
Jika Eric menikahi Lolita tanpa cinta saat itu berbeda dengan Jimmy dan Rahma yang menikah karena saling mencintai...
'' Akhirnya Lo nikah juga Rahma " goda Sisil sahabat Rahma dalam hal menggoda para pria.
'' Ya harus dong " ucap Rahma bangga akhirnya melepas masa lajangnya.
'' Gw kira Lo akan jadi perawan tua '' ledek Sukma yang telah memiliki satu anak.
'' Ini semua karena mbak Ana sibuk melahirkan terus jadi setiap tahun keluargaku bahagia hingga lupa untuk menikahkan ku '' ucap Rahma asal sambil tertawa geli....
'' Mbak Ana hebat ya. Diusianya yang masih 33 tahun punya anak sudah empat aja '' ucap Natasya .
'' Iya nih sementara adiknya yang usianya 28 tahun belum punya satupun '' timpal Ariana .
'' Kurang ajar Lo , mentang nikah ma duda anak dua aja bangga '' cibir Rahma akhirnya keluar juga mulut kejamnya...
'' Kabur ayo '' bisik Sukma saat tangan Rahma terkepal .
'' Kami keluar dulu ya .. Lo kan mau di rias '' ucap Sukma dan segera mungkin mengambil langkah seribu sedangakan Rahma menggerutu kesal akibat ucapan sahabatnya yang memang terkesan saling mengejek namun mereka saling menyayangi .
Akad nikah Rahma dan Jimmy terkesan jauh dari kata mewah karena itu keinginan dari kedua mempelai langsung dan hanya di hadiri pihak keluarga serta beberapa kerabat dan tetangga saja.
'' Anak nakal akhirnya kau punya istri juga '' ucap Thomas membuat pipi Jimmy bersemu merah untuk pertama kalinya apalagi ada seluruh keluarga Wijaya disana.
'' Sudahlah ayah jangan meledekku saat ini '' bisik Jimmy .
'' Kau lupa , kau dulu bahkan sangat membenci istrimu itu. Kau sebut di bar-bar bahkan anak kecil namun Lihat usiamu cukup jauh berbeda dengannya '' ucap Thomas sebelum akhirnya di tarik Abdi agar tak menggoda Jimmy yang sedari tadi menatap Rahma yang terlihat mengobrol bersama sahabatnya bukan bermanja dengannya . Tentu saja hal itu Rahma lakukan karena sahabatnya itu begitu mengagumi suaminya dan tak segan memuji Jimmy di hadapannya.
Resepsi pernikahan Jimmy pun berlangsung cukup meriah sesuai keinginan Rahma yang memilih hadiah mewah dari kakak iparnya dari pada pesta super mewah yang hanya jadi kenang-kenangan saja baginya dan buang duit . Hadiah Rafli tak main-main untuk Jimmy asisten kepercayaannya yang kini merangkap menjadi iparnya diantara lain hadiahnya adalah satu buah Jet pribadi Rafli berikan untuk Rahma dan Jimmy serta Rumah mewah dan apartemen mewah juga ia berikan bahkan Rafli memberikan satu buah perusahaan cukup besar untuk Jimmy urus di Italia karena pada rapat saat itu , Devan di pindah tugaskan di perusahaan Rafli cabang Singapura agar tak terlalu jauh dari Alexa yang berada di Indonesia .
Terlihat para tamu memberi ucapan selamat kepada Rahma yang terkenal dengan butik gaya nyentrik nya serta Jimmy yang di kenal orang nomor dua di RA group. Penjagaan sangat ketat jelas terlihat tak ada wartawan yang di izinkan masuk dan alhasil aman untuk keluarga kecil Rafli .
'' Hai Ana , apa aku boleh bicara dengan mu '' tanya seorang wanita cantik yang tak Ana kenali...
'' Anda siapa '' tanya Jo .
'' Aku Lolita Wilson istri dari Eric Permana '' ucap Lolita bangga.
'' Oh ternyata kau istrinya mas Eric '' ucap Ana tersenyum . Berita pernikahan Eric memang Ana ketahui namun Ana tak ingin kepo untuk tahu siapa wanita yang dicintai Eric yang berhasil membuat Eric move on darinya .
'' Apa kita bisa bicara berdua disudut sana '' tanya Lolita , ia ingin bicara pribadi dengan Ana tanpa di temani makhluk kekar tersebut.
'' Jo , Alexa , kalian cukup menjaga ku dari jauh saja '' ucap Ana saat Alexa ingin membantah .
'' Baiklah '' jawab Jo dan Alexa kompak.
Ana dan Lolita kini tengah duduk berhadapan di tempat yang paling pojok sedangkan Rafli masih sibuk menyambut koleganya yang menahannya untuk mengobrol.
'' Aku tidak ingin kau memanggil suamiku dengan sebutan mas dimanapun berada '' ucap Lolita menatap Ana tajam.
'' Baiklah , aku minta maaf akan hal itu '' ucap Ana tersenyum.
'' Aku minta tolong menjauh dari seluruh keluarga suamiku '' ucap Lolita membuat Ana bungkam namun Ana lalu menyanggupinya .
'' Aku juga minta tolong orang tuamu juga menjauh lah dari keluarga Eric '' imbuhnya .
'' Kenapa '' tanya Ana .
'' Ck , baik kau ataupun orang tuamu akan membuat mas Eric serta orang tuanya selalu ingat dengan mu '' ucap Lolita menahan emosinya , ia sungguh sakit hati mengingat saat suaminya selalu menolaknya.
'' Aku ini istrinya tapi ia tak peduli denganku . Jika kau wanita baik-baik ku mohon mengertilah berada diposisiku yang tengah hamil anaknya , aku ingin ia perhatian denganku paling tidak saat aku hamil. Aku mohon Ana bantu aku untuk membuat suamiku melirik ku dan berpaling darimu '' ucap Lolita sendu.
'' Maaf jika karena aku membuatmu terabaikan. Aku tak menyangka Eric seperti itu '' ucap Ana jujur , ia kira Eric berhasil move on.
'' Cara apa yang harus aku lakukan agar Eric mencintaimu '' tanya Ana menatap iba seorang wanita di hadapannya ini.
'' Aku ingin kau di benci oleh seluruh keluarga Permana tanpa terkecuali '' ucap Lolita penuh harap membuat Ana menatapnya tak percaya.
__ADS_1
'' Kau ingin aku di benci '' tanya Ana tersenyum kecut.
''Jika kau sungguh ingin membantuku berkorbanlah Ana , paling tidak demi anak yang ada dalam kandunganku . Bagaimana saat hamil namun di abaikan dan itu sangat terasa sakit Ana '' ucap Lolita mengusap perut ratanya itu .
'' Bila perlu buatlah skandal agar mereka membencimu '' imbuhnya , ia merasa senang . Ia kira Ana akan menuruti semua permintaannya demi bayi yang ia kandung.
'' Jika kau meminta aku dan keluargaku untuk menjauh dari seluruh keluarga Permana aku siap '' jawab Ana lantang.
'' Tapi tidak untuk skandal diriku. Aku mempunyai keluarga , ada orang tua dan suami yang harus aku jaga nama baiknya serta harga dirinya jadi aku tidak akan menuruti permintaan bodoh mu nona , aku tidak akan membuat skandal apapun tentang diriku. Satu hal yang harus kau ingat , harga diri serta nama baik suamiku itu hal terpenting dalam hidupku maka aku tak akan pernah mau menuruti ide bodohmu karena itu akan berdampak pada orang-orang di sekitar ku terutama suamiku '' imbuh Ana menatap tajam Lolita .
'' Meski pun alasannya demi bayi yang kau kandung. Rebutlah hati suamimu dengan berbagai cara namun bukan dengan cara yang kotor yang akan merugikanmu sendiri. Aku tidak peduli dan tidak mau ikut campur dalam masalah rumah tangga kalian . Aku permisi nona '' ucap Ana beranjak , awalanya ia bahagia melihat wanita cantik yang dinikahi Eric namun sayang permintaanya membuat Ana tak menyukai Lolita.
Pesta pernikahan Jimmy dan Rahma berjalan lancar , dan kini seluruh keluarga Wijaya dan Gunawan menginap di hotel untuk satu malam.
'' Ma , aku titip anak-anak '' ucap Rafli saat hampir saja Lia menutup pintu kamarnya
'' Kenapa , bukankah kamar mu sangat luas '' ucap Lia heran.
'' Aku titip mereka ma. Aku gak mau kalah sama Jimmy dan Rahma '' ucap Rafli berbisik di telinga mamanya membuat mama Lia membelalakkan matanya mengerti akan maksud anaknya itu.
'' Ya Tuhan si Rafli. Oh Tuhan , apa benar itu anakku '' gumam Lia dan ia tersentak kaget saat Arjuna meminta gendong olehnya .
'' Ayo kalian bawa baby Jelita dan Rava kedalam '' ucap Lia pada bodyguard Ana .
'' Kalian istirahatlah biar saya yang jaga mereka '' jawab Lia santai melupakan janjinya pada Abdi malam ini.
'' Tapi nyonya '' tolak Bodyguard.
'' Gak apa , mereka kan bayi yang nyenyak tidurnya . Saya gak merasa direpotkan dengan cucu sendiri '' ucap Lia tersenyum dan membuat bodygaurd itu mengalah . Sementara Dewa mengungsi di kamar kakek Gunawan dan nenek Laras.
Ceklek...
Ana tersentak kaget saat pintu kamarnya baru saja di buka oleh sang suami karena ia hanya menggunakan jubah mandinya.
'' Sayang , kenapa mandi gak ngajakin mas '' tanya Rafli seraya melepaskan pakaiannya sendiri .
'' Mama bilang mau tidur sama anak-anak dan Dewa ingin tidur dikamar bapak dan ibu '' jawab Rafli lalu memeluk Ana dari belakang .
'' Mas rindu sayang . Semenjak hadirnya Rava dan Jelita mas jarang dimanja sekarang , mas merasa tersisih sayang '' ucap Rafli tanpa aba-aba melepas jubah mandi Ana .
'' Mas tapi mandilah dulu '' ucap Ana menepis tangan nakal suaminya .
'' Tidak-tidak , kau pasti akan tertidurkan menunggu mas mandi '' ucap Rafli , ia hafal betul rencana Ana.
'' Tapi sekali saja ya mas '' ucap Ana pasrah.
'' Mas gak bisa mastikan untuk hal itu sayang '' ucap Rafli membawa Ana ke ranjang mereka .
'' Mas ingin kita seperti Jimmy dan Rahma menikmati malam panjang ini '' ucap Rafli seraya mengungkung tubuh Ana dibawahnya .
'' Apa '' pekik Ana terkejut akan ucapan suaminya .
'' Kau tau mas kan Ana , mas tak ingin menjadi yang nomor dua '' ucap Rafli lalu mencium bibir istrinya agar tak banyak bicara tersebut dan melakukan ritual panas mereka.
Sementara di kamar pengantin yang sesungguhnya Rahma dan Jimmy tersenyum kikuk merasa canggung harus melakukan apa malam itu hingga akhirnya Jimmy dan Rahma memutuskan untuk tidur karena tubuh mereka yang cukup lelah. Jika Rafli dan Ana melewati malam panas mereka , Jimmy dan Rahma memilih untuk tidur lain halnya yang terjadi di kamar Abdi dan Lia yang harus menjaga dua bayi yang sering terbangun itu .
'' Ck , dasar anak itu '' gerutu Abdi Wijaya seraya menggendong cucu cantiknya , Jelita..
'' Tidak usah merajuk gitu mas '' ucap Lia menyerahkan botol susu kepada Abdi .
'' Kau lihat kelakuannya . Yang pengantin baru Jimmy dan Rahma , kenapa putra kita yang semangatnya menggebu-gebu '' rutuk Abdi.
'' Kau tau sendiri putra kita yang ingin lebih unggul dari orang lain '' bela Lia.
'' Kau selalu saja membela anak nakal itu '' protes Abdi karena seharusnya ia menjadi bayi besar malam ini namun malah mengurus bayi sungguhan.
'' Jangan cemberut mas . Aku akan buat servis terbaik untukmu besok malam '' ucap Lia menenangkan.
__ADS_1
'' Aku pegang ucapanmu Lia '' tegas Abdi Wijaya dan akan serius menagihnya dan diangguki Lia yang kini menimang Rava.
Seperti yang Abdi dan Lia duga bahwa Rafli dan Ana akan bangun siang untuk sarapan.
'' Mbak Ana kemana sih , kok lama bener '' ucap Rahma dengan rambut basahnya dan di sampingnya Jimmy yang terlihat makin berseri.
'' Hei Jim , kok cepat banget kalian turun '' bisik Thomas.
'' Jadi kami harus turun kapan '' tanya Jimmy .
'' Ya kan kalian harus kerja rodi. Ayah ingin segera gendong cucu sendiri bukan cucu orang. Buatlah yang kembar '' ucap Thomas yang tanpa ia sadari ucapannya menembus gendang telinga Rahma.
Uuuhuk... Uuuhuk Rahma tersedak jus pepaya yang ia minum.
'' Pelan-pelan nak '' ucap Laras
'' Aku tidak kenapa-napa Bu '' ucap Rahma tersenyum sementara Jimmy memberi kode agar ayahnya itu tak asal bicara di depan orang lain. Sifat Jimmy dan ayahnya cukup berbeda , karena Jimmy meniru sifat ibunya secara keseluruhan , terkesan dingin dan irit bicara dan saat bersama Rahma dan Rafli saja maka Jimmy akan bicara panjang lebar.
'' Akhirnya pengantin baru kita datang juga pa '' ucap Lia dengan suara menggelegar membuat wajah Ana merah merona dengan rambut setengah basahnya sementara Rafli terlihat santai dengan wajah tak berdosanya. Beruntung Dewa dan adik-adiknya tidak disana , bisa-bisa bocah itu bertanya yang aneh-aneh.
'' Sudah-sudah jangan ribut. Ayo kita makan '' ucap Abdi menengahi ia hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan istri dan anaknya itu yang sebenarnya begitu kompak satu sama lain. Beruntung Laras dan Gunawan sudah terbiasa dengan situasi seperti itu , sedangakan Thomas tak menyangka jika keluarga Wijaya absurd begini jika sedang bercengkrama.
Ana makan dengan tenangnya tak peduli jika Jimmy dan Rahma tengah memperhatikannya .
'' Kok mbak Ana seperti habis gempor gitu ya ... Pasti kakak ipar malah yang malam pertamaan... Dasar pria edan '' batin Rahma , ia baru tau jika Rafli begitu mesum.
'' Jim , semalam berapa ronde '' tanya Rafli setelah para orang tua pergi dari meja makan tersebut.. Pertanyaan Rafli membuat Rahma dan Jimmy tersedak seafood yang mereka nikmati.
'' A...aku... '' ucap Jimmy gugup.
'' Maaf kakak ipar , aku dan Jim memilih istirahat karena sangat melelahkan bagi kami '' ucap Rahma setelah berhasil membasahi tenggorokannya.
'' Mas '' lirih Ana seraya menepuk paha suaminya pelan.
'' Apa , mas kan hanya ingin memastikan '' ucap Rafli lalu menyeruput air mineral di hadapannya.
'' Kakak ipar terlihat menang banyak ya '' ucap Rahma membuat Rafli tak mengerti .
'' Maksudmu apa '' tanya Rafli .
'' Lihat aja , mbak Ana sampai lemas gitu . Pasti menang KO kan '' ucapan Rahma kontan membuat Rafli menyemburkan air yang ia minum sementara Ana merutuki kebodohan Rafli yang memulai semua duluan , jelas Ana tau bagaimana sifat keduanya tak mau ada yang mengalah .
'' Rahma '' ucap Ana menatap Rahma tajam.
'' Akau hanya bertanya pada kakak ipar mbak '' ucap Rahma ketus.
'' Mas , aku permisi dulu '' ucap Ana berpamitan pergi . Hubungan Ana dan Rahma memang tak begitu baik usai perkataan Rahma yang menyingung bi Jum tempo lalu.
'' Sayang '' ucap Rafli beranjak dan meninggalkan meja makan tersebut demi menyusul Ana , sebenarnya ia belum usai menggoda Jimmy yang terlihat mati kutu jika membahas hal itu .
'' Seharusnya kau tak boleh berkata seketus itu kepada Ana '' ucap Jimmy dingin membuat mata Rahma berkaca-kaca.
" Kau tau , aku masih kesal terhadapnya Jim. Aku peduli pada keutuhan rumah tangganya tapi terlihat mbak Ana menutup telinganya mengenai bi Jum dan juga Bunga " ucap Rahma lirih.
'' Aku sudah menyelidiki Bunga namun semuanya normal " ucap Jimmy .
'' Tapi aku tetap menaruh curiga kepada ibu dan anak itu terutama Bunga " ucap Rahma tetap pada pendiriannya. Jimmy hanya diam , ia tak mau ribut dengan Rahma apalagi mereka baru saja menikah.
Jangan lupa like dan komentarnya.
Sebenarnya da malas banget untuk Up 2 hari sekali , melihat semakin lama semakin sedikit aja yang like...namun bagaimana pun cerita ini akan berakhir sampai end , ntah sad atau happy ending nantinya ... ..
Namun ceritanya nanti akan disingkat biar cepat endingnya namun tetap di jelaskan tentang Viona dan Asuka serta Willy yang akan hadir di bab berikutnya ... Untuk anak-anak Rafli dan Ana , aku gak akan buat meski kedua anak itu mempunyai karakter berbeda namun mencintai orang yang sama saat dewasanya nanti .
Terimakasih yang sudah like n komentarnya .
(Bukan curhat , namun hanya ingin ngeluarin uneg-uneg aja meski intinya sama aja wkwkwkwk )
__ADS_1