Takdir Cinta

Takdir Cinta
34.


__ADS_3

Mobil Randy memasuki gerbang rumah tua yang masih berdiri kokoh dan sangat terawat, Bagunan tua dengan arsitektur kuno nampak seperti bangunan jaman belanda, Namun halaman rumah itu terlihat begitu asri. Pohon mangga besar dan rindang tampak berada tepat di tengah-tengah halaman, Kebun bunga di sisi kanan halaman tampak sangat cantik, Banyak jenis tanaman hias yang ditanam di kebun itu. Beberapa jenis bunga berwarna-warni pun sedang bermekaran. Disisi sebelah kiri ada sebuah kebun sayuran hidroponik yang sangat subur, Ada beberapa jenis sayur yang telah siap di panen. Ada bayam,Kangkung,dan Sawi


Hanna yang melihat semua itu nampak sangat senang karena ia pun sangat hobi berkebun. "Apa Oma suka berkebun mas?" pertanyaan itu keluar dari mulut Hanna sesaat setelah wanita hamil itu keluar dari mobil yang pintu nya dibuka oleh Randy.


Randy tersenyum dan mengangguk. "Iya. Oma sangat suka berkebun mulai dari bunga ataupun sayuran semua Oma suka."


Seorang wanita tua yang rambut nya sudah memutih namun masih terlihat sisa-sisa kecantikan dimasa muda nya itu tampak keluar dari arah pintu, Wanita itu tersenyum setelah mendengar mobil cucu nya telah memasuki gerbang rumah nya, Wanita itu bahkan sangat mirip dengan mamah nya Randy.


"Asalamualaikum Oma." Randy menghampiri Oma nya dengan disusul Hanna yang berjalan di belakang nya.


"Oma kenalin, Ini istri Randy nama nya Hanna." Hanna meraih tangan kecil Oma kemudian mencium nya.


"Assalamualaikum Oma.." Hanna menyapa dengan tersenyum.


"Waalaikumsalam. Anak manis" Oma tersenyum seraya mengelus pipi cucu menantu nya itu.


"Anak Nakal! bagaimana bisa kamu menyia-nyiakan Istrimu yang sangat cantik dan sedang hamil ini."Oma menjewer telinga Randy, Mengomeli cucu nya yang masih saja ia anggap sebagai cucu kecil kesayangan nya.

__ADS_1


"Iya Oma, Ampunn.. Iya Randy salah, Randy minta maaf" ucap Randy sambil memegangi telinga nya yang masih di jewer oleh sang Oma, Hanna yang melihat kejadian itu tidak mampu menahan senyum nya, Baru kali ini ia melihat suami nya di omeli seperti anak kecil, Bahkan Randy tidak berani melawan sedikitpun, Sangat lucu.


"Ayo masuk sayang!" Oma mengajak Hanna masuk dengan tetap menarik telinga Randy sampai di ruang tamu.


Oma mempersilahkan Hanna untuk duduk di ruang tamu, Ada Sofa kuno disana, Sebuah sofa yang kerangka nya terbuat dari besi dan ukiran nya sangat cantik busa nya sangat empuk. "Ini sangat nyaman" batin Hanna setelah menduduki sofa itu.


Ruang tamu dengan cat dinding bernuansa putih itu terlihat sangat cantik, Banyak foto yang terpajang di dinding itu.


Ada Foto seorang perempuan menggunakan pakaian khas jawa lengkap dengan sanggul di kepala, Seperti nya itu foto Oma saat masih muda, Satu lagi ada foto soarang pria paruhbaya menggunakan Jas, Sangat tampan dan sedikit mirip dengan Randy, Mungkin itu Opa nya. Dan yang di tengah-tengah nampak seperti foto keluarga denga Oma dan Opa nya Randy yang duduk di kursi bersebelahan, di samping kanan dan kiri ada dua pasang pria dan wanita, Yang Hanna tau salah satu wanita itu ialah bu Maira mamah nya Randy dan yang di sebelah nya mungkin almarhum ayah Randy. Sedang kan sepasang laki-laki dan perempuan yang berada di sisi lain itu Hanna berfikir mungkin saudara nya bu Maira.


Di bagian bawah foto itu ada foto dua anak kecil laki-laki menggunakan pakaian adat jawa lengkap dengan blangkon dan memegang keris masing-masing. Hanna yakin salah satu dari foto anak kecil itu pasti Randy suami nya, Sedangkan anak kecil yang di sebelah nya lagi Hanna pun seperti pernah melihat nya, wajah nya seperti tidak asing tapi Hanna tidak bisa mengingat apapun, Mungkin karena wajah nya yang sedikit mirip dengan Randy maka nya Hanna merasa tidak asing.


"Kenapa sayang? Ganteng ya? gemesin kan?" Randy mengedip-ngedip kan mata nya di depan wajah Hanna.


"Iya. Anak kecil itu ganteng, Gemesin. Emang nya itu siapa sih mas?"


"Itu foto aku maktu kecil Han, Emang sih suami kamu ini gemesin, Sampe sekarang juga masih gemesin." Randy menggoda Hanna dengan menaik turunkan alis nya.

__ADS_1


"Idihh PD banget. Iya waktu kecil gemesin pengen nyubit tapi kalo sekarang sih ya gemesin juga tapi pengen nabok" Hanna berbicara dengan tertawa lepas.


Melihat istri nya bisa tertawa lepas, Ada sebuah kelegaan di hati Randy, Baru kali ini Randy melihat Hanna sebahagia ini, Bahkan mungkin kebahagiaan dan juga penderitaan yang ia berikan pada istri nya justru lebih banyak penderitaan nya. Namun kali ini Randy berjanji pada diri nya sendiri, Akan selalu membahagiakan istri nya apapun yang terjadi.


"Hanna. Maafin Oma ya kalo rumah Oma jelek dan kuno." kini giliran Oma yang berbicara.


"Tidak Oma. Rumah ini bagus kok, Klasik, Hanna sangat menyukai suasana nya." Hanna berkata dengan tersenyum.


"Kamu memang baik sayang, Kamu sangat cocok bersanding dengan Randy, Kali ini pilihan Randy memang tidak salah. Kalo dulu, Mantan istri nya Randy gak pernah mau kalo diajak masuk ke rumah ini, Apa lagi menginap, Dia lebih memilih untuk menginap di hotel dari pada disini, Dan cucuku yang bodoh ini bisa-bisa nya mau menuruti keinginan perempuan itu." dan Oma kembali mengomeli cucu nya yang nakal itu.


"Iya-iya Oma.. Maaf. Itu kan dulu, Sekarang istri Randy ini selain cantik juga sangat baik jadi gak mungkin kaya yang dulu." Randy tersenyum dan memeluk sang Oma dari samping.


"Syukurlah. Kamu memang gak salah, Membuang tai dan mendapatkan berlian" Oma tertawa cekikikan.


"Ya sudah ayo kita makan dulu! cucu Oma yang cantik ini dan juga cicit ku yang ada di dalam perut pasti sudah lapar kan." Oma berdiri kemudian menggandeng tangan Hanna untuk mengikuti nya, Bahkan sejak kehadiran Hanna Oma sudah tidak menghiraukan cucu laki-laki nya itu.


"Gitu ya Oma, Kalo sudah dapat cucu baru yang cantik, Terus cucu lama yang ganteng ini di lupain, Gak digandeng juga." Randy pura-pura cemberut.

__ADS_1


Oma menoleh setelah mendengar cucu nya yang merajuk "Biarin! Kamu kan bisa jalan sendiri."


Melihat Hanna dan juga Oma yang terlihat akrab dan saling menyayangi membuat hati Randy sangat bahagia, Ia sangat bersyukur Allah masih menyayangi nya dan mengizinkan Hanna untuk kembali pada nya.


__ADS_2