
Sementara Sasa tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan anaknya yang akan di gelar begitu megah nantinya berbeda keadaan dengan Lolita yang begitu tersulut emosinya saat melihat berita tentang Eric yang akan menikahi wanita cantik dari golongan biasa saja.
'' Aku akan menghancurkan mu dan wanita itu. Dasar brengsek . Aku kira kau berselingkuh bersama Ana , ternyata seleramu rendah Eric " teriak Lolita membuat anaknya menangis .
'' Kau bisa diam tidak. Gara-gara kau hadir membuatku di depak dari keluarga itu . Kau memang anak pembawa petaka " ucap Lolita mencubit gemas sang anak hingga menangis kencang.
'' Ya Tuhan Lolita , apa yang kau lakukan nak " ucap sang nenek terkejut dan segera mengamankan cucunya yang sering menjadi sasaran empuk amarah Lolita , wanita yang penuh kasih kini menjelma menjadi iblis tak punya hati.
'' Lolita " ucap seorang pria yang merupakan paman tirinya sekaligus ayah dari anaknya.
'' Kau , kenapa kau kemari " ucap Lolita sarkas , matanya menatap penuh benci .
'' Tenanglah keponakan ku yang cantik .Bukannya kau sendiri yang merangkak keranjang ku " ucap Pedro mengingatkan.
'' Cukup " ucap Lolita masih tak terima .
'' Kau selalu menggoda Lolita , tapi suami mu itu saja yang bodoh membiarkan kualitas tinggi menganggur begitu saja " ucap Pedro dengan pandangan berkabutnya.
'' Jangan macam-macam paman . Ini mansion ayah dan ada ibu ku dibawah " ucap Lolita memperingati , ia berjalan mundur dan seketika Pedro mendorongnya keranjang empuk di ikuti tubuhnya yang menindih Lolita di bawahnya.
'' Layani aku " ucap Pedro memaksa mencium Lolita namun Lolita selalu berusaha untuk menolak dan bangkit .
'' Aku akan berteriak " ucap Lolita mengancam.
'' Berteriaklah sayang dengan suara indahmu. Apa kau lupa jika kamar ini kedap suara dan berapa kali kita melakukannya disini " ucap Pedro dengan tangan yang mulai menjelajah meski Lolita menepis, ia akan terus melakukan niatnya untuk membuat Lolita partner ranjangnya.
'' Keluarkan tenaga mu yang powerful itu karena aku suka " ucap Pedro yang mulai melucuti pakaian Lolita hingga tersisa dalam*nnya saja karena Lolita terbuai dengan jemari Pedro yang menyentuh daerah sensitifnya.
'' Tapi bagaimana dengan ibu nanti " ucap Lolita.
'' Ibu mu akan pergi ke luar negeri menyusul ayahmu selama seminggu dan aku di tugaskan mengawasimu " ucap Pedro dengan senyum penuh kemenangan.
'' Puaskan aku , maka akan ku buat orang kau benci menderita " ujar Pedro dan segera melakukan pemanasan yang begitu memabukkan. Lolita benar-benar liar semenjak Pedro yang mulai menggaulinya berulang kali , tenaga Lolita yang begitu menggelora karena hasrat yang begitu menggebu . ******* tak terelakkan lagi antara keduanya bahkan Pedro menanamkan benihnya berulang kali di liang Lolita , karena Lolita tak sedang masa subur jadi tak takut bagi mereka jika Lolita kembali hamil . Pedro dan Lolita melakukan dimanapun , dikamar mandi dibawah guyuran air shower , di dalam bathtup, diatas balkon bahkan saat mereka sedang makan . Para pelayan tak mengetahui hal itu karena Pedro dan Lolita bermain dengan apik . Bahkan saat Lolita tidur Pedro akan terus menyerangnya bagai tak pernah bosan . Pedro akan berhenti ketika lelah dan memantau keadaan perusahaannya dari laptop .
'' Hentikan paman . Ini sudah malam. Lolita magantuk " ucap Lolita yang kini tengah di jungkir balikan.
'' Kau tidurlah sayang . Biar aku yang bekerja '' ucap Pedro dengan tongkat nya yang terus bergerak kencang. Lolita ingin tidur karena lelah namun sang paman terus menyerangnya . Hanya lima atau enam jam Lolita bisa tenang , meski banyak bermain tubuh Lolita meresponnya dengan baik karena Pedro memberikannya obat agar tenaga Lolita selalu terjaga.
'' Lihat Wilson . Aku menikmati putrimu. Akan ku jadikan ia alat menghancurkan mu . Setelah aku bosan akan membuangnya. Aku akan menikmatinya dengan puas. Seperti saat ini. Tiga hari aku telah menikmatinya tiada henti " gumam Pedro saat menggempur Lolita yang kini dalam posisi telentang.
'' Tidurlah . Sebentar lagi diriku usai " ucap Pedro dan diangguki Lolita yang kini sudah benar sangat mengantuk . Pedro pun ambruk di atas tubuh Lolita yang selalu polos dalam tiga hari bersamanya , Pedro ambruk namun enggan melepaskan miliknya dan kini tubuh Lolita berada di atasnya , Pedro tertidur dengan memeluk Lolita dengan erat di atasnya . Jika Pedro bangun dan ingin kembali miliknya akan langsung melakukan praktek tak peduli seperti apa rupa benda yang selalu membuatnya ketagihan.
.
.
.
__ADS_1
Kini Eric dan Ericana tengah menghabiskan waktu di taman bermain hanya berdua saja . Eric tersenyum saat bisa membuat Ana kecil itu tertawa bahagia .
'' Kau pasti lebih bahagia bila bersama orang tua kandung mu " ucap Eric lirih , ia merasa begitu bersalah kepada Ana namun ntah mengapa ia merasa bahwa Ericana tak akan aman jika berada dalam keluarga Wijaya.
'' Semoga rasa yang ku miliki bukan cinta untukmu , karena kau anakku dan yang ku cintai ibumu . Andai kau anak kandungku , pasti aku pria paling bahagia di dunia ini ,bisa memeluk dua wanita kembar beda generasi " ucap Eric mendongakkan wajahnya. Eric tak ingin menangis di depan anaknya , jika tidak maka Ericana akan ikut menangis.
'' Aku ikhlas untuk menikah kembali Ana dan aku akan mencoba membuka hatiku . Semoga kau selalu bahagia Ana agar tak sia-sia aku melangkah untuk masa depan ku Ana. Aku berjanji akan mempertemukan mu dengan Ericana , aku yakin saat itu akan datang dan satu pintaku saat itu . Jangan pisahkan aku dari Ericana . Aku mencintainya dan menyayangi seperti putri kandungku . Akan ku berikan cincin pertunangan kita dan pernikahan kita untuk Ericana " batin Eric . Cincin yang selalu ia jaga harus ia titipkan kepada Tasya besok agar di berikan pada Ericana saat gadis kecil di hadapannya tumbuh dewasa.
" Ericana , ayo pulang ya sayang " ucap Eric membuat Ericana kecil merajuk dan rajukannya itu mirip sekali seperti Ana waktu kecil dulu saat Eric menjaga Ana kecil saat bermain dulu dan dimasa sekarang pun sama namun beda generasinya. Ericana sangat hobi main permainan pria berbeda dengan Ana saat kecil dulu sering memaksa Eric bermain masak-maskan bersama nya .
Eric ingin sekali memaksa Ericana untuk pulang namun pasti Ericana akan menangis lebih dahulu dan akan mencuri perhatian banyak orang nantinya .Ericana begitu keras kepala melebihi sang ibu kandung , mungkin sifat keras kepalanya meniru sang ayah kandung yang kini sedang menemani sang bunda agar terbangun segera.
" Dad , mamam " ucap Ericana merasa lapar dan akhirnya senyum Eric mengembang karena di pastikan Ericana akan keluar dari area bermain salju itu .
Saat Eric dan Ericana tengah asyik menyantap makan siang mereka tanpa sengaja sepasang mata melihatnya dari jauh .
" Bukankah itu mas Eric ya " batin Ana.
" Ah dia kan memang tinggal di kota ini " imbuhnya .
" Sayang " ucap Rahma menarik kemeja Jimmy tanpa mengalihkan perhatiannya.
" Eehhmmm " deheman seorang pria yang terasa asing di telinga Rahma membuat Rahma menoleh . Wajah Rahma bersemu merah bukan karena jatuh cinta melainkan begitu malu melihat kecerobohannya . Cengir bodoh pun tercetak di wajah Rahma saat ini sementara Jimmy tertawa terbahak-bahak di tempat lain melihat tingkah istrinya yang tak juga berubah meski telah memiliki anak hanya saja sikap Rahma sedikit lembut .
" Maaf kek " ucap Rahma segera melesat pergi menyusul Jimmy berada dan ingin mencubitnya saat ini.
" Dimana mas Eric dan bocah kecil itu " gumam Rahma .
" Sudahlah , besok saja akan ku paksa Jimmy untuk datang di acara pernikahannya " ucap Rahma melanjutkan langkah kaki jenjangnya.
Rahma dengan wajah cemberutnya menatap Jimmy tajam dan seraya menghempaskan bokongnya.
" Genit sekali , kakek tua saja di tarik kemejanya " goda Jimmy yang tengah menyeruput jus di hadapannya .
" Kau juga pergi seperti setan " ketus Rahma moodnya begitu buruk.
" Maaf . Tadi mas mengajakmu namun kau bengong saja " ucap Jimmy , panggilan mas merasa tak cocok untuk dirinya namun Rahma suka memanggilnya demikian ketika mood Rahma bagus .
" Kau tau betapa malunya aku , apalagi aku memanggilnya sayang . Aku hampir kena serangan jantung melihat kau mendadak tua " gerutu Rahma dan di balas senyum geli oleh Jimmy. Jimmy bukan pria pencemburu akut seperti Rafli yang tak bisa menahan rasa cemburunya kepada siapapun dan dimanapun tempat nya . Namun demi sadarnya sang istri , Rafli mengizinkan jika seorang dokter pria memeriksa keadaan istrinya dan itu pun hanya sebatas menyentuh pergelangan tangan saja dengan diawasi dirinya sendiri.
" Sudah jangan marah. Nanti anak kita takut melihat wajah jelekmu " ucap Jimmy .
" Kau ini menyebalkan " umpat Rahma dan segera tersenyum manis saat sang anak mencium pipinya .
" Pangeran kecil mama lebih pintar dari pada pangeran besar di hadapan mama " sindir Rahma namun Jimmy cuek saja , Jimmy tak suka pekerjaan merayu .
" Dasar pria tak peka " batin Rahma .
__ADS_1
.
.
.
Hari yang di nanti pun telah tiba sama hal yang dirasakan Eric dirasakan juga oleh Vini. Hatinya begitu terkoyak sebulan yang lalu saat Eric mau menikahinya karena telah terlanjur berbohong dan saat itu pula Eric membuat perjanjian pernikahan kontrak selama tiga tahun , bukankah hal yang sebentar...
'' Apa keputusan Vini salah ibu . Maafkan Vini yang bodoh ini ibu dan ayah . Vini mencintai Eric dengan tulus dan semoga Vini bisa membuka pintu hatinya yang tertutup rapat . Sejujurnya Vini tidak ingin di posisi seperti ini. Pernikahan bukanlah hal mainan bagi Vini tapi kenapa pria itu dengan gampangnya membayar Vini untuk Vini mau menikah kontrak dengannya dan Vini begitu bodoh menerima karena rasa yang ada karena terbiasa . Sebisa mungkin Vini akan menjadi istri yang baik . Ibu dan ayah doakan Vini " gumam Vini mengalir deras air matanya , gadis berusia 20 tahun itu akan melepas masa lajangnya dengan dinikahi pria berusia 35 tahun yang di beri julukan oleh sepupunya sebagai pria patah hati.
'' Ehmm " Angga berdehem membuat Vini segera menghapus air matanya .
'' Jangan ragu untuk menikah dengannya Vini. Mungkin akan banyak ujian dan cobaan yang harus kau hadapi . Mendapatkan hati Eric pria patah hati tidak lah mudah . Banyak wanita di luar sana yang gagal mencobanya tapi entah mengapa aku yakin kau bisa. Perjuangankan cintamu dengan sungguh -sungguh agar Eric perlahan namun pasti merasakannya . Turuti saja perjanjiannya , lagian kau tak akan rugi karena Eric berjanji tak menyentuhmu meski hati mu harus tabah sambil meraih cintanya . Aku percayakan kebahagian Eric berasal darimu. Kau muda dan tak kalah cantik dengan Ana " ujar Angga dengan mata berkaca-kaca , bagaimana jika sepupunya hatinya terluka meski luka itu tak berdarah.
'' Angga , boleh aku bertanya " tanya Vini meragu , ia takut merasa rendah diri apalagi setelah mendengar kisah cinta pria patah hati tersebut.
'' Apa Ana itu beneran begitu cantik " tanya Vini .
'' Maaf bila aku membuat nyalimu sedikit menciut meski hanya sedikit menciut " ucap Angga . Angga menghela nafasnya panjang .
'' Ana cukup cantik di kampus , malahan Ana menjadi primadona kampus saat itu . Banyak orang yang tak menyukainya karena iri apalagi Eric pria yang paling populer di kampus selalu mendekati Ana tanpa henti , namun banyak juga yang menyayanginya. Jujur , bahkan aku pernah jatuh cinta padanya namun aku sadar Ana mencintai Eric begitu juga sebaliknya jadi aku memilih mundur hingga akhirnya mantan kekasih Ana datang dengan berbagai cara datang merebut Ana kembali dan tepat pula saat Laurent menjebak Eric . Itu sebuah keberuntungan bagi Rafli namun musibah bagi Eric " ucap Angga dengan perasan berkecamuk.
'' Tapi kau jangan ragu . Cinta ada karena terbiasa. Saat Ana menerima Eric , Eric sendiri sadar jika Ana belum mencintainya di awal mereka menjalin hubungan namun Eric tanpa lelah dan akhirnya berhasil membuat Ana membalas cintanya . Bahkan saat Rafli menikahi Ana , cinta Ana masih terpaut untuk Eric namun Rafli menjaga Ana begitu ketat hingga mengirim Eric begitu jauh bahkan kami gagal untuk menculik Ana " ucap Angga membuat Vini melongo betapa mengerikannya sosok Rafli baginya .
'' Dan kau harus terus berusaha sama halnya seperti Rafli dan Eric dalam membuat seseorang untuk membalas cintamu. Jika cara mereka berdua sedikit gila maka kau jangan begitu , bermainlah dengan cara cantik dan halus karena kau seorang wanita dan aku yakin kau bisa . Cinta ada karena terbiasa " ucap Angga menyemangati .
'' Aku penasaran dengan foto Ana , Angga " tanya Vini .
'' Kau serius mau melihatnya. Nanti nyalimu lenyap seketika '' goda Angga membuat Vini cemberut .
'' Kau ini " ucap Vini sebal.
'' Kau ingin melihat fotonya saat masih muda atau sudah beranak empat " tanya Angga
'' Foto Ana saat masih muda dan saat Ana telah menjadi ibu rumah tangga " ucap Vini ..
'' Baiklah ini berguna agar kau tau . Kau terlihat begitu penasaran sebulan ini " gumam Angga.
'' Siapkan nyali , hati dan perasaanmu " imbuh Angga membuat kesabaran Vini hampir habis dan bertepatan dengan foto Ana di depan matanya .
" Cantik sekali . Pantas saja dua pria itu tergila-gila " ucap Vini lirih , mengagumi semua yang ada di diri Ana .
" Termasuk pria gila di hadapan ku menyukainya " sindir Vini karena Angga terus menertawakannya .
" Itu dulu aku menyukainya , dan kini perasaanku terpaut kepada Ericana. Kelihatannya aku menyukainya " seloroh Angga meski hanya bualan saja siapa tau bisa jadi doa .
" Siapa yang kau sukai " ucap seseorang membuat Angga merasa merinding mendengarnya
__ADS_1
" Jangan lupa like dan komentarnya ya.