
Italia.
Kehidupan Eric kini di penuhi dengan Belle yang selalu menjadi bayangannya , membuat Eric merasa jenuh dan tertekan .
" Aku tidak bisa melanjutkan hubunganku dengan Belle pa " ucapnya lelah .
" Kenapa , Belle itu gadis cantik dan baik " ucap Teguh.
" Memang Belle cantik dan baik , tapi ia terlalu egois . Ia selalu mengaturku dalam hal apapun . Aku merasa gak punya privasi lagi " keluh Eric.
" Bicarakan baik - baik agar ia bisa mengerti " saran Teguh.
'' Aku sudah bicara baik-baik padanya namun ia enggan untuk mengerti . Awalnya aku kagum padanya meski belum mencintainya , berharap dengan menjalaninya cinta itu bisa tumbuh namun kenyataannya semua ini membuatku tersiksa bahkan kini aku malah jijik dengannya " ketus Eric ....
'' Jika sudah begitu. Terserah kau saja. Kau yang menjalaninya Eric " ucap Teguh.
" Tapi papa berharap kau mau memberinya satu kesempatan lagi dan itu tidaklah buruk . Bahkan ia begitu sayang dengan Excel , mungkin sifatnya karena orang tuanya begitu memanjakannya. Apa kau tak iri dengan Tasya kini telah hidup bahagia " imbuhnya .
'' Mana mungkin aku akan menikah dengan gadis manja seperti Belle " gumam Eric meninggalkan ruang karja papanya menuju ruangannya saja...
Ceklek
'' Hai baby " ucap Belle manja dan duduk di pangkuan Eric dengan pakaian sexy dan mencium bibir Eric dengan rakus.
'' Turunlah , aku sedang serius Belle dan ini kantor " Bentak Eric karena Belle mencoba selalu menggodanya , bagaimanapun Eric pria normal namun ia tak ingin melakukannya karena belum ada ikatan pernikahan.
'' Kau jahat sekali padaku sekarang baby " ucap Belle kesal seraya menghentakkan kakinya.
'' Lihatlah , model seperti ini ingin menjadi istriku . akan seperti apa keturunanku. Ia lebih buruk dari pada Laurent . Jika bukan karena papa nya memintaku menerimanya , tak kan sudih. Oh Tuhan berilah kebahagian untuk diriku sendiri " batin Eric kesal melihat Belle yang sesukanya datang dan pergi begitu saja dan suka mengatur.
" Hallo ma " jawab Eric menerima telepon Sasa.
" Lihatlah , ia sesibuk apapun untuk keluarganya selalu ada dan untukku susah sekali... Akan ku buat kau mencintaiku Eric " batin Belle , ia ingin Eric jadi pasangannya karena Eric begitu di gilai banyak wanita karena Eric tampan dan juga tajir. Belle sudah merayu dengan tubuhnya namun Eric selalu berusaha menghindarinya .
" Ya ma , aku bisa jemput Excel sekarang mama tenang saja . Aku juga ada mau ambil berkas di rumah " jawab Eric lalu mengakhiri telepon.
Ia membereskan pekerjaannya sejenak karena akan menjemput Excel dan makan siang bersama .
" Kau mau disini atau ikut denganku menjemput Excel " tanya Eric .
" Baiklah aku ikut " jawab Belle manja.
Didalam perjalan menuju restaurant terjadi obrolan hangat antara Excel dan Belle meski obrolan itu terjadi karena Belle yang selalu sibuk berbicara.
Para wanita tersenyum kepada Eric karena Eric selain di kenal dengan hasil seni serta pewaris Permana , Eric sendiri kini menjadi seorang brand ambassador sebuah merek parfum pria karena di dirinya memiliki basis massa yang mampu menarik nilai beli masyarakat.
Situasi ini membuat Belle mengeratkan genggamannya menandakan bahwa pria ini milikku...
Eric memakan makanannya dengan tenang tanpa peduli yang lainnya kecuali Excel . Excel sendiri kini menjadi anak ceria dan juga pandai karena Eric dan Laurent memberinya kasih sayang dengan cara yang berbeda.
Kini Eric telah tiba di mansion orang tuanya , ia segera memasuki ruangan kerja papanya namun berkas itu tak di temukan dan ia baru teringat jika papanya bilang berkasnya ada di laci kamar. Ia berjalan menuju kamar orang tuanya sekilas melihat Excel sedang menggambar di temani Belle.
'' Di laci yang mana '' terlihat banyak laci di lemari kamar itu . Eric pun membuka satu persatu ...
'' Apa yakin papa menaruh nya disini " gerutunya karena tak menemukannya....
'' Apa ini " tanpa sengaja Eric melihat potongan foto dirinya saat masih kuliah di Indonesia...
" Kenapa seperti dipisahkan fotoku " batinnya membuat penasaran menyeruak begitu saja. Niatnya hanya mencari berkas membuat Eric mengobrak gabrik isi lemari dengan hati - hati...
" Wanita itu " ucapnya terbelalak saat melihat wajah yang sama persis seperti wanita yang beberapa bulan lalu di pikirannya.
Ia segera menyatukan foto yang tergunting itu dan matanya tambah tak percaya dengan saat melihat foto mesra saat di gabungkan dua foto tersebut.
" Apa yang di sembunyikan mama dan papa akan foto ini .... Siapa wanita ini , bila ia pacarku kenapa ia telah menikah dengan pria lain. Tapi aku tak mengingat apapun tentang wanita ini. Baiklah aku akan menyelidikinya karena bertanya pada mama dan papa terasa percuma " batin Eric , ia segera memfoto foto Ana dan dirinya lalu foto yang telah tercetak ia kembalikan ke tempat semula.
" Baby kau lama sekali " ucap manja Belle sambil merangkulnya namun Eric segera menepisnya ia berjalan mendekati Excel dan ia menawarkan Excel untuk kekantor bersama namun ia menolak dan akhirnya Excel memilih di rumah di temani para pelayan dan bodyguard saja.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Eric selalu diam dengan pemikiran yang bercabang-cabang. Ia menampik keras jika wanita di foto itu bukanlah wanita yang tengah hamil itu meski wajahnya begitu serupa....
.
.
.
Hari-hari telah berlalu dan kini Eric beserta Excel tiba di Indonesia , selain ada urusan bisnis , Eric mengantarkan Excel menemui Laurent karena memang jadwal Excel bertemu ibunya...
" Ric , kenapa kau begitu kusut " tanya Laurent saat mereka usai makan siang bersama...
" Tidak ada " ucap Eric datar terhadap mantan istrinya yang kini menjadi sahabatnya.
" Apa ada masalah dengan perusahaan " tanya Laurent.
" Tidak , hanya saja aku banyak fikiran " jawab Eric.
" Katakanlah , siapa tau aku bisa membantu mu " ucap Laurent tulus.
" Tidak usah , ini bukan masalah yang besar " tolak Eric.
" Baiklah , aku tidak akan memaksa " jawab Laurent tersenyum .
" Angga dan Tio aja tidak ku beri tahu ....apalagi dirimu... Maaf Laurent . Aku akan mencari tau tentang wanita itu dengan caraku . Tapi entah mengapa orang-orang ku begitu sulit mencari keberadaan nya " batin Eric .
.........
Sementara di RA group Rafli sedang rapat dengan dengan bagian pemasaran mengenai produk mereka , sedikit mengalami kendala saat model pilihan mereka protes akan upah yang di rasa Rafli sudah sangat tinggi ia membayarnya , namun hal dapat selesai dengan singkat saat Jimmy mengancam akan memutus kontrak kerja mereka. Harapan model itu pun pupus untuk bisa bertemu dengan Rafli mencari keberuntungan jika Rafli tergoda.
Ana yang sedari tadi menghubungi Rafli namun tak kunjung di angkatnya , dan menghubungi Jimmy pun sama . Hingga akhirnya ia menghubungi Dewi namun hasilnya juga sama karena Dewi akan menyiapkan bahan yang akan di bahas dengan perusahan Delta milik Keluarga Viona . Mereka akan mengadakan rapat sekaligus makan siang ..
'' Ya sudah lah . Aku kirim pesan aja sama mas Rafli " gumam Ana , karena para sahabatnya telah menunggu lama di sebuah restaurant .
'' Ayo Dewa " ucap Ana . Karena ia akan mengajak Dewa jalan-jalan ke mall , karena statusnya anak sultan yang di jaga begitu ketat membuat Dewa bahagia bisa merasakan langkah kakinya di mall.
'' Dewa gak mau , nanti ayah marah sama bunda " ucapnya polos .
'' Tenang saja , bunda sudah minta izin dengan ayah. Kita akan ajak aunty Alexa dan lainnya nyalon setelah kita ketemu teman - teman bunda dan kita makan siang di luaran ya " ucap Ana membuat Dewa makin antusias.
Tiga bodyguard wanita mengikuti langkah Ana dan juga Dewa , mereka tidak membantah karena selama ini Ana keluar sudah mendapatkan izin dari Rafli. Ana juga keluar tidak melakukan penyamaran hanya kacamata yang bertengger di hidung mancung milik Dewa dan juga Ana , sementara tiga bodyguard juga tak berpakaian khusus mereka menjelma menjadi warga biasa , itulah saran Abdi saat Ana ingin keluar tanpa perlu mengosongkan sebuah mall atau tempat manapun dan di setujui oleh Rafli meski pria itu selalu di hantui rasa khawatir meski bodyguard terbaik dan pengawal bayangan selalu berada dekat istrinya. Namun kali ini Ana keluar demi menemui sahabatnya dan tentu untuk membuat Dewa merasa bahagia .
'' Bahagialah sayang anak bunda , kau akan tau mall itu seperti apa... Maafkan aku mas Rafli , Dewa juga butuh mengenal yang lain " batin Ana. Ia tidak mau Dewa merasa tidak tau dunia luar karena begitu ketat sang ayah menjaga keselamatannya . Meski Rafli memberikan fasilitas yang terbaik untuk anaknya namun Dewa juga butuh teman bermain , selama ini Dewa bermain dengan orang dewasa dan membuat pola pikirnya seperti orang dewasa , saat bersama Jeje dan Yun me saja ia menjadi sosok anak kecil yang ceria .
Mall
Terlihat senyum bahagia terlukis indah di wajah sempurna Dewa. Ia bersemangat menarik tangan sang bunda saat melihat wahana bermain anak dengan banyak anak disana .
" Dewa mau kesana " tanya Ana , ia berjongkok di hadapan putranya.
" Ia bunda , Dewa mau . disana banyak teman-teman " jawab Dewa.
" Tapi temani bunda bertemu sahabat bunda dulu ya " ucap Ana membuat Dewa mengangguk meski ia kecewa.
" Bunda janji , setelah kita makan siang dan istirahat sejenak kita main ke wahana itu " ucap Ana membuat Dewa kembali ceria ia mencium pipi sang bunda.
" Dewa sayang bunda " ucap Dewa.
" Bunda lebih dan lebih sangat menyayangi Dewa " ucap Ana .
Ana dan Dewa menuju restaurant dimana para sahabat Ana menunggu dan menggoda Ines yang membawa kabar mengejutkan.
Para bodyguard siaga duduk di meja masing-masing dekat di salah satu ruang VIP di restaurant yang telah di pesan oleh Ines agar obrolan mereka bisa leluasa ...
'' Maaf buat kalian menunggu lama " ucap Ana cipika cipiki dengan sahabatnya...
'' Hai calon menantu aunty " ucap Tiara yang kini mengelus perutnya yang masih rata itu .
__ADS_1
'' Kau ini , emang yakin anakmu perempuan... Kalau laki-laki gimana " tanya Intan ia melihat ekspresi tak suaka Dewa.
'' Ya buat lagi hingga punya perempuan " ucapnya enteng.
'' Lo sama seperti Rafli , ngerasa punya anak gampang... Lo belum ngerasain kan melahirkan " ucap Ayu dan ia tersenyum kikuk saat Dewa menatapnya berbeda.....
'' Sudah jangan ribut , aku gak akan memaksa Dewa menikah dengan siapa . Asal ia bahagia dengan pasangannya aku juga akan ikut bahagia , selagi seiman dan berbudi pekerti yang baik " ucap Ana tegas dan mereka terdiam .
'' Eh mana Arjuna kita Ana " tanya Intan...
'' Di bawa sama Rahma untuk main kerumah bapak dan ibu " jawab Ana dan diangguki mereka semua...
Mereka begitu asyik bercerita tentang Ines dan juga Darwin yang akan segera melangsungkan pesta pernikahan di Belanda dan seluruh sahabat Ines akan datang tapi belum bisa di pastikan untuk Ayu yang mempunyai anak kecil dan tugasnya tak bisa di tinggalkan . Mereka juga membahas Luna sahabat mereka yang menghilang bak di telan bumi dan sesekali menyesap minuman mereka , namun berbeda dengan pria disamping Ana , yang tadi duduk manis berubah menjadi cemberut karena tidak suka dengan suasana seperti ini meski banyak makanan di hadapannya...
'' Bunda " rengek Dewa ...
'' Ada apa sayang " ucap Ana.
'' Dewa bosan " ucap nya...
'' Maafkan aunty ya sayang " ucap Ines , karena pertemuan ini ia yang meminta.
'' Kita pesan makan ya " imbuhnya dan di angguki Dewa , meski makanan di hadapannya masih banyak namun ia menginginkan makan nasi lalu segera pergi ke area bermain yang ia impikan tadi. Dewa anak yang cerdas , untuk tata krama saat di meja makan , saat orang tua mulai menyantap makanannya membuat ia baru menyentuh makanannya , ia juga tak bicara saat makan begitu menikmati makanan di hadapannya , menghargai apa yang ia makan meski rasanya tak seenak buatan bundanya yang jago masak , menggunakan garpu dan sendok dengan benar hal itu di ajarkan langsung oleh keluarganya .
'' Menantu idaman " batin Tiara memperhatikan cara menyuap Dewa , hingga mengunyah serta cara meletakkan garpu dan sendok usai makan dan juga gestur duduknya Dewa...
" Iisstt auuww" desis Tiara saat kakinya di tendang Ana dari bawah meja . Ana memberi lirikan agar tak menatap putranya dan Tiara mengerti saat tatapan Dewa tak bersahabat dengannya ternyata Dewa melirik sekilas saat Tiara sahabat bundanya memperhatikannya.
Seusai makan akhirnya Ana dan Dewa permisi lebih dulu untuk beranjak dari sana dan beruntungnya para sahabat Ana mengerti perasaan Dewa yang begitu tertarik ingin mengelilingi mall dan mencicipi wahana bermain....
Dewa bertanya banyak tentang Ana hal yang tidak ia ketahui , hingga membeli makanan yang tak pernah ia cicipi selama hidupnya....
Dewa berbinar saat Ana membeli tiket dan koin untuk Dewa bermain , tentu saja Dewa mengajak Alexa saat bundanya menolak di ajak bermain .
'' Apa kaki kalian tidak patah dari tadi berdiri " ucap Ana , mulutnya hampir lelah saat memerintahkan bodyguard nya itu untuk duduk...
'' Aku akan menelepon suamiku jika kalian tidak duduk " ancam Ana karena kebetulan sang suami meneleponnya karena ia baru saja membaca pesan Ana.
Kedua bodyguard saling melirik dan segera duduk di samping Ana meski masih menjaga jarak.
'' Aduh. Mas Rafli marah gak ya .... aku membawa Dewa keluar tanpa ia menjawab untuk mengizinkan nya " batin Ana , terlihat Rafli meneleponnya tanpa henti .
Sementara Rafli mondar mandir menggerutu kesal saat Ana tak kunjung mengangkat telepon suaminya.
" Sial , ini gara-gara Viona . Pakai ajak makan siang segala " batin Rafli mengumpat orang lain..
" Ada apa Rafli " tanya Yul karena ia ada janji temu dengan Rafli..
" Ana dan Dewa pergi ke mall dan dia izin padaku tapi aku belum mengizinkan dan sekarang Ana tidak mengangkat teleponku " ucap Rafli tetap pada aktivitasnya.
" Kenapa kau tidak telepon pada bodyguard nya saja " seloroh Yul.
" Astaga aku lupa. Terimakasih " jawab Rafli ia tak berfikir kesana.
" Tapi aku akan hubungi istriku sekali lagi " imbuhnya.
" Benar. Jika berurusan dengan istrinya Rafli menjadi pria bodoh " batin Yul ternyata cerita istrinya sebuah aib yang benar.
" Ana " ucap Rafli menggelegar membuat Ana menjauhkan handphone dari dekat telinganya .
* Selamat membaca *
Mohon maaf jika masih sering typo , apalah author hanya manusia biasa jadi masih sering salah.
Terimakasih untuk kalian yang udah komentar dan like ....
Jangan lupa like dan komentar ....
__ADS_1