
Handphone milik Ines terasa bergetar di saku blazer nya dan Ines pun segera mengangkatnya agak jauh dari para sahabatnya itu.
Mimik muka Ines berubah memucat dan matanya mulai memanas ,dan dari jarak yang sedikit jauh Ana mendekati Ines yang terlihat tidak baik-baik saja. Tentu saja pergerakan Ana mendapat tatapan dari Rafli yang sedari tadi matanya memperhatikan Ana meski mulutnya terkadang menjawab asal ucapan pria kompleks di sekitarnya. Rafli kemudian melirik Darwin yang ternyata menatap kearah Ines dan juga Ana. Lalu kemudian pandangan Rafli dan Darwin bertemu namun secepat mungkin Darwin kembali menatap Ines dan Ana.
" Duh sial , Rafli curiga gak ya " batin Darwin.
" Apa yang cecungu ini rencanakan . Awas saja jika ia memperhatikan istriku . Habis kau keluar dari sini " batin Rafli dan segera bangkit menghampiri Ana yang terlihat Ines kini memeluk istrinya.
Darwin pun ikut bangkit menuju arah Ines.
Brukk tiba-tiba Ines memeluk Darwin .
'' Ayo kita harus kembali ke Belanda "ujar Ines mencoba menahan tangis .
" Ternyata ia bisa menangis " batin Rafli bahwa ia lupa jika manusia super sekalipun masih punya rasa untuk menangis.
" Ada apa katakan " ucap Darwin.
" Kita tidak punya waktu , ayo " ucap Ines dan ia segera menghampiri sahabatnya terutama Ayu untuk segera pamit , melihat Ines mereka cukup terkejut karena Ines terlihat berbeda namun para sahabat mengerti mereka tidak akan memaksa untuk bertanya , mereka memilih Ines mau menceritakannya dengan sendirinya karena mereka tau sifat Ines.
Ana sendiri juga ikut menyusul Ines keluar setelah pamit .
" Sayang ada apa " tanya Rafli yang belum di beritahu Ana sedari tadi.
" Aku juga tidak tau mas. Mas tiba-tiba datang tadi " jawab Ana.
" Ines " ucap Ana saat mereka telah tiba diparkiran mobil tentu Ana di lengkapi dengan masker dan kaca matanya.
" Ana aku....hikss....hiks.... " ucap Ines menangis dan menjelaskan semua pada Ana..
Sementara Rafli menarik paksa Darwin untuk menjauh karena ia penasaran ada apa .
" Kenapa kau diam . ada apa dengan Ines hah " ucap Rafli dingin menatap tajam Darwin karena pria itu sedari tadi diam.
" Apa aku harus ngomong dengan Rafli " batin Darwin bimbang.
" Kau tau , jika Ines bersedih maka istriku ikut bersedih . Jawab kenapa " ujar Rafli membentak Darwin.
" Aku terpaksa harus menjawab karena pasti Rafli tak akan melepaskanku begitu saja " batin Darwin ia mengalah akhirnya .
" Baiklah sebenarnya aku me.... " ucapan Darwin terpotong saat kedatangan Alexa mengahampiri mereka.
" Tuan muda ... " ucapan Alexa terhenti saat bunyi tembakan terdengar.
Dor...
" Ana " teriak Rafli
" Ines " lirih Darwin..
Mereka memikirkan belahan jiwanya masing - masing sementara Ines dan Ana segera di bawa untuk bersembunyi dengan bodyguard Ana sementara bodyguard yang lain segera ikut menembak lawan yang entah siapa yang memerintahkan mereka . Keamanan keluarga Wijaya pun ikut menembak sekelompok orang demi menjaga keamanan pengunjung rumah sakit milik keluarga Wijaya.
" Kau tidak apa-apa sayang " terlihat wajah Ana yang memucat karena saat Ines sibuk curhat t0 saat melihat situasi yang tidak beres tentu membuat Ana syok ditarik tiba-tiba dan mendengar suara tembakan.
" Tuan , sebaiknya anda dan nona Ana segera pergi " ucap bodyguard Ana.
" Biarkan kami berdua disini " imbuhnya karena bagi mereka segerombolan penembak itu hanya masalah kecil baginya.
" Ines , kau pergilah biar ini menjadi urusanku " ucap Darwin.
" Tapi kau bagaimana " ucap Ines yang takut jika Darwin terluka , akhirnya perhatian Ines keluar bagaimanapun Darwin pria yang berhasil memasuki hatinya perlahan dan mengukir namanya namun Ines tetap ragu jika melangkah lebih jauh...
Cup.
Kecupan singkat Darwin di bibir tipis Ines.
" Aku baik-baik saja . Aku pasti kembali . Tak usah cemas bodyguard Rafli pasti banyak disini " ucap Darwin dan Ana segera membawa Ines pergi . Alexa dan seorang sahabatnya segera menjaga keamanan dua majikan mereka.
" Kenapa di situasi seperti ini baru Ines menunjukkan perhatiannya untukku " batin Darwin
" Brengsek kau Imannuel " gumam Darwin ternyata aksi penembakan itu di perintahkan oleh anak buah saudara tirinya .
Seseorang penembak segera lari saat melihat para anak buahnya mati tertembak karena para bodyguard tangguh Rafli dan Darwin juga sudah melihatnya..
Sementara di dalam mobil Rafli berusaha menenangkan Ana , ia merasa jantungnya hampir copot saat mendengar suara tembakan dan Ana jauh darinya.
'' Tenang , ada mas disini . Semua baik-baik saja " ucap Rafli memeluk Ana yang masih terisak.
'' Ana tenang ya " ucap Ines meski ia sedang cemas tentang keadaan Darwin.
'' Alexa , apa kau kenal orang yang melakukan penyerangan tadi '' tanya Rafli .
__ADS_1
'' Tidak tuan , sepertinya bukan musuh kita '' ujar Alexa dan Rafli pun juga yakin karena setiap orangnya Rafli pun berani menyelinap masuk di ruang musuh- musuhnya dalam bisnis.
'' Apa Darwin punya musuh '' tanya Rafli.
'' Jika di negeri ini Darwin tidak ada musuh , musuhnya cuma satu saudara tirinya namun aku tak tau persis masalah nya seperti apa '' jelas Ines .
" Bener , orang seperti Darwin sangat mustahil punya musuh karena di lihat dari sifat dan karakternya namun bisa saja orang menusuknya dari belakang " batin Rafli .
Kini mobil rombongan Rafli telah tiba di mansion ya ...
'' Akhirnya nona pulang dari tadi baby Arjun menangis terus " ucap syukur Nur dan Ana segera berjalan menghampiri Arjuna yang terlihat jelas jika bocah kecil itu menangis...
'' Bunda " teriak Dewa menghampiri sang bunda dan langsung bermanja dengannya.
'' Dewa sama ayah saja , bunda mu lelah Dewa ". ucap Rafli .
'' Tidak apa mas , biarkan Dewa bersama ku " ucap Ana.
'' Ines , aku tinggal sebentar ya .... Tenanglah bukankah tadi ada kabar jika Darwin baik-baik saja dan segera kemari " ucap Ana.
" Iya Ana , istirahatlah aku baik-baik saja " ucap Ines berusaha tersenyum .
'' Bye aunty Ines " ucap Dewa ramah...
'' Bye Dewa " ucap Ines mencoba tersenyum.
Kini di ruang tamu itu ada Ines dan juga Rafli , Ines sibuk dengan pemikirannya sedangkan Rafli sibuk dengan benda pipihnya .
'' Kenapa kau tak pergi istirahat " ucap Ines.
'' Ini rumahku , apa kau amnesia hanya karena bunyi tembakan atau kecemasanmu kepada Darwin membuatmu bodoh "ucap Rafli ketus.
'' Ya kan biasa ada Ana disitu juga ada kau '' ucap Ines sesuai fakta.
'' Aku ingin Ana istirahat dengan tenang dan biar menidurkan kedua anakku. Kenapa kau begitu cerewet '' ucap Rafli tak suka jika Ines banyak bicara.
'' Terserah kau lah '' ucap Ines memijat pelipisnya karena berbicara dengan Rafli sedikit saja membuat kepalanya nyeri.
" Jika aku ada disana , mana bisa Ana istirahat dengan tenang . Aku juga penasaran dengan semuanya " batin Rafli .....
Sejam bagi Ana sudah cukup untuk beristirahat kemudian ia turun bergabung dengan suaminya dan Ines. Langkah kaki Ana bertepatan dengan langkah kaki Darwin memasuki mansion Rafli dimana ada Ines dan Rafli yang saling diam.
'' Brengsek gara-gara musuhmu istriku hampir tertembak " ucap Rafli seraya melayangkan bogem ke wajah Darwin.
'' Jika tidak ada istriku habis kau '' desis Rafli.
'' Darwin maafkan suamiku " ucap Ana lirih , bagaimanapun ia tidak enak hati dengan Ines. Ines sendiri tidak dapat membela Darwin karena jika orang - orangnya Rafli tidak sigap tadi otomatis Ana terkena tembakan.
'' Sudah mas ayo , kita duduk disana . Kasian Ines punya masalah " ucap Ana membuat mereka semua kembali berkumpul.
Darwin menceritakan siapa dalang penembakan itu dan Rafli menatapnya tajam seakan belum puas memukul nya .
Ines juga menceritakan apa yang terjadi saat ia menerima telepon dari Belanda yang membuatnya langsung bersedih.
'' Mas " rengek Ana .
'' Mau mas melakukan apa " tanya Rafli ia tau betul jika Ana ada maunya .
'' Bantu mereka " bisik Ana..
'' Baiklah , aku akan bantu kalian " ucap Rafli tiba-tiba ...
'' Urusan manusia laknat itu biar anak buah Devan yang turun tangan dan kalian bisa pergi malam ini ke Belanda , gunakan jet pribadi milikku dengan begitu aku bisa menjamin keselamatan kalian " ucap Rafli.
'' Aku tidak menerima penolakan " sergah Rafli karena Darwin baru ingin membuka mulutnya untuk aksi protes.
'' Aku mohon terimalah " pinta Ana..
'' Ini untuk kebaikanmu Ines , tidak baik untuk menunda , apalagi demi nenek Rose . Ku mohon " imbuhnya.
'' Terimakasih An ... hiks....hiks.... " ucap Ines menangis dan memeluk Ana
" Ssstttt.... jangan menangis " ucap Ana lirih dan mengusap punggung Ines yang terlihat bergetar.
'' Iya aku mengerti situasi ini berat untukmu termasuk untukku yang sudah menganggap nenek Rose seperti nenekku. Maafkan aku tidak bisa kesana dalam waktu dekat dan semoga nenek Rose kembali sehat. Aku titip salam ya " imbuhnya .
'' Iya Ana '' ucap Ines.
'' Rafli terimakasih " imbuhnya dan diangguki Rafli
Rafli dan Darwin kini membahas masalah saudara tiri Darwin yang begitu serakah itu , sementara Ines dan Ana sibuk dengan obrolan mereka sendiri.
__ADS_1
Sementara di tempat lain saudara tiri Darwin yaitu Immanuel sedang marah kepada salah satu anak buahnya dimana orang-orang mereka di babat habis oleh dua bodyguard wanita milik keluarga Wijaya dan ikut serta juga Darwin .
'' Brengsek , Darwin ternyata punya hubungan dengan pria dingin itu " umpat Immanuel menghancurkan barang di hadapannya lalu berdiri dari kursi kebesarannya. Ia tak mengetahui tentang siapa sahabat Darwin terbaru yang ia tahu Darwin ke Indonesia untuk mengurus bisnisnya namun kini dirinya sendiri punya musuh baru yang sulit ia hancurkan yaitu Rafli Abdi Wijaya yang ia kenal dengan punya banyak istri dimana-mana karena Rafli sendiri tak menampik hal itu.
'' Kau cari tahu kelemahan Rafli Wijaya itu " titahnya kepada asisten pribadinya .
'' Dengan begitu kau ada dalam genggamanku Rafli. Bukan aku yang akan tunduk , tapi kau akan jadi budakku " batinnya percaya dirinya
" Aku akan membunuhmu Darwin " desisnya melesatkan anak panah ke arah foto Darwin .
.
.
.
Darwin dan Ines kini sudah berada di kediaman nenek Rose terlihat ada beberapa mobil milik keluarganya dan juga keluarga Darwin...
" Kenapa ramai sekali " lirih Ines dengan mata berkaca-kaca ia takut hal buruk terjadi. Ines segera berlari menuju dimana neneknya berada dan Darwin ikut mengejar Ines.
" Oma ..... Oma .... where are you " teriak Ines.
" Nona " sapa perawat sang Oma Rose.
" Mari ikut saya nona " imbuhnya harus menahan gerakkan nona mudanya menuju taman dan Darwin mengikuti Ines .
Ceklek....
" Oma....hikss....hiks..... kenapa begini " tangis Ines pecah saat melihat keluarga satu-satunya yang peduli padanya dengan ketulusan tengah berbaring dengan alat medis yang melekat di tubuh rentanya.
" Bangun Oma , jangan membuatku cemas....hiks....hiks... aku janji tidak nakal lagi ..... bangun Oma....bangun.... " isak Ines , Darwin segera membawa Ines dalam pelukannya .
" Oma....bangun.... ada aku disini ..... Apapun yang Oma mau akan aku turuti , asal jangan tinggalkan aku Oma.... hiks....hiks.... Maafkan aku Oma jika selama ini selalu buat Oma susah dan naik darah .... Oma ku mohon bangunlah .... aku tidak punya siapapun lagi Oma .... mereka semua tidak tulus padaku " ucap Ines masih di pelukan Darwin meski tatapan matanya mengarah kepada Oma.
" Tahukah Oma , Ayu telah menikah dan punya anak . Sementara Ana telah bahagia dengan dua anaknya .... Oma mau aku menikah dengan Darwin .... akan ku kabulkan.... Oma.... bangunlah " Isak Ines . Sementara di kamar itu juga ada Adam , yang mendengar kata Ana kembali berdenyut nyeri perasaanya yang tak mungkin terbalas meski ia kini telah menikah dan wanita itu berhasil diam-diam masuk ke relung hatinya menghapus perlahan nama Ana , tapi sayangnya nama itu kembali di sebut.
" Aku tidak ingin karena nenek kau terpaksa bersamaku Ines . Jika perasaan itu hingga kini tak kunjung ada , aku akan mundur . Aku tidak mau kau terluka dan tertekan hidup bersamaku nanti " lirih Darwin.
" Aku serius Darwin , sudahlah kau diam saja.... hiks....hiks.... Oma bangun Oma.... hiks...
hiks" Isak Ines.
Adam tidak tega dengan keadaan Ines yang menangis begitu terpuruknya ... Meski ia suka berdebat dengan Ines namun rasa sayangnya begitu tulus sebagai seorang saudara.
Adam segera melakukan sesuatu dan melakukan kegiatan agar nenek tukang drama ini terbangun , akibat banyak bergaul dengan Rafli 😝😝😝.
" Kurang ajar. Ini pasti tangan Adam menggelitik kakiku... Dasar cucu durhaka.... Aduhhhh gak tahan jika kakiku geli begini... padahal belum sampai ...."di batin nenek Rose menahan rasa gelinya.
" Bangun kau nenek , jangan banyak drama " batin Adam.
"Ines , kenapa kau pucat " ucap Adam melihat wajah pucat Ines dan segera saja mata nenek Rose terbuka.
'' Ines cucuku " lirih Rose memainkan dramanya , ia mengusap surai Ines yang berantakan.
'' Oma " ucap Ines menatap sendu Oma.
'' Oma baik-baik saja " jawab Oma lirih.
Adam ingin sekali rasanya tertawa melihat nenek tua yang masih jago dramanya ini . Sementara ia geli melihat Ines memanggil nenek Rose dengan sebutan Oma , ia tau jika Ines memanggil Rose dengan sebutan Oma berarti dalam suasana hati berbeda...
" Kenapa Oma bisa begini " Isak Ines .
'' Jangan menangis ya " ucap nenek Rose dengan tangan gemetar menghapus wajah ayu cucunya.
'' Cih " umpat Adam.
" Kemari " ucap nenek Rose lemah kepada Darwin. Membuat Ines melirik Darwin sementara nenek Rose menatap tajam Adam.
" Aku keluar " ucap Adam , ia pun tak betah lama-lama . Adam lebih baik melihat putrinya yang asyik di taman , Ya meski ia dulu belum punya rasa sedikitpun kepada istrinya yang telah menjebaknya itu . Adam melampiaskan hasratnya kepada istrinya , ia tak mau melakukannya di luaran sana apalagi ada yang halal untuknya dan ternyata betapa beruntungnya Adam jika sang istri masih suci bukan seperti yang ia pikirkan sebelumnya bahwa istri itu seorang jalang , mulai dari sering terbiasa dan sang istri melayaninya dengan baik serta sifat nya hampir sama dengan Ana membuat Adam bertekad membuka hatinya dan ia menghapus semua hal yang berhubungan dengan Ana , termasuk kenangan dari Ana , ia simpan dengan rapat berharap perasaan cinta tak terbalas ya itu hilang sementara Ana masih menyimpan gelang indah pemberian Adam di kotak kecil yang ia simpan di rumah orang tuanya. Ana tak mau Rafli yang banyak tanya itu akan terbakar cemburu bila mengetahui siapa yang memberikannya meski hati sang istri miliknya namun Rafli sebagai seorang pria yang cukup egois hanya mau Ana menyimpan barang-barang darinya bukan pria lain .
Adam menghampiri putrinya yang bernama Anne Jenira , nama yang di sematkan orang tuanya. Betapa kesalnya Adam saat orang tuanya memberikan nama itu saat kelahiran putrinya.
" Jeni " ucap Adam melihat putri kecilnya yang mulai merangkak , benihnya hasil celap celup nya selama ini tanpa pengaman .
Jeni tersenyum memamerkan giginya yang hanya satu... mempunyai lesung pipi seperti Ana. Jeni kecil merangkak kearah Adam meminta gendong dan seketika Adam menggendongnya . Ia membawa Jeni ke hamparan luas kebun bunga tulip milik nenek Rose. Jeni mengacak - ngacak buka nenek Rose dan Adam hanya memperhatikannya.
" Kau putriku yang cantik Jeni , bahkan sangat cantik . Lesung pipi mu mirip dia , dia yang kurindukan namun harus ku lupakan karena dia bukan milik Daddy. Suatu saat akan ku buat kau berjodoh dengan salah satu putranya , anggap saja jika Daddy mu tak berjodoh maka kalian akan berjodoh. Kau tau , calon ibu mertuamu telah bahagia bersama calon ayah mertuamu yang dua puluh tahunan kemudian akan menjadi besan Daddy dia adalah bunda Ana dan ayah Rafli , mereka orang yang baik. Dan sekarang Daddy akan membahagiakan mu dan mommy mu dengan apa yang Daddy milikki .. Mommy mu dan kamu telah mampu membuat Daddy mempunyai semangat hidup kembali " ucap Adam tanpa ia tau ada seseorang yang mendengarkan semua ucapannya ...
Jangan lupa like dan komentarnya.....
Terima kasih buat kalian yang sudah kasih semangat dengan like dan komentar . Disini telah rampung ya masa depan Adam dan pembahasan Mario serta Maudy telah ada di part sebelumnya .Mereka gak akan menjadi pelakor dan pebinor. Kita bahas dulu sahabat Ana satu persatu , untuk kebahagian Intan dan Ines akan di mulai di part selanjutnya .. Untuk Frans sendiri , belum tau mau di pasangkan ke siapa . Kisah Eric dan Belle masih di part yang agak jauh . Nanti Eric akan dipertemukan dengan pasangan romantis Ana dan Rafli . . . untuk Viona akan kita bahas juga bersamaan part Eric .
__ADS_1
" Maaf jika update sering lama bahkan dua hari baru Up "