
" Ibu " gumam Ana.
" Kecilkan suaramu " ucap Laras pelan dan dirasa Ana tenang sang suster melepaskan bekapan tangannya dari mulut Ana.
" Ada apa Bu " tanya Ana pelan tak mengerti.
" Suster tolong bantu jelaskan " pinta Laras dan diangguki suster tersebut.
Suster mulai menjelaskan sebelumnya ia telah mengucapkan kata maaf.
" Ibu Laras menjalani operasi donor ginjal dan itu sebenarnya telah sukses dan saat bu Laras telah sadar tuan Gunawan kekeh akan mengurus perceraian anda dan tuan muda namun Bu Laras menolak dan terjadi perdebatan sedikit , saat pak Gunawan pergi Bu Laras menejelaskan rencananya pada saya dan para dokter yang menangani proses operasi Bu Laras serta kepala rumah sakit juga mengetahuinya . Ibu Laras akan berpura- pura jika kondisinya drop dan ternyata tadi pagi tuan Gunawan berjanji akan memberi maaf tuan muda.
" Baiklah Laras , aku turuti mau mu. Aku tak akan egois dan mengesampingkan kemarahanku pada Rafli , tapi kau janji harus sadar " ucap Gunawan saat pagi hari kondisi ibu Laras kembali drop.
" Maafkan ibu ya Ana " ucap Laras pelan
" Apa ibu tak kasian kepada bapak "ucap Ana.
Ibu tak ada cara lain nak " jawab Bu Laras merasa bersalah.
" Kita lihat nanti saat bapak dan suamimu kemari " imbuhnya penuh harap.
" Maafkan aku ya Allah telah bohong dengan suamiku , namun semua ini aku lakukan demi keutuhan rumah tangga anakku dan untuk mengurangi dosa suamiku " batin Bu Laras.
" Bu aku mencemaskan suamiku " ucap Ana dan segera mencari keberadaan suaminya untuk memastikan Rafli baik- baik saja.
Ceklek
" Mas kau baik-baik saja " tanya Ana saat berhadapan dengan suaminya dan Gunawan.
" Kalau tidak memikirkanmu dan anakmu bapak sudah mengirimnya keliang lahat Ana " ucap Gunawan , hati sedikit tergelitik melihat anaknya yang kini bagitu peduli Rafli.
" Pak , ibu sudah sadar " ujar Ana bahagia.
" Benarkah " tanya Gunawan dengan mata berbinar dan segera menerobos sepasang manusia di hadapannya , ia sengaja berjalan di tengah-tengah Ana dan Rafli dan menyenggol bahu Rafli cukup kuat hingga sedikit terhuyung kebelakang.
" Apa benar bapak telah memaafkan ku " batin Rafli .
" Ayo mas " ucap Ana menyadarkan lamunan Rafli.
" Maafin bapak ya mas " imbuhnya lirih dan Rafli membalas dengan anggukan serta senyuman .
Tak lama kemudian dokter Ajeng dan Handoko tiba di ruangan Laras untuk memeriksa keadaan Laras.
" Periksa yang benar kesehatan mertuaku " ucap Rafli dingin.
" Ini juga untuk pernikahanmu tuan muda " batin Dokter Ajeng.
Dokter Handoko tersenyum dan kemudian berkata.
" Syukurlah keadaan Bu Laras telah baik-baik saja dan tubuhnya sudah benar-benar menerima jantung barunya " ucap dokter Handoko ramah , ia pun turut andil besar dalam drama ini.
" Tolong jangan membahas pembicaraan yang membuat dirinya kembali drop lagi , karena ini bisa mempengaruhi masa pemulihannya dan Bu Laras harus banyak istirahat , di kurangi beban pikiran " imbuhnya dan diangguki Gunawan yang merasa dirinya begitu bersalah.
'' Kalau begitu saya permisi ya tuan Gunawan dan tuan Rafli '' ucap dokter Handoko berpamitan.
'' Saya juga permisi tuan Gunawan dan tuan muda Rafli '' ucap dokter Ajeng dan segera mengikuti dokter Handoko yang adalah ayah kandungnya.
Setelah kepergian dokter serta satu perawat yang di tugaskan menjaga Bu Laras terlibat pembicaraan serius antara mereka berempat , dimana senyuman Laras menghiasi wajahnya dan di ikuti oleh senyum Rafli dan Ana juga Ana yang memeluk pak Gunawan dengan sayang.
Ana pun bertanya tentang bagaimana ibunya mengalami semua ini dan Gunawan menceritakan secara terperinci kejadiannya , sebenarnya Ana ingin marah dan kecewa kepada ketiga orang itu karena merasa di bohongi namun ia menahan semuanya yang terpenting keadaanya baik-baik saja.
'' Maafkan Ana pak , maaf jika Ana pernah buat bapak kecewa dan marah '' ucap Ana terisak.
'' Kau putri kebanggaan bapak , bapak tidak pernah marah padamu. Bapak dan ibu selalu menyayangimu , meski kau telah menjadi seorang ibu tapi bagi kami kau tetap putri kecil kami yang harus kami jaga agar tetap tersenyum ceria. Itulah alasan kami juga tak mengatakan yang sebenarnya padamu Ana '' ucap Gunawan yang tidak mau putrinya salah paham.
Obrolan kemudian berlanjut hingga Ana dan Rafli pamit untuk segera pulang mengingat baby Dewa yang jauh dari mereka.
'' Ibu , aku pulang dulu ya dan selalulah jaga kesehatan , jika sakit atau ada masalah segeralah bicara pada ku . Atau anakmu ini akan benar-benar marah dengan ibu '' ucap Ana lembut.
__ADS_1
cup Ana mencium pipi sang ibu .
'' Aku sayang padamu bu '' imbuhnya.
'' Ibu sayang padamu nak bahkan teramat begitu sayang. Maafkan ibu ya '' ucap Laras lirih dan di jawab dengan anggukan pelan Ana serta senyum ketulusannya.
'' Pak , aku pulang ya , tetaplah jaga kesehatan jangan ikutan sakit. Aku sayang bapak '' ucap Ana dan ingin mencium pipi sang ayah namun Gunawan sendiri menolaknya seraya melirik Rafli.
Cup Ana mencium pipi Gunawan ayahnya sekilas tak peduli ekspresi pria pencemburu di dekatnya.
'' Bapak tenanglah didalam hatinya terucap beribu rasa terima kasih kepada bapak karena bapak telah merestuinya kembali menjadi menantu bapak '' ucap Ana tersenyum.
'' Dia gak gigit kok pak '' imbuh Ana.
" Terimakasih ya terimakasih , cemburu ya tetap cemburu Ana. Aku tidak mungkin mengigitmu disini , tunggulah selesai nifasmu habis kau tiap malam " batin Rafli.
" Bu aku pamit ya " ucap Rafli lembut.
" Jagalah Ana , ingat janjimu " ucap Laras lirih.
" Pasti Bu , dan maafkan aku " jawab Rafli di angguki ibu.
" Pak , aku pamit terimakasih atas restu bapak padaku " ucap Rafli tulus dan segera bersimpuh di kaki Gunawan.
" Kau seorang laki-laki Rafli , jika bersalah cukuplah dengan minta maaf dan berjanji cukuplah membuktikannya. Jangan pernah bersujud di kaki manapun kecuali di kaki ibu yang melahirkan mu dan bersujudlah pada Allah " ucap Gunawan segera merengkuh bahu Rafli agar sejajar dengannya .
" Jagalah bidadari kecil kami ini " ucapnya gemas mengacak rambut Ana membuat Ana mengerucutkan bibirnya.
" Jangan menyakitinya dan anaknya atau kami akan benar-benar memisahkanmu dengannya " imbu Gunawan tegas dan penuh penekanan .
" Siap pak , aku berjanji akan menjaga anakku serta istriku ini , bidadari kecil kalian karena ia bidadari surgaku juga pak " jawab Rafli tegas seraya ikut mengacak rambut Ana membuat wanita ini menatapnya tajam.
" Haduh tangan kalian ini " gerutunya tak terima dan disambut tawa ketiganya.
" Pak , Bu kami pamit ya " ucap mereka kembali serentak.
" Lekaslah sehat Bu , baby Dewa rindu dengan kalian " ucap Ana dan segera melangkah pergi .
" Iya " sahut Ana dari jauh.
" Pak ibu ingin lihat Dewa , ibu kangen cucu ibu . Coba tanya dokter kapan ibu bisa pulang " ujar Laras selepas kepergian Ana dan suaminya.
" Sabarlah Bu ,maka dari itu ibu harus segera sehat " jawab Gunawan tersenyum.
.
.
.
Kini usia baby Dewa telah berusia satu bulan , dimana setiap malamnya Rafli selalu bergadang untuk menjaga baby Dewa karena ia tidak ingin istrinya kelelahan dan sebagai penembus segala dosanya hingga ia ingin menjadi suami yang siaga , bila siang hari pun banyak pelayan dan bodyguard wanita yang menjaga baby Dewa . Seperti saat ini baby Dewa menjadi pria terpopuler di mansion tersebut mengalahkan kepopuleran sang ayah.
" Lihatlah sayang , anak kita di perebutkan oleh mereka " ucap Rafli melihat baby Dewa sedang di kelilingi para bodyguard. Meski badan mereka kekar bak Hulk tapi hati mereka tetaplah memiliki jiwa keibuan.
" Ya , bahkan aku merasa tak berarti jadi bundanya " ujar Ana membuat Rafli menyerit heran.
" Kenapa " tanya Rafli.
" Kau lihat mas , pagi dia dibawa olehmu untuk berjemur , siang sama Bu Susi , sore sama bodyguard. Baby Dewa dekat denganku hanya untuk minum susu asi saja. Belum lagi jika kakek dan neneknya itu datang , malam pun baby Dewa tidur bersama mereka , jika baby Dewa menangis saja bersama ku dan itupun karena haus mau minum Asi. Aku bagaikan mesin asi saja " gerutu Ana.
" Sayang mereka kan tidak punya asi hanya kau yang punya dirumah ini. Lagi pula apa kau tega , membiarkan baby Dewa mengkonsumsi susu kadaluarsa " ucap Rafli menaik turunkan alisnya.
" Kau ini bicara apa mas " ucap Ana enggan membahas obrolan mesum suaminya , karena akan berimbas pada suaminya sendiri dan menyiksa Rafli yang harus bersolo karir di kamar mandi.
" Kan masih ada baby besarmu Ana " ujar Rafli
" Siapa , kamu mas " tanya Ana memutar bola matanya jengah dan Rafli tersenyum menampilkan gigi putih yang berjajar rapi.
" Kamu kan memang bayi besar , suka pemaksa , pencemburu , pemarah , mau menangnya sendri dan banyak lainnya " ujar Ana membuat Rafli cemberut.
__ADS_1
" Kok jelek semua ya sifatku " gumam Rafli.
" Ya itu kenyataannya mas , semoga aja anakku tidak menyimpan sifat jelek yang begitu banyak melekat pada dirimu " ucap Ana.
" Apa kau tidak takut sayang , jika baby Dewa akan mewarisi semua yang ada diriku. Kau lihat , mulai dari wajah dan pesonanya saja begitu mirip denganku " ujarnya bangga.
" Bisa jadi bukan , jika ia akan mewarisi sifatku juga " imbuhnya menggoda Ana.
" Enak saja aku yang melahirkannya " ucap Ana tak terima.
" Bisa jadi sayang , apa yang tidak mungkin di dunia ini " jawab Rafli .
" Karena suamimu ini sangat mencintaimu tak ingin membuatmu bersedih. Aku punya penawaran " ucap Rafli.
" Apa " tanya Ana tersenyum.
" Agar kau tak iri dengan wajah anak kita yang mirip dengan suamimu yang tampan ini dan agar kau bisa merasakan kesibukan menjadi seorang bunda , bagaimana kalau kita membuat anak perempuan lagi agar mirip dengan mu sayang " ucap Rafli berbisik tanpa dosa membuat senyum Ana memudar seketika.
" Seenak udel dewe nek ngomong " gerutu Ana.
" Iki udel mas " jawab Rafli memperlihatkan sebuah lubang di deretan roti sobeknya.
" Apa kau tak tergoda sayang " ujar Rafli penuh harap.
" Gak ..... " ucapan Ana terpotong karena Rafli mencium bibir Ana yang sedari tadi menggodanya , ia tak peduli dengan lokasinya saat ini.
" Oh tidak mata suciku " teriak dokter Nicko langsung berbalik badan dan seketika cumbuan Rafli pun terhenti.
" Menganggu saja " gerutu Rafli tak suka sementara Ana yang wajahnya bersemu merah memilih segera pergi dan menghampiri baby Dewa , karena meski dokter Nicko orangnya polos namun untuk membahas orang menjadi tambah malu ada nilai lebih keahlian dokter Nicko.
" Hai ayah " goda dokter Nicko.
" Aku tidak punya anak semenyebalkan dirimu " jawab Rafli kesal.
" Kau ini , berciuman tak tau tempat " ucap dokter Nicko.
" Jangan lupa , ini rumahku Nicko " jawab Rafli.
" Ada apa " tanya Rafli.
" Aku merindukan baby Dewa " ucap Nicko yang mengarahkan pandangannya pada baby Dewa yang sedang berjalan kearahnya di gendongan sang bunda.
" Mas aku mau bawa Dewa ke kamar " ucap Ana dan Rafli mengerti.
" Hey pangeran kecil, mau mandi ya " tanya Nicko ramah.
" Iya " jawab Ana menahan malu mengingat kejadian tadi , apalagi teriakan Nicko membuat seisi rumah menatapnya. Ana segera berlalu menuju kamar mereka untuk memandikan baby Dewa lalu menina bobokkan baby Dewa.
Sementara di ruang tamu Rafli kaget tak percaya dengan niatan lain dokter Nicko menemuinya.
" Apa kau bercanda ingin mendekati sahabat Ana landak kembar itu '' ucap nya memastikan.
" Kenapa tidak , aku telah di desak orang tua ku untuk menikah dan segera punya anak .Apalagi saat arisan kerumah mama Lia , kau tau bukan jika mama Lia begitu pamer anakmu itu membuat para ibu arisan yang punya anaknya jomblo iri saja " ucap Nicko sebal.
" Apa Tiara akan mau denganmu " tanya Rafli bingung sendiri , apalagi ia tak begitu dekat dengan sahabat istrinya itu.
" Ya aku akan coba dulu " jawab dokter Nicko.
" Kenapa tidak Intan saja " tawar Rafli.
" Aku tidak mau yang itu , galak sekali " jawab Nicko cepat.
" Apa kau tidak punya nomor ponselnya " tanya Nicko penuh harap.
" Aku hanya menyimpan nomor Ines dan juga Ayu di ponselku , sedangkan nomor Landak kembar itu gak ada " Jawab Rafli.
" Mintakan dengan Ana ya , ku mohon '' ucap Nicko memelas.
'' Ya...ya .... '' Jawab Rafli membuat senyum dokter Nicko mengembang , sejujurnya dokter Nicko telah jatuh hati pada Tiara saat acara tujuh bulanan Ana namun ia malu mengakui perasaanya sendirj , saat akan dijodohkan oleh mamanya membuatnya mencoba menggapai cinta wanitanya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya ya...
Di next selanjutnya para Sabahat Ana kan mendapat jodoh semua , untuk Eric dan Tasya nanti akan terselip sedikit tentang mereka menemukan pasangan hidup , kemungkinan untuk Eric kan muncul di hampir akhir episode .. Sementara Luna dan Agnes belum di ketahui rimbanya...