
Waktu menunjukkan pukul 01.00 malam.Sekarang hujan turun sangat lebat menambah dinginnya malam.
Hanari membuka lemarinya dan melihat hoodie Baram ,ia sengaja tak mengembalikkan hoodie itu.Jika Hanari sangat rindu pada Baram dia akan memakainya.
Hanari melihat baju Ha joon basah hanya hoodie Baram baju cowok yang ia punya.
Menyodorkan hoodie"pakailah"
Ha joon hanya diam ia berpikir kenapa Hanari bisa punya pakaian laki laki.
"ini punyaku,aku tidak memberikan hanya meminjamimu"Hanari berkata lirih.
Ha joon tersenyum dan meraih hoodie itu,ia akan mengenakannya.
"hei hei hentikan,apa kamu akan ganti disini"tanya Hanari
"oh"jawab Ha joon
"hei dasar mesum"kata Hanari sambil menutup mata.
Ha joon sudah selesai mengganti pakaiannya.Dan diruangan sempit itu keheningan menimpa mereka,hanya suara hujan yang terdengar.Jika terus seperti ini rasanya Ha joon akan pingsan,ia akan memecah suasana.
"kenapa hujan gak berhenti juga" kata Ha joon
"benar,kenapa" Hanari
"apakah kamu tidak punya yang bisa dimakan"tanya Ha joon
"apa?" Hanari
__ADS_1
"aku lapar"memasang wajah imut Ha joon
"Hanya punya mie"Hanari
"Caa..baiklah saatnya koki bekerja"Ha joon
"ah..biar aku yang masak"saut Hanari
"tidak,,apa kau tidak percaya padaku" Ha joon melirik Hanari
Hanari melihat lirikan Ha joon sadar dan "tidak,percaya kok " kata Hanari.
Hanari hanya bisa melihat Ha joon memasak dia tak dibiarkan membantu oleh Ha joon.Ia melihat Ha joon sangat manis,tubuh Ha joon mirip sekali dengan Dae Baram tapi sedikit lebih berisi.Hoodi itu sangat cocok untuknya pikir hanari. Hanari sesekali mencuri pandang pada Ha joon,Hanari tersenyum sendiri "Ia terlihat sangat lihai memasak"kata Hanari dalam hati.
"caaa ....ta..da... sudah siap"
Ha joon meletakkan mie yang sudah siap santap di meja kecil khusus untuk makan.
"hei..mangkoknya mana"tanya hanari
"kita makan bersama,tidak lezat jika makan sendiri"jawab Ha joon.
Hanari teringat Dae Baram yang juga tidak suka makan sendiri.
"ngomong ngomong,kenapa kamu terus panggil aku hei hei"tanya Ha joon sambil menyruput mie.
Hanari hanya diam tak menjawab,dirinya memandangi sumpit dan sedikit mengisi perut kosongnya.
"Hana a"Ha joon
__ADS_1
Hanari memandangi Ha joon
"panggil aku oppa coba...oppa..oppa.."Ha joon melawak
Hanari tak menanggapi bualan Ha joon,tapi sedikit senyum keluar dari sudut bibir merah muda itu.
Hujan tak juga berhenti,mereka berdua sudah kenyang.Hanari dan Ha joon sama sama tidak bisa tidurnya.
"Payung..kau punya payung"Ha joon
Hanari mengingat ingat
"punya..tapi tertinggal dikafe"Hanari dengan lugunya.
Ha joon tertawa kecil"harusnga kau tak menjawabku"
Hanari " Yee ?"
"tidak" jawab Ha joon
(apakah dia bodoh)dalam hati Ha joon sambil tersenyum.
"jaket ini pas denganku,apakah benar ini punyamu,sepertinya akan kebesaran jika dipakai olehmu" tanya Ha joon sambil memegang hoodie yang dipakainya.
"Benar itu punyaku,aku sengaja membeli ukuran lebih besar dari ukuranku" jawab Hanari
tanya Ha joon lagi "kanapa"
"emh..nggak apa apa" saut Hanari
__ADS_1
Kenapa takdir seperti ini,soalah takdir yang mengatur pertemuan Hanari dengan Ha joon.Apakah mereka ditakdirkan bersama??Lantas bagaimana dengan Baram...