
"ah siial"Baram masih bergulat dengan pikirannya
"apa..?apa kau bilang? tanya Hanari
"tidak,kau sudah bangun?jawab Baram
"emh..baru saja"saut Hanari
(sebenarnya udah dari tadi bangunnya,Hanari ngeles aja takut ketahuan Baram diam diam hanari mulai suka memperhatikan Baram)
"Baram kamu laper gak?"Harani
"sedikit" Baram
"aku mau masak mie kamu mau?"tanya Hanari lagi
"emh,ya"Baram.
beberapa menit berlalu
"ta da mienya sudah matang"kata Hanari
"hei hana apakah kamu cuma bisa masak mie?Baram sambil menyruput mienya
"em em em kamu meremehkanku"saut Hanari
"tidak"singkat Baram
Hanari dan Baram telah selesai mengisi perut mereka..
__ADS_1
"waahh kenyang..hei apakah kamu akan tinggal disini?tanya Hanari pada Baram
Karena Hanari bilang begitu Baram sangat malu "tidak" singkat Baram.
"terus"Hanari
"apakah kamu tidak apa apa sendirian"tanya Baram balik
"tentu,sebentar lagi ujian akhir kenapa kamu tidak sekolah?Hanari
"gerbangnya sudah ditutup tadi,kebetulan lewat sini jadi mampir"Baram ngeles
"bukankah kamu biasa lewat belakang?"Hanari
"tadi lagi males aja sekolah"Baram masih ngeles
"memangnya mau kemana?tanya Baram
Hanari tidak menjawab pertanyaan Baram ia langsung merangkul sahabatnya itu dan pergi.
"BIOSKOP" Baram sambil keheranan tidak biasanya Hanari pergi nonton.
"mengangguk"Hanari senyum
"baiklah mau nonton apa?tanya Baram
Mereka berdua ribut karena Hanari mau nonton film horor.Sudah limabelas menit berlalu mereka masih saja ribut,Hanari dan Baram kekeh dengan pendirian masing masing
"yang ultah siapa?Hanari
__ADS_1
"yang traktir siapa?Baram
"sekali saja"Hanari memohon
"tidak"singkat Baram
"hei apakah kamu takut film horor"Hanari tertawa
"aku akan membeli tiket "saut Dae Baram.
Mereka berdua menikmati filmnya meskipun Baram kadang kadang membuat semua orang menatapnya,sebenarnya Baram sangat malu tapi itu permintaan Hanari ia tak bisa menoklaknya.
Hari sudah hampir gelap,Hanari belum mau pulang ia mengajak sahabatnya itu keliling mall.Hanari terlihat bahagia dimata Baram senyum Hanari tak terbatas oleh apapun tidak seperti biasanya Hanari seperti itu.Hampir semua permainan dimall dijajaki mereka berdua.Waktu menunjukkan pukul 20.05
"aaahhh aku lelah ayo pulang"Hanari
"ayo aku antar "Baram
Dijalan mereka berdua ribut mengingat kejadian lucu tadi,aneh rasanya jika mereka enggak ribut istilahnya tiada hari tanpa ribut.
Tak terasa sudah sampai rumah Hanari.
"sampai jumpa besok,belajarlah dengan benar lusa kita ujian akhir"Hanari
"Otakku tak sekecil otakmu"Baram melambaikan tanganya.
Hanari masuk kedalam rumah,raut muka lelah sedih tercampur saat ia memasuki rumah,ia sedih saat memasuki rumah peninggalan ibunya itu dan saat keluar rumah Hanari harus membuang raut muka seperti saat dirumah..senyumnya harus mengembang saat diluar rumah.Hanari tidak suka membagi kehidupan pribadinya itu,ia paling tidak suka dikasihani.Hanari menjalani harinya sama setiap harinya,ia berusaha setegar mungkin.Hanari harus menjalani hidupnya dengan baik demi mendiang ibunya.Suatu saat nanti kebahagiaan akan mendatanginya,Hanari percaya tidak ada yang sia sia dalam hidup ini.Mungkin sekarang Tuhan sedang mempersiapkan kebahagiaan yang amat sangat untuk dirinya.
Tapi apakah bisa Hanari bertahan sampai kebahagiaan itu datang padanya..saksikan terus yaa guuyyss...
__ADS_1