
Dalam dua tahun ini aku melihatnya sangat kesepian Dae Baram dan juga Hanari.Dua\-duanya tak ada yang terlihat bahagia.Ada rasa sesal di dalam hati Hanari maupun Dae Baram.
Meninggalkan Baram adalah hal yang paling Hanari sesalkan.Kehilangan sosok Hanari begitu menyakitkan hati Baram.
Pagi\- pagi buta Baram terbangun dari tidurnya karena terusik suara bising didepan pintu rumahnya.
"dok dok dok dok"
"dok dok dok dok"
suara pintu herbang rumah Baram.
"tunggu sebentar" Baram berteriak
"dok dok dok dok dok"
"ahhh kenapa pintu itu terus berbunyi"Berlari menuju gerbang.
Baram membuka pintunya dan saat itu juga matanya membelalak.Ia dikagetkan dengan sosok didepannya.
"kakak"Baram
"Biarkan aku masuk,aku sangat lelah"
__ADS_1
kata Dae hyun kakak Baram.
Baram membiarkan kakanya masuk ia membawakan air putih untuk kakaknya.
Mereka berdua duduk dibalai.
"kakak kenapa?"tanya Baram
"hei...bukankah kau seharusnya menanyakan kabar tentangku dulu"
saut Dae hyun.
"aku tau kabarmu baik"jawab Baram
sambil meninggalkan Dae hyun.
"Hei..dasar tidak tau sopan santun,bagaimana bisa nenek menyebutnya cucu yang paling baik" gumam Dae hyun.
"hei..apakah kamu tidak sekolah"menendang kaki Baram
"aaa apakah kamu tidak tahu ini hari libur"jawab Baram.
"Benarkah" Dae hyun.
Dae hyun juga langsung ikut merebahkan tubuhnya disamping Baram,ia sangat lelah setelah perjalanan panjang.
"aak a...nyamannya"Dae hyun
"kamarmu cukup nyaman"Dae hyun
"Bisakah kamu diam"Saut Baram
__ADS_1
"Baiklah" Dae hyun melirik Baram
Tak selang berapa lama mereka berdua sudah tertidur.Dae hyun memutuskan pulang agar bisa bersama dengan Baram,ia tahu Baram sangat keras kepala ia tak mungkin menuruti kemauan orangtuanya,maka dari itu Dae hyun mengalah dan pulang ke Korea.
Dae hyun merasa lega setelah melihat adiknya,Baram tak seperti yang Dae hyun bayangkan selama ini.
Sebenarnya kedatangan Dae hyun juga untuk mengajak Baram pindah kerumah baru yang telah dibeli keluarganya tujuh bulan yang lalu.Rumah itu dibeli agar suatu saat nanti jika keluarga Baram pulang ke Korea sudah mempunyai tempat tinggal.Sebenarnya jika nenek masih hidup dan juga Baram tidak seperti itu orangtuanya mengijinkan Baram tetap tinggal dirumah nenek.
Apalagi Dae hyun sangat memikirkan Dae Baram,ia bersikeras akan memberikan suasana baru untuk adiknya agar melupakan kejadian masa lalu Baram.
Satu minggu sudah berlalu,Dae hyun sangat menikmati suasana di Korea apalagi saat malam hari.Ia diam-diam mengurus surat pindah sekolah Baram.Dae hyun tau adiknya tak mungkin ikut bersamanya jika ia memberitahunya.
Baram terkejut saat ia tahu kakaknya mengurus surat pindah untuknya.Amarahnya memuncak ia pulang dengan tergesa-gesa.Baram sangat ingin melihat wajah kakaknya.
"kakak..kakak" panggil Baram
"apa?" saut Dae hyun
"Bagaimana bisa kakak?"Baram tak menyelesaikan perkataanya.
"tidak,aku tidak akan ikut kakak" Baram.
Sebenarnya Baram sedikit curiga saat kedatangan kakanya yang tiba-tiba.
"aku tidak akan keluar negeri" Baram
Dae hyun tertawa lepas Baram melihat kakaknya seperti itu ia hanya merasa bingung sebenarnya ada apa.
"Tidak,Baram a aku tidak akan membawamu keluar negeri" Dae hyun
"Lalu,ini apa" Baram menunjukkan surat pindah sekolah.
__ADS_1
Dae hyun menjelaskan dengan tenang kepada Baram ia meyakinkan adiknya untuk tetap ikut bersamanya.Sebenarnya dalam hati Baram ia takut meninggalkan tempat ini bagaimana suatu saat nanti Hanari pulang dan ia tidak ada disini.Sudah tiga hari mereka berdua seperti ini..Baram yang sangat keras kepala akhirnya luluh dengan Kakaknya.Ia tau kakaknya mencemaskannya Baram akan menuruti apa yang di katakan Dae hyun agar keluarganya lega apalagi Dae hyun yang sangat menyayanginya.