
'' Ada uban di kepalamu " ucap Rafli membuat Ana membelalakkan matanya , terkejut .
Ana menggerutu kesal saat tahu sang suami mengerjainya .... Sementara Rafli tersenyum puas saat mendapatkan apa yang ia inginkan meski itu hanya sebuah ciuman.
'' Ayo turun " ucap Rafli setelah membukakan pintu .
'' Gak usah dandan . Gak akan ada yang berani mendekatimu " ucap Rafli tak ingin di bantah. Membuat Ana turun dengan penampilan yang kembali rapi...
'' Vini " ucap Ana menghampiri Vini yang tengah menikmati ice Cream semangkuk besar .
" Dimana Rayana " tanya Rafli tak melihat batang hidung anaknya .
'' Sedang membeli ice cream " cicit Vini .
'' Kalian cari anakku " ucap Rafli memerintahkan bodyguard nya.
'' Tuan , tuan Eric yang membawa nona kecil ke stand ice cream " jawab seorang bodyguard membuat Rafli berang seketika , sedangkan Ana cukup terkejut dengan kedatangan Eric , karena Vini dan Ana hanya membuat janji untuk bertemu bertiga saja .
'' Aku tidak mau tau , segera bawa anakku kemari dan seret si b*rengsek itu " titah Rafli .
'' Mas tenanglah sedikit , disini pengunjungnya bukan hanya kita " ucap Ana membuat Rafli mengusap wajahnya dengan kasar dan Ana tidak enak hati saat melihat kesedihan di wajah Vini . Mungkin jika yang di katakan pria b*rengsek itu suaminya , di pastikan Ana akan menampar pria yang mengatai suaminya.
'' Dan juga harus ingat , kau harus bersabar untuk mengambil hati Rayana , aku tidak ingin melihat terkadang Rayana takut dengan mas " ucap Ana berbisik .
'' Baiklah " gumam Rafli .
Tak lama Eric datang menggendong Rayana begitu ceria dan tertawa lepas , hati orang tua mana yang tak sakit jika melihat sang anak lebih dekat dengan orang lain dari pada dirinya dan itu yang dirasakan Rafli saat ini . Lagi-lagi saat ini Eric lebih unggul namun Rafli akan melakukan apapun demi melindungi miliknya .
" Benar kata istriku , aku harus bersabar untuk mengambil hati Rayana " batin Rafli membuang wajahnya saat Eric hendak menyapanya , sedangkan Ana mengambil posisi duduk di sebelah Vini . Eric hanya bisa bersabar menghadapi sikap sepasang suami istri itu terhadapnya. Eric cukup mengenal Ana , jika wanita itu tengah kecewa dan masih marah padanya dan itu wajar . Biarlah dengan berjalannya waktu Ana akan memaafkan dirinya , dan itulah harapan Eric . Sedangkan pemikirannya tentang Rafli , pria ini cukup egois dan gengsiannya begitu besar .
" Rayana , itu ada ayah " ucap Eric mencairkan suasana. Dilihat istrinya begitu gelisah . Ingin menegur Ana pun ia tak ingin melihat Hanoman itu mengamuk .
" Sabar Eric , menghadapi orang yang lagi marah , kecewa dan gengsian seperti ini " batinnya.
" No daddy , sama Daddy saja " ucap Rayana cemberut saat melihat Rafli , dan Rafli sedikit membeku mendengarnya . Rafli segera beranjak pergi mencari tempat yang bisa membuatnya tak melihat pemandangan yang menyebalkan baginya .
" Mas " ucap Ana hendak menyusul Rafli namun langkahnya terhenti saat Vini berbicara padanya .
" Mbak serius kalau besok mau kembali ke Berlin " tanya Vini .
" Maaf , aku harus menyusul suamiku " ucap Ana tak menjawab pertanyaan Vini .
Perasaan Vini begitu sedih dan lagi-lagi menatap tajam Eric . Eric sendiri tak tau kesalahannya apa di tatap tajam istrinya itu .
" Astaga , ini ibu hamil pula yang marah padaku . Apa dosaku " batin Eric.
" Mas merusak suasana " ucap Vini .
" Rayana makan ice cream nya sendiri dulu ya " ucap Eric lembut dan Rayana begitu menurut .
" Mas tau , seharusnya mas itu jangan bersikap seperti itu pada Rafli. Lihatlah , mbak Ana bahkan beranjak pergi meninggalkan kita " ucap Vini saat baru saja Eric hendak mendudukan bokongnya.
" Apa salahnya mas sayang . Mas tidak mengerti ' ucap Eric benar-benar tak mengerti.
'' Mas lupa , jika mbak Ana meminta kita agar kita bisa membuat Ericana menyayangi Rafli . Aku tau perasaan mereka mas , bagaimana rasanya menjadi orang tua kandung yang di nomor dua kan . Aku tak ingin nanti mereka mempersulit kita menemui Ericana '' ujar Vini hendak menangis , ia begitu takut jika Rafli menghalangi mereka untuk bertemu dengan putri cantiknya itu .
'' Maaf . Tapi Rafli tak akan melakukan itu ... '' ucapan Eric terhenti .
'' Mas lupa siapa Rafli dan sifat pria itu '' ucap Vini kesal .
'' Ya , mas akan minta maaf padanya dan lagian juga wajar jika mas bersikap seperti itu pada Ericana . Ericana sudah mas anggap seperti anak sendiri dan kau tahukan sayang , kalau Ericana begitu manja dengan mas . Mas juga tidak tau jawaban Ericana akan seperti itu tadi dan menyingung pria menyebalkan itu " ucap Eric menjelaskan .
" Sudah ya jangan menangis . Nanti Ericana melihatmu menangis dan itu akan membuatnya sedih " ucap Eric merangkul Vini dalam pelukannya .
Sedangkan Ana tengah membujuk suaminya itu agar tersenyum dan tidak mengambek lagi . Tapi tetap saja Rafli tak terima jika di nomor dua kan...
'' Tapi perasaan mas sakit Ana. Anak ku sendiri lebih dekat dengan pria lain . Bahkan pria itu yang memisahkan kita dengan Rayana " ucap Rafli terlihat begitu geram.
'' Please , jangan rusak suasana ini. Bukankah pertemuan kalian kemarin baik-baik saja . Lalu kenapa kau masih bersikap seperti ini " ucap Ana .
__ADS_1
" Baik-baik apanya . Hanya saja Dewi Fortuna sedang berada di pihaknya saja " batin Rafli tak terima , ingin rasanya menculik Dewi Fortuna tersebut dan menyodorkan nya segepok uang untuk menyogoknya .
" Mereka tak akan sering juga bertemu dengan Rayana , apalagi kita akan ke Berlin dan aku ada rencana ingin kembali ke Indonesia " ucap Ana tersenyum membayangkan suatu tempat rahasianya yang tidak di ketahui siapapun , hanya seorang Alexa saja yang mengetahuinya .
" Kenapa ke Indonesia " ucap Rafli heran.
" Kau akan tau nanti mas , saat waktunya tiba " ucap Ana tersenyum membuat Rafli semakin penasaran..
" Ayo katakan dengan mas apa " ucap Rafli memaksa .
" Mas saja tak mengatakan apa hasil pertemuan kalian kemarin " ucap Ana membuat Rafli membuang nafasnya kasar.
" Nanti malam mas ceritakan " bujuk Rafli .
" Kalau begitu nanti malam juga akan ku beritahukan mas " ucap Ana membuat Rafli begitu gemas dengan istrinya , di kecupnya bibir singkat Ana . Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil foto mereka.
" Aku yakin , wanita ini salah satu istri pengusaha sukses itu dan berita ini akan mengguncang surat kabar besok " ucap seseorang wartawan.
" Berikan kamera mu " ucap seorang bodyguard yang mengetahui jejak wartawan tersebut.
" Berikan atau ku patahkan tulang mu " ucap rekan bodyguard tersebut dan merampasnya secara paksa dan bodygaurd tersebut segera menghapus jejak tentang tuannya tersebut. Wartawan tersebut hanya bisa pasrah dan pupus sudah harapannya untuk mendapatkan sejumlah bonus dari kantor tempatnya bekerja. Apalagi kedua bodyguard tersebut terus berada di dekatnya dan ia disuruh menunduk terus dalam waktu yang tak di tentukan .
" Rafli " ucap Eric mengentikan canda tawa Rafli dan Ana.
" Aku minta maaf atas sikap Rayana tadi dan aku minta maaf , tak ada Maksudku untuk membuat mu menjadi orang nomor dua dimata Rayana . Rayana tetap anak kandungmu dan kami hanya sekedar orang tua angkatnya " ucap Eric menuruti apa kata istrinya .
" Buka saja topeng mu itu , pasti kini kau telah mengumpat ku " hardik Rafli .
" Kalian bukan ayah angkatnya tapi kalian yang telah menculik Rayana " imbuhnya menatap Eric dengan tatapan mengejek .
" Percuma aku minta maaf , sudah ku duga sifat pria ini " batin Eric.
" Dimana Rayana Vin " tanya Ana.
" Sedang main dengan Jelita mbak " jawab Vini dan hanya diangguki Ana.
" Jangan gitu dong Raf , kita mau jadi besan " ucap Eric , ia terpaksa berkata embut pada pria pongah di hadapannya ini , jika bukan karena ingin mempunyai mantu seorang Ericana ia tak akan mau .
" Tunggu dulu " ucap Ana tegas karena ia cukup terkejut mendengar ucapan Eric barusan .
" Jelaskan padaku , apa maksud dia mas " tanya Ana pada suaminya .
" Seperti yang sudah kita sepakati " ucap Rafli menggenggam tangan Ana .
" Aku tidak bilang setuju atau tidaknya , dia aja yang berlebihan " imbuh Rafli .
" Katakan yang jelas ! Jangan berbelit " ucap Ana .
" Mas tak bilang setuju atau tidak tentang perjodohan ini , tapi mas juga gak akan melarang suatu saat jika Rayana putri kita nantinya mencintai putranya. Jelaskan maksud mas. Jadi dia aja yang berlebihan menanggapinya '' ucap Rafli membuat Ana terasa lega , paling tidak anaknya tidak menikah karena terpaksa.
'' Iya gitu mbak maksudnya '' ucap Vini membenarkan .
'' Dan suami mbak juga mengizinkan jika kami menjenguk Rayana '' imbuh Vini dan hanya diangguki Ana saja . Sekelebat pertanyaan bersarang di otaknya , ini bukan suaminya yang mudah begitu saja setuju apalagi kompromi nya bersama Eric .
'' Bukankah ini juga harapan orang tua kita , agar tidak saling bermusuhan '' ucap Rafli tak ingin istrinya berfikir yang macam-macam.
'' Tapi kau masih saja galak kepada kami terutama suamiku '' ucap Vini dan seketika membekap mulutnya karena kelepasan berbicara.
" Jika di beri hati , jangan coba meminta jantung , nona Vini " ucap Rafli penuh penekanan.
" Apakah mereka akan akur nantinya dan jangan di lupakan , bagaimana jika mama Lia tahu " batin Ana.
" Vini sayang , ayo kita pulang. Hari ini waktu mu cek up " ucap Eric .
" Astaga mas . Iya aku lupa " ucap Vini .
Eric dan Vini segera berpamitan pada Rafli dan Ana , Rafli acuh tak acuh dan Ana hanya membalas dengan anggukan dan senyuman saja . Senyum yang cukup Eric rindukan.
" Jangan senyum dengan pria itu " ucap Rafli ketus setelah Eric dan Vini lenyap dari pandangannya . Kepala Rafli langsung berputar , takut-takut jika Eric mencuri Rayana lagi darinya.
__ADS_1
" Mas aku mau ice cream yang seperti Vini tadi " ucap Ana bergelayut manja pada Rafli yang tengah cemberut membuat Rafli melengkungkan bibirnya.
" Aku ingin kau yang membelinya mas " ucap Ana , mencegah Rafli yang hendak menyuruh bodyguard nya .
" Tapi itu antri , Ana " ucap Rafli menggaruk kepalanya yang tak gatal .
" Ayolah mas , antri sebentar saja " ucap Ana memelas membuat Rafli tak bisa protes .
" Baiklah , apapun untukmu sayang " ucap Rafli pasrah .
" Ingat jangan di macam-macam " imbuhnya.
" Siap bos " ucap Ana tersenyum .
Rafli dan beberapa bodyguard memindahkan stand ice cream tersebut dan memborongnya dan tak lupa memberikan sejumlah uang pada penjaganya. Membuat para anak-anak yang ia bawa tersenyum senang dan Rafli juga mengizinkan anak lain untuk menikmati ice cream itu dengan gratis , gratisnya hanya untuk anak-anak bukan untuk orang dewasa , tapi khusus untuk para bodyguard nya Rafli mengizinkannya .
" Coba kau setajir pria itu sayang " ucap seorang wanita yang kecewa karena tak di berikan ice cream gratis , sesuai perintah Rafli yang membayar omset mereka sepuluh kali lipat hari ini....
" Ayo kita makannya di dalam mobil " ucap Rafli segera menarik tangan istrinya dan sebelah tangannya memegang cup besar berisi ice cream.
" Kenapa makannya di dalam mas " ucap Ana protes namun menurut juga .
" Biar lebih nyaman aja " ucap Rafli .
" Mas gak makan ice cream , tapi ini kebanyakan " ucap Ana.
" Mas kan gak suka yang manis sayang " ucap Rafli dan diangguki Ana.
Ana menikmati ice cream itu dengan penuh semangat ,untuk urusan diet belakangan saja kali ini . Ana menatap suaminya yang sedari tadi melihatnya sambil senyum-senyum , namun Ana tak memperdulikannya . Hingga Ana melirik suaminya lagi yang masih seperti tapi , tapi membuat Ana ngeri sendiri .
" Mas mau " tanya Ana namun bibirnya merasa di ***** oleh benda kenyal milik suaminya . Rafli menahan tengkuk Ana sedangkan tangan satunya memindahkan ice cream itu keatas dasboard . Tangan Rafli mulai nakal membuka pengait dress milik istrinya , membuat Ana hendak protes namun Rafli kembali ******* bibir istrinya .
" Maaass... " ucap Ana menahan gejolak dalam dirinya .
" Keluarkan lah de*ahanmu sayang " ucap Rafli makin menjadi , bahkan dua gundukan itu kini terpampang di hadapannya . Meksi sudah sering melakukannya namun tak membuat Rafli merasakan bosan . Selain karena rasa cintanya kepada istrinya , istrinya begitu pintar menjaga tubuhnya membuat Rafli semakin merasa candu .
Tangan Rafli meraih cup yang berisi ice cream , dan seketika mata Ana terbuka lebar saat ice itu di tumpahkan Rafli di dadanya . Ana semakin syok saat Rafli menikmati ice cream tersebut langsung dari tubuhnya .
" Rasanya nikmat sekali Ana " ucap Rafli dengan pandangan penuh berkabut .
" Jangan mas , nanti mobil ini bergoyang " ucap Ana saat tempat duduknya di atur Rafli pada posisi berbaring .
" Tempatnya sepi sayang " ucap Rafli protes dan memperhatikan sekitar .
Tanpa aba-aba dress Ana yang telah mencapai pinggang segera di turunkan paksa suaminya dan Ana makin terkejut saat sisa ice cream tersebut di letakkan Rafli pada daerah sensitifnya. Ampun , Ana menjerit dalam hatinya saat menikmati sensasi berbeda apalagi Rafli yang dibuat semakin mabuk kepayang oleh sensasi baru yang ia dapat .
'' Mas akan pelan " ucap Rafli dan secepat mungkin melepas celana panjangnya lengkap dengan atribut lainnya . Rafli menyentaknya cukup keras agar bisa menembus bagian terdalam .
Sementara beberapa bodygaurd merasa heran saat satu jam majikannya tak keluar dari dalam mobil dan setelah di cermati mobil itu tampak bergoyang pelan . Para bodyguard saling pandang dan tak lama wajah mereka memerah menahan malu yang begitu terasa , sementara Rafli tak merasa malu akan perbuatannya yang masih terus menggempur tubuh indah istrinya .
" Mas mencintaimu Ana " ucap Rafli dan menghentakkan lebih dalam hingga tepat di tempat terdalam. Rafli tersenyum puas saat mendapat pelepasan , tak berniat sekalipun menarik miliknya untuk keluar sementara Ana mengatur nafasnya .
'' Tambah ya " ucap Rafli membuat Ana menatap Rafli dengan begitu tajam .
'' Gak mau , ini sudah jam berapa . Lihat nanti anak-anak akan sibuk dan nanti malam gak dapat jatah . Aku gak main - main ya mas " ucap Ana benar-benar wajahnya merah padam saat ini , rasa marah dan malu menumpuk menjadi satu .
'' Iya - iya " ucap Rafli segera berpindah posisi .
Cup , satu kecupan singkat Ana dapatkan saat dirinya mulai mengomel tak menentu.
" Iihhh... jadi lengket kan " decak Ana kesal dan tanda merah tersebut tak mampu di tutupinya .
'' Jangan ngambek , tadi juga begitu menikmati nya . Besok kita coba dengan yang lain , seperti jus atau salad buah misalnya " ucap Rafli tersenyum.
" Pakai tubuh mas saja , jangan tubuhku " ucap Ana kesal .
" Ide yang bagus dan nanti kau yang akan memegang kendali " ucap Rafli serius membuat Ana enggan menanggapinya lagi .
'' Jangan lupa like dan komentarnya "
__ADS_1
Selamat membaca 😊