
" Pergi , menjemput Dewa di sekolah " ucap Abdi ketus , ia akan benar-benar memarahi Rafli habis-habisan hari ini..
'' Pa , aku.... " ucapan Rafli terhenti karena sang papa sudah menyemburkan bisa nya.
'' Kau melarang cucuku untuk sekolah di luar sana , itu sama saja kau melarangnya untuk mengenal dunia luar. Kau ingin membuatnya cukup home schooling saja. Kau sama saja merebut masa kecilnya yang bahagia. Kau membunuh kebahagiaannya Rafli. Dewa bercerita padaku betapa ia ingin sekolah , ingin belajar dan bermain bersama temannya.. Orang tua macam apa kau " bentak Abdi .
'' Apa aku dulu melarang mu untuk bersosialisasi di luar sana , tidak bukan " imbuhnya .
" Tapi aku punya alasan pa " jawab Rafli.
'' Apa guna orang kepercayaannya mu dan bodyguard mu yang melebih satu batalyon itu. Jika kau masih saja takut melepas keluarga mu keluar. Semakin kau takut , semakin kuat musuhmu mencari titik kelemahanmu " ucap Abdi membuka jalan fikiran anaknya yang terlihat seperti seorang mengidap paranoid.
'' Aku tidak ingin **ke**jadian yang dialami kakek terjadi padaku ' batin Rafli , ia tidak mungkin mengatakannya dengan gamblang.
" Percayakan pada papa , jika perlu papa akan mengutus anak paman Joe langsung untuk menjaga Dewa " ujar Abdi.
" Tidak perlu pa " jawab Rafli..
" Beri aku untuk berfikir pa. Aku butuh bantuan papa untuk mencari orang hebat untuk melindungi keluargaku " ucap Rafli lirih .
" Apa yang terjadi . Jika kau meminta Devan atau Jimmy , mereka pasti punya banyak anak buah yang handal dan setia " ujar Abdi .
" Alexa dan satu orang sahabatnya saja cukup menjaga Dewa jika diluar " imbuhnya..
" Aku tidak mau papa menyebut mereka lagi. Terutama Alexa dan Jimmy " ucap Rafli tegas..
'' Kenapa dengan mereka terutama Jimmy ... Kenapa dia " tanya Abdi ... Rafli pun menjelaskan semua sesuai dengan pemikirannya sendiri tapi Abdi tak percaya begitu saja . Ia langsung memerintahkan Jimmy dan juga Alexa untuk menemuinya sekarang juga tidak peduli Rafli menatapnya dengan sinis.
Sementara Ana berjalan menuju taman belakang terlihat Arjuna sedang disuapi makan oleh seorang gadis muda .
'' Bunda " ucap Arjuna segera turun dari pangkuan wanita tersebut.
'' Nyonya muda '' ucap nya sopan.
'' Terimakasih sudah memberi makan anakku " ucap Ana tersenyum.
'' Oh ya ... Kenalkan aku Ana dan kau siapa " tanya Ana .
'' Sa...saya Bunga " jawab Bunga gugup. Ia kira menantu kesayangan keluarga Wijaya itu sombong seperti yang banyak ia dengar dari luar.
" Bunga ... Nama yang cantik seperti pemiliknya " puji Ana makin membuat bunga salah tingkah.
'' Kenapa gugup... Apa aku terlihat menakutkan " tanya Ana diselingi senyum manisnya yang sengaja ia berikan agar gadis cantik disampingnya tidak gugup.
'' Ti...tidak nyonya " jawab Bunga .
'' Hei bunga tatap aku " ucap Ana.
'' Aku tidak seperti yang kau fikirkan bunga " imbuhnya dan perlahan bunga menatap Ana.
'' Apa aku terlihat menakutkan " ucap Ana dengan menunjukkan wajah sok imutnya.
'' Tentu tidak nyonya muda " sahut bi Jum.
'' Ah bibi ternyata disini '' ucap Ana tersenyum.
" Iya nona ... Selama nona pergi dan tuan ... Bibi disini untuk menjaga den Dewa dan Arjuna " jawab Bi Jum.
'' Dan kenalkan ini Bunga anak saya non " ucap bibi sopan.
'' Bi , kami sudah kenalan tapi kelihatannya anak bibi takut denganku " ucap Ana terkekeh.
'' Maklum nona . Mungkin ia mengira nona itu orang yang sombong dan arogan. Maklum saat pertama kami ke kota ini banyak sambutan tak enak ia terima sebelum nyonya Lia memungut kami di jalan '' lirih bi Jum.
'' Bibi jangan sedih dong ... Aku merasa bersalah nanti. Lihatlah wajah Arjuna sudah mendung '' ucap Ana membuat Bi Jum berubah wajahnya untuk ceria di hadapan Arjuna. Arjuna bocah yang cukup perasa.
'' Bunga ... Jangan anggap ada batasan antara aku dan dirimu. Aku bukan orang yang seperti dalam pemikiran mu . Aku juga berasal dari orang yang tidak berada namun takdir membawa ku bertemu dengan suamiku. Bisa di bilang aku beruntung mendapatkannya. Usiamu di bawah adikku Rahma dua tahun dan panggil saja aku kakak atau mbak '' ucap Ana ...
'' Bolehkan begitu nyonya ...eh nona '' ucap Bunga berbinar , mempunyai seorang saudara adalah harapannya.
'' Ya ... Anggap aku kakak perempuan dan anggap suamiku kakak lelaki mu '' ucap Ana tulus dan membentangkan tangannya secara otomatis Bunga memeluk Ana tanpa segan. Arjuna yang melihat bundanya di peluk orang lain yang bukan ayah dan abangnya langsung menangis kejer ternyata bocah itu cukup posesif seperti sang ayah .
'' Ah... Ternyata Arjun mau dipeluk juga '' kekeh Ana dan Bi Jum menatap putrinya bahagia saat memeluk Ana . Bi Jum tak menyangka jika Ana mau menganggap anak tanpa kasih sayang seorang ayah itu saudaranya .
__ADS_1
" Jika saja saudara tirimu mau mengakui mu sebagai saudarinya pasti rasanya lebih bahagia. Nona Ana yang orang lain saja mengaggap mu saudaranya .. Semoga kebahagian selalu menyertai kalian " batin Bi Jum.
" Lihat mas . Anak kita. Kau kemana , setelah penolakan anakmu kini kau hilang tanpa tau dimana rimbanya. Apa kau bahagia atau tidak baik-baik saja " batin Bi Jum sedih.
" Andai aku tak terjebak mulut manis mu ... Aku tidak mungkin mau menikah dan hamil anakmu... Ternyata kau telah punya istri. Kami hidup dalam kesusahan saat itu kau tak peduli "' imbuhnya.
" Nona , kalian ngobrolah dulu. Kelihatannya den Arjun mengantuk . Biar saya tidurkan " ucap bi Jum.. Sebenarnya Ana ingin menidurkan Arjuna tapi ia ingin agar bunga dekat dengannya sebagai semana mestinya adik dan kakak membuatnya memilih mengobrol bersama bunga.
" Semoga saja kau tidak bar-bar seperti Rahma " batin Ana. Sedangkan Rahma kini sedang bersin-bersin di dalam kamar mandinya.
". Siapa yang mengumpat ku ... Pasti si Jimmy atau kakak ipar " gerutu Rahma.
Saat Ana asyik mengobrol dengan Bunga , tapi suasana berbeda saat diruang keluarga . Terlihat ketegangan semakin memanas saat Lia dan Dewa kembali. Rafli berniat mengambil Dewa namun bocah itu tidak mau memilih menuju kamarnya . Rafli yang hendak melangkah mengejar Dewa segera di halangi Abdi.
" Apa yang kalian lakukan . Dia anakku " ucap Rafli menahan emosi nya.
" Seharusnya mama yang bertanya ... Dewa hanya ingin sekolah diluar kenapa kau begitu melarangnya. Lihat ,bahkan Dewa menolak kau sentuh " ucap Lia marah .
" Apa kalian tak mengerti keadaan " ucap Rafli
" Keadaan yang seperti apa maksudmu Rafli " ucap Lia meninggikan suaranya , mungkin terlalu banyak lalapan daun pucuk ubi membuat tensinya naik . Dasar bi Jum , kalau masak sambal terasi dan lalapan lainnya selalu membaginya dengan mama Lia yang hobi makan itu .
" Ingat Rafli . Mama dan papa telah menuruti mau mu. Maka jangan kau egois juga untuk merampas kebahagian masa kecil Dewa . Dewa cucu kami jadi kami juga berhak menentukannya " ucap Lia tegas.
" Jangan kau menyesal jika Dewa menjauhi mu nanti . Ingat , cukup kau melakukan kesalahan saat Dewa dalam kandungan Ana . Jangan lakukan lagi kepadanya . Atau kau benar akan menyesal " ucap Lia dingin.
Rafli mengacak rambutnya pusing ... Ia merasa tidak ada yang mengerti dirinya membuat Lia membantu Rafli mengacak rambutnya hingga akhirnya penampilan pria sejuta pesona itu jadi berantakan .
" Siang .... Om dan Tante " sapa Jimmy dan Alexa . Mata Rafli memerah saat melihat mereka bagai Torero yang akan ia ajak bertarung.
" Mau apa kalian kesini " sarkas Rafli .
" Kita bicara keruang kerja papa " ucap Abdi dan melirik sekilas anak buahnya.
" Pa , apa yang kau lakukan " ucap Rafli karena tangannya kini di borgol. Hal itu juga membuat Jimmy , Alexa dan Lia kaget akan kelakuan Abdi. Abdi mengambil pistol yang diselipkan Rafli dibalik kaosnya.
" Jangan bertindak bodoh Rafli " ucap Abdi dan segera menuju ruang kerjanya di ikuti lainnya.
Jimmy menjelaskan semua sesuai dengan fakta alasan kenapa ia membantu nona mudanya itu. Lia tersedak minumannya saat Ana mengancam Jimmy dengan hal yang begitu cukup mengerikan baginya sementara Rafli tidak percaya jika wanitanya mengancam seperti itu pada Jimmy.
'' Ma , aku bisa diabetes " umpat Rafli.
'' Rafli diamlah , atau peluru nakalmu ini akan menembus mulutmu " ucap Abdi karena suara bising Rafli seperti angin ribut.
'' Alexa . Aku ingin dengar penjelasanmu kenapa kau membantu menantu ku bertemu dengan Eric " ucap Abdi.
'' Jangan sebut namanya pa " marah Rafli.
Bug... pistolpun melayang tepat di kening Rafli membuat pelipisnya sedikit berdarah. Amarahnya yang ia tahan tadi akhirnya sedikit meledak juga.
'' Aku ayah mu Rafli .... Bisakah kau diam. Aku merasa malu menjadi orang tua mu untuk saat ini. Kau semakin menikah semakin bodoh. Seharusnya aku tak merestuimu dengan Ana . Lihat , Ana itu kelemahanmu " ucap Abdi mengeluarkan uneg-unegnya dan Alexa pun terperangah akan hal itu.
Sejujurnya Abdi telah menyiapkan jodoh untuk Rafli sedari SMA namun Rafli yang bersikeras akan cintanya membiarkan Rafli menjalin hubungan dengan Ana. Namun Abdi tidak mengharapkan pernikahan itu terjadi dan terbukti hasilnya seperti ini. Abdi menyukai Ana untuk menjadi menantunya namun ia ada rasa cemas kepada anaknya karena Ana poros kehidupan bagi Rafli , jika Ana terluka itu akan membuat Rafli yang merasakan sakitnya karena Ana dunianya. Abdi tak punya pilihan saat Rafli menolak menikah dengan wanita lain bahkan Rafli mendirikan perusahaan cukup berkembang pesat apalagi pengaruh nama Wijaya di belakangnya , padahal saat itu Rafli lupa ingatan namun ingatannya kembali dan berhasil mengingat Ana . Disitu Abdi dapat melihat betapa besar cinta Rafli kepada Ana , bahkan Rafli baginya sebagai orang ketiga dalam hubungan Ana dan Eric. Namun apa beda dengan Abdi yang cukup egois melamar Ana yang menjadi mantunya demi anak kesayangannya ini.
'' Pa . Kau mau membunuh anakku " ucap Lia air matanya menetes saat darah dari kening Rafli ikut menetes.
'' Bawa keluar dan obati dia " ucap Abdi dingin...
'' Ayo Rafli " ucap Lia memapah sang anak.
'' Jangan berfikir sekalipun memisahkanku darinya pa. Atau aku kan menghancurkan semua " ancam Rafli.
'' Dasar anak durhaka ... Siapa yang akan memisahkan mu darinya . Yang ada papa akan membantu mu untuk melindunginya " ucap Abdi.....
'' Kalau tidak kau bisa gila nanti, bagaimana dengan cucuku nanti '' gumamnya.
Rafli dibawa Lia keruang keluarga dan segera mengobati luka sang anak. Seperti anak kecil , Rafli menjerit sakit saat di obati Lia membuat Lia jengkel dibuatnya. .
'' Mama panggil Ana saja " ucap Lia.
'' Jangan ma " cegah Rafli .
'' Bunga dimana menantuku " tanya Lia..
__ADS_1
'' Sedang memasak makanan buat den Dewa nya " jawab Bunga sopan.
'' Kamu sini " ucap Lia dan Bunga menghampiri .
'' Kamu obati lukanya bila perlu colok sekalian " ucap Lia..
'' Saya akan pergi melihat Ana ... tidak itu lagi hamil tidak boleh kelelahan " gerutu Lia.
Deg .
Jantung Bunga berdetak kencang ternyata pria yang berhasil mencuri hatinya itu adalah suami dari Ana , seseorang yang menganggapnya sebagai saudara. Pupus sudah harapan bunga untuk menggapainya , baru saja ia menyusun rencana untuk mendapat kan Rafli namun hal itu ia urungkan mengingat kebaikan Ana yang begitu tulus padanya.
'' Aku bisa mengobatinya sendiri. Teruslah melamun seperti itu " ucap Rafli namun bagi Bunga itu sindiran baginya karena hanya melamun tak menjalankan perintah.
'' Maaf tuan biar saya obati " ucap Bunga.
'' Jangan pernah coba menyentuhku . Haram bagiku disentuh wanita lain " bentak Rafli saat baru saja tangan bunga hendak mengoles luka Rafli . Suara amarah Rafli membuat Ana segera menghampiri suaminya itu.
'' Ada apa mas " tanya Ana.
'' Ana obati luka mas '' pinta Rafli dan diangguki Ana.
'' Bunga , pergilah biar aku yang mengobatinya " ucap Ana dan diangguki bunga.
'' Sombong banget jadi cowok , sayang sekali kamu kenyataanya suami kakak angkatku .. Jika tidak aku akan membalas dendam padamu. Mengataiku haram , seolah aku ini najis " umpat Bunga ,ia membenci kata haram karena ia merasa haram itu takdirnya.
" Kenapa pelipismu terlihat koyak begini mas " ucap Ana sedih.
" Biasa berantem dikit dengan para pengkhianat " ucap Rafli.
" Aku minta maaf itu semua salahku. Jangan hukum. mereka . Kalau mau hukum aku saja " ucap Ana seraya mengobati luka Rafli..
" Aku akan menghukum mu nanti tapi jangan menolak " ucap Rafli membuat Ana menatapnya sebal..
" Dengan syarat " ucap Ana.
" Kenapa gitu . Mas Disini korbannya . Kenapa mas harus menuruti syarat darimu " protes Rafli.
" Bujuk Dewa untuk berbicara dengan mas. Minta maaflah padanya " ucap Ana , ia ingin. hubungan anak dan ayah itu membaik
" Baiklah mas akan coba " ucap Rafli.
.
.
.
Italia
Ketegangan kembali terjadi saat Eric kekeh menolak perjodohan.
" Jadi mau mu apa... Apa kau ingin melajang seumur hidupmu " tegas Teguh.
" Pa , jangan paksa aku menikah dengan orang yang gak aku cintai. Dulu mama sekarang papa " jawab Eric memendam rasa sedihnya .
" Kau harus bahagia Eric. Ana memintamu mencintai wanita lain dan hidup bahagia " ucap Sasa sendu.
" Apa kamu berhadap Ana bercerai dengan Rafli lalu kau menikahinya " sindir Teguh .
" Jika itu bisa kenapa tidak pa. Jangan paksa aku untuk menikah dengan siapapun. Biarlah ini berjalan dengan sendirinya . Untuk penerus kalian sudah memiliki Excel dan mbak Tasya ada anak. Jangan terlalu pusing memikirkanku " ucap Eric serius , niatan untuk cepat menikah belum ada saat ini.
" Papa memberimu waktu satu tahun lagi. Cari wanita dengan serius . Cinta akan datang karena terbiasa dan yang penting niatmu membuka hati untuk wanita lain " tegas Teguh meninggalkan Eric .
" Mama harap kau ikuti ucapan papa. Jika mama dan papa tiada , siapa yang akan merawatmu nak. Lupakan Ana , dia yang pinta dan ia ingin kau bahagia. Mama mohon nak , untuk terkahir kalinya saja. Berhenti memikirkan Ana karena ia belum tentu memikirkanmu bahkan bisa di katakan tidak. Mama mohon , belajarlah mencintai wanita lain " Isak Sasa. Eric pemuda yang begitu tampan dan memiliki wajah imut membuat nya tetap awet muda sama seperti sepuluh tahun yang lalu , wajah Eric tak ada perubahan meski dengan bertambahnya usia..
" Apa benar kau tidak memikirkanku Ana ... Walau sedetik pun . Aku disini menunggumu Ana , tidak tau sampai kapan . Keberadaanmu disisi Rafli membuatku juga menjagamu dari jauh . Aku selalu mendoakan kebahagian kalian Ana . Aku akan menikah cepat jika denganmu tapi jika dengan yang lain , aku butuh waktu meski harus menghabiskan seumur hidupku " gumam Eric .
Jangan lupa like dan komentarnya ya ..
Jika di novel lain ceweknya banyak tersakiti di novel ini agak beda. Aku gak seneng aja , klo wanita selalu teraniaya meski novel seperti itu sangat laris ya ... Namun ada saatnya itu terjadi , klo itu terjadi bakal mendekati tamat... Namun demi harkat dan martabat wanita apalagi istri sah , aku akan membaut Ana bahagia di endingnya gak tau mau sama Rafli atau Eric atau pemeran baru.... lihat saja lah...
Maaf jika ceritanya gak sesuai ekspektasi kalian nanti namun itulah ceritanya ...
__ADS_1
Selamat membaca....😊