
'' Aku tak pernah meninggalkan Jodry tapi keluarga ayah mu lah yang tak merestui kami. Tanyakan pada kakekmu atau asistennya . Jika kau bilang ayahmu yang dicampakkan , itu adalah sebuah kesalahan karena nyatanya ayahmu lah yang mengkhianatiku dan kau salah orang jika menyebutku sebagai penyebab kehancuran keluarga mu . Bukan aku yang berbohong tapi keluargamu yang merekayasa cerita ini " teriak Lia lantang membuat tangan Willy ingin melayang mengenai pipi Lia yang saat ini air matanya menetes , namun sebelum tangan Willy mendarat di pipi Lia tangannya lebih dulu tertahan oleh tangan lain.
Lia menahan tangan Willy dengan penuh kekesalan . Willy sama egoisnya seperti Jodry menurutnya dan begitu keras kepala.
Willy terus saja membicarakan tentang Lia tanpa peduli dengan kebenarannya. Kakek Willy lah yang merekayasa cerita buruk tentang Lia.
'' Dan kau tau nyonya Camelia. Akulah . Akulah orang yang merencanakan penculikan atas menantu mu itu " ucap Willy membuat Lia menatapnya sengit kali ini .
'' Seharusnya menantumu itu hanya pion agar anak tersayang mu itu datang namun wanita bodoh itu menargetkan untuk melenyapkan nya karena ia begitu terobsesi terhadap putra mu. Tapi bagiku menarik jika menantu mu mati maka putra mu itu di pastikan gila " ucap Willy terkekeh.
'' Bajingan kau Willy " teriak Lia begitu nyaring hingga membuat dua bodyguard Lia hendak masuk . Seketika ke duanya terhenti saat pistol Willy menuju kearah Lia , Lia tak bergeming .
'' Kau tau , karena ulah mu putraku hampir gila . Mereka kehilangan dua bayi perempuan yang mereka nantikan kelahirannya. Kau juga telah membuat menantuku kehilangan rahimnya . Cucu-cucu ku terlantar menderita selama dua tahun. Hanya kau salah sangka padaku mengorbankan orang di sekitar ku " maki Lia terisak dengan nafas naik turun. ..
'' Kau fikir hanya keluargamu yang paling menderita . Lalu bagaimana denganku selama ini " teriak Willy .
'' Itu semua salah paham. Ceritanya tidak seperti itu Willy " tangis Lia namun jari nya mengetik pesan untuk sang anak untuk segera datang ke kantornya dan membawa polisi. Lia cukup pintar merekam semua omongan Willy tentang penculikan yang menimpa menantunya. Willy sendiri tak peduli aksinya di lihat CCTV , tujuan Willy kini membuat Lia merasa tersakiti mendengar kenyataan nya sebelum ia mengirim Lia ke liang lahat.
'' Saat aku mulai bermimpi untuk membangun keluarga yang indah. Anakmu mulai merusaknya dengan menghamili kekasihku , Bunga " ucap Willy membuat dunia Lia terasa ingin runtuh .
'' Bunga hamil '' lirih Lia .
'' Apa kau tak tau , atau pura-pura tak tau . Anak dan ibu sama saja . Sama-sama membuat masalah. Karena kau dan anakmu , aku harus menunda kebahagiaan ku bersama Bunga '' ucap Willy mulai mengarahkan pistol tepat ke dada Lia namun wanita itu sibuk dengan masalah yang menimpanya hari ini dengan air mata Lia tak berhenti mengalir.
'' Sudah cukup drama ini . Aku ingin menyudahi nya . Ucapkan kata terkahir mu . Karena kau akar dari semua permasalahan ini maka aku harus membunuh mu '' lirih Willy tak ingin di dengar dua bodygaurd yang berjaga namun pendengaran Lia masih tajam untuk mendengarkannya.
Dor....
Tanpa Willy sadari peluru dari pistolnya masuk kedalam tubuh Bunga yang saat itu memang berniat untuk masuk tanpa Bunga memikirkan keselamatannya serta anak yang dikandungnya , ia tak ingin Willy menjadi seorang pembunuh.
'' Bunga " ucap Willy melepaskan pistol nya begitu saja. Bodyguard milik Lia segera menyergap Willy , Willy tak berontak dunianya terasa berhenti melihat Bunga bersimbah darah. Sementara Lia meminta asistennya untuk menghubungi ambulans.
'' Wil , berhentilah untuk membalaskan dendam . Ini tak akan berakhir dengan indah " lirih Bunga menahan rasa sakit yang teramat . Lia menangis terisak karena meski benci bagaimanapun Bunga saat ini tengah mengandung cucunya.
'' Kau harus selamat jika ingin semua baik-baik saja. Aku sangat membutuhkan mu Bunga " Isak Willy , pria yang terlahir kali menangis saat kematian ayah dan ibunya bahkan kematian kakek dan neneknya tak mampu membuat air matanya keluar .
'' Wil , to....tolong ca....cari a...anak kita . Semua penunjuknya ada di...pon...sel " ucap Bunga dengan nafas tersengal.
'' Mama kau tak apa " ucap Rafli yang baru saja tiba tak menatap adegan begitu memilukan di sampingnya. Tak peduli kepada orang lain .
'' Dimana Ana ma " ucap Lia dan Lia baru menyadari Ana sedari tadi menghilang .
'' Mama gak tau Rafli " ucap Lia seketika cemas dan menatap Bunga kembali namun Bunga tak sadarkan diri .
'Rafli mencengkram kuat kerah baju Willy yang tengah menangisi Bunga .
''Brengsek kau . Kau lah penyebab semuanya " ucap Rafli dengan emosi yang begitu membara saat ini sementara Willy tak merespon , jiwanya kosong saat ini . Rafli memukul Willy tanpa ampun dan Lia segera melerai dengan di bantu dua bodyguard nya namun apalah daya jika Rafli bagaikan orang yang kerasukan setan.
'' Tuan , biar kami yang mengurus saudara Willy " ucap kepala polisi yang saat itu memang diperintahkan Rafli untuk datang kekantor diamond Grup . Rafli dengan mudah membuat Willy mendekam cukup lama atas kasus baru mengancam keselamatan sang mama . Willy tak dapat dihukum karena kesalahannya menculik Ana karena kejadian itu di Indonesia bukanlah Berlin . Rafli punya cara sendiri menghukumnya jika Willy telah terbebas.
'' Nak . Ayo kita bawa Bunga kerumah sakit " ucap Lia melihat Bunga semakin melemah nafasnya . Rafli membelalakkan mata tak percaya wanita yang selama ini biang masalah dalam ketenangannya ada diruang mamanya dan sedang bersimbah darah pula.
__ADS_1
'' Tadi saat Willy ingin menembak mama . Bunga tiba-tiba datang dan langsung tertembak. " ucap Lia , ia tau maksud dari tatapan putranya.
'' Maaf ma . Mama bisa meminta tolong orang lain saja . Aku kini ingin segera mencari Ana telepon ku tak diangkat oleh Ana sedari tadi " gerutu Rafli yang terlihat memang sibuk dengan keadaan saat ini sesekali Rafli mengusap wajahnya kasar.
'' Tapi nak.... " ucapan Lia terhenti .
'' Ma . Aku sibuk dan sekarang aku harus mencegah berita ini keluar atau papa akan mengetahuinya dan bisa memperparah penyakit papa " sela Rafli membuat Lia bungkam .
Sementara Ana menceritakan semua yang ia alami kepada Vini terlihat mata Vini begitu berkaca-kaca setelah Ana menceritakan semuanya jangan di tanya bagaimana reaksi Eric saat mendengarnya. Pria itu seperti kebakaran jenggot saat ini.
'' Aunty jangan menangis " ucap Ericana yang kini ikut menangis . Ericana menghapus air mata Ana sementara perasaan Ana tak dapat terlukis kan saat ini saat jemari lembut Ericana menyentuh wajahnya ...
'' Ericana bolehkah aunty memelukmu " Isak Ana entah mengapa ia ingin memeluk Ericana , sementara Ericana mengangguk setelah Vini memberikannya izin.
'' Andai Zilva dan Kanya masih hidup , pasti dia sebesar dirimu Ericana " lirih Ana mengapa ia merasa pelukan yang selama ini ia rindukan .
" Inilah ikatan batin yang tak bisa dipungkiri oleh siapapun " batin Vini . Ana tak menyadari jika Ericana begitu mirip dengannya saat kecil dulu karena hati Ana begitu kelabu saat ini .
" Vin , makasih ya sudah izinkan aku peluk Ericana " ucap Ana tersenyum seraya mengusap pipi gembul Ericana.
" Aku wanita mbak . Aku juga mengerti posisi mbak saat ini. Mbak harus sabar " ucap Vini . Terdengar ponsel Ana bergetar sedari tadi .
" Apa rencana mbak selanjutnya " tanya Vini ia siap membantu Ana sebagai sesama wanita ia tau betapa sakitnya.
" Mungkin aku akan mencoba bertahan semampuku . Suamiku mempunyai kuasa . Sungguh sulit untuk lepas darinya " lirih Ana , ia merasa tak berdaya saat ini .
" Apapun keputusan mbak aku hargai . Jika mbak butuh bantuan jangan sungkan minta bantuan padaku . Aku pasti akan membantu sebisaku . Anggap aku sebagai sahabatmu mbak " ucap Vini , ia ingin sekali berteman dekat dengan Ana sedari dulu.
" Mbak Ana . Bercerita tentang masalah kita bukanlah kesalahan selagi bercerita kepada orang yang tepat . Bercerita juga dapat mengurangi sedikit kesedihan yang kita rasakan " ucap Vini .
" Pasti mas Eric begitu bangga mempunyai istri sepertimu . Sudah muda , cantik dan punya pemikiran dewasa serta baik hati pula. Kalian pantas bahagia Vini " ucap Ana tersenyum namun Vini membalasnya dengan senyum kecut .
" Andai kau tau mbak Ana jika suamiku masih mencintaimu . Dia bilang ingin belajar mencintai ku tapi tak ada buktinya " batin Vini.
" Oh ya Vini sepertinya aku harus segera ke perusahaan mama mertua ku. Aku gak ingin mereka curiga " ucap Ana..
" Apa mbak yakin " tanya Vini memastikan .
" Yakin . Entah mengapa perasaanku tak tenang saat ini Vini " seloroh Ana sesekali tersenyum menatap Ericana yang begitu manja dengan Vini.
" Oh ya Vin kita tukaran nomor ponsel " ujar Ana dan segera mereka bertukar nomor telepon untuk bisa berkomunikasi...
" Baiklah Vini . Aku pergi dulu " pamit Ana .
" Ericana sayang. Aunty pulang dulu ya. Jadilah anak yang baik dan sayang pada daddy dan mama serta adik bayi " ucap Ana dan diangguki semangat oleh Ericana ...
" Bolehkah aunty memelukmu lagi " tanya Ana dan diangguki Ericana . Segera mereka kembali berpelukan dengan sangat lama .
Tanpa diminta Ericana mengecup singkat kedua pipi Ana membuat hati Ana berdesir hebat ada rasa yang begitu sulit ia artikan ...
" Aunty jangan menangis lagi " ucap Ericana lembut . Hatinya merasakan hal yang juga membuatnya sedih tapi bocah itu tak menyadarinya.
__ADS_1
" Andai kau bukan anak Daddy Eric dan mama Vini . Pasti aunty akan membawamu pulang " ucap Ana . Enggan sekali ia untuk beranjak jauh dari Ericana...
" Vin . Ajak lah Ericana sekali-kali main kemansionku . Aku merasa Ericana begitu istimewa " seloroh Ana...
" Ba....baiklah .... m...mbak " gugup Vini .
" Aku pergi dulu ya " ucap Ana dan Vini menariknya dalam pelukan .
" Bersabar dan kuatlah mbak . Aku yakin kau bisa menghadapi semuanya . Jangan lupa ada aku yang pasti akan membantu mbak " ucap Vini , ia tau Ana begitu rapuh saat ini meksi wanita itu mencoba menebar senyum , namun mata Ana terlihat ada sejuta luka yang begitu mendalam.
" Terimakasih sekali untuk sore ini karena mau mendengar ceritaku " ucap Ana .
" Aku pergi dulu " imbuhnya .
.
.
.......
Diamond group.
Mata Ana terperanjat kaget saat melihat mobil ambulans di depan kantor mama mertuanya .
" Astaga apa yang terjadi. Jangan-jangan mama " gumam Ana lalu melangkah masuk .
" Pak a.... " ucapan Ana terpotong karena ada sebuah tangan kekar menariknya untuk masuk kedalam mobil.
" Mas bagaimana keadaan mama " ucap Ana menahan diri sebisa mungkin untuk bersikap biasa saja.
" Mama tidak apa-apa " jawab Rafli menatap lekat wajah sang istri. Pikiran buruk melayang di kepalanya . Rafli sendiri takut jika Bunga menceritakan kejadian malam kelam itu kepada Ana tapi kenapa Ana cuek saja tak mengamuk padanya .
" Kau dari mana saja sayang . Mas mencarimu " ucap Rafli .
" A...aku... dari restaurant tadi ketemu Bunga terus makan sebentar " ucap Ana menutupi kegugupannya .
" Lalu Bunga ada cerita apa hingga matamu sembab begini " ucap Rafli menatap wajah Ana yang matanya sembab , Rafli mengenali mata indah itu .
" Jadi begini mas ceritanya " ucap Ana mulai mengarang cerita yang ia buat-buat untuk di jelaskan kepada suaminya .
" Apakah aku harus percaya . Tapi jika Ana mengetahuinya pasti saat ini kata cerai yang dipinta dariku . Oh Tuhan aku tak sanggup bila di berikan ujian untuk berpisah darinya " batin Rafli .
Benda pipih Rafli berbunyi membuat Ana selamat dari pertanyaan Rafli berikutnya . Ana berniat menjaga jarak duduknya namun tangan Rafli segera merangkul pinggang ramping sang istri.
" Jangan jauh-jauh " bisik Rafli membuat Ana tersenyum masam . Ingin sekali Ana menangis dan mencabik Rafli saat ini namun sayang ia tak bisa melakukannya . Ingin sekali juga Ana pergi dari Rafli namun hatinya begitu berat meninggalkan sang suami apalagi Rafli akan melakukan apapun untuk menahan Ana disisinya.
" Sampai kapan aku sanggup menahan sakit hati ini ya Tuhan . Apa aku harus ikut saran Vini untuk memastikan Bunga hamil anak suamiku atau tidak karena jauh sebelum kejadian itu Rafli melakukan vasektomi itu tapi jika itu anak suamiku bagaimana . Di surat itu terlihat jelas jika Rafli melakukannya karena mabuk... aakrrrgghh " batin Ana dilema.
" Jangan lupa like dan komentarnya "
Selamat Membaca 😊
__ADS_1