
Rafli sebenarnya enggan meminta nomor Tiara untuk Nicko namun Nicko selalu bertanya padanya tentang nomor Tiara membuatnya terpaksa meminta kepada istrinya.
" Sayang , Nicko ingin meminta nomor ponsel Tiara " ucap Rafli.
" Untuk apa " tanya Ana heran , tumben sekali dokter polos itu dengan beraninya meminta nomor Tiara.
" Kelihatannya dia suka sama Tiara , kasih aja yang . Kasian dari kemarin Nicko sibuk terus " ucap Rafli.
" Dengan begini kan berkurang juga sahabatmu sayang , dan kamu bisa melebihkan waktumu untukku. Cukup aku membaginya dengan anakku " batin Rafli.
" Ni nomor Tiara " ucap Ana menyodorkan ponselnya yang di layar tertera kontak Tiara.
Setelah mengirimkan nomor Tiara pada Nicko , Rafli segera mengambil laptopnya... Libur selama hampir dua bulan membuat pekerjaan lumayan menumpuk , berbagai kepala cabang perusahaan memberikan laporan langsung padanya.
Ana meletakkan baby Dewa yang telah tertidur nyenyak di ranjang empuk mereka , Rafli dan Ana sengaja membiarkan baby Dewa tidur seranjang dengan mereka.
" Mau kemana sayang " tanya Rafli saat Ana hendak membuka pintu..
" Aku ingin membuatkan teh hijau untukmu mas " jawab Ana.
" Kemarilah " pinta Rafli dan Ana menurut , Rafli segera menarik tangan Ana dan membuat Ana terduduk di pangkuannya.
" Mas merindukanmu sayang " ucap Rafli mencium l*her jenjang Ana.
" Boleh ya " imbuhnya manja.
" Selagi baby Dewa tidur " ujarnya melihat baby yang kepalanya plontos itu abis di cukur beberapa hari lalu.
" Tapi " ucapan Ana terhenti saat Rafli menyatukan bibir mereka.
Tangan Rafli mulai mengembara mendaki bukit yang memiliki dua gunung kembar yang ia sukai . Remasan tangan Rafli membuat Ana mendesah tanpa sadar dan itu membuat Rafli tersenyum.
Tanpa melepas pagutannya Rafli menggiring Ana menuju sofa luas didalam kamar mereka , ia tak mau jika ranjang itu bergoyang dan membuat baby Dewa terbangun maka terhenti juga aktifitas mereka , apalagi ini pertamanya bagi mereka setelah sekian banyak aksi mereka gagal karena tangisan baby Dewa.
Entah siapa yang memulai tapi kini baju mereka telah terbang entah kemana , Rafli menyerang Ana dengan lembut , suara erangan Ana tak tertahan karena keahlian suami yang berada diatasnya. Rafli menikmati semuanya seakan enggan untuk mengakhirinya apalagi ekspresi Ana yang membuatnya menjadi tambah semangat. Tanpa mereka sadari suara mereka terdengar hingga di pintu kamar membuat Susi yang memadamkan lampu ruangan membuat wajahnya mendadak memerah menahan gerah di tubuhnya...
" Astaga tuan muda dan nona , apa yang mereka lakukan. Pasti tuan Rafli membantai nona Ana malam ini " batin Susi segera lari terbirit berharap dosa karena tanpa sengaja mendengar di hapus oleh malaikat.
Di dalam kamar sendiri Rafli melakukan pelepasan yang begitu lama ia tahan selama ini.
" Makasih sayang " ucap Rafli mencium bibir Ana sekilas tanpa melepaskan penyatuan mereka karena ia berniat melanjutkannya lagi bila baby Dewa tak terbangun.
.
.
.
Kehebohan pagi hari di mansion Wijaya mulai terjadi saat tiba-tiba baby Dewa hilang dari pengawasan Rafli yang menerima panggilan telepon dari Jimmy yang begitu penting.
" Mas Dewa mana " tanya Ana melihat baby Dewa yang bisa merangkak tak ada didekat Rafli.
" Astaga " ucap Rafli yang wajahnya memucat..
" Tadi disini sayang " ucap Rafli panik membuat Ana kini meneteskan air matanya.
" Kau ini bagaimana jadi ayahnya , aku hanya titip dia sebentar untuk membuatkannya makanan ... tapi .... " ucap Ana tertahan karena tangisnya.
" Ada apa Ana " tanya Lia khawatir melihat Ana menangis dan juga Rafli mengumpulkan semua pekerja mencari baby Dewa.
" Dewa hilang ma ..... hiks.... anakku ma.... " Isak Ana segera mendapat pelukan dari Lia.
" Ada apa ma " muncul Abdi Gunawan saat hendak ke kantor.
" Pa cucu kita hilang pa , cari dulu pa. Tadi Rafli teledor menjaganya " ucap Lia yang ikut menangis.
" Tuan besar , den Dewa tuan " ucap pelayan kebun ngos -ngosan.
" Den Dewa di kandang benggala tuan " ucap pekerja gugup.
" Apa " tanya Rafli segera berlari menyusul Dewa di dalam sana , sementara Abdi segera mengambil senapan laras panjangnya tak peduli jika harus membunuh hewan kesayangan Lia jika membahayakan cucunya.
Sementara Lia mengurus Ana yang jatuh pingsan , trauma yang ia alami saat hampir di terkam harimau milik Lia masih teringat jelas
olehnya dan kini anaknya berada disana pula.
Suara auman benggala terdengar saat Rafli baru saja memasuki kandang tersebut. Banyaknya para penjaga membuat harimau benggala merasa terganggu dan Rafli terasa tulanganya lemas saat melihat sang anak dengan ceria bermain bersama dua anak harimau di dekatnya bahkan Dewa tidak segan menepuk perut anak harimau itu.
__ADS_1
" Papa " ucap Rafli melihat Abdi datang bersama senapannya.
'' Ya ampun Rafli anakmu '' ujar Abdi tak percaya dengan kenyataan yang ia lihat.
Abdi mendekati harimau buas itu di temani oleh pawangnya membuat induk harimau itu menurut. Rafli melangkah perlahan mendekati Dewa dengan hati-hati namun insting induk harimau bekerja merasa jika anaknya diserang segera berjalan kearah anak-anaknya dan dimana Rafli telah berhasil mendekap Dewa dan seketika tangisan Dewa membuat induk harimau itu mengganas.
Dor
Dor
Salah satu pekerja melesatkan tembakan bius sebanyak dua kali dan berakhir induk harimau itu terjatuh lemas. Rafli segera membawa sang anak menemui ibunya. Sementara Abdi memarahi sang pawang yang menjaga harimau itu karena keteledorannya bisa menewaskan cucu kesayangannya.
'' Tapi tuan tadi pintu ini saya tutup rapat dan sangat mustahil tuan kecil masuk karena tidak bisa membuka pintunya '' jawab sang pawang apa adanya sesuai dengan keyakinannya.
'' Ada yang tidak beres '' jawab Abdi.
''Kau ikut aku keruangan ku sekarang '' imbuhnya dingin.
Rafli yang kini sedang dimarahi Ana dan Lia habis-habisan karena menjaga bocah kecil seperti Dewa saja dirinya tak becus. Sementara Rafli juga tidak menyangka Dewa merangkak begitu cepat hingga sampai di kadang harimau itu.
'' Maaf tuan muda , anda di panggil tuan besar '' ujar Ida dan diangguki Rafli.
'' Sayang maafkan mas ya , mas mohon... mas ngaku mas lalai , yang penting sekarang Dewa baik-baik saja '' ucap Rafli memeluk Ana serta baby Dewa.
'' Maafkan ayah ya sayang '' ucap Rafli penuh penyesalan.
'' Kau tau , jika Dewa tiada maka aku akan tiada juga mas . Dewa begitu berharga bagiku mas '' ucap Ana yang air matanya menetas.
Dewa yang melihat bundanya menangis memukul wajah Ana dengan pelan tepat di dekat air matanya.
'' Kau lihat Dewa tidak suka kau menangis sayang '' ucap Rafli.
'' Rafli dipanggil papa mu '' ucap Lia saat ini memanggil Rafli segera menemui Abdi.
'' Haduh.... '' Protes Rafli.
'' Sayang , mas pergi dulu ya '' imbuhnya segera menemui sang ayah yang tak sabaran itu.
Tok...tok..tok...
'' Duduk '' ucap Abdi dingin.
'' Siapa yang di sekitarmu saat kau menerima telepon '' ucap Abdi to the point.
'' Pak Ujang saudara mang Jajang '' jawab Rafli yakin.
'' Ada apa pa '' tanya Rafli ingin tahu.
'' Jelaskan '' perintah Abdi kepada mang Jajang sang pawang benggala.
Mang Jajang menjelaskan kejanggalan yang ia bahas bersama tuan besar di hadapannya membuat wajah Rafli menahan amarahnya seketika mengetahui ada yang sengaja mencelakai anak semata wayangnya.
'' Akan ku bunuh dia pa '' ucap Rafli dingin terlihat amarah yang membumbung tinggi.
'' Panggil saudaramu kemari '' perintah Abdi namun mang Jajang memucat dan hanya diam.
'' Apa kau tuli huh '' ucap Rafli emosi.
'' Ba...Ba...baik tuan '' ucap Jajang segera memanggil saudaranya itu berharap saudaranya tak melakukan masalah.
Kini mang Ujang berada di hadapan Abdi dan Rafli pemuda yang sangat ia benci.
'' Kenapa kau tega ingin membunuh cucuku '' tanya Abdi lirih , tak menyangka orang yang bekerja belasan tahun dengannya berniat melenyapkan cucunya masih kecil.
'' Maaf tuan , tapi itu adalah balasan yang pantas '' ucapnya dengan bibir gemetar membuat ketiga orang itu kaget dengan jawaban Ujang yang terkesan berani.
'' Apa maksudmu '' ucap Rafli mencengkram kuat rahang pria paruh baya itu.
'' Apa kau ingat Lestari '' ujar Ujang.
'' Aku tak mengenalnya '' jawab Rafli polos karena ia hanya mengenal satu wanita yaitu Ana dan sisanya para sahabat dan Dewi sekretarisnya , ia tak mengenal Lestari manapun.
'' Setelah kau memperawaninya hingga anakku hamil kau membuangnya dan kini kau melupakannya '' ucap Ujang lirih mengingat jika anaknya bunuh diri bersama bayi yang ia kandung.
'' Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun kecuali istriku '' ucap Rafli tegas.
'' Tuan maaf , apa anda ingat foto ini '' ucap Jajang takut-takut dan memperlihatkan foto keponakannya yang meninggal di usia mudanya.
__ADS_1
Rafli melihat foto itu dengan cermat , ia mencoba mengingat saat melihat foto wanita yang sempat ia kenal. Ia ingat wanita itu pernah menggodanya di club milik Frans saat dirinya frustasi Ana tidak mau kembali padanya dan memilih Eric .
Wanita itu ikut duduk bersama dengannya tanpa malu meski Rafli tak meliriknya sama sekali hingga wanita itu mabuk dan hampir di gilir oleh pria yang tergoda kan tubuh sintalnya.
Hingga Rafli membawanya pergi keluar dari club , saat keluar ia bertemu dengan Viona Kakak kelasnya waktu sekolah dulu. Melihat Rafli yang kebingungan membuat Viona menanyakannya karena wanita yang bergelayut manja itu bukan Ana melainkan wanita lain.
'' Rafli wanita ini siapa '' tanya Viona melihat jijik wanita di samping Rafli.
'' Aku tidak tau , dia menggodaku sedari tadi tapi ia mabuk karena banyak meminum alkohol '' jawab Rafli sesekali menepis tangan yang mencoba memancing hasratnya itu.
'' Lalu kau mau apakan ''tanya Viona curiga , bagaimanapun Rafli pria normal.
'' Kau jangan berfikir aneh Viona , aku tidak mungkin menyentuh wanita yang tidak ku cintai . Aku masih mengetahui batasan dosa Viona '' ucap Rafli kesal.
'' Kau ingin membawanya kemana '' tanya Viona .
'' Ntahlah aku bingung , tadi di dalam banyak pria yang menatapnya dengan mesum . Jika aku tinggal bisa - bisa malam ini ia di gilir '' jawab Rafli ia merasa kasihan.
'' Biarkan ajalah '' jawab Viona masa bodoh.
'' Tidak , bagaimana jika Nanaku mengalami hal ini , aku tidak bisa membayangkannya '' jawab Rafli , dengan ia menjaga kehormatan wanita lain berharap jika kehormatan wanitanya juga terjaga.
'' Kau mau kemana ''tanya Rafli menghentikan langkah kaki Viona yang hendak masuk.
'' Aku mencari kakakku disini '' ujar Viona.
'' Kau tolong aku dulu, biarkan kakakmu yang telah dewasa itu '' ujar Rafli.
'' Tolong apa '' tanya Viona.
'' Biarkan wanita ini semalam menginap dirumah mu '' ujar Rafli enteng.
'' Kau fikir rumahku tempat penampungan wanita ini '' ujar Viona kesal.
'' Aku akan transfer uang 10 juta malam ini , agar perempuan ini menginap di rumahmu semalam serta kau antar ia pulang kerumahnya dan bilang jika bukan aku yang menolongnya . Jangan menyebut namaku '' ucap Rafli tegas , bukan tak mampu Rafli membawanya kepenginapan , hanya saja Rafli tidak mau orang lain yang melihatnya salah paham.
'' Baiklah ayo-ayo '' ujar Viona penuh semangat dan satu mobil bersama Rafli dan wanita mabuk itu , melupakan tujuan awalnya..
Dirumah Viona yang cukup megah , mereka membawa gadis itu kekamar tamu di lantai bawah rumah Viona dan Viona menguncinya dengan kunci yang di biarkan di pintu. Segera menyusul langkah Rafli yang se enaknya pergi .
'' Kau meninggalkannya '' tanya Rafli .
'' Apa kau lupa jika mobilku tertinggal di club karena menolong wanita itu '' jawab Viona sewot .
'' Ayolah aku antar '' ucap Rafli mengalah dan disambut dengan senyum manis Vioana.
Viona terus memperhatikan Rafli yang dulu pernah menjadi adik kelasnya , Viona masih mencintai Rafli dari dulu hingga kini . Saat pertama bertemu Rafli tadi diclub ia merasa bahagia dan berharap bisa merebut hatinya , namun rasanya percuma karena Ana masih menjadi ratu di hati pria pujaan hatinya membuatnya pasrah menerima takdir.
Rafli menceritakan semua kejadian malam itu tanpa ada yang ia tutupi.
'' Lalu bagaimana pagi harinya setelah ia menginap dirumah sahabatmu , apa sahabatmu beneran mengantarkannya '' tanya Abdi.
'' Mana ku tahu pa , aku menyerahkan urusannya dengan Viona '' jawab Rafli acuh.
'' Hubungi Viona '' titah Abdi.
'' Pa , aku tidak punya nomor ponsel Viona dan yang ku dengar Viona kuliah di Singapura '' jawab Rafli sekenanya.
'' Kau jangan berbohong tuan muda , saat putriku pulang dengan baju yang telah sobek dan terlihat wajahnya sembab karena menangis , bahkan almarhum istriku menemukan bercak darah di ****** ***** anakku. Ia baru menerima pelecehan tuan dan ia tak mau memberitahu siapa yang melakukannya. Hingga kami mengirimnya ke kampung dengan nenek yang mengurusnya hingga perutnya membesar dan ibu ku syok dan menceritakan semua denganku dan diriku segera cuti mengurus putriku yang tengah hamil. Saat aku kesana dan bertanya ia enggan memberitahu siap ayah dari bayi ia kandung. Hingga ia pergi diam-diam untuk bertemu denganmu dan mencarimu saat itu ia tanpa sengaja melihatmu mengantar jemput nona Ana , hatinya hancur tuan karena ia tahu kisah anda dan nona Ana . Hingga ia mengurung diri dan berakhir bunuh diri dan saat aku menemukannya ada foto dirimu di sebelah jasadnya yang terbujur kaku ''isak Ujang mengulang masa lalu yang menyakitkan baginya.
'' Tapi aku tidak pernah melakukannya dengan wanita manapun kecuali istriku '' teriak Rafli.
'' Aku berani bersumpah demi nyawa anak dan istriku , jika aku melakukannya maka aku kehilangan mereka , tapi aku tidak melakukan hal yang kau tuduhkan '' ucap Rafli serius membuat semua orang percaya padanya , Ujang yang hatinya sakit sempat percaya namun fakta jika anaknya mencintai Rafli tak bisa ia elak.
'' Kau hanya berbohong tuan demi melepas kesalahan kau mempertaruhkan nyawa nona Ana dan anakmu '' ucap Ujang dan langsung mendapat bogem mentah dari Rafli , Abdi dan Jajang menahan tenaga Rafli yang super kuat saat ini ingin menghabisi pria yang berani memfitnahnya.
'' Pergilah Uu , pasti kau salah sangka . Bukan tuan muda yang menghamili Lestari '' ucap Jajang namun Ujang hanya meludah tanda menolak.
'' Seharusnya cucuku yang menjadi cucu keluarga ini bukan dari wanita sialan itu yang selalu membuat Lestari menangis menantimu membalas cintanya . Aku sungguh membencimu tuan muda , apalagi melihat anak itu begitu mirip dengan dirimu membuat kebencianku memuncak ... ha..ha... tuan muda yang jahat ..... ha... ha... anakku kau hamili lalu kau campakkan... ha...ha... '' ucap Ujang yang sesekali tertawa seperti orang gila.
Rafli kembali menyerang pria paruh baya di hadapannya karena berani menghina anak dan isterinya ....
'' Seharusnya kau mati '' teriak Rafli karena ia kembali di pegang oleh beberapa bodyguard yang ikut masuk karena perintah Abdi yang tak mampu menahan tenaga Rafli lebih lama.
'' Jajang kau urus Ujang lebih dulu '' ucap Abdi yang cukup pusing dengan masalah dendam pekerjanya terhadap putranya yang salah sasaran itu dan hampir mengorbankan nyawa cucunya yang tak berdosa itu .
Jangan lupa like dan komentarnya ya
__ADS_1