Takdir Cinta

Takdir Cinta
36


__ADS_3

Hari sudah menjelang maghrib, cahaya di kamar pun sudah semakin gelap, namun sepasang suami istri itu masih belum menunjukka tanda-tanda kehidupan, keduanya masih tertidur pulas dengan saling memeluk.


Hanna mulai menggeliat, merasakan ada beban berat yang menindih nya,Hanna menoleh ke belakang dan mendapati Randy yang masih tertidur pulas dengan memeluk nya.


Perlahan Hanna mengangkat tangan Randy dari atas tubuh nya karena Hanna ingin bangkit dan mencari saklar lampu, kamar itu sudah sangat gelap terlebih saat ini jedela kamar itu sedang tertutup gorden.


Merasakan sebuah pergerakan membuat Randy ikut terbangun. "Sayang.." suara nya terdengar parau.


Hanna mengurungkan niat nya untuk bangkit dari tempat tidur saat mendengar suara Randy yang memanggil nya. "Mas ayo bangun! ini sudah gelap, Kita belum sholat Ashar." ucap Hanna dengan mengelus pelan rambut suami nya.


"Iya Sayang, sebentar lagi." Randy semakin mempererat pelukan nya dan menelusupkan wajah nya di leher sang istri, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Hanna yang sudah menjadi candu nya.


"Mas.. Ayo dong bangun! Aku pingin banget makan Rawon yang di deket Taman Bungkul itu loh Mas." Hanna merengek seperti anak kecil, namun Randy sangat menyukai Hanna yang manja dan mau merengek pada nya seperti ini, nenurut nya sangat lucu bahkan sangat mirip seperti Cilla, membuat Randy semakin gemas dan ingin kembali memakan istri nya itu.


Namun Randy sadar jika hari sudah petang dan sebentar lagi Azan maghrib akan berkumandang, Randy melonggarkan pelukan nya kemudia bangun dengan tetap duduk diatas ranjang " Kamu ngidam sayang?" Randy tersenyum bahkan ia sangat senang mendengar Hanna mau meminta sesuatu dari nya.


Hanna mengangguk mengiyakan suami nya. " Iya Mas, Mangkanya ayo buruan bangun, Mandi terus kita sholat dulu, Habis itu baru deh berangkat cari makanan nya."

__ADS_1


"Siap Bu Komandan!" Randy meletakkan tangan di kening nya seakan memberi hormat pada wanita yang baru saja di panggil nya Bu Komandan. Hanna terkekeh geli melihat suami nya yang terlihat begitu lucu, Sangat berbeda dengan Randy saat diluaran sana, Pria itu justru terlihat cuek bahkan sangat kejam terhadap lawan bisnis nya.


Setelah sholat maghrib Randy benar-benar menuruti keinginan istri nya untuk memcari rumah makan yang menjual rawon di dekat taman bungkul, Setelah berpamitan pada Oma kini Randy sudah berada di dalam mobil dengan Randy yang duduk di balik kemudi dan Hanna yang duduk di samping nya, Meskipun ada supir namun Randy lebih suka untuk menyetir sendiri mobil nya saat bersama dengan Hanna.


Menurut nya ia kurang nyaman jika ada seseorang yang akan mendengar obrolan nya bersama Hanna, Dan dia pun tidak bisa bebas bermesraan dengab istri nya saat di perjalanan.


Suasana malam minggu di kota Surabaya sangat ramai, Bahkan berbagai macam kendaraan mulai dari motor, Mobil dan kendaraan umum tampak memadati jalanan Surabaya di malam minggu, Banyak dari kendaraan itu yang berbelok ke arah Mall, Kafe, Resto dan juga tempat hiburan lain di kota Surabaya.


Mobil Randy melaju semakin pelan setelah memasuki daerah taman bungkul, Pria itu sedang mengikuti instruksi dari Google Map yang sedang menunjukkan lokasi rumah makan yang ia cari.


Mobil Randy mulai berbelok ke halaman parkir rumah makan setelah seorang perempuan pemandu Google Map itu mengarahkan nya untuk berbelok.


Randy dan Hanna memilih untuk duduk di salah satu kursi yang kosong, Beberapa saat kemudia seorang pelayan membawakan daftar menu untuk mereka pesan. Hanna memilih dua farian rawon yang sangat ingin ia coba, Sedangkan Randy hanya memesan makan yang sama dengan yang di pesan istri nya.


Beberapa saat kemudian pelayan datang dengan membawakan pesanan mereka, Selesai makan dan memuaskan ngidam nya, Kini Hanna dan Randy telah berjalan keluar untuk kembali ke parkiran.


"Mas kita mampir ke taman bungkul dulu ya Mas! Seperti nya rame dan aku sangat ingin datang kesana denganmu."

__ADS_1


Randy tersenyum mendengar permintaan istri nya, Hanya hal-hal sederhana yang selalu wanita itu minta, Bahkan Hanna tidak pernah sedikitpun meminta barang-barang mahal seperti tas, Sepatu, Bahkan pakaian edisi terbatas seperti yang dilakukan oleh Cindy mantan istri nya dulu. Bukan perkara Randy pelit dan tidak ingin memberikan Hanna semua barang-barang mahal itu, Tapi ia sangat menyukai istri nya yang terlihat sederhana itu. "Baiklah Ibu Komandan, Aku akan menuruti semua keinginanmu" Randy sedikit membungkukkan badan nya seolah-olah kembali memberi hormat pada wanita nya itu.


Hanna kembali tertawa melihat tingkah suami nya, "Baiklah kalo begitu, Ikutlah denganku ke taman itu! Kita jalan kaki saja dari sini, Mobil nya biar di sini dulu, Lagian kan deket tinggal nyebrang aja."


"Sesuai permintaan tuan putri." Randy tersenyum kemudian menggandeng tangan Hanna untuk berjalan di samping nya.


Sesampai nya di Taman Bungkul, Randy dan Hanna tetap berjalan dengan bergandengan bahkan tidak terlepas sedikitpun, Hanna beberapa kali berhenti di lapak pedagang saat menginginkan jajanan yang di jual disana.


Beberapa kali Randy melayangkan protes saat Hanna menginkan jajanan yang menurut nya tidak terjamin kebersihan nya, Pria itu bahkan sangat posesiv dan melarang Hanna jajan sembarangan, Ia tidak mau jika Istri dan anak-anak nya sampai kenapa- kenapa.


Malas untuk berdebat dengan suami posesiv nya, Akhir nya Hanna memilih untuk berjalan ke sisi lain taman itu, Ia memilih untuk menjauh dari lokasi para pedagang makanan. Hingga setalah beberapa meter berjalan Hanna melihat kucing berbadan kurus yang sedang mengais makan di bak penampungan sampah, Hanna menghentikan langkah nya yang otomatis membuat Randy pun berhenti untuk berjalan.


Randy menoleh dan bertanya " Ada apa?" karena Hanna tiba-tiba berhenti dan melepaskan gandengan tangan nya, " Itu ada kucing" ucap Hanna dengan menunjuk kucing yang ada di dekat nya.


Hanna kemudian berjalan mendekati kucing itu. " Push.. Pushh sini!" Hanna mengeluarkan botol berisi makanan kucing dari dalam tas nya, Ya. Sampai saat ini pun Hanna masih melakukan hal yang sama, Menyimpan makanan kucing yang ia masukkan dalam botol dan menyimpan di dalam tas nya.


Melihat hal itu membuat Randy tersenyum, Pria itu seakan sedang memutar vidio beberapa bulan yang lalu, Dimana sebuah kejadian yang sama saat kedua kali nya Randy bertemu dengan seorang wanita yang kini telah menyandang status sebagai istri dan wanita pujaan nya itu.

__ADS_1


Randy berjalan mendekati Hanna kemudian merebut botol yang wanita itu pegang, "Sini biar aku aja yang kasih makan kucing nya, Kamu mundur dan cukup liatin aja dari sana ya! Kamu kan sedang hamil, Aku takut kamu terkena kuman, Tadi kucing ini kan habis dari tong sampah"


"Tapi Mas, Kucing ini kan mahluk Allah juga, Dia bahkan hewan kesayangan Nabi." Hanna ingin melayangkan protes namun Randy melotot seakan tidak ingin di bantah, Akhir nya Hanna pun kembali mundur dan menuruti kemauan suami posesiv nya itu.


__ADS_2