Takdir Cinta

Takdir Cinta
Hamil


__ADS_3

Kini Jimmy dan Rahma sedang berbulan madu di berbagai negara , tentu negara fashion yang di pilih Rahma dan Jimmy yang kurang suka jalan-jalan tak penting mengikuti langkah kaki sang istri.


.


.


.


Ana sedang mengurus kedua baby nya dengan di bantu bi Jum serta di temani Alexa . Sedangkan Rafli sedang berada di perusahaan dan terlihat begitu sibuk beberapa minggu kedepan untuk mencari pengganti posisi Bu Boli yang akan naik menjadi sekretaris kantor menggantikan posisi Zizi yang menggantikan posisi Jimmy satu bulan yang akan datang dan seterusnya ...


Banyak lamaran pekerjaan yang masuk berniat untuk bekerja disana , baru dua hari disiarkan namun sudah ratusan orang yang melamar .


Rafli dan Devan serta Zizi mencari yang terbaik untuk siapa yang pantas berada di posisi Boli.


'' Jangan cari yang sexy begini Dev " seru Rafli saat Devan menyodorkan berkas lamaran pekerjaan Seseorang yang terlihat sangat profesional bedasarkan pengalaman pekerjaannya , namun pas foto sexy tersebut membuat Rafli tak memilihnya.


'' Tapi tuan lihat pengalamannya " ucap Devan.


'' Pokoknya cari yang ibu-ibu saja atau wanita berhijab , pria juga tak apa " ucap Rafli , ia tak ingin Ana salah paham padanya. Bagaimanapun divisi keuangan pasti langsung berurusan dengannya .


Hingga akhirnya Rafli menemukan sepuluh kandidat yang terkuat untuk pengganti bu Boli , yang pasti akan mengikuti seleksi yang begitu ketat.


.


.


.


Italia.


Lolita kini sedang berdandan cantik demi merayu suaminya malam ini . Menikah selama Tiga bulan tak disentuh suaminya membuatnya kini bertindak berani . Dengan lingerie sexy serta aroma vanila pada tubuhnya berharap Eric akan melirik sedikit kepadanya .


Ceklek suara pintu terbuka bertanda seseorang masuk kedalam kamar tersebut , terlihat wajah lelah Eric dan Eric melihat sang istri tengah tertidur saat ini.


" Apa ia sakit tertidur jam segini " gumam Eric namun ia lebih memilih membersihkan tubuhnya .


Eric yang sedang menggenakan boxernya tersentak kaget saat Lolita tiba-tiba memeluknya dan tangan Lolita bermain di dada bidang Eric . Eric memejamkan matanya menahan gejolak kemarahan akibat tangan Lolita yang kini hampir menuju bagian pentingnya.


" Kondisi kan tanganmu Lolita " ucap Eric dingin membuat Lolita tak gentar.


" Ayo lah mas , aku ini istrimu " ucap Lolita manja dan kini berada di hadapan Eric menatap bola mata pria yang bermanik biru tersebut.


Cup


Lolita mengecup bibir sang suami tanpa dapat Eric untuk menghindarinya. Eric mengusap wajahnya kasar lalu melepas tangan Lolita yang melingkar di lehernya .


'' Aku mencintaimu mas , bukalah hatimu untukku '' ucap Lolita sendu , berapa kali ia gagal untuk mengajak Eric naik keatas ranjang , tak disangka olehnya jika Eric begitu susah untuk jatuh kepesonanya.


'' Apa aku harus berubah menjadi Ana untuk membuat mu melirik ku sedikit saja " imbuhnya menahan tangis.


'' Jadilah dirimu sendiri Lolita dan maaf , aku tidak bisa memberi nafkah untukmu . Beri aku waktu " ucap Eric , rasa bersalah menghinggapi diri nya.


'' Sampai kapan mas . Sampai kapan kita begini. Apa kita akan terus berbohong kepada orang tua kita tentang hubungan ini . Apa kita akan memberikan harapan palsu kepada mereka tentang seorang cucu di keluarga ini. Aku istrimu dan aku juga ingin melahirkan keturunan keluarga ini " ucap Lolita kini tangisnya pecah.


" Maafkan aku Lolita , aku belum bisa " ucap Eric melangkah menuju pintu keluar.


'' Kau mau kemana mas " ucap Lolita dengan menangis sesenggukan.


'' Pindah kamar , aku tak ingin menyakitimu dengan cara menyentuhmu tanpa cinta nantinya " ucap Eric lirih.


'' Tidak mas , ku mohon jangan pergi. Apapun akan aku lakukan untuk mu asal kau membuka hatimu untukku mas " ucap Lolita memohon di kaki Eric membuat Eric merengkuh tubuh istrinya tersebut lalu membawanya kedalam pelukannya. Eric tak merasa getaran apapun saat ia memeluk Lolita pertama kali , berbeda dengan Lolita yang merasa jantungnya ingin meloncat keluar.


'' Aku minta waktu enam bulan untuk belajar mencintai mu , namun jika itu tak ada . Aku ingin mengakhiri pernikahan ini Lolita '' ucap Eric membuat tubuh Lolita bergetar hebat...


'' Aku tidak mau mas .... hiks... hiks.... Aku tidak mau berpisah dengan mas , Aku akan memberikan waktu lebih lama lagi mas ....aku tidak mau kita pisah '' ucap Lolita terisak.


'' Kita lihat saja nanti ya '' ucap Eric.


'' Tapi tidurlah disini mas , jangan sampai para pelayan melihat kita pisah kamar dan akan membuat mereka curiga '' pinta Lolita .


'' Tapi ganti pakaian sialan ini dengan baju tidurmu '' ucap tegas Eric dan di turuti Lolita.


" Sampai kapan aku menahan godaan wanita ini. Aku tidak ingin menyesal di kemudian hari . jika aku menyentuh nya tanpa cinta dan aku kasihan juga pada Lolita jika aku telah menyentuhnya namun tanpa cinta " batin Eric , ia tak ingin melakukan hal terlalu jauh jika tidak memiliki perasaan apapun untuk Lolita.


Lolita menghela nafas panjang saat melihat Eric yang tengah tertidur .

__ADS_1


'' Aku harus menerima saran Sheren yang kedua untuk menarik perhatian mu mas , Jika gagal maka aku akan melakukan cara terakhir , mau tak mau aku akan melakukannya demi kebahagian keluarga ini " gumam Lolita .


.


.


.


Hari keberangkatan Jimmy dan Rahma pun tiba untuk terbang ke Italia mengurus perusahaan milik keluarga Wijaya disana. Rahma menangis terisak kepada sang ibu karena di pastikan akan jarang berjumpa secara langsung dan butik milik Rahma yang di kota J di serahkan kepada orang kepercayaannya untuk mengelolanya dan ia hanya mengeceknya dari jauh , Rahma akan membuka butik di Italia mencari peruntungan disana .


'' Jangan nangis ya sayang , nanti ibu dan bapak pasti sering nengokin kamu . Berbaktilah pada suamimu " ucap sang ibu yang matanya tengah berkaca-kaca.


'' Iya Bu...hiks...hiks.... pasti Rahma bakalan rindu sama kalian semua " ucap Rahma terisak apalagi saat ia memeluk dua keponakannya yang begitu dekat dengannya.


'' Kalian jangan nakal ya ... Jaga bunda kalian " ucap Rahma lirih sementara Arjun telah menangis sedari tadi.


'' Pasti bi '' jawab Dewa tersenyum.


Setelah drama tangis Rahma usai dan berpamitannya usai kini keluarga mereka hanya mampu menatap pesawat pribadi yang baru saja lepas landas tersebut .


.


.


.


Beberapa bulan kemudian.


Kini Devan sedang dirundung rasa khawatir yang ketara saat Alexa berjuang melahirkan buah hati mereka . Bahkan raut cemas dan khawatir sangat terlihat jelas di wajah Ana yang sedari tadi mondar mandir menunggu para dokter keluar.


'' Sayang , tenanglah .... Pasti semua baik-baik saja " ujar Rafli ia memperhatikan wajah Ana yang pucat saat ini .


'' Ayo duduk . Wajahmu pucat begini " ujar Rafli terlihat memaksa membuat Ana menurut saja.


Tangis bayi laki-laki terdengar dan berasal dari ruang di mana Alexa berada dan membaut seluruh orang yang berada disana mengucap syukur dan bahagia . Hingga momen bahagia itu terganggu saat Ana mendadak jatuh pingsan .


'' Ana , bangun sayang bangun. Jangan buat mas cemas " ucap Rafli lalu membawa tubuh sang istri keruang pribadi milik keluarga Wijaya , Alexa yang baru saja melahirkan juga begitu khawatir dengan keadaan nona mudanya itu .


Menit demi menit Ana di periksa oleh dokter Neti yang kebetulan baru keluar dari ruang Alexa. Seutas senyum mengembang di wajah dokter tersebut .


'' Bagaimana bisa , Ana meminum pil itu " gumamnya dan masih terdengar jelas di telinga dokter Neti . Sebenarnya Rafli dan Ana sudah tak ada niatan kembali untuk memiliki seorang momongan , meski Rafli masih ingin namun ia tak mau egois kali ini. Cukup dulu ia menjebak Ana dengan obat penyubur kandungan.


Dokter Neti mengajak Rafli mengobrol karena terlihat Rafli tengah bergelut pada pemikirannya sendiri. Dokter Neti menjelaskan kepada Rafli begitu detail hingga kenapa Ana bisa sampai kebobolan . Rafli hanya mendesah pasrah dan menerima amukan istrinya nanti karena mengingat usia baby kembar tersebut baru saja enam bulan.


Hari-hari telah berganti dan Ana kini merima jika ia mengandung kembali , bahkan terlihat Rafli begitu protektif kepada Ana saat ini . Membuatnya mengambil tugas Ana untuk keperluan para anak kembar tak identik tersebut . Lia yang melihat kehamilan mantunya kali ini begitu kasian kepada Ana melihat wajah Ana yang suka pucat dipagi hari karena mualnya itu , kehamilan Ana kali ini begitu rewel.


'' Sayang , kamu kuat untuk mengandung anak kita ini " tanya Rafli yang begitu khawatir melihat Ana lemas tak berdaya.


'' Iya mas . Bagiamanapun ini anak kita " ucap Ana tersenyum.


'' Apa ini begitu menyiksamu " tanya Rafli bersedih .


" Aku menikmati kehamilan ini kok mas , ini rezeki yang harus kita syukuri " jawab Ana tersenyum hangat membuat Rafli tertular senyum tersebut.


Rafli sendiri tak bisa mengendalikan hasratnya saat melihat tubuh Ana membuat ia mengempur Ana setiap malam apalagi baby Rava dan Jelita telah mulai tidur nyenyak saat ini , ia juga sedikit merutuki dirinya karena dulu memberi Ana obat penyubur kandungan di saat Ana sering menunda untuk hamil. Bukannya Rafli tak peduli anak-anaknya yang masih kecil , namun ia suka dengan anak kecil sedari dulu dan pula jika punya banyak anak membuat masa tua mereka nanti tak sepi . Perusahaan yang ia bangun sekedemikian cabang dimana -mana juga untuk anak-anak nya nanti , jika hanya Dewa dan Arjuna pasti akan membuat kedua anaknya itu repot seperti dirinya menjadi anak pria satu-satunya di keluarga Wijaya membuatnya bertanggung jawab atas perusahaan Wijaya dan juga RA grup saat ini , beruntung Rafli memiliki orang - orang hebat serta cerdas yang dapat di percaya. Jika Abdi Wijaya memberikan seluruh perusahaan milik keluarga mereka kepada Rafli berbeda dengan Rafli kedepannya nanti yang akan memberi masing - masing perusahannya kepada anak-anaknya nanti , ia tak mau membebankan kepada anak lelakinya saja..


.


.


.


Italia.


Rahma yang baru saja keluar dari butiknya tanpa sengaja melihat wanita yang ia kenal sedang bergandengan mesra namun bukan dengan suaminya..


" Bukannya itu istrinya kak Eric " batinnya.


Jiwa kepo Rahma tak pernah hilang meski kini ia telah mengandung... Dengan semangat yang menggebu , ia mengikuti mobil yang di tumpangi Lolita dan pria tersebut yang baru saja melaju.


" Kasian banget kak Eric kalau di selingkuhi " umpatnya.


" Hotel " gumamnya saat sepasang manusia yang dimabuk cinta itu memasuki hotel bintang lima kawasan elit tersebut...


" Masuk gak ya ... Aku penasaran banget. Tapi aku kan disuruh pulang langsung sama Jim . Tapi aku penasaran , tapi dari pada Jim marah gimana " imbuhnya berfikir keras.

__ADS_1


Saat pintu mobil hampir Rahma buka , deringan benda pipih miliknya mengurungkan niatnya .


" Hallo " ucap Rahma .


".... " Jimmy.


" Iya.. iya sayang . Ini aku mau pulang " jawab Rahma dan segera mematikan ponselnya meski sang suami belum selesai bicara...


" Kali ini lolos kau , tidak lain kali " gerutunya segera memutar stir kemudinya untuk kembali ke mansion milik Jimmy .


.


.


.


Eric mendapat laporan anak buahnya tentang Lolita yang setiap hari berganti berjalan dengan para pria. Membuatnya meremas kuat foto yang ia terima dengan wajah memerah menahan amarah.


" Brengsek kau Lolita . Sebulan ini kau mendinginkanku dan kini kau malah selingkuh " gumamnya dengan rahang mengeras.


" Tio . cancel meeting hari ini " ucap Eric saat Tio baru saja masuk keruangannya. Eric melenggang pergi dengan langkah lebarnya yang terkesan buru-buru.


" Kenapa " tanya Tio kepada Pram.


" Si Bos dapat info bininya selingkuh " ujar Pram.


" Bukannya itu hal bagus untuk Eric. Dari kemarin kan dia sibuk ingin pisah " ujar Tio , ia bingung dengan sifat Eric yang kini sering tidak jelas tersebut. Ternyata kaya dan tampan bukan jaminan untuk bahagia.


.......


Brrakk.


Eric membuka pintu kamarnya dengan kasar dengan emosi meluap-luap saat ini , apalagi melihat leher merah Lolita yang berstatus istrinya tersebut. Lolita tersentak kaget saat Eric dengan mata elangnya menatapnya tajam.


" Beraninya kau berselingkuh di belakang ku " ucap Eric , berjalan mendekat ke arah Lolita yang bringsut mundur.


" A...apa...maskudmu Eric" gugup Lolita.


" Apa kau fikir mataku buta , atau matamu yang buta hingga tak melihat tanda kepemilikan orang lain di lehermu " teriak Eric .


" Kenapa. Jika aku selingkuh huh " tanya Lolita . ia sungguh muak dengan Eric , sudah berbagai cara ia lakukan agar Eric meliriknya namun suaminya seolah membangun dinding kuat yang tak mampu di tembusnya.


" Kau itu istriku Lolita " sarkas Eric membuat Lolita tersenyum kecut.


" Aku istrimu , sejak kapan tuan muda Permana " ucap Lolita lantang . ia bosan dengan sandiwara yang mereka lakoni didepan orang tua mereka.


" Kau " geram Eric dengan tangan menggantung di udara.


'' Ayo tampar , kau belum puas menamparku kan selama ini. Ayo tampar , biar puas dirimu mas Eric . Jika kau menganggap aku istrimu tapi kau tak pernah memenuhi keinginan batinku mas dan memintaku selalu bersabar . Harus sampai kapan aku bersabar mas " ucap Lolita berteriak dan terisak mengingat sikap Eric kepadanya.


" Aku butuh waktu Lolita " ucap Eric lirih.


" Waktu sampai kapan , sampai aku mati atau sampai kau menceraikanku " jawab Lolita terisak.


'' Kau tak pernah menganggapku istri yang sesungguhnya mas ...hiks...hiks... kau hanya bersikap romantis di hadapan orang lain. Mama Sasa selalu mendesak kita untuk memberikannya cucu namun bagaimana bisa jika kau tak menyentuhku . Kita hanya memberikannya harapan palsu mas. Apa kau pernah mengerti , mommy ku sering kali merasa malu saat teman-temannya menuduhku wanita mandul karena tak kunjung hamil " ucap Lolita terisak ,memikirkan kedua wanita paruh baya tersebut membuatnya semakin bersedih.


" Tapi paling tidak jangan selingkuh Lolita . Meksi aku tidak menyentuh mu namun aku menjaga harga diri keluarga ini . Apa kau pernah melihat , aku bergandengan mesra dengan wanita lain lalu masuk kedalam hotel atau berlibur ke villa dengan wanita untuk bersenggama " ucap Eric menahan gejolak di hatinya.


" Itu karena mu mas . Kau tak pernah memberiku nafkah batin mas " bela Lolita...


" Apa mau mu Lolita '' tanya Eric .


'' Jika kau ingin bahagia dengan pria itu . Aku akan melepasmu '' imbuhnya lirih , Lolita menggeleng cepat .


'' Kau tenang saja Lolita , aku tidak akan mengungkap masalah kenalakanmu di luar sana '' ujar Eric mendesah berat.


'' Aku ingin hubungan ini berlanjut mas , kita jalani tanpa ada sandiwara. Belajar lah mencintaiku dengan sungguh-sungguh dengan cara kau hilangkan wanita sialan itu dari otak dan fikiranmu , bila perlu bakar galeri pribadimu yang menyimpan ratusan foto dirinya. Aku tau mas setiap harinya kau tau kabar tentangnya kan , kau selalu ingin tau kabar tentangnya dari pada diriku yang jelas istrimu bukan wanita yang tak akan pernah kau miliki mas '' ujar Lolita tanpa ia sadari membuat tangan Eric terkepal kuat .


'' Dan aku akan melepaskan pria itu jika kau menurutinya mas dan kini aku ingin kau menyentuh ku mas '' imbuh Lolita .


. Ck , kau pikir aku berselera menyentuh wanita yang telah tersentuh pria lain " ucap Eric tak percaya akan fikiran Lolita yang di kenal gadis mempunyai kepribadian yang baik kini berubah tercela.


'' Apa maksudmu mas " geram Lolita.


'' Apa kau sadar mas . Aku seperti ini karena dirimu yang selalu memikirkan wanita itu . Aku jauh di atasnya mas dari segala sisi , aku bukan wanita manja seperti nya yang selalu bersembunyi di belakang suaminya . Lalu " imbuhnya terhenti saat terdengar teriakan Eric.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar .


__ADS_2