
Rafli dan Ana kini telah rapi dan saatnya menemui Rina kakak perempuannya yang datang berkunjung membawa rombongan bahkan Rafli begitu iri melihat kakak perempuannya yang bagai anak hilang itu memiliki anak kembar sekarang.
Setelah berbincang sesaat dengan Ji Chang Yul ( aturan mau buat namanya Ji Chang Wook atau Ji Chang Ryul tapi gak jadi ) suami dari Rina , kini perbincangan mereka terpaksa harus di akhiri karena harus menikmati waktu makan malam. Anak kembar Rina begitu lihai makan dengan sumpit membuat Dewa ingin juga mempelajarinya beruntung Dewa mendapatkan saudara yang mau membantunya . Rani dan Ana tersenyum melihat interaksi anak mereka , berbeda dengan Arjuna kini ia harus bersama bodyguard sejenak menjalang sang ibu mengisi bahan bakarnya.
Setelah selasai makan malam dan baru saja mereka mendaratkan bokongnya tanpa basa-basi Rafli segera menanyakan yang membuatnya penasaran sedari tadi.
Rani menjelaskan semua dengan jelas kepada sang adik dan adik iparnya ini setelah memastikan jika anak-anak sedikit menjauh..
Perjodohan yang di alami oleh Rani lah yang membuatnya nekat pergi dan kabur , serta cita-citanya menjadi tentara , montir dan polisi di tolak mentah-mentah oleh Lia dan Abdi karena Abdi merasa anaknya Rina keluar dari kodratnya bagai seorang wanita feminim terlalu jauh .Sehingga takdir membawa Rina menjadi agen rahasia dan tak sengaja ia bekerja di sebuah perusahaan dimana milik keluarga Ji Chang Yul dan saat ini pria itu menjadi suaminya...
'' Apa papa tak tau semua ini mbak " tanya Ana memastikan karena Rina mengatakan saat menikah ia menggunakan wali hakim .
'' Tidak " ucapnya tak yakin .
'' Ku rasa papa tau , mbak tau sendiri jaringan papa dimana - mana " ucap Rafli membuat Rina sedikit gelisah namun Ji Chang segera menggenggam tangan Rina memberinya kekuatan.
'' Mbak begitu salah , kenapa menikah tanpa meminta restu orang tua terutama papa . Ingat mbak , hanya mama yang kekeh dengan perjodohan itu dan bukan papa. Aku , papa serta mbak Rani pasti mendukung mbak " ucap Rafli menandakan ia begitu kecewa.
'' Maaf " ucapnya lirih sementara Ji Chang mendengarkan dengan baik.
'' Minta maaf jangan padaku , minta maaf pada orang tua kita . Apalagi papa masih hidup , mbak begitu durhaka meminta wali hakim " ucap Rafli beranjak . Kini ia berlalih kepada Ji Chang Yul untuk kembali membahas bisnis karena Rafli berencana untuk menjalin kerja sama dengan Ji Chang Yul yang menurut Rafli pria di hadapannya sekaligus kakak iparnya begitu berkompeten. Ana selalu memberi semangat kepada kakak iparnya untuk bertemu kepada orang tuanya esok karena Rafli tak akan menunda lama hal itu agar masalah selesai. Agar keluarganya terutama keluarga kecil kakaknya ikut bahagia seperti yang keluarga kecilnya rasakan saat ini.
.
.
.
Ana menuruni tangga dengan menggendong baby Arjuna yang semakin hari semakin tampan. Rina menatap adik ipar dan keponakannya dengan tersenyum hangat .
'' Mbak , mbak ada kegiatan apa hari ini " tanya Ana.
'' Gak ada , suami mbak lagi ikut suamimu ke kantor " ucap Rani seraya menenangkan sang anak yang sedang berebut mainan.
'' Mbak mau ikut , aku mau ke toko kue. Kebetulan ada mau ketemu klien " ujar Ana.
'' Mbak mau , sekalian ajak anak-anak ya " jawab Rina antusias dan diangguki Ana.
'' An . Kamu da minta izin Rafli " tanya Rina.
'' Udah mbak , mas Rafli ngizinin aku seminggu ini ngurus toko karena orang kepercayaanku libur. Ni juga hari terkahir aku ke toko dan ntah kapan lagi " jelas Ana.
" Ayo " imbuhnya
Di dalam mobil .
'' Ana mbak harap kamu jangan sering keluar " ucap Rina memperingati ,karena baru kemarin Rafli bercerita bahwa ada yang mengirimkannya bom dan menembak kaca ruang kerjanya , beruntung kaca itu anti peluru. Namun ia tak menceritakannya atas perintah Rafli.
'' Iya mbak aku ngerti " ucap Ana..
'' Kamu tau kan , status kalian gak seperti dulu lagi. Suamimu kini usahanya sedang meroket tajam , semakin tinggi pohon maka semakin banyak angin yang bertiup kencang untuk merobohkannya serupa sama hal nya saat seseorang tengah berada di puncak. Kini kau kelemahan Rafli satu-satunya , jangan buat musuh suamimu mengincar mu Ana karena jika itu terjadi mbak gak tau akan , seperti apa Rafli . Meski kau punya bodyguard tanguh-tanguh itu , tentu musuh suamimu mempunyai persiapan matang bila ingin menyerang " ucap Rina menjelaskan kepada Ana , siapa Ana dan arti kehidupannya bagi Rafli serta keluarga Wijaya.
'' Iya mbak , Terimakasih mbak begitu peduli " ucap Ana memeluk Rina membuat Dewa dan anak kembar itu saling memeluk sedangkan Arjuna kina tengah tidur karena kenyang.
Toko kue Rindu.
Para mata pembeli menatap takjub kedua ibu muda itu yang membawa anak -anak mereka .Siapa lagi kalau bukan Rina dan Ana dan mereka menatap gemas ke tiga bocah yang menggemaskan itu , apalagi pesona Dewa yang mengenakan kaca mata hitam, ia menolak untuk mengenakan masker .
" Pagi nona bos " ucap Adi tersenyum ramah saat melihat wanita pujaan hatinya meski hanya sebatas mimpinya saja .
__ADS_1
" Pagi Adi " ucap Ana tersenyum ramah dan Rina hanya menggelengkan kepalanya saja..
" Alexa kamu tolong bawa anak-anak main di atas ya " ucap Ana dan Alexa mengangguk .
" Tari , tolong siapan kue ke sukaan Dewa dan kue yang lainnya untuk dua keponakan saya " ucap Ana .
" Oh ya , ini uang untuk kalian beli sarapan " imbunya .
" Terimakasih , nona bos memang yang terbaik " ucap Tari.
" Iya - iya , karena nanti sore kalian mau gajian dan bonus kalian cair kan " ucap Ana .
" Nggak nona bos , aku beneran kok. Memang nona bos yang terbaik " ucap Tari pucat.
" Hahaha .... saya cuma bercanda kok " ucap Ana tersenyum membuat Tari lega.
" Cepatan ya , Dewa gak sabaran nanti " imbuhnya dan di angguki semangat oleh Tari.
" Nona bos emang yang terbaik , makanya seluruh karyawannya betah . Baik saat dengan mas Eric ataupun mas Rafli , nona bos tak pernah sombong . Pantas dua pria itu mencintainya dan bahkan hampir saling membunuh " batin Tari , ia merupakan karyawan lama kedua di toko kue Rindu setelah Siti , orang yang selalu setia di samping Ana .
Kini Ana sedang meeting bersama klien yang biasa memesan kue setiap harinya. Lagi-lagi perusahaan itu baru ingin memesan kue untuk acara ulang tahun perusahaannya . Ana memberi penjelasan secara keseluruhan secara terperinci agar sang klien yang sedari tadi menatapnya untuk segera pergi ...
" Bagaimana tuan Wira , apa masih kurang jelas " tanya Ana kembali.
'' Cukup jelas nona , oh ya apa tidak bisa nona saja yang langsung mengecek situasi semua susunan pas hari itu tiba " tanya Wira penuh harap .
'' Maaf tuan , bukan saya sok sibuk atau bagaimana . Namun saat acara tuan seminggu sebelumnya saya ada urusan keluar kota " bohong Ana.
" Begini saja , saya minta nomor nona untuk memastikan jika susunannya nanti benar dan jika salah saya bisa langsung menghubungi nona " ucapnya dengan senyum yang tak lepas.
" Modus " batin Rina
" Maaf tuan " ucap Ana dingin dan segera menarik tangannya yang di sentuh Wira membuat kedua bodyguard Ana bereaksi.
" Maaf tadi anda melamun " ucapnya gugup.
"Wanita ini bukan orang biasa , di lihat dari para bodyguard nya yang sedari tadi mengawasi , apalagi perempuan ini menggunakan makser dan kacamata " batin Wira.
" Ini ambilah kartu nama saya tuan " ucap Ana tenang.
" Apa tidak bisa nomor anda secara langsung " ucap Wira kecewa.
" Apa kau buta , di kartu nama itu juga terlihat jelas nomor adikku " ucap Rina yang geram terhadap klien Ana satu ini.
" Pergilah tuan , itu kartu nama saya dan jika tuan tidak ingin menjadi pelanggan tetap di toko ini tak masalah bagi saya " ucap Ana yang kini habis kesabarannya .
" Aku bisa menghancurkan toko kue kecil milikmu ini . Jika kau masih jual mahal " ancam Wira berbisik di depan wajah Ana.
" Coba saja . Saya ingin tahu sehebat apa anda " ucap Ana kian menantang membuat jiwa Wira semakin berhasrat memiliki wanita yang awalnya begitu ramah kini menjadi begitu angkuh baginya ..
" Baik " ucap Wira penuh percaya diri.
Ana dan Rina habis-habisan mengumpat pria itu , Rina begitu emosi saat pria itu mengancam akan menghancurkan toko kue milik adik iparnya ini..
" Pengusaha kelas teri itu belum tau siapa suamimu Ana " ucap Rina.
" Apa kau akan memberitahu suamimu akan hal ini Ana " tanya Rina.
" Tidak mbak , mungkin ia hanya menggertak ku saja mbak " ucap Ana meski ia tau bisa jadi suaminya tau sendiri akan hal itu.
__ADS_1
" Aku juga tidak mau membuang waktu mas Rafli hanya untuk mengurus orang sepertinya . Mbak juga tau jika mas Rafli marah hiu dan paus pun akan ia telan " ucap Ana tekekeh dengan ucapannya . Hingga datanglah Arjuna yang kini menangis dari bangun tidurnya ...
" Alexa , kau tidak berniat menikah lalu punya anak . Kau begitu cocok , keponakan ku begitu dekat denganmu " goda Rina.
" Belum ingin nona " jawab Alexa datar , karena ia memegang teguh janji setianya untuk melindungi Ana dengan segenap jiwa dan raganya .
.
.
.
Mansion Wijaya.
Sesuai ucapannya , saat ini Rafli dan keluarga Rina menuju mansion Wijaya dimana kakak perempuan tertuanya berada disana , sekaligus berkunjung karena Abdi beserta istrinya akan berangkat ke Berlin karena pusat Perusahaan Wijaya ada di Berlin .
Abdi dan Lia menyambut bahagia kehadiran anak dan cucunya dan disana juga ada Rani serta suaminya dan begitu juga Chantika.
" Uuuuhhh cucu nenek yang tampannya selangit " seru Lia mengambil Arjuna dari gendongan Rafli , sedangkan Dewa segera bermain dengan Chantika , ia tak mau bermanja lagi kepada sang nenek dan kakeknya kecuali kakek Gunawan , ia begitu menyayangi pria paruh baya itu .
" Ma... Pa " sahut Rina dengan wajah berkaca-kaca tepat berada di belakang Ana dan Rafli.
" Rina " ucap Lia kaget .
" Kau kembali nak , masuklah " pinta Abdi..
" Ayo mbak , aku akan melindungi kalian " ucap Rafli mantap.
" Sayang , masuklah . Jaga anak-anak " imbuhnya dan diangguki Ana , setelah sebuah kecupan hangat Rafli berikan kepada pipi mulus Ana.
Rina beserta suaminya dan Abdi beserta istrinya kini tengah membahas pria dan dua anak kembar yang memanggil Rina dengan sebutan mommy , sedangkan Rafli dan Rani bersiaga jika terjadi keributan .
Kedatangannya kesini karena ingin meminta maaf dan meminta restu dari orang tuanya.
" Apa -apan ini kau Rina " geram Lia marah dan hendak menampar Rina karena berani menikah tanpa izin mereka dan restunya namun cekakan tangan Ji Chang Yul menahan gerakannya.
" Jika anda marah , jangan hanya marah padanya . Disini saya juga bersalah " ucap Yul tegas.
" Kau beraninya kepadaku , keluargaku bisa membuat perusahaan keluargamu detik ini juga hancur tak bersisa " ucap Lia kini muncul jiwa arogan nya.
" Ma dengar dulu penjelasan Rina . Jangan menghakiminya , Rina belum selesai bicara " ucap Rani membela sang adik kembarnya .
" Diam kau " membentak Lia kepada Rani dengan sarkas membuatnya segera kehalaman belakang menghampiri Ana serta seluruh cucu-cucu keluarga Wijaya berada.
" Pa , ma . Dengar dulu seluruh penjelasannya mbak Rina . Mama dan papa terlalu egois mengatur kehidupan anak-anak kalian , terutama mama begitu egois mengatur setiap langkah kakak Perempuanku dari segi karir hingga jodoh , merampas ruang pribadi mereka bahkan mereka tak punya privasi sehingga mbak Rina tak kuat dan akhirnya pergi dari hidup kita " ucap Rafli , karena mamanya begitu egois sementara semua orang sulit menebak pemikiran Abdi yang kini hanya diam dan menyimpan kecewa begitu berat di hatinya terhadap anak keduanya .
'' Cukup hentikan perdebatan kalian " suara bariton itu menghentikan perdebatan antara anak dan istrinya .
" Rina , apa kau menganggap papa mu telah tiada '' tanya nya dingin dan di jawab gelengan serta tangis Rina.
'' Papa kecewa padamu , papa membebaskanmu di luaran sana tapi hasilnya papa kecewa melihat kau menikah tanpa meminta restu dari kami. Kalian para anak papa dengar ya , papa selalu mengawasi dan menjaga kalian dari jauh. Hargai kami para orang tua '' ucap Abdi geram.
'' Beruntung saat itu suami mu meminta izin dari papa untuk menikahimu '' ucap Abdi membuka semua rahasia ia dan menantunya asal Korea tersebut. Membuat yang lainnya terkejut bahkan Rina sendiri juga , ia menatap suaminya dengan tajam meminta penjelasan.
'' Jelaskan padaku '' ucap Rina sinis .
'' Papa jelaskan pada mama , maksud nya ini apa '' ucap Lia menahan amarahnya .
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like , komentarnya ya , agar saya semangat untuk Up.