Takdir Cinta

Takdir Cinta
Ibu


__ADS_3

Siapa yang menyuruh kalian kemari " ucap Rafli dengan suara bariton menggelegar kemana-mana , membuat semua tamu menoleh kearahnya.


" Mas , aku yang mengundang Maudy tapi aku tidak mengundang Maura " ucap Ana menatap tajam Maura yang terlihat biasa saja namun Maudy terlihat pucat melihat wajah marah Rafli.


" Ada apa sayang " tanya Lia mendekati anak dan mantunya.


" Maura " imbuhnya tak suka.


" Pengawal " panggil Lia segera.


" Usir wanita ini " perintahnya menunjuk Maura tepat diwajahnya.


" Ma , jangan " ucap Ana yang merasa kasihan.


Tiba-tiba tanpa di duga Maura alias Sofi bersujud di kaki Ana dan menangis terisak.


" Ana aku menyesal pernah jahat padamu dan pernah berniat merebut Rafli darimu...hiks....hiks... Aku mohon maafkan aku Ana " ucap Sofi menangis begitu pilu.


" Bangunlah Sofi , jangan merendahkan dirimu di depan semua orang , aku akan berusaha memaafkanmu " ucap Ana lembut.


" Tapi aku pernah jahat padamu " isak Sofi .


" Jangan di ulangi " jawab Ana dan Sofi mengangguk.


" Tapi sayang " tolak Lia.


" Ma biarlah Sofi disini karena ia datang bersama Maudy , adik Mario yang hilang " sahut Ana.


" Kau adik Mario sungguh " ucap Lia memeluk erat Maudy dan Maudy mengangguk lemah sebagai jawabannya.


" Kau begitu cantik mirip sekali ibumu " imbuh Lia.


" Ayo , tante akan memperkenalkan mu dengan keluarga dari om " ucap Lia karena bagaimanapun keluarga Wijaya menganggap Mario sebagai keponakannya meski mereka tahu Mario dan Rafli saling bermusuhan. Rafli tak menceritakan jika Mario dalang atas kecelakaannya beberpaa tahun lalu. Hanya Rafli yang tahu tanpa seorangpun ia beri tahu.


" Ayo sayang " ucap Rafli membawa Ana pergi dari hadapn Sofi membiarkan wanita itu bingung sendiri.


" Setelah acara selesai ada yang mas ingin bicarakan " ucap Rafli serius.


" Baiklah mas , aku akan bergabung dengan sahabatku ya mas " ucap Ana dan Rafli mengantarkannya namun Rafli merasa aneh karena Ines dan Ayu menatapnya tajam tak suka namum lagi-lagi Rafli tak mau merusak suasana.


" Ana , itu siapa " tanya Ayu menyelidiki.


" Oh itu , dia Maudy , masih punya hubungan jauh dengan Rafli meski tak sedarah " ucap Ana karena Rafli sudah menjelaskan kepada Ana siapa Mario bagi keluarganya.


" Tapi kenapa Rafli tak suka saat mereka datang " sahut Tiara.


" Karena Maudy datang bersama Maura , wanita yang pernah ingin merebut suamiku " ucap Ana kesal dan ia melihat Maura hanya duduk diam seorang diri sambil menikmati hidangan. Maura melihatnya dan tersenyum namun Ana segera membuang wajahnya , ia ragu jika Maura benar-benar minta maaf.


" Tapi apa kau tak curiga dengan wanita satunya " celetuk Ines karena ia geram dengan sifat Ana yang begitu santai karena banyak pelakor di sekitar kehidupan rumah tangganya. Ines mengamati Maudy dan menatap tajam sedari tadi.


" Itu Maudy tak mungkin ia merebut Rafli " ucap Ana menutupi jika ia pernah melihat Maudy memeluk Rafli dengan erat , Ana tidak terlihat santai namun ia mempercayai suaminya. Rafli tidak seperti Eric yang mudah terjebak dalam perangkap seorang wanita , Rafli dengan mudah membuat para wanita terjebak dengan perangkap mereka sendiri. Tanpa Ana ketahui Rafli berapa kali sudah di jebak dengan para wanita namun ia tak memberitahu Ana akan hal itu.


" Aku percaya pada Rafli " ucap Ana tegas menjawab keraguan Ines dan Ayu.


" Mbak Ana , ibu memanggil mbak " ucap Rahma sopan dan Ana segera menemui ibunya setelah pamit dengan para sahabatnya.


Ana mengahmpiri ibunya ditaman dan terlihat wanita yang melahirkannya itu tengah menangis. Rahma meninggalkan Ana dan ibunya yang butuh ruang berdua untuk bicara.


" Bu " ucap Ana lembut dan memeluk ibunya.


" Ada apa " ucap Ana yang mulai terisak.


" Apa kau bahagia dengan pernikahanmu " tanya Ibu Laras sendu.


" Aku bahagia bu " jawab Ana jujur namun menatap bingung ibunya.


" Apa nyonya Lia menyayangimu juga " tanya Laras menambah membuat Ana bingung.


" Mama Lia sangat menyayangiku " jawab Ana.


" Kenapa bu , ada apa " tanya Ana cemas.


Laras menerawang jauh kejadian dua tahun yang lalu saat Ana berstatus tunangan Eric dan Rafli kembali datang merebut cinta Ana , namun sosok Lia tak merestui mereka bahkan ia ingin sekali menampar Lia yang saat itu menghina anaknya di mall dan kampus. Namun amarah Laras memudar saat melihat Rafli datang menyelamatkan harga diri keluarganya terutama Ana dimana saat itu pernikahan Ana dua kali tertunda dan Eric mengahamili wanita lain namun ingin memiliki anaknya juga. Sewaktu pernikahan ia juga melihat senyum palsu diwajah Lia yang bertanda ia tak menyukai Ana menjadi istri Rafli. Selama awal mereka menikah Laras selalu cemas dan berdoa untuk kebahagian anaknya , Laras sendiri tak tahu bagaimana sikap yang Lia tunjukkan saat awal Ana dan Rafli menikah. Laras juga tak bercerita kepada Gunawan karena Gunawan begitu menyukai Rafli untuk menjadi suami Ana. Laras hanya memendamnya sendiri dan seiring berjalannya waktu ia melupakan kelakuan Lia yang pernah menyakiti hati Ana dan itu berarti sangat melukai hatinya. Hingga pada malam ini Maura datang dan terisak meminta maaf kepada Ana dan pengakuannya membuat Laras teringat sesuatu ditambah saat ini Lia terlihat antusias menyayangi Maudy yang sebenarnya status Maudy hanya dianggap keponakan saja oleh keluarga Wijaya tanpa ada ikatan darah. Laras hanya tidak mau jika rumah tangga anaknya hancur karena wanita lain.


" Ibu hanya berharap kau bahagia selamanya dan Rafli selalu menjagamu dan tak pernah menyakitimu " ucap Laras memilih memendam ini hingga ajal menjemputnya.

__ADS_1


" Tapi kenapa ibu menangis , ceritakan ada apa " tanya Ana kini terisak.


" Ibu menangis karena bahagia , kau akan menjadi seorang ibu dan ibu akan menjadi nenek ( mengelus perut Ana lembut dan janin dalam kandungan Ana meresponnya ). Kau harus menjaga ibumu , ibumu ini wanita yang sebenarnya cengeng " ucap Laras dengan bibir yang bergetar karena tangis.


" Anak bunda , bunda ini cengeng karena menuruni sifat nenekmu " ucap Ana mebuat Laras tertawa.


" Ibu lebih baik tertawa dari pada menangis , aku tahu ibu bersedih karena mengingat kelakuan mama Lia beberapa tahun lalu. Jangan menangis bu , maaf Ana belum bisa membahagiakan ibu " batin Ana.


" Ibu lega jika kau bahagia Ana , dan ibu berharap mama Lia menyayangimu seumur hidupnya dan tidak ada pelakor dalam rumah tanggamu. Kau bisa membahagiakan ibu dengan dirimu yang selalu bahagia. Tuhan , aku tidak takut jika kau mengambilku bila waktunya tiba. Karena Ana akan tetap merasakan kasih sayang seorang ibu dari diri Lia. Tapi izinkan aku untuk bertemu cucuku " batin Lia menangis. Ada sesuatu yang Lia rahasiakan dari keluarganya.


" Jaga dirimu nak dan jadilah ibu dan istri terbaik untuk keluargamu. Selalu dampingi Rafli dalam suka maupun duka , tapi jika ada wanita lain yang ingin merusak rumah tanggamu lawan wanita itu , jangan menjadi lemah. Ingatlah yang utama kebahagian anakmu " ucap Laras.


" Bu , kenapa ibu , Ayu dan Ines seolah meragukan Rafli " tanya Ana heran.


" Ibu tidak meragukannya , mungkin para sahabatmu juga bicara seperti itu agar kau berhati-hati dengan wanita di luar sana " ucap Ibu menjelaskan.


" Ibu tenang saja " sahut Rafli tiba-tiba dan tanpa malu menunjukkan sikap romantisnya di depan ibu mertuanya.


" Aku mungkin tidak bisa berjanji untuk terus membuat Ana bahagia tapi aku bisa berjanji menjaga hati dan diriku hanya untuk Ana bu. Dan aku juga akan selalu berusaha untuk membuat Ana bahagia dengan caraku " ucap Rafli menghapus air mata ibu Laras.


" Asal ibu tahu , jika aku terlambat mengingat Ana dan Ana menikah dengan orang lain , aku akan tetap merebut Ana dari suaminya bu " tutur Rafli serius.


" Kau tahu , perebut istri orang itu dosa da kamu tidak bisa egois " ucap Ibu laras kaget.


" Aku tahu bu , bisa di katakan aku orang paling egois untuk hal menyangkut Ana. Karena rasa cintaku sangat besar kepada anak ibu. Seandainya aku disuruh memilih , antara keluarga , kedua orang tuaku , anak-anakku , harta atau perusahaan , Ana istriku , maka aku akan memilih Ana. Aku tidak bisa hidup tanpa Ana bu. Dan aku juga menjamin tidak ada wanita lain dalam hidup kami " ucap Rafli serius..


" Ana , jika aku menduakanmu detik itu juga kamu bisa pergi jauh dari hidupku karena aku yakin akan hatiku. Cinta tahu tempatnya sayang " imbuhnya.


" Ibu percaya padamu Rafli " ucap ibu Laras terharu.


" Aku mencintaimu mas " ucap Ana tersenyum.


" Mas lebih lebih dan sangat mencintaimu " ucap Rafli.


" Ayo bu , kita kedalam karena udara semakin dingin " ucap Rafli seraya merangkul pundak Ana.


.


.


.


" Astaga " ucap Ana.


" Mas bangun , kau ada meeting hari ini " ucap Ana membangunkan Rafli.


" Mas masih ngantuk Ana " gumam Rafli menepis tangan Ana.


" Mas kau ada meeting " ucap Ana menggucang pelan tubuh suaminya.


" Aduhhh Ana , Jimmy yang menjalankan meetingnya " gerutu Rafli dan semakin menarik selimut.


" Ya sudah kalau gitu Jimmy aja yang jadi suamiku , dia terlihat sosok pria yang bertanggung jawab. Aku tidak ingin jika anakku lahir meniru sifat mu yang pemalas , selalu melimpahkan tanggung jawabnya " ucap Ana menusuk hati Rafli namun Rafli hanya mendengarkannya saja.


" Kemana Rafli yang dulu ku kenal. Pria sederhana , bertanggung jawab dan selalu membuatku bangga dan makin mencintainya setiap detik " gumam Ana seketika Rafli membuka selimutnya.


" Baiklah mas akan berangkat kerja . Tapi dengan satu syarat " pinta Rafli manja dengan wajah bantalnya. Sebenarnya ia sangat mengantuk karena Rafli baru tidur sehabis sholat subuh dimana tengah malam ia mengelus punggung Ana yang susah tidur dan setelahnya ia melakukan pekerjaannya.


" Apa " tanya Ana berubah jutek.


Tanpa banyak bicara Rafli segera menindih tubuh Ana perlahan dan terjadilah keinginannya yang tertunda beberapa hari tersebut.


.


.


.


Ana dan Rafli kini sedang menuju mansion Abdi Wijaya karena Lia mengundang anak-anaknya untuk makan malam. Ana terlihat sangat cantik membuat Rafli begitu posesif.


Terlihat di parkiran ada mobil para kakak perempuannya dan ada mobil yang tidak ia kenali. Para pelayan menunduk hormat saat Ana dan Rafli tiba.


" Mas , aku bantu mama di dapur ya " izin Ana saat mengetahui Lia tengah memasak.


" Kamu nanti lelah bagaimana " tanya Rafli khawatir.

__ADS_1


" Aku gak apa kok mas , biasa aku juga bantuin mama masak " pinta Ana.


" Baiklah , jangan terlalu lama . Jika lelah istrirahat saja " ucap Rafli mengalah lalu mengecup kening Ana dengan sayang.


Rafli mendengar suara sang ayah tengah tertawa bahagia segera menuju dimana sumber asal tawa tersebut. Terlihat kakak iparnya , paman Joe , dan Mario yang membuat Rafli kaget bukan main.


" Rafli kemari " ucap Abdi saat melihat Rafli berbalik arah , sebenarnya moodnya buruk saat melihat Mario dan ingin mengajak Ana pulang.


" Kemari Raf " ucap sang Ipar , Rafli memilih duduk di ujung karena ia begitu muak melihat Mario yang terlihat dekat dengan sang papa , Rafli hanya banyak diam dan memperhatikan. Mario dan Abdi membahas Maudy dan mereka juga menyebut nama Rafli. Rafli terkadang harus menahan emosinya sejak Mario begitu menganggumi Ana.


Sementara di dapur , Rani dan Rina terlihat membuat kue dan mereka tersenyum kepada Ana. Namun Ana sepintas melihat padangan yang menyesakkan matanya saat melihat kedekatan Lia dan Maudy.


" Ma " sapa Ana.


" Sayang , ayo duduk saja nanti kamu lelah " ucap Lia menggiring Ana di tempat duduk meski Ana menolak dan ingin membantunya masak.


" Duduklah , mama tidak ingin kau lelah sayang " pinta Lia lembut membuat Ana menurut dan memperhatikan.


Disini Ana hanya melihat dan mendengarkan saja. Maduy terlihat begitu bersemangat membantu Lia memasak dan Lia begitu senang dengan kehadirannya. Semenjak mengenallkan Maudy sebagai adik Mario membuat Lia begitu menyayangi Maudy karena rasa bersalahnya menolak mengadopsi Maudy..


" Kenapa aku merasa tak berguna disini. Mama dan Maudy terlihat begitu akrab. Bagai mertua dan menantu , tidak apa yang aku fikirkan " batin Ana.


Rafli yang jengah dengan obrolan Mario memilih beranjak dan segera menyusul dimana Ana berada. Betapa sakit hati Rafli melihat raut sedih di wajah Ana. Ia merasa dirinya dan Ana telah tergantikan oleh Mario dan Maudy. Ia melihat jelas mamanya dan Maudy memasak sambil bercanda dimana dulu Ana berada di posisi itu.


" Sayang , ayo ikut mas " ucap Rafli menarik tangan Ana lembut " ucap Rafli dan Ana mengikuti saja . Rafli tak memperdulikan sapaan mamanya dan Maudy sementara kedua kakak perempuannya sudah tak terlihat.


" Menangislah " ucap Rafli setelah mereka berada di taman dan Rafli mendekap Ana erat. Ana langsung menangis terisak kecil.


" Mas ...hikss...hiks... apa aku salah jika aku iri dengan pemandangan tadi.... Aku merasa di cuekin mas....hiks...hiks.... Apa Maudy ada niat untuk merebutmu mas... Aku takut mas.....hiks...hiks... " ucap Ana terisak.


" Jangan khawatir Ana , mas tidak akan membiarkan seorang pun merusak rumah tangga kita. Mas tidak segan-segan untuk membunuh mereka jika mereka berani. Mas lebih baik kehilangan semuanya dari pada dirimu. Apa gunanya mas hidup jika tanpamu " ucap Rafli lirih dan Ana masih menangis.


" Sayang kita tidak usah makan malam disini ya... Kita sekarang pergi makan malam dirumah bapak dan ibu saja " ucap Rafli memberi solusi karena ia muak juga dengan suasana. Malam ini Rafli tak mengenal keluarganya. Apakah mereka akan membunuh Mario jika tahu dalang kecelakaan yang ia alami ulah Mario.


" Tuan muda dan nona , di tunggu di meja makan " ucap pelayan.


Rafli segera melihat wajah Ana yang kini telah tidak ada air mata lagi , namun terlihat jika istrinya tak baik-baik saja. Rafli menggengam jemari lentik Ana dan tersenyum kepada wanita yang ia cintai. Semua orang tersenyum melihat itu termasuk Maudy dan Mario yang mencoba ikhlas akan perasaan mereka yang salah mencintai milik orang lain. Pelayan segera menarik kursi untuk Rafli dan Ana namun semua orang kaget atas ucapan Rafli.


" Maaf saya dan istri saya harus segera pulang " ucap Rafli segera berlalu pergi bersama Ana.


" Tapi mas , tidak enak dengan orang tuamu " ucap Ana berusaha menahan langkah suaminya.


" Rafli , jangan seperti ini nak " sahut Joe.


" Paman tidak lihat , papa sangat dekat dengan Mario " ucap Rafli , ingin sekali ia bicara Mario penyebab kecelakaannya namun ia tak mau Mario membuka identitas Ana.


" Nak kau hanya salah paham . Mario telah papa anggap sebagai keponakan papa " sela Abdi.


" Pa , aku tidak suka jika ada seorang pria yang dengan gamblangnya mengagumi istriku dan itu tepat di hadapanku " ucap Rafli.


" Sayang , ayo Ana kita makan " ucap Lia hendak meraih tangan Ana.


" Berhenti menyentuhnya " ucap Rafli dingin sementara Ana menunduk dengan mata berkaca-kaca. Ia menyesal telah mengeluarkan isi hatinya , apa ini karena kehamilannya membuatnya menjadi sensitif.


" Kehadiran kami tidak di harapkan jadi untuk apa tetap disini " ucap Rafli , apa efek kehamilan istri membuat sang suami sangat sensitif.


" Nak jangan begitu " ucap Lia merasa hatinya begitu sakit.


" Mama sadar , mama asyik memasak dengan Maudy tanpa peduli kepada Ana , tanpa mengajaknya ngobrol. Mama hanya asyik dengan Maudy tanpa peduli perasaan istriku. Kini aku menjadi ragu jika mama benar-benar menerima Ana " ucap Rafli lirih.


" Dan kau wanita j*lang , berhenti mencari muka di hadapan keluargaku. Dalam darahmu tidak ada satu tetespun mengalir darah keluargaku. Kau bukan siapa-siapa di rumah ini , kau hanya orang asing tak tahu diri " ucap Rafli dengan mulut tajamnya.


" Rafli cukup , jaga bicaramu " ucap Abdi emosi membuat kedua anak perempuannya meredam emosi Abdi.


" Kami pergi " ucap Rafli membuat Lia menangis meraung-raung, ia menyadari kesalahannya mendiami Ana dan asyik dengan Maudy tapi itu di luar kesadarannya. Lia lupa jika Ana kini sangat sensitif namun ia telah menerima Ana kembali melebihi dulu.


" Dan satu yang harus kalian ingat. Aku tidak mengizinkan seorang pun dari kalian untuk mendekat dengan keluargaku , apalagi jika anakku lahir. Aku akan menghapus nama Wijaya dari garis keturunanku , anggap aku tidak pernah ada " ucap Rafli lantang membuat semua orang tersentak kaget.


" Mas " ucap Ana lirih , sementara itu Lia jatuh pingsan membuat semua orang sibuk mengurusnya dan Maudy berlari pulang karena Rafli menghina harga dirinya kali ini.


" Aku akan buat perhitungan denganmu " ucap Mario.


" Aku menunggumu " jawab Rafli menantang


Anacaman Mario di dengar oleh Joe . Joe menyadari ada sesuatu tak beres antara Mario dan Rafli yang tidak mereka ketahui.

__ADS_1


" Mas kita harus lihat keadaan mama . Dia mamamu mas , ibu yang melahirkanmu. Apa jadinya jika aku di benci anakku nantinya sebagai karmanya " ucap Ana terisak dan membuat Rafli menghela nafas panjang. Sementara Lia yang sudah sadar terus memanggil nama Rafi anaknya.


Jangan lupa like dan comentar


__ADS_2