Takdir Cinta

Takdir Cinta
Sah


__ADS_3

"Siapa yang kau sukai " ucap seseorang membuat Angga merasa merinding mendengarnya.


'' Eh Tante Sasa " ucap Angga tersenyum kikuk seraya menatap gadis cilik yang berpakaian bak peri itu .


'' Ia sama seperti bunda nya . Sungguh hebat kebohongan Eric kali ini hanya demi mempertahankan anaknya , jika mempertahankan ibu nya Eric terlihat sudah pasrah . Apalagi Ana menegaskan tak akan meninggalkan suaminya waktu itu " batin Angga .


" Angga hanya menyukai seorang gadis ma . Tapi kemungkinan untuk dirinya mendapatkan gadis itu susah karena orang tua gadis itu pasti tak menyentujuinya " ucap Vini membuat Angga menatapnya tajam .


" Kasian sekali nasibmu Angga . Tante kira Eric yang tak akan pernah mau menikah dan jodohnya paling terakhir di antara kalian , ternyata jodohmu yang terlambat datang " ucap Sasa membuat Angga menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Oh ya , siapa orang tua gadis yang kau sukai yang tak menerima mu itu . Biar tante yang melamarnya untukmu " ucap Sasa membuat Vini mengulum senyum.


" orang tua angkatnya ya si Eric dan ayah kandungnya Rafli . Dua pria yang begitu menyebalkan di dunia ini " batin Angga .


" Oh ya sudah , kau pikirkan tawaran Tante " ucap Sasa.


" Ayo sayang , kau harus segera di rias . Sebentar lagi penghulunya datang '' ucap Sasa dan membuat jantung Vini berdetak kencang .


Sementara Eric kini termenung di atas ranjangnya , fikirannya masih menerawang tentang Ana . Ia berniat tak menikah selama hidupnya namun demi alasan mempertahankan Ericana ia harus terjebak dalam kebohongannya sendiri .


" Kenapa aku tidak bisa membencimu Ana , bahkan di hari pernikahan ku malah cinta ini yang tak berkurang , cukup banyak waktu untuk aku mengenal Vini namun rasa itu tak kunjung ku dapatkan bahkan hanya sekedar melupakanmu atau mengikis rasa ini tak kunjung bisa. Racun apa yang telah kau berikan padaku Ana " teriak Eric .


" Bagaimana jika dalam pernikahan ku , istri ku berselingkuh kembali , meski awalnya kesalahan ku " imbuhnya .


tok


tok


" Eric , nak . Ayo siap-siap '' ucap Sasa


ceklek


Sasa menatap anaknya garang di hadapannya yang belum bersiap apapun .


" Kau bahkan belum mandi Eric " ucap Sasa membuat Eric berjalan ke kamar mandi .


" Kau menangis nak " lirih Sasa melihat pipi anaknya basah.


" Lupakan dia nak , maka kau akan bahagia. Ingat Ericana anak mu. Ia akan sedih jika ibu yang melahirkannya kau sakiti begini dengan mencintai wanita lain. Berikan hatimu untuk Vini meski sedikit saja. Mama ingin kau bahagia nak , karena kau pantas bahagia " ucap Sasa dengan air mata yang menetes.


" Eric akan mencoba ma . Eric mau mandi dulu " ucap Eric dan di angguki lemah Sasa...


" Ya Tuhan , tolong beri kebahagian untuk putra ku . Hilangkan memori tentang Ana darinya . Anakku berhak untuk bahagia Tuhan " ucap Sasa . Bahkan Sasa mendandani Eric sedikit agar terlihat auranya lebih segar meski Eric begitu murung .


" Ingat , kunci melupakannya hanya ada padamu nak. Dan jangan sampai salah mengucapkan nama istri mu seperti saat kau menikah dengan rubah licik itu " ucap Sasa masih geram rasanya terhadap Lolita.


Sah


Kata itu terucap dari saksi dan hadirin yang ada disana saat Eric mengucapkan ijab qobul.


Awalnya Sasa merasa was-was saat pertama kali Eric terbata mengucapkannya .


Malam harinya pun Eric dan Vini tengah menyambut para tamu yang memberikan ucapan selamat pada pasangan baru itu. Ekspresi kedua pengantin itu susah sekali di tebak . Apalagi Vini antara bahagia dan kesedihan yang ia rasakan , andai Eric menikahinya karena cinta pasti Vini merasa wanita paling bahagia di dunia ini namun nyatanya ia hanya di nikahi Eric secara kontrak .


Banyak para tamu yang sebagian besar berasal dari para kolega keluarga Permana dan sebagian rekan kerja Eric juga turut datang . Para wanita sexy menghampiri Eric dan tanpa sungkan mengucapkan selamat dan memeluk Eric , Eric segera melepaskan pelukan mereka bukan karena situasi dan statusnya sekarang namun Eric terlihat begitu risih saat sembarang orang memeluknya.


Rahma kini berada di suasana pesta dengan sang suami yaitu siapa lagi jika bukan Jimmy , Jimmy terpaksa pergi dan cukup mereka menjadi pusat perhatian orang dan itu hal paling tidak disukai Jimmy . Terlihat tuan Permana berbincang dengan Jimmy dan Rahma hanya menyeruput segelas Vodka yang sedikit -sedikit ia sesap.


'' Apa yang kau minum '' ucap Jimmy mengambil gelas berisi cairan bening tersebut.

__ADS_1


'' Air " ucap Rahma seraya bersendawa .


'' Siapa yang memberikan mu " tanya Jimmy dengan rahang mengeras.


'' Pria itu " tunjuk Rahma asal .


'' Kau ini , pemabuk yang payah . Kenapa meminum ini pula . Baru ku tinggal sebentar Rahma , kau telah seperti ini . Bagaimana jika aku lama kembali " lirih Jimmy .


'' Ayo kita pulang " ucap Jimmy tapi Rahma menepisnya tangan Jimmy.


'' Aku ingin memberikan ucapan selamat dulu " ucap Rahma yang merasa kepalanya pusing membuat Jimmy berdecak kesal.


'' Rahma , kau mabuk " ucap Eric pertama kali terkejut melihat Rahma yang mendekatinya .


'' Seharusnya di pestamu tak memberikan tamu segelas Vodka " ucap Jimmy menatap tajam Eric .


'' Aku tak tau menahu akan hal itu " ucap Eric tak kalah sengit.


'' Ku mohon jangan ribut , ini di pesta " ucap Vini dan membuat Jimmy meredam emosinya.


'' Akhirnya kau move on juga bodoh. Akhirnya , pasti mbakku bahagia melihatnya . Tapi aku tak me..... " ucap Rahma terhenti saat Jimmy membekap mulut istrinya , saat normal saja istrinya suka ceplas ceplos apalagi jika mabuk ..


'' Kami permisi '' ucap Jimmy dingin dan segera menggendong Rahma secara bridal style . Banyak pasang mata menatapnya , terlihat Jimmy begitu romantis terhadap istrinya , sosok orang kepercayaan Rafli Wijaya yang tak dapat di sentuh lebih dekat .


Acarapun berlangsung lancar dan meriah , meski ada beberapa perempuan yang merasa pada hati hampir saja merusak acara pernikahan termegah tersebut.


Eric memilih menuju kamar yang telah disediakan dari pada berkumpul dengan inti keluarganya dan Vini pun mengikuti kemana langkah kaki Eric . Sementara sebagian keluarga Permana tersenyum saat melihat sepasang pengantin baru tersebut terlihat tak sabar namun fakta tak sesuai ekspektasi mereka .


Tio membisikkan Angga tentang rencananya namun Angga menolaknya keras , ia membiarkan cinta antara Vini dan Eric berjalan apa adanya. Tio akhirnya pergi membiarkan Angga mengendong Ericana .


'' Kau cantik sekali Ericana . Jika kau sudah dewasa dan tumbuh menjadi gadis yang cantik pasti om sudah tua . Tapi jodoh tak mengenal usia kan " ucap Angga tersenyum saat memperhatikan wajah lucu Ericana yang kini tengah menikmati ice cream.


'' Aaauuuuaaaw sakit " kaget Angga saat berewok tipisnya di tarik seseorang.


Mata Angga membulat sempurna saat mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut sementara Ericana tersenyum kepada seseorang yang menganiaya ringan Angga tersebut.


'' Ke... kenapa kau disini '' ucap Angga gugup .


'' Memangnya kenapa " ucap Eric berkacak pinggang .


'' Berani sekali kau , menaksir putriku " imbuh Eric terlihat menakutkan .


'' aduh ketahuan dah , bisa mati cepat aku jika mertuanya seperti Eric namun mertua seperti Rafli sama hal nya. Satu kandang macan dan satunya kandang singa " batin Angga .


" Aku hanya bercanda . Mana mungkin aku menaksir Ericana " ucap Angga mencoba tenang .


" Lagian kenapa kau di luar bukan menikmati malam pertama kalian " ucap Angga segera menyela sebelum Eric berbicara lebih jauh .


" Ck . Kau jangan sok lupa jika pernikahanku dan Vini seperti apa " decak Eric kesal lalu mengambil alih Ericana.


" Vini sedang mandi dan aku merasa jenuh di kamar lalu aku memilih keluar dari pada aku ngumupul dengan mereka ( keluarga inti Permana ) " imbuh Eric .


" Jangan coba menyukai putriku . Apalagi jatuh cinta padanya " ucap Eric berlalu pergi membawa Ericana .


Ericana di bawa Eric kesuatu tempat , ia ingin begitu banyak bercerita dengan bidadari kecil tersebut yang tumben matanya masih terang benderang karena biasa jam segini Ericana sudah berlayar ke alam mimpi.


'' Da...dad .... Emmam " celoteh Ericana meminta di suapi ice cream oleh Eric , padahal ice cream dalam cup itu sebagain isinya telah habis oleh Ericana.


'' Kau manja sekali seperti bundamu " ucap Eric , ia menyukai gadis yang manja dan itu hanya berlaku untuk Ana .

__ADS_1


'' Apa bundamu akan bahagia bila Daddy telah menikah " tanya Eric .


'' Sebenarnya Daddy ingin sekali menikah dengan bundamu namun itu tak mungkin nak . Ayahmu telah merebut bundamu dari daddy atau takdir tak berpihak pada Daddy mu ini . Hingga kini pun Daddy masih mencintainya , mungkin orang fikir Daddy bodoh karena mereka tak pernah merasakan cinta yang begitu dalam namun menyiksa ini .Kau lah satu-satunya obat rindu Daddy terhadap bundamu . Apa kabar bundamu saat ini yaaa... " keluh Eric tanpa terasa air matanya menetes saat mencium pipi Ericana yang telah belepotan ice cream. Mengingat kisahnya dan Ana tak bersatu membuat hatinya begitu perih , dan kini mengetahui Ana yang masih tak sadarkan diri seolah Eric tak bersemangat hidup . Eric bercerita dengan Ericana tentang keluhan di hatinya meski bocah itu tak mengerti sama sekali namun tatapan mata Ericana nampak serius seolah dapat mengetahui kesedihan yang mendalam di balik mata indah pria di hadapannya ini.


Vini yang baru keluar dari kamar mandi mengedarkan pemandangannya saat melihat kamarnya telah terang benderang yang tadinya suasana begitu syahdu . Terlihat lilin yang sengaja di di tiup dan terlihat juga ranjang yang tadi penuh taburan bunga mawar kini hanya putih polos.


Sakit hati Vini jika memikirkan Eric yang tadi mungkin emosi melihat semuanya , meski di hati Vini bisa bernafas lega paling tidak Eric tak meminta hak nya .


'' Apa yang kau fikirkan Vini . Eric tak mungkin memintanya . Suamimu tidak mencintaimu Vini karena hatinya masih terpaut pada masa lalunya . sadarlah Vini , seharusnya kau tak membawa perasaanmu begitu jauh , hingga kau tak begitu terluka nantinya " gumam Vini , menepuk pipinya agar sadar .


'' Lebih baik aku tidur saja , tak usah memikirkan hal yang tak mungkin . Seterahlah mas Eric mau tidur dimana . Lagian aku juga merasa kikuk jika hanya berdua dengannya . " ucap Ericana mengunci pintu kamarnya karena Eric telah berpesan ia membawa kunci cadangan ..


.


.


.


Jika Rafli kini setia dengan penantiannya dan sedikit tersenyum karena kondisi Ana mulai menunjukkan kemajuan yang cukup berarti berbeda dengan Willy dan Viona yang kini tengah berseteru .


Willy mengusir Viona , enggan wanita licik itu terus menjadi benalu dalam hidupnya . Bahkan Viona tak segan mengancam Willy akan membeberkan perselingkuhan mereka kepada Bunga . Bunga yang tak tau Willy selingkuh saja enggan kembali , apalagi tau jika di khianati . Bunga berjanji akan kembali saat Ana keadaanya sudah mulai membaik sempurna.


'' Jika kau berani mengadukannya . Akan ku robek mulutmu Vio " teriak Willy penuh amarah .


'' Kau ingin merobek mulutku . Saat kau bosan kau mulai membuangku begitu saja " ucap Vio tak terima.


'' Aku sudah memberikan mu uang yang cukup besar. Apa 5 M itu kurang untuk menutup mulut mu huh " ucap Willy .


'' Tambah aku 3 M maka aku akan pergi " ucap Viona. .


'' Pergilah , atau nyawamu yang akan menjadi taruhannya " ucap Willy , ia sudah muak dengan semua rencananya . Semua berantakan saat Bunga mengatakan Ana sudah ada kemajuan dan berarti Camelia akan tersenyum kembali .


" Baiklah aku pergi " ucap Viona penuh keterpaksaan .


" Akan ku buat kau dan Bunga menyesal serta anak kalian . Dan untuk mu Ana , tunggu kejutan dariku saat kau sadar " batin Viona , ia tak ingin di buang sendiri apalagi menderita sendiri , sementara Jimmy terus saja memburunya atas masalah beberapa tahun yang lalu . Viona kini memalsukan identitas nya menjadi Azumi , sahabatnya yang ia bunuh dengan perlahan demi mendapatkan harta Azumi .


" Aku akan datang Rafli " ucap Viona penuh dengan senyum jahatnya.


.


.


.


Rafli begitu lelah sehabis pulang kantor lalu memilih membersihkan dirinya lalu melihat istrinya sejenak dan bermain dengan buah hatinya , anak - anaknya juga butuh perhatian darinya . Sebelum anak-anaknya mau tidur , anak-anaknya telah terbiasa menyapa sang bunda mereka yang masih nyaman memejamkan matanya . Setiap anak Rafli dan Ana selalu mencium kening sang bunda dan mengucapkan doa agar bundanya segera sadar .


" Ayah , temani jelita bobok " ucap Jelita manja.


" Nak biasanya kan boboknya ma bibi Bunga atau bi Jum " ucap Rafli tapi Jelita terus saja merengek. Tak sanggup menolak akhirnya Rafli mengiyakan .


Rafli dan jelita memasuki kamar bernuansa wanita feminim yang begitu ketara dan mata nya tak sengaja melihat Bunga yang tengah memilih buku dongeng untuk Jelita.


" Ehmmm " membuat Bunga seketika menoleh .


" Keluarlah , biar aku yang menemani jelita hingga tertidur " ucap Rafli dingin dan Bunga segera pamit pergi . Rafli masih saja tak suka padanya.


" Ayo sayang tidur,biar ayah yang membacakan dongeng " ucap Rafli asal , ntah cerita apa yang akan ia buat nantinya.


Jangan lupa like dan komentarnya ya.

__ADS_1


__ADS_2