
Setelah membersihkan diri, Alex dan Wiliem pun makan bersama dengan Elina, Messi dan Arga. Tak seperti biasanya Arga yang cerewet hanya diam saja tak banyak bicara. El dan Messi merasa aneh dengan sikap Arga. Alex dan Wil pun merasa ada yang aneh dengan pemuda itu.
“El, kau kapan membawa wanita itu kemari?” tanya Alex.
“Wanita itu, mempunyai nama Tuan,” tukas Arga.
Elina hanya tersenyum dan menggeleng menatap Arga, sedangkan Alex hanya bisa bengong menatap Arga. Messi dan Wil hanya bisa tertawa.
“Wanita itu datang dua hari sebelum kau datang, kami membawanya kabur dari rumah sakit,”jawab Elina.
“Tuk apa kau membawanya kemari? Apa kau tak tahu, siapa orang di belakangnya?” tanya Wil.
“Orang itu, orang yang sama bukan?” tanya Alex.
Elina mengangguk, Alex dan Wil mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari Elina.
“Apa tujuan kalian membawanya kemari dan membawa kami juga?” tanya Wil.
“Kalian terlalu banyak bertanya, Tuan. Yang jelas, kami bukan orang jahat seperti lelaki yang menyekap Nona itu. Kalian masih bisa bebas melakukan apa pun dan bisa makan, minum dan tidur pulas,” jawab Arga dengan nada ketus.
“Ahh,, kenapa bocah ini menjadi sangat menyebalkan pagi ini, apa yang Laudya katakan padamu tentang kami, huh?” tanya Alex kesal.
Arga menatap Alex, lalu beralih menatap kea rah Wil dengan tajam. Setelah itu, Arga pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari Alex. Messi mengikutinya karena khawatir dengan sang adik.
“Jangan sampai adikmu menyukai Laudya!” seru Alex menatap Elina.
“Dia bukan wanita biasa, kau pun pasti tahu latar belakang wanita itu. Ada Zidan yang memegang kendali hidupnya, Arga masih terlalu muda tuk wanita liar seperti Laudya,” sambung Alex.
“Kalian mengenalnya? Siapa dia, apa kalian tahu keadaannya saat aku membawanya kemari?” ucap Elina bertanya pada Alex dan Wil.
“Wanita itu, sangat mengenaskan. Luka yang berada di kakinya itu membusuk dan sepertinya, lelaki yang bernama Zidan itu melakukannya dengan sengaja. Aku rasa, wanita itu sudah di buang, karena sudah cacat,” sambung Elina.
“Apa kau yakin? Aku selalu melihat Lissa merawatnya dan mengobati luka itu setiap hari,” ucap Wiliem.
“Itu bukanlah sebuah obat, namun racun yang membuat lukanya semakin parah. Jika saja, aku dan Arga tak segera membawanya kemari, mungkin saja kakinya harus segera di amputasi,” jawab Elina.
Alex dan Wil begitu terkejut mendengar itu, ternyata wanita itu kini sudah menjadi barang buangan dari Zidan. Bahkan, Zidan sangat kejam pada Laudya yang selama beberapa tahun ini bersamanya dan setia padanya.
“Lelaki itu sangat kejam, wanita itu sangat malang nasibnya,” ucap Wil.
“Kallian akan bertemu dengan temanku, mungkin besok dia akan kembali,” balas Elina.
“Apa setelah itu, kami bisa kembali ke Filandia?” tanya Wil.
“Entahlah, aku tak tahu. Karena nama kalin tersebar di mana-mana, karena telah membawa kabur seorang model papan atas,” jawab Elina.
__ADS_1
“What? Jadi kami jadi buronan karena membawa kabur Laudya, yang benar saja? Itu kan kerja an kalian, kenapa nama kami yang tertulis di sana?” tanya Wiliem.
“Karena mereka menginginkan kalian dan wanita itu, bukan kami,” jawab Elina.
Setelah mengatakan semuanya, Elina pergi meninggalkan Wil dan Alex yang masih terdiam memikirkan nasib mereka. Sedangkan, mereka begitu menghawatirkan Zee dan Vanya yang pasti sangat mencemaskan keberadaan mereka.
Laudya mendengarkan semuanya, wanita itu merasa kasihan pada dirinya sendiri yang sudah tak berguna. Bahkan, Zidan ingin dia cacat setelah itu pergi begitu saja.
“Apa semua ini adalah balasan dari semua yang sudah aku lakukan di masa lalu? Aku banyak sekali melakukan kesalahan, banyak sekali orang yang mati karena diriku,” gumam Laudya dengan menangis.
Keadaannya semakin membaik, bahkan dia sudah bisa merasakan lagi kakinya. Belajar berjalan dengan pelayan di sana. Laudya selalu berpikir, jika Elina dan kedua adiknya itu adalah orang jahat yang akan menyiksa dirinya karena mengetahui dia adalah mata-mata dari Zidan. Namun, semuanya itu tidak benar adanya, Elina dan Arga selalu merawatnya, menyembuhkan lukanya.
“Lex, bagaimana kita bisa keluar dari Negara ini? Apa kita tak bisa menggunakan telepon di sini?” tanya Wil.
“Mereka akan bisa melacak keberadaan kita di sini, lagi pula ponsel kita telah di sita oleh Zidan,” jawab Alex.
Wiliem meremmas rambutnya dengan kasar, sudah hampir satu pekan mereka di tempat itu. Wiliem masih ingat dia berjanji pada Vanya akan pulang, setelah sepekan berada di Milan.
“Kita bisa menunggu orang yang mempunyai tempat ini kembali, setelah itu kita bisa meminta bantuannya,” ucap Alex.
Messi melihat sang adik dekat danau, terlihat Arga begitu kesal. Pemuda itu terus melempar batu di permukaan danau, raut wajahnya sangat terlihat banyak sekali ekspresi yang membuat Messi yang memang belum mengalami jatuh cinta hanya bisa menggaruk kepalanya. Bingung harus melakukan apa pada sang adik. Terlihat, Elina yang berjalan menghampiri Messi tapi wanita itu masih terus berjalan sampai berhenti di samping Arga. Membuat pemuda itu hanya bisa menunduk, melihat ekspresi dari wajah sang kakak.
Messi berlari karena melihat tatapan dari Elina pada Arga dan benar saja, saat Messi sudah berada di depan Arga, Elina melayangkan tendangannya pada Arga. Namun, bukan Arga yang terkena melainkan Messi lah yang mendapatkan tendangan itu.
Bugh,,
“Kau tidak apa-apa?” tanya Arga cemas.
“Kenapa dengan sikapmu pagi ini, huh? Kau menyukai wanita simpanan itu?” tanya Elina dengan nada dingin.
Messi menatap Arga dengan menggelengkan kepalanya, Arga menatap Messi lalu menatap Elina.
“Apa ada yang salah dengan perasaanku padanya, El?” tanya Arga balik.
Elina menatap Arga dengan tatapan yang sangat tajam, bahkan seakan ingin membunuh sang adik. Messi memegang lengan Arga dan menatap sang kakak.
“Sudah hentikan! Biarkan saja, Arga dengan semua perasaannya pada wanita itu,” pinta Messi.
“Kau tak tahu siapa dia, seperti apa dia dan bahaya apa yang akan kita hadapi. Jika, Arga bisa menyukai wanita sepertinya. Dan kau Arga, jangan pernah lupa kau bisa bebas dan bisa hidup bebas itu karena siapa, ingat akan kenyataan itu!” seru Elina denga sedikit berteriak pada Arga.
“El, sudah hentikan! Arga, pergilah kau harus memberikannya obat bukan?” tanya Messi.
“Aku tak kan pernah lupa itu, El. Aku pun tak akan melupakan jika kau juga menyimpan rasa pada Tuan Wildan dan itu yang membuatmu terus terbelenggu di sini,” ucap Agra menatap Elina dan bergegas pergi menjauh.
Messi semakin terkejut akan kenyataan itu, namun Messi tak berani tuk menanyakan lebih lanjut dan memilih mengejar Arga kembali ke Villa. Elina menangis setelah kepergian kedua adiknya, rasanya dia begitu sangat lemah pada Arga dan Messi.
__ADS_1
Selama lima tahun dia baru bisa mempercayai Wildan, karena rasa traumanya yang dulu dia rasakan. Selama tiga tahun, dia terus berusaha mencari keberadaan kedua adiknya dengan terus bekerja dengan Wildan, selama itu pula dia tak pernah mengurusi hidupnya. Yang Elina pikirkan adalah bagaimana dia bisa menemukan Arga dan Messi, membawa kedua adiknya pergi menjauh dan hidup layaknya keluarga yang sesungguhnya tanpa ada yang menyakiti mereka.
Elina menangis, duduk di atas tanah. Sikapnya yang keras pada Arga semata-mata hanya karena tuk melindunginya, apalagi Arga masih dalam masa pertumbuhan dengan segala ke ingin tahu an nya. Begitu juga rasa sukanya pada Laudya yang menurutnya adalah sebuah kesalahan.
FILANDIA
Zidan dan Roy sedang berada di sebuah restoran, Zidan masih belum menyerah tuk membuat Alex dan Wil muncul dari persembunyiannya. Dengan cara membuat, Zee tertekan mungkin bisa membuat dua lelaki itu muncul. Zidan tau jika Zee adalah segala-galanya tuk mereka, oleh karena itu Zidan ingin Roy bisa mendekati Vanya kembali.
“Roy, apakah kau tak ingin menemui temanmu itu? Bukankah sudah sangat lama kau tak berjumpa dengannya?” tanya Zidan.
“Aku sangat ingin, bahkan ingin rasanya tiap hari bertemu dengannya. Sama seperti dulu saat kami masih satu kampus,” jawab Roy.
“Temui dia, kau tak ada urusannya denganku atau perusahaanku,” ucap Zidan.
“Apa, Anya masih mau bertemu denganku? Aku sangat takut melihatnya menolakku,” balas Roy.
“Percaya padaku, kalian itu teman dekat. Bukankah, kau yang selalu ada tuknya saat dia dalam kesulitan?” tanya Zidan.
“Ya kau benar, Paman. Aku akan mencoba mendatangi Anya,” balas Roy.
Tak lama, terlihat Wildan datang bersama dengan Ken memasuki restoran itu. Wildan yang tak sengaja melihat keberadaan dari Zidan pun memberi isyarat pada Ken. Ken menatap tajam pada Zidan, sungguh lelaki itu ingin sekali menemui Zidan yang sudah menyekap adik-adiknya itu.
“Jadi itu dia? “ tanya Ken.
“Ya, kau benar. Yang aku tahu, dia sedang menyerang perusahaan Sanders Company dan tentunya dia sedang mencari tahu perusahaanmu dan Zyan,” jawab Wildan.
“Zyan? Apakah dia sudah mengetahui ini?” tanya Ken.
“Sepertinya belum. Aku rasa, Zee belum memberitahukan pada kembarannya itu,”jawab Wildan.
“Lalu bagaimana dengan Alex dan Wil?” tanya Ken.
“Besok malam, aku akan kembali. Kau bisa ikut pergi denganku ke sana,” jawab Wildan.
“Aku akan membawa Zee dan Vanya, apakah mereka bisa ikut?” tanya Ken.
“Tentu, tapi siapa yang akan menjalankan perusahaan dari Sanders Company itu?” tanya Wildan balik.
“Nyonya Sofia adalah wanita yang tangguh, wanita yang mendirikan perusahaan itu. Aku sudah membicarakan semuanya dengannya, wanita itu mempunyai tangan kanan yang sangat bisa di andalkan,” jawab Ken.
“Baiklah, temui aku di mansion tengah malam nanti!” pinta Wildan.
Ken menatap Zidan dengan tatapan membunuh, sungguh Ken adalah sosok yang bisa menjadi kejam. Bahkan sangat kejam jika sudah mengenai keluarganya. Wildan saja merasa takut, jika sudah melihat mata elang Ken yang menunjukkan kemarahannya.
“Aku akan melakukan apa pun tuk keluargaku. Bahkan, dia sudah berani mengusik kehidupan dari Zee dan Vanya,” batin Ken.
__ADS_1
Bersambung🍂🍂🍂
Terimakasih bagi kalian yang masiih setia dengan Takdir Cinta, sudah mau memberi Rate dan Vote nya padaku, sudah meninggalkan jejaknya.