Aku keluar dulu ya, Mau cari angin."


Hanna hanya mengangguk sedangkan Randy tampak tersenyum meremehkan rival nya itu.


*****


Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, Saat ini Hanna telah di izinkan untuk pulang karena kondisi nya yang semakin membaik. Berkat Randy pula tentunya, Bahkan bibir ibu hamil itu tidak berhenti menunjukkan senyuman nya.


Hanna kembali merasakan dicintai, Perlahan kesalah fahaman antara suami istri itu sudah tidak ada lagi. Randy belajar lebih mengenal siapa istri nya, Begitupun dengan Hanna, Ibu hamil itu saat ini bahkan sedang manja-manja nya dengan sang suami, Mungkin karena faktor kehamilan pula, Karena perasaan ibu hamil yang sering sensitif menjadikan ibu hamil selalu ingin di sayang dan dimanja oleh sang suami.


Randy sedang mendorong korsi roda yang di duduki Hanna menuju mobil nya.


"Mas kita mau pulang kemana?" ibu hamil itu bertanya pada suaminya.


"Kita pulang ke rumah Oma dulu ya Sayang, Nanti kalo kamu uda sembuh total baru deh kita pulang ke Jakarta."

__ADS_1


"Rumah Oma?" Hanna tampak bingung, Pasal nya ibu hamil itu belum pernah mengenal Oma nya Randy.


"Iya sayang Oma, Oma aku tinggal nya di Surabaya juga."


"Oh ya? Tapi aku kok gak pernah tau ya mas."


"Iya sayang. Maaf, Aku belum sempat cerita apapun sama kamu."


"Iya mas Tidak apa-apa, Yasudah ayo kita ke rumah Oma, Aku sudah tidak sabar." Hanna tampak antusias.


"Iya sayang.." Randy mencubit gemas pipi ibu hamil di hadapan nya itu.


"Tapi mas.." Hanna tampak menjeda kalimat nya, Hanna merasa ragu untuk melanjutkan bicara nya.


Randy duduk dengan berjongkok di hadapan Hanna yang masih duduk di atas kursi roda. "Apa lagi sayang? Apa kamu takut ketemu sama Oma? Kamu tenang aja ya, Oma itu orang nya baik kok."


"Bukan itu masalah nya mas. Tapi..." Hanna kembali menggantung ucapan nya hingga membuat Randy semakin gemas.


Randy memegang dagu sang istri kemudian mendongakkan nya agar pandangan mereka saling bertemu."Tapi apa lagi?"


Randy tersenyum. "Sayang. Jangan sebut nama pria itu lagi ya! aku tidak suka kamu menyebut nama pria selain aku, Soal pakaianmu iti sudah tidak perlu kamu pikirkan lagi ya, Aku sudah menyiapkan segala keperluan kamu di rumah Oma."


"Emm.. apa Mas berfikir aku tinggal satu rumah dengan mas Syarif."


Randy menutup mulut Hanna dengan satu jari telunjuk nya "Baru juga di bilangin uda di ulangi lagi. Tidak sayang, Aku sudah tau semua nya, Aku tau kalo sebelum nya kamu tinggal di rumah kontrakan dan baru satu hari sebelum kecelakaan itu kamu pindah ke rumah Syarif, Tapi kamu tidak tinggal satu rumah dengan nya, Aku sudah tau semua sayang."


"Emm apa dia yang uda cerita semua nya sama kamu mas?"


"Tidak. Aku tidak perlu bertanya apapun pada pria iti, Bahkan aku sudah tau semua nya. Apa kamu meremehkan kehebatan suami kamu ini? Hemm." Randy tersenyum menaik turunkan alis nya.


Hanna tertawa lepas melihat expresi suami nya. "Mas jangan kaya gitu ah, Aku jadi gemes kalo liat kamu kaya gitu haha." bahkan Hanna sangat ingin sekali mencubit alis tebal suaminya itu.

__ADS_1


"Kalo gemes jangan disini sayang, Nanti aja dirumah gemes nya."


Randy pun akhir nya menciumi pipi istri nya hingga wanita itu tergelak.


"Kalo mau mesra-mesraan jangan disini! gak liat apa kalo ini tempat umum." Syarif berbicara dari arah belakang Hanna, Randy tau jika Syarif sudah cukup lama berada di balik dinding yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"Ayo Han aku antar pulang!" ucap Syarif setelah sampai tepat di belakang Hanna, Meraih kursi roda itu dan hendak mendorong nya.


Randy buru-buru berdiri dan menyingkirkan tangan Syarif dari kursi roda itu. "Minggir lo! punya hak apa lo mau nganter istri gue, Disini ada gue yang lebih berhak. Lo lupa kalo Hanna itu istri gue?" Randy tersenyum meremehkan.


"Maaf ya mas, Aku mau pulang sama mas Randy aja, Dia kan suami Hanna." ucap Hanna masih dengan nada lembut.


"Lo denger kan barusan istri gue ngomong apa? gur pringatin sama lo, Jauhin istri gue!" ucap Randy dengan menunjuk dada Syarif.


"Han apa kamu gak inget dia uda nyakitin kamu? Apa kamu gak imget juga dia sudah punya perempuan lain." kini giliran Syarif yang berbicara pada Hanna tanpa memperdulikan ucapan Randy.


"Maaf mas, Tapi itu hanyalah kesalah fahaman saja. Tolong mulai sekarang jangan dekati saya lagi, Kita cukup berteman tidak lebih, Jadi mas harus ngerti batasan-batasan nya, Karena ada hati yang harus aku jaga."


Visual :


Hanna Khairunnisa



Randy Pratama.



Syarif.


__ADS_1


Cilla



__ADS_2