
Bunga menangis tersedu saat Lia menceramahinya tadi . Ucapan Lia cukup halus namun cukup tajam menyentuh hatinya. Jika Lia tak mengingat pengorbanan bi Jum , Lia pasti memaki Bunga dengan mulut pedasnya.
Bunga meminta maaf kepada Lia dan juga Ana , ia tak sudi meminta maaf kepada Rahma yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik . Sedangkan Rafli , ia berada dihalaman belakang bersama Jim untuk membahas bisnis dan urusan pribadi mereka dan Jimmy juga menceritakan kejadian satu bulanan ini dimana ada beberapa orang mencoba membunuh Rahma tapi Rahma tak mengetahui hal itu dan Jimmy tetap membiarkan istri bebas berkeluyuran , jika Ana yang mengalaminya pasti Rafli langsung mengunci Ana dikamarnya. Jiwa ketakutan Rafli kehilangan Ana begitu besar dan itu tak bisa di sembunyikan .
.
.
.
Bunga kini tidak tinggal lagi di mansion Abdi Wijaya , ia di pindahkan Lia ke salah satu apartemen milik keluarga Wijaya dan itu membuat Willy beserta sekutunya begitu geram , tak disangka oleh mereka jika Bunga di depak dari mansion Wijaya.
'' Brengsek kau Camelia " umpat Willy membuat ***** balas dendamnya semakin menjadi .
Willy terlihat menelepon seseorang yang di yakininya akan memperlancar rencana mereka. Willy telah mengawasi bagian inti terpenting Ana ,yaitu para bodyguard nya. Willy tak mampu mendapat identitas keluarga Ana karena Bunga pun terkesan pura-pura tak tau , karena Bunga yakin hal itu akan di jadikan Willy untuk memancing Ana keluar dari zona aman suaminya.
'' Aku tak ingin kau melenyapkan Rafli. Kau harus lenyapkan istrinya saja " gerutu wanita disamping Willy , ia tak setuju setelah mendengar percakapan Willy saat berteleponan dengan seorang wanita yang Mrs.X duga adalah seseorang yang akan menjadi kambing hitam nantinya. Melenyapkan orang Wijaya harus mempunyai banyak nyawa ,karena Keluarga itu tak akan berhenti membabat habis hingga ke akarnya .
'' Aku tak bisa menjaminnya. Jika Rafli melindunginya maka Rafli pun harus tiada " ucap Willy.
'' Kenapa kau tak menyuruh wanitamu melemparkan tubuhnya langsung ke Rafli " protes Mrs. X membuat tangan Willy terkepal. Cukup egois Willy , ia tak ingin tubuh Bunga di bagi kesiapapun namun Willy bebas coblos kemanapun.
'' Kau diamlah. Nikmati saja hasilnya nanti " ucap Willy beranjak meninggalkan Mrs.X . Willy akan mengawasi Mrs.X tersebut mulai dari sekarang.
'' Akan ku bunuh kau Willy sekaligus beserta anakmu jika Rafli tiada nantinya " batin Mrs.X.
.
.
.
Hari telah berganti begitu juga Minggu. Terlihat rombongan ibu-ibu bergosip ria di mansion megah milik Rafli , siapa lagi jika bukan Ana dan sahabatnya . Para sahabat Ana yang lengkap personilnya kini asyik bercerita tentang kehidupan masing-masing sementara anak-anak mereka bermain di area yang telah di siapkan oleh tuan rumah tentunya dengan pengawasan para baby sitter masing-masing terlihat juga baby-nya Alexa yang kini anknya bermain dengan baby Najwa anaknya Intan
Jelita menangis keder saat di peluk dan di cium oleh Haikal anak dari dokter Nicko dan juga Tiara .
" Tiara kenapa anak Lo agresif bener sama Jelita " ucap Ines tak suka , ia tak suka pria genit sementara Tiara hanya menyengir saja. Tak mungkin Tiara yang menceritakan jika ia sendiri yang meracuni otak anaknya untuk memiliki Jelita dan berkata pada pada Haikal jika Jelita itu akan menjadi istrinya suatu saat nanti .
" Tante Ti " tegur Arjuna dengan gaya cool nya membuat Tiara tersenyum bahagia .
" Tolong di jaga Haikalnya. Dede Jeje jadinya nangis. Nanti Arjun akan ngomong ke mas Dewa atau ayah saja " ucap Arjuna membuat Tiara melongo tak percaya saat mendengarkan ancaman Arjuna . Jika di adukan pada Dewa tak masalah baginya , namun jangan di adukan pada Rafli , yang ada ia dan Nicko akan kena semburan kemarahannya serta harapan untuk memiliki menantu cantik seperti Jelita pupus lah sudah..
'' Arjun Haikal masih kecil " ucap Tiara.
'' Tapi kan gara-gara Haikal , Arjun mainnya terganggu karena Dede Jeje menangis dan maunya dekat Arjun terus " ucap Arjuna.
'' Sayangnya bunda. Kan Dede Jeje adiknya Arjuna , adik wanita satu- satunya yang Arjuna punya. Karena mas Dewa gak ada , makanya Jeje minta dipangku Arjun tidak mungkin meminta dipangku Rava . Sebagai seorang kakak yang baik dan hebat , harus mau dan bisa melindungi adiknya " ucap Ana yang mendapat tatapan tak suka dari Tiara sementara Arjuna mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
'' Haikal tu baik kok Ana , cocok untuk menjadi calon menantumu. lo ni ya " ucap Tiara cemberut membuat semua orang tertawa. Saat Ana melahirkan bayi perempuan , Tiara lah yang paling bahagia diantara sahabat Ana yang lainnya.
'' Aku dan mas Rafli sudah sepakat untuk tidak menjodohkan anak-anak , biar anak-anak memilihnya sendiri. Namun untuk Jelita.... mas Rafli kemungkinan akan memilihkan. Mas Rafli begitu over protektif mengenai Jelita " ucap Ana dan membuat senyum lenyap dari wajah Tiara namun ia berusaha menutupi , lagian urusan hati siapa yang tau...
'' Kapan , bakal pindah ke Berlin " tanya Innes membuat yang lain memicingkan matanya.
Ana pun menjelaskan semua permasalahan yang membuatnya dan suami serta anak-anaknya akan pindah ke Berlin setelah anak dalam kandungan Ana lahir dan berusia satu tahun .
'' Gimana bapak dan ibu An , apa mau ikut " tanya Intan sendu.
'' Tidak , susah sekali membujuk mereka '' lirih Ana , kurang dari dua tahun ia harus mempersiapkan diri tinggal terpisah jauh dari orang tuanya . Ana sendiri tak yakin pindah tanpa memboyong orang tuanya , Rafli sendiri sudah berusaha membujuk mertuanya namun hasilnya nihil.
''Ana kamu kan bisa Ana , jengukin bapak dan Ibu . Disini ada aku dan Tiara serta Ayu juga ada di Indonesia . Kami pasti sesekali jengukin orang tua kamu yang telah kita anggap orang tua sendiri " ucap Intan .
'' Tapi ini hanya rencana kok . Kami juga harus mempersiapkan semuanya hingga tak ada kendala " ujar Ana.
'' Kami selalu mendukungmu " ucap Ayu dan diangguki lainnya.
.
.
Keluarga kecil Rafli terlihat semakin lama semakin bahagia dan itu juga membuat bahagia semua keluarga nya dan orang di sekitarnya, keluarga Gunawan juga turut bahagia melihat anak sulungnya di cintai suaminya dengan sepenuh hati .
Untuk bi Jum sendiri memaklumi jika Bunga di usir dari mansion tersebut , sedih jelas di rasakan oleh Bi Jum karena bagaimanapun Bunga anak kandungnya namun malu dan kecewa terhadap Bunga lebih mendominasi apalagi saat Rafli mengatakan kepadanya secara pribadi jika Bunga mencoba merayunya setiap ia pulang kerja larut malam dan Rafli juga berpesan kalau Ana tak boleh mengetahui hal ini.
'' Ada apa " tanya Rafli tanpa mengalihkan perhatiannya.
'' Kamu dari tadi fokusnya ke ponsel terus " Rajuk Ana.
'' Sayang , kamu kan lagi nonton Drakor juga ''di jawab Rafli melihat Ana sekilas .
'' Ya tapi apa salahnya ikut nonton juga " ucap Ana.
'' Kalau kamu nonton film kolosal atau perang mas mau ikut nonton. Lah ini kamu nontonnya film Drakor mana bintangnya dia lagi " ucap Rafli sewot , apalagi melihat putranya mirip pria di tv itu. Bahkan sifat Arjuna yang super ramah dan rada genit menurutnya meniru aktor tersebut karena itu jauh dari sifatnya.
'' Ck , kalah kan mas jadinya '' ucap Rafli memperlihatkan skor kekalahan yang begitu memalukan.
'' Ok . Aku pindah film kolosal '' ucap Ana memencet remot Tv mencari film kolosal sesuai kesukaannya.
'' Ni mas . Ayo nonton sama aku '' perintah Ana.
'' Lagian , sejak kapan kamu suka game '' imbuh Ana.
'' Baru-baru ini sich sayang . Buat ngilangin suntuk kalau kamu fokus sama film kamu '' sindir Rafli di ujung kalimatnya.
'' Iya dech , iya . Maaf ya '' ucap Ana mengecup sekilas pipi suaminya membuat Rafli memejamkan matanya sejenak guna meresapi kecupan singkat Ana di pipinya .
__ADS_1
'' Aku tidak menggodamu mas '' cetus Ana saat mulut Rafli hampir saja ingin berucap kata tersebut .
'' Ayo kita nonton '' ucap Ana bergelayut manja di lengan kekar suaminya . Kapan lagi bisa bermanja jika bocil mereka sedang terjaga.
Rafli mendengus kesal saat melihat film kolosal yang di pilih Ana. Kali ini membuat matanya begitu sakit kembali.
'' Jadi maunya apa '' sahut Ana tetap merangkul lengan suaminya seraya tangan kanannya memasukkan puding kemulutnya.
'' Ya kamu kan tau selera mas film kolosal nya gimana . Film kolosal negeri ini lebih baik , jika tidak film kolosal China atau Yunani aja '' ucap Rafli yang Ana paham betul jika film itu tiga jam penuh saat tayang membuat Ana berdecak kesal kali ini.
'' Ya sudah mas tidur saja lah. Atau keruang kerja sekalian '' ucap Ana masam , semasam buah mangga muda yang di kunyah Ana saat ini. Cemilan malam berbaris di sisi wanita itu bahkan Rafli terpaksa menuruti Ana memakan mie lidi pedas tersebut.
" Gimana tubuhnya gak makin melar kalau tiap malam cemilannya seperti ini. Tapi jika habis itu cemilan akan lebih baik karena bukan aku yang menghabiskannya nanti " batin Rafli , ia selalu siaga menyiapkan cemilan Ana dan jumlahnya agar ia tak menjadi sasaran empuk istrinya untuk menghabiskan cemilan tersebut .
" Kenapa , aku gemuk " ucap Ana melirik Rafli yang menatapnya sedari tadi .
" Mana ada mas bilang gitu " sahut Rafli cepat.
" Tapi mata kamu " ucap Ana kini matanya berkaca-kaca .
" Gak sayang . Mata juga gak bisa ngomong . Mata mas ngelihat kamu karena mas merasa bersyukur memilikimu . Mas ingin , kehidupan selanjutnya kita bersama kembali dan yang lebih mas harapkan , kamu gak pernah mencintai pria lain hanya ada satu cinta yang kita punya dari awal nafas berhembus hingga akhir hembusan nafas. Mas juga ingin kita hidup sederhana namun mampu mencukupi kebutuhan kita dan tak kekurangan " ucap Rafli, niatnya ingin mengelak namun faktanya menceritakan sedikit isi hatinya dan selebihnya Ana tau semua isi hati suaminya apalagi jika membahas cinta untuknya itu sudah menjadi santapan Ana setiap harinya.
" Bagaimana bisa keinginan mas Rafli sama seperti Eric untuk kehidupan mendatang. Ya Tuhan , kirimkan aku satu cinta saja di kehidupan kedepannya , tapi cinta yang benar-benar tulus . Semoga mas Rafli dan Eric gak bersaing di kehidupan selanjutnya , jika mereka bersaing kirim sosok wanita lain saja " batin Ana dan membalas senyum Rafli dengan senyum kikuknya .
" Jika di kehidupan selanjutnya kita gak bertemu gimana mas . Kan jodoh serta hati , hidup dan mati gak ada yang tau kapan " ucap Ana.
" Jika mas lahir berarti kamu akan lahir Ana. Jika tak ketemu juga mas akan mencarimu hingga keliling dunia " ucap Rafli dengan pandangan lurus kedepan menerawang begitu jauh .
" Jika , mas di jodohkan sebagi anak ku gimana nanti atau aku jadi anak mas " tanya Ana membuat Rafli begitu berdecak kesal.
" Mas akan protes kepada Tuhan. Jika tak terima mas akan.... " ucap Rafli .
" Menikahi ibu sendiri atau menikahi anak sendiri " bisik Rafli membuatnya terpekik akibat cubitan Ana yang terasa panas di kulitnya ...
" Itu namanya inses mas dan itu dosa besar mas . Mas ini ingat dosa mas " gerutu Ana kesal .
" Kan jika ibu tiri Ana atau ibu angkat " elak Rafli menaik turunkan alisnya .
" Gini ajalah , mas akan menolak untuk lahir jika dirimu ditakdirkan menjadi saudara , ibu ataupun anak mas. Tapi mas harap kita akan menjadi sepasang suami istri hingga menua bersama di kehidupan selanjutnya dan hidup penuh kebahagian bahkan lebih bahagia lebih dari sekarang " ucap Rafli ..
" Iya mas . Ayo kita tidur " ucap Ana dan diangguki Rafli . Rafli memeluk Ana seraya mengusap lembut perut istrinya .
" Mas mencintai mu Ana " ucap Rafli menatap manik indah istrinya..
" Aku juga mencintaimu mas " jawab Ana lalu Rafli mencium bibir istrinya memberi sedikit lumt*n. Andai saja Ana tak mengantuk pasti olahraga malam itu terjadi.
Jangan Lupa like dan komentarnya .
__ADS_1