Takdir Cinta

Takdir Cinta
Episode 337


__ADS_3

Zee dan Alex berada di dalam kamar, entah kenapa Zee merasakan jika Alex menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Sedangkan Alex berusaha tuk tetap diam seakan semuanya biasa-biasa saja.


“Kau tahu sesuatu bukan? Ada apa sebenarnya, tolong katakan padaku!” pinta Zee seraya menggoyangkan lengan Alex dengan wajah yang memelas.


“Zee, asal kau tahu aku pun tidak tahu apa-apa. Kak Ken yang tau semuanya,” jawab Alex.


Zee menatap tak percaya pada Alex, lalu melepaskan


tangannya. Zee beranjak pindah duduk di tepi ranjang. Alex hanya menghela napas panjang melihat sang istri yang merajuk.


“Kita akan tanyakan padanya, saat nanti malam kita ke rumah sakit,” ucap Alex.


“Heem, baiklah. Tapi kemana adikmu itu, semalaman dia tidak pulang?” tanya Zee.


BRAKK,


Alex dan Zee berpandangan, mereka pun langsung keluar melihat siapa itu. Alex membuka pintu dan terlihat Messi dan Wil yang sedang bergulat dengan cepat Alex mencoba memisah mereka tapi tetap tidak bisa.


Zee berlari memanggil Elina dan Arga tuk memisahkan mereka, El dan Ar begitu terkejut karena melihat Messi yang bergulat seperti itu.


“Aish, ada apa dengan bocah itu?” tanya Elina melihat Messi.


Dengan cepat, Arga memeluk tubuh Wil dari belakang dan menariknya.Sedangkan, Elina menendang kaki Messi tuk menghentikannya. Alex tidak menyangka jika Elina mempunyai kekuatan seperti itu.


“Astaga, kenapa Elina begitu kuat!” seru Zee tak percaya.


Setelah mendapat tendangan dari sang kakak, membuat Messi terduduk dan melihat siapa yang sudah melakukannya padanya.


“Apa yang kau lihat, huh?” tanya Elina saat Messi menengok melihatnya.


Messi menunduk melihat siapa yang ada di belakangnya, sedangkan Wiliem begitu terlihat geram pada Messi yang tiba-tiba memukulnya saat sudah berada di dalam kamar.


“Lepaskan aku!” seru Wiliem melepaskan diri dari Arga.


Arga melepaskan Wiliem dengan mengangkat tangannya, lalu beranjak pada Messi memantu sang kakak tuk berdiri.


“Apa masalahmu denganku, huh? Dan kau, lihat sikap adikmu itu!” ucap Wiliem seraya menunjuk pada Elina dengan tangannya.


“Turunkan tanganmu, Wiliem!!” bentak Messi melihat Elina yang di tunjuk seperti itu oleh Wil.


“Astaga, Wil!! Turunkan tanganmu, dia seorang wanita tidak sepantasnya kau seperti itu!” hardik Zee.


Mendengar itu, Wiliem menatap Zee dan langsung menurunkan tangannya lalu masuk ke dalam kamarnya. Elina menarik tangan Messi dengan kasar


lalu membawanya pergi entah kemana.


“Nona, Tuan, tolong maafkan Messi yang sudah membuat keributan,” ucap Arga seraya menunduk meminta maaf.


“Aku juga meminta maaf pada kalian, atas sikap kasar Wiliem pada Messi dan Elina," balas Alex.


Arga mengangguk lalu beranjak pergi mengejar kedua kakaknya, sedangkan Alex dan Zee kembali ke kamar mereka. Membiarkan, Wiliem tuk beristirahat dan menenangkan dirinya.


BRUGH,


Elina mendorong tubuh Messi dengan kuat di sofa, pemuda itu hanya diam tak bersuara. Padahal saat itu, dia merasakan sakit di kakinya dan juga tangannya karena terbentur oleh sisi sofa.


“Apa yang kau lakukan, huh. Katakan padaku, Messi!!” teriak Elina dengan tatapan yang tajam.


Arga masuk dan langsung duduk di samping Messi melihat tangannya yang membiru begitu juga dengan wajahnya yang terkena pukulan dari Wiliem.


Messi masih diam tak bersuara, sungguh dia masih memikirkan apa yang tadi dia dengar dari seorang Wiliem pada sang istri.


“Vanya tidak ada di hotel, apakah wanita itu sudah


benar-benar menjadi laja**ng dari seorang Roy. Dia juga tidak pulang semalaman, huh ini sungguh gila!” ucap Wiliem.


Begitu lah kenapa, Messi sangat marah pada Wiliem dan dengan cepat langsung memukulnya. Sungguh, Wiliem tidak tahu apa yang sudah terjadi pada Vanya dan dengan mudahnya terus mengatakan jika Vanya wanita laja**.


“El, sudah hentikan jangan terus berteriak pada Messi! Aku tahu, pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan,” ucap Arga seraya menatap Messi.


Messi memalingkan wajahnya karena Arga menyindirnya dan itu membuatnya merasa gagal menyembunyikan sesuatu. Arga memberikan sebuah foto pada Elina dan membuat wanita itu membulatkan matanya.


“Messi apa kau semalaman ini melakukan tugas dari Wildan?” tanya Elina pada sang adik.


“Ya.” Messimasih memalingkan wajahnya dan tidak tahu jika Elina sudah melihat foto itu.


“Ahh, sungguh terlalu mereka. Aku begitu patah hati melihat foto itu, ucap Arga seraya berdiri mengambil kotak obat.


Messi yang mendengar kata foto pun menengok ke arah Arga tapi dia tidak memegang foto. Ternyata, Elina yang memegang foto tersebut, Messi hanya bisa menghela napas panjangnya.

__ADS_1


“Haish … aku lelah, aku ingin tidur!” seru Messi seraya


berdiri membuka kemejanya lalu langsung berbaring di atas ranjang.


Elina masih melihat semua foto itu, melihat satu persatu dengan teliti. Melihat setiap jam dan tanggal yang tertera di bagian bawah foto. Arga mengobati luka Messi ayng sudah tertidur pulas, Arga tersenyum


karena melihat wajah tampan sang kakak yang menjadi babak belur.


“Kau temui saja, Tuan Wildan. Katakan padanya, berikan semua bukti itu!” perintah Arga pada Elina.


“Kenapa tidak kau saja, aku sedang tidak mau menemui dia,” balas Elina.


Drrtrtrttt,


Ponsel Messi bergetar dan terlihat nama Wildan di layar ponselnya. Arga memberikannya pada Elina, dengan sanat malas Elina pun mengangkat telpon tersebut.


“Ya, ada apa?” tanya Elina jutek.


“El, kemana Messi? Ahh, sudahlah cepat kau kemari denga Arga dan bawa foto-foto itu sekarang!” perintah Wildan.


“Dari mana kau tahu, Messi sudah mendapatkan foto itu?” tanya Elina heran.


“Bawa kemari! Aku ada di rumah sakit XXX, Vanya sedang di rawat di sini,” jawab Wildan.


“What? Ah, baiklah. Aku dan Ar akan segera kesana,” balas Elina.


Arga yang sudah mengobati semua luka Messi pun mengerti dan langsung pergi dengan Elina. Meninggalkan Messi yang tertidur pulas didalam kamar Elina.


------------------------------------------oooooooooooo----------------------------------------


Di rumah Roy, Laudya hanya bisa diam setelah mengganti bajunya dan memakan semua makanan yang dibawakan oleh Lauren (Cecilia). Terdengar suara pintu terbuka ternyata anak buah Roy memintanya tuk keluar karena Roy ingin berbicara dengannya.


Sesampainya di ruangan yang di penuhi buku, terlihat Roy sedang duduk dengan di temani Lauren yang berdiri di belakangnya.


“Lauren,” panggil Laudya lirih.


“Duduklah! Aku tidak mau bertele-tele denganmu,” ucap Roy.


Laudya menuruti apa yang di katakana Roy, namun matanya masih menatap sang kakak yan terlihat diam dan tidak menatapnya sama sekali. Bahkan, Lauren sekan tidak mempunyai perasaan karena ekspresi wajahnya yang datar dan dingin.


Brak,,


“Kalian, kalian bertemu dan berciuman?” tanya Laudya dengan nada bergemetaran.


Brakk,


Roy kembali melempar beberapa foto kembali. Jantung Laudya seakan berhenti melihat foto yang berada di atas meja, air matanya mengalir deras tanpa diminta. Tangannya gemetaran mengambil foto-foto tesebut.


“Apa yang kau lakukan lebih parah dari apa yang ku lakukan dengan Vanya. Dan asal kau ingat, aku dan Vanya tidak pernah berciuman. Foto itu, kau sengaja mengambilnya bukan dan membuat salah paham antara Vanya dan Wiliem, huh?” tanya Roy.


Laudya melihat ke arah Roy dengan menggelengkan kepalanya. Laudya tidak mengakui jika itu perbuatannya, sedangkan Roy yakin kalau semua


masalah ini karena kelicikan Laudya.


“Aku tidak tahu akan semua foto ini, bukan aku yang


melakukan itu!” ucap Laudya membela diri.


“Jangan berbohong padaku!” hardik Roy dengan menatap tajam Laudya.


-------------------------------


Di dalam kamar,Wil merasa begitu kesal dengan Messi yang tiba-tiba memukulnya dengan sangat keras. Perutnya begitu sakit sampai terasa mual karena tinjuan dari Messi, wajah yang  juga babak belur.


“Sial, apa yang membuat dia bisa memukulku tanpa henti. Apa dia mendengar ucapanku soal Vanya?” ucap Wiliem bertanya pada dirinya sendiri.


Williem masih menatap wajahnya di depan cermin, terlihat sudut bibirnya yang sedikit robek dan mengeluarkan darah.


“Andai saja aku tidak mabuk semalam, sudah ku habisi pemuda itu.” umpatnya.


Ceklek,


Suara pintu terbuka dan terlihat Alex masuk ke dalam. Wiliem yang melihat itu hanya diam dan lebih memilih memalingkan wajahnya.


“Apa yang sudah kau lakaukan, Wil?” tanya Alex seraya duduk di sofa.


“Apa, apa yang sudah aku lakukan. Kenapa kau bertanyanseperti itu padaku?” tanya Wiliem kembali menatap Alex.


“Jangan bercanda denganku, apa yang semalam kau lakukan di luar sana?” tanya Alex dengan sedikit berteriak.

__ADS_1


DEG


Wiliem terlihat bingung dengan pertanyaan dari Alex. Karena sebenarnya pun dia tidak ingat akan malam itu, alcohol membuatnya lupa akan semua yang terjadi.


“Emm, memang kenapa? Bukan urusanmu dengan apa  yang ku lakukan semalam,” jawab Wiliem gugup.


Brakk,,,


Alex melempar bebarapa foto yang dia dapat di kamar Elina, Wiliem yang melihat itu pun akhirnya mendekati meja dan melihat fotonya dengan seorang wanita yang sedang memapahnya. Ada satu foto yang sangat jelas Wiliemmencium wanita itu.


“Shitt!! Ini pasti perbuatan dari Roy. Dia yang mengantarkan foto ini bukan?” tanya Wiliem dengan sangat marah.


“HUH … Jangan menyalahkan orang lain! Hanya untuk menutupi kesalahanmu,” sindir Alex dengan tersenyum meledek pada Wiliem.


“Apa yang kau, huh? Wanita ini saja tak terlihat wajahnya dan kau menuduhku?” tanya Wiliem.


“Aku memang tidak tahu siapa wanita itu, tapi pastinya kau tahu siapa wanita Wilem,” jawab Alex.


“Alex!!” bentak Wiliem dengan sangat marah.


“Jangan berteriak padaku Wiliem!!” seru Alex tak kalah


kerasnya.


“Apa  yang sudah kau perbuat dengan wanita itu dan apa yang sudah kau lakukan pada Vanya,” ucap Alex


tegas.


“Vanya, kenapa dengan dia? Ya, kau bisa lihat dia tidak ada di hotel semalaman. Karena dia telah pergi dengan Roy lelaki brengsekk itu,” balas Wiliem seakan merendahkan Vanya.


Mata Alex membelalak mendengar ucapan dari Wiliem tentang Vanya istrinya. Alex mengepalkan tangannya dengan kuat, sedangkan Zee yang berada di di luar merasa begitu sakit hati dengan ucapan Wiliem.


“Sungguh kau tahu, dimana istrimu berada?” tanya Zee dengan membuka pintu tersebut.


Wiliem dan Alex terkejut melihat Zee yang ternyata berada di depan kamar. Tatapan Zee begitu tajam pada Wiliem, sedangkan Wil hanya menyisir rambutnya kebelakang dengan tangannya.


“Aku tanya apa kau tahu dimana Vanya berada, Wiliem Alexander?” teriak Zee begitu lantang pda Wiliem.


Wiliem sampai menengok karena teriakan dari Zee. Sedangkan Alex hanya bisa diam menatap sang istri yang sudah sangat marah pada sang adik.


“Baiklah, aku akan jujur padamu dan juga Alex. Semalam aku memergokinya sedang berkencan dengan Roy, bahkan kau tahu mereka sangat mesra.


Bahkan adikmu itu denngan mudahnya di peluk dan di cium oelh lelaki yang bukan suaminya,” ucap Wiliem.


PLAKK


Tangan Alex mendarat di pipi sang adik, Wiliem begitu


terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Alex. Wiliem tersenyum melihat Alex yang terlihat membela Vanya.


“Jaga bicaramu, Wil. Vanay sekarang berada di rumah sakit karena kecelakaan, Messi dan Wildan yang menolongnya. Dan kau dengan mudahnya mengatakan jika istrimu itu pergi dengan Roy,” ucap Alex begitu kesal dengan sang adik.


Wiliem yang mendengar itu pun termenung karena apa yang dia pikirkan ternyata salah, Zee sudah sangat marah pun akhirny memilih keluar.


“Aku akan melepaskan adikku dari lelaki sepertimu. Kau yang salah karena bermalam denga wanita lain tapi denga tega kau menyalahkan adikku? Sungguh kau lelaki brengsekk!” seru Zee yan masih berdiri di ambang pintu.


Alex menunjuk Wiliem dengan tatapan yang tajam, “ Aku sudah berjanji akan melindugi keluargaku, aku akan membuatmu menyesal dan aku akan mengatakan semuanya pda Mommy.”


Alex pun ikut keluar dan mengejar Zee. Zee begitu sakit hati dengan sikap asli Wiliem yang baru dia ketahui, Zee ingat betul saat Vanya hanya bisa diam dan menangis memluk dirinya atau pun yang lainnya.


“Apa yang kau alami, Anh? Apa yang sudah di lakukan Wiliem padamu semalam. Apa yang membuat,u begitu sedih dan memanggil kakakmu(ALFA)?” batin Zee begitu sesak.


Zee terus berlari sampai keluar hotel,wanita itu sampai


tidak sadar akan kendaraan yang melintas di depannya dan membuatnya hampir tertabrak, jika Alex tidak langsung menariknya dan segera memeluknya.


“Apa kau sudah gila, huh? Kenapa kau begitu ceroboh?” tanya Alex dengan marah.


“Lex, adikku. Apa yang sudah di lakukan Wiliem pada Vanya,” isak Zee dengan memeluk erat sang suami.


“Aku minta maaf atas semua yang Wiliem katakan. Maafkan dia yang sudah bersalah pada Vanya,” ucap Alex memohon pada Zee.


Zee menggelengkan kepalanya dengan masih terisak di pelukan suaminya itu. Alex memejamkan matanya, merasakan kesedihan dan juga kemarahan atas apa yang Wiliem lakukan.


Sedangkan di kamar, Wiliem termenung dengan melihat siapa wanita di dalam foto tersebut. Sungguh kepalanya sampai pusing mengingat siapa wanita yang bersamanya itu.


“Apa dia juga yang berada di kamar bersamaku, apakah aku sudah melakukan hal itu dengan dia?” ucap Wiliem pada dirinya sendiri.


“AHHH … Sial, kenapa aku tidak bisa mengingatnya. Aku harus bertanya pada seseorang di club itu, aku pasti sudah tidur dengannya,” gumam Wiliem yang beranjak pergi dari hotel.

__ADS_1


Bersambung🍂🍂🍂


__ADS_2