Takdir Cinta

Takdir Cinta
Ngidam Singkong.


__ADS_3

Subuh Ana terbangun karena suara adzan berkumandang dari masjid di belakang mansion Rafli. Ana segera menepis rasa kantuknya dengan berwudhu lalu melakukan sholat subuh , setelah selesai sholat Ana memanjatkan doa kepada sang pemilik alam berserta isinya , agar ia dan keluarganya selalu di beri kesehatan. Tiba-tiba kesedihan menyelinap kembali kedalam sanubarinya mengingat ranjang kosong disisinya saat terbangun tadi , ia berharap Rafli segera di bukakan pintu hatinya agar kesalah pahaman tidak berlarut-larut karena akan menyiksa keduanya , Ana juga berkali-kali memohon ampun atas permintaan cerainya dengan Rafli.


Selepas sholat Ana mendapat ketenangan yang luar biasa , Ana mulai mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan , ia lebih memikirkan kondisi janin dalam kandungannya tersebut.


Ana segera memasker wajahnya agar lebih segar supaya menutupi wajah sembabnya. Tidak lama kemudian ponsel Ana bergetar karena pesan masuk..


" Nona , tuan muda sedang ada di mansion B dan keadaannya baik-baik saja , jadi nona tak perlu cemas saat terbangun nanti " Pesan Jimmy , yang mengira Ana belum terbangun.


" Terimakasih Jim , tolong jaga suamiku " balas Ana.


" Aku bersyukur kau tidak kenapa-napa mas " gumam Ana


........


Pagi hari Rafli pun terbangun karena silau mentari menerpa wajahnya.


" Aku dimana " gumamnya.


" Aduh pusing sekali " keluhnya.


" Mandilah , sebentar lagi kita ada meeting penting " suara Jimmy membuat Rafli refleks menoleh..


" Kau ada di mansion B mu " jawab Jimmy mengetahui bahwa Rafli belum sadar betul.


" Segeralah mandi dan bersiap " imbuhnya dingin dan meninggalkan Rafli yang pasti mengumpat dirinya.


Sumpah serapah Rafli ucapkan untuk Jimmy , ia berjalan menuju kamar mandi dengan cepat menahan pusing dengan perut mulai bergejolak menahan mual akibat alkohol yang ia minum semalam.


" Aku menyesal sekali minum begitu banyak " gumam Rafli dan segera membersihkan diri.


Di dalam mobil tampak hening Rafli memijit kepalanya yang pusing karena alkohol sialan itu dan tidur hanya sedikit meski Jimmy menyuntikkannya obat tidur yang dosisnya sangat sedikit.


" Jim , apa Ana tak mencemaskan aku " tanya Rafli.


" Nona sangat cemas tuan , tapi saya sudah memberi alasan agar tuan tak merasa bersalah dan nona juga sudah tak cemas lagi " jawab Jimmy.


" Syukurlah , aku tenang " jawab Rafli. Ia segera menelepon kepala pelayan rumahnya untuk mengurus kebutuhan Ana termasuk membuatkan susu ibu hamil untuk istri tercintanya.


Kini mobil melaju ke restoran yang sudah di sepakati oleh perusahaan miliknya dan orang Tiongkok tersebut.


" Astaga , kenapa kita berhenti disini " geram Rafli kerena restaurant ini milik keluarga Permana dan di olah oleh Tasya.


" Kita meeting disini tuan dan tidak bisa di bantah " ucap Jimmy tegas.


" Semakin hari , kau semakin berani " sindir Rafli.


Jimmy dan Rafli menuju ruang yang telah di pesan dan beberapa menit kemudian CEO asal Tiongkok berserta sekretarisnya pun tiba.


( Dialog dalam bahasa Inggris , namun langsung artinya saja ya )


" Maaf tuan , membuat Anda menunggu " ucap Lee.


" Ah tidak apa " ucap Rafli ramah yang kini sudah fokus setelah mendapatkan foto sang istri sedang sarapan pagi dan minum susu.


" Baiklah , dan maaf saat siang itu saya ada urusan sangat mendadak . Mari kita langsung lanjutkan meetingnya " imbuhnya.


Rafli segera menjelaskan proyek yang akan mereka bangun secara terperinci tanpa ada kalimat yang menyulitkannya, semua penejelasan Rafli di respon baik oleh tuan Lee dan ia setuju dengan semua ide pria muda di hadapannya ini.


" Baiklah tuan Rafli , saya sepakat bekerja sama dengan anda " ucap Lee mengulurkan tangannya.


" Baiklah tuan Lee , semoga kerja sama ini berjalan dengan lancar " sahut Rafli dan menyambut uluran tangan Lee yang artinya deal.


" Tuan Lee dan nona Linda , karena sudah jam makan siang bagaimana jika kita makan siang disini " ucap Jimmy dan mereka mengangguk setuju saja.


Para hidangan khas Indonesia pun datang , ada Rendang , Sate , dan aneka jenis olahan ikan lainnya...


Tuan Lee bukan hanya sekali ke Indonesia , ia sudah berulang kali berkunjung dan tentu mencicipi aneka jenis makanan Indonesia yang wajib di cicipi , rendang sendiri ia sudah terbiasa mencicipinya. Sesuatu menarik baginya saat Rafli mengambil Model ukuran cukup besar yang di siram dengan kuah bening dan ia mengikuti gerakan Rafli namun ia tanpa sengaja menuangkan kuah berwarna hitam...


" Berbeda , tapi tak apalah " batin Lee.


" Mari tuan Lee , nona Linda " ucap Rafli dengan semangat menyuapi mulutnya dengan sesendok model tekwan itu.


" Kenapa pedas sekali " gumam Lee yang ternyata menyerumput cuka pempek terlalu banyak.


" Ah maaf mengganggu , ternyata ini sangat enak " elaknya sebenarnya enak namun baginya sangat pedas.


" Ini apa namanya " ucap Lee penasaran.


" Itu pempek kapal selam " jelas Rafli yang lebih mengerti masakan nusantara asal dari Sumatra Selatan.


" Wau hebat orang Indonesia , kapal selam saja bisa mereka makan , tentunya dalam bentuk ini " ucap Lee bercanda karena memiliki selera humor yang tinggi.


" Tentu " jawab Rafli dengan bangga.

__ADS_1


" Berbeda sekali saat bertemu denganku " batin Jimmy karena saat itu tuan Lee begitu kecewa karena Rafli tak bertemu dengannya tanpa mengabari.


Linda memesan begitu banyak makanan Indonesia sesuai dengan perintah tuan Lee , memesan makanan yang belum pernah di cicipnya dan akan di bagikan kepada keluarga dan karyawan kantornya nanti , tentunya makanan yang tidak cepat basi pilihannya.


Setelah kepergian klien mereka dan Jimmy ke toilet , Rafli segera menghubungi anak buahnya.


" Hallo tuan " jawab anak buahnya.


" Apa ada titik terang tentang keberadaannya " tanya Rafli dingin , ia merasa kecewa.


" Maaf tuan , kami sudah memeriksa seluruh terminal dan bandara , hotel , kontrakan , dan penginapan lainnya , namun hasilnya nihil tuan " jawab anak buahnya.


Rafli membuang nafasnya kasar , ia tidak mau kehilangan pria itu , dia akan menggunakan tangannya sendiri membunuh pria itu , pria yang berani menyentuh wanitanya.


" Carilah di luar kota , bila perlu keluar negeri sekalian " ucap Rafli dan di iyakan anak buahnya. Rafli segera memutuskan panggilannya secara bersamaan dengan Jimmy yang baru saja kembali. Jika masalah lain ia akan ceritakan namun untuk masalah ini tidak akan. Rafli akan menutupi masalah ini dari siapapun.


.


.


.


Perusahaan RA.


Kini Rafli dan Jimmy sudah kembali ke perusahaan , kali ini ia akan meeting bersama PT IPEL yang CEO nya seorang wanita cantik yaitu Inez dan PT XEI yang CEO nya seorang pria tampan yaitu Darwin. Kedekatan Darwin dan Ines sendiri mulai terjalin beberapa bulan yang lalu akibat proyek yang mereka kerjakan bersama. Ines sendiri untuk masalah asmara begitu tertutup meski dengan sahabatnya sendiri , namun untuk nenek Rose mendapat kabar dari mata-mata yang mengawasi Ines cucu tersayangnya merasa bahagia jika Ines mulai dekat dengan Darwin pria pilihannya untuk di jodohkan dengan Ines.


Tok..tok.....


" Tuan Jim , ada tuan Darwin ingin bertemu dengan Pak Rafli " ucap Dewi memberi tahu..


" Begitu semangatnya pria itu ingin meeting dengan Ines " batin Jim melihat arloji di tangannya sedangkan meeting masih 30 menit lagi.


" Hai Jim " sapa Darwin ramah karena memang begitulah sifatnya.


Ceklek


pintu ruang Rafli terbuka.


" Hai Rafli apa kabar " tanya Darwin sumringah.


" Baik " jawab Rafli dingin kemudian melanjutkan sedikit berkas untuk meeting berikutnya nanti.


" Kau serius sekali , pantas perusahaannmu cabangnya dimana-mana " celetuk Darwin merasa di cuekin.


Kini Rafli , Jimmy serta Darwin beserta sekretarisnya menuju ruang meeting karena Ines beserta sekretatisnya telah datang. Meeting berjalan lancar dan Darwin serta Ines begitu serius memperhatikan tentang proyek unggulan mereka.


Meeting usai dan Ines berniat segera permisi lebih dulu tanpa sempat Darwin menggodanya kembali dan Rafli menikmati sebagai penontonnya.


Namun saat ia baru beranjak dari duduknya , getaran ponsel menghentikan gerkannya karena Ana menelepon.


" Hallo " jawab Ines menerima telepon dari Ana dan ia melirik Rafli sesaat.


" Ada apa An " imbuhnya membuat Rafli menoleh ke arahnya. Rafli yakin yang menelpon Ines jika itu istrinya.


" Kenapa ia menelepon Ines tapi tak menghubungiku " batin Rali , namun ia sendiri tak menghubungi Ana karena terlalu sibuk meeting dan ia takut Ana membahas perpisahan.


" Besarkan suaranya " pinta Rafli nemelas dan Ines segera menurutinya.


" Ines , apa kau menganggap anakku keponakanmu " ucap Ana tiba-tiba merayu Ines.


" Ya jelas , memang kenapa. Pasti kau mengidam bukan " dengan semangat Ines menjawab , ia melirik Rafli yang wajahnya kini di tekuk.


" Iya , kau benar. Apa kau mau menurutinya " jawa Ana tak kalah semangat.


" Apa , asal jangan yang aneh ya " ucap Ines.


" Tidak aneh kok " jawab Ana membuat senyum kelegaan di hati Ines.


" Apa cepat katakan " tanya Ines tersenyum tanpa peduli tatapan Darwin melihatnya dengan terpesona.


" Aku ingin besok pagi , kau membawakan ku singkong mentega ya" ucap Ana.


" Hanya satu karung saja , karena aku ingin membuat getuk. Kau belum pernah memakan getuk kan , nanti aku akan membagimu " imbuhnya bersemangat..


" Apa katanya singkong , aku harus mencari kemana . Satu karung pula. Ni anak mau jualan apa " batin Ines merutuki permintaan Ana dan menatap Rafli dan orang sekitarnya.


Sementara ekspresi Jimmy dan Darwin penasaran dengan yang namanya getuk.


" Ana , apa tak ada singkong di kebun mu yang luas itu " tanya Ines.


" Jika ada , aku tak mungkin memintamu " jawab Ana dengan suara sedihnya.


" Auuuw kanapa kau memukulku " ucap Ines menatap tajam Rafli .

__ADS_1


" Turuti permintaan istriku " ucap Rafli


" Apa suamiku ada disana Ines " tanya Ana .


" Iya , aku dan yang lainnya baru saja selesai meeting dengan suami jelekmu ini sebelum kau menelpon " jelas Ines.


" Ana , apa bisa ganti permintaanmu" imbuhnya .


" Aku akan membantumu Ines " sahut Darwin mendapat tatapan tajam dari Ines dan senyum sempurna dari Jim serta Rafli.


" Nah Ines ada yang mau membantumu bukan , kau tinggal mencabut pohon singkong milik tetanggamu yang dekat penurunan itu " ucap Ana setelah teringat lokasi pohon singkong mentega yang pernah ia lihat dan ia ingin singkong di kebun itu.


" Kau menyuruhku mencabutnya " tanya Ines karena tak ada dalam fikirannya akan menggunakan cangkul. Ia akan meminta Darwin menyetujuinya , pria yang tadi selalu tersenyum kepadamya . Darwin berfikir akan memanfaatkan waktu untuk berdekatan dengan sang pujaan hati..


" Baikalh , aku setuju " ucap Ines membuat Rafli tersenyum karena ngidam Ana terpenuhi.


" Baiklah , aku tunggu besok pagi ya. Ingat harus di foto , jika singkongnya baru di cabut dan kau tidak membelinya dipasar " ucap Ana tak ingin di bohongi.


" Ok " sahut Ines pasrah.


" Bersiaplah kau menajadi petani sore ini tuan Darwin " batin Ines seraya menatap Darwin dan di balas kedipan mata oleh Darwin.


" Sayang , kau tak mengidam dan meminta sesuatu dengan mas " ucap Rafli penuh harap.


" Tidak mas " jawab Ana lalu memutuskan panggilan telepon.


" Segeralah kalian pergi , ambil singkong yang istriku mau . Aku tak mau anakku ileran karena kalian tidak menurutinya " ucap Rafli kesal dan segera keluar dari ruang meeting .


" Aku ingin menjadi orang yang memenuhi ngidam mu , bukan orang lain sayang " batin Rafli.


Ines menolak satu mobil berdua dengan Darwin , Ines tetap menjaga hatinya agar tak jatuh hati pada siapapun , ia juga mengira jika Darwin pria tebar pesona karena sikap Darwin yang begitu ramah pada siapapun membuat Ines berprasangka buruk padanya apalagi masa lalu orang tuanya cukup kelam untuk di ingat.


Kini tibalah Ines di kebun singkong milik nenek galak yang berstatus janda itu , kemudian turun Darwin sang pemuda tampan dan di ikuti bodyguard Ines yang membawa sebuah cangkul.


" Jangan meminta izin , aku ingin kau mengabilnya tanpa permisi dan fotoin ya 😉 " pesan Ana membatalkan niat Ines yang akan meminta izin bila perlu membelinya.


" Kau membuatku merampok kebun singkong Ana , bukan menjadi maling lagi. Bahkan aku bisa membeli semua kebunnya. Besok akan ku tanam batang singkong dirumahmu Raflli , lihatlah ngidam istrimu , sekali ngidam dan meminta yang aneh begini " batin Ines merutuki permintaan Ana meski akhirnya ia tetap ikhlas melakukannya.


Ines meminta para bodyguardnya untuk berjaga-jaga di sekitar kebun.


" Kau ambil cangkul itu ( menunjuk cangkul dengan ekor matanya ) ikuti aku " perintah Ines pada Darwin , Darwin hanya menuruti saja , tanpa paham apa yang akan terjadi nanti.


Ines menggaruk tengkuknya yang tak gatal , ia bingung mencari singkong yang seperti apa. Sementara Darwin sesekali memukul nyamuk yang menyerangnya , beruntung Ines telah menggunakan lation anti nyamuk..


Ines meminta tolong bodyguardnya untuk memilih kira-kira pohon singkong yang umbinya cukup besar dan banyak.


" Nah sana kau cangkul " ucap Ines pada Darwin


" Aku " tanya Darwin memastikan karena baru pertama ini ia memegang cangkul.


" Ya siapa lagi , cepatlah hari mulai mendung " gerutu Ines memaksa.


" Aku tidak bisa " jawab Darwin jujur.


" Praktekin kepadanya " ucap Ines pada bodyguardnya.


Bodyguard itu segera memberi contoh kepada Darwin dan Ines juga turut memperhatikan cara mengambil singkong yang benar karena dirinya sendiri tidak tahu.


Awal yang sulit untuk Darwin namun akhirnya ia berhasil mencabut pohon singkong dan tugas Ines adalah memasukkan umbi singkong kedalam karung yang telah mereka bawa dan bodyguard segera membawa karung berisi singkong hasil curian itu.


Ines kasihan melihat Darwim yang begitu lelah , sementara dirinya hanya mencabut satu singkong yang telah di cangkul sebagai bukti untuk Ana..


" Lihatlah tanganmu lecet " ucap Ines khwatir , selain berkeringat sebagian kulit mulus telapak tangan Darwin juga lecet dan berdarah.


" Tidak apa , ini demi istri sahabatku dan sahabatmu juga kan " jawab Darwin gugup karena Ines mulai membersihkan tangan Darwin dari tanah yang menempel agar tak terjadi infeksi di lukanya.


" Hei kalian siapa " teriak nenek yang melihat Ines dan Darwin dan ia marah setelah sadar sebagian pohon singkong siap panen miliknya telah tumbang.


" Ayo kita lari " ucap Darwin dengan gerakan cepat segera membuka dompetnya dan mengeluarkan seluruh uang dari dompetnya , ada berupa dollar dan rupiah di dalamnya. Darwin sengaja melakukannya sebagai ganti rugi untuk sang nenek dan hal itu tanpa di sadari oleh Ines.


" Kenapa kau lama sekali , apa kau tadi tertangkap oleh nenek galak itu " tanya Ines sedikit cemas..


" Tidak kau tenang saja " ucap Darwin seraya mengebaskan tangannya yang terluka itu.


" Perih sekali " imbuhnya , berharap Ines mengerti.


" Ayo kita ke mansionku lebih dulu , untuk mengobati lukamu. Karena luka kecil begini tak perlu kerumah sakit " ucap Ines merasa bersalah meski ini bukan maunya.


" Baiklah , jika tidak merepotkan " jawab Darwin masih berpura-pura perih meski dalam hatinya bersorak senang.


" Aku akan meluluhkan hatimu yang begitu dingin itu. Akan ku buktikan , bahwa aku pantas untukmu" batin Darwin menatap punggung Ines dan ikut masuk kedalam mobil.


Jangan lupa like dan komentarnya ya.....

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2