Takdir Cinta

Takdir Cinta
Hidupku


__ADS_3

Tak terasa semuanya berjalan dengan cepat, semuanya begitu indah dan sangat sayang jika di lewati. Sama hal nya rasa cinta dan sayang yang sudah menjalar di dalam darah, perasaan yang terus bertambah setiap harinya, debaran cinta yang semakin kuat.


Perjalanan hidup dan percintaannya memang sangat berbeda dengan yang lainnya, karena sudah menjadi takdir cinta yang di gariskan.


"Apakah disana sedang musim semi? Aku sungguh merindukan dirimu," ucap Sam sembari menatap langit biru diatasnya.


Sudah hampir enam bulan mereka resmi berpacaran, dan sudah menjadi rahasia umum. Jika Sam akan berbicara sendiri sembari menatap langit cerah, seakan dia sedang berbicara pada kekasih hatinya.


Sama halnya sekarang, Sam berdiri tepat di dekat pohon besar di taman kampus. Dengan tangan yang terangkat seakan meraih tangan kekasih hati, dia akan berbicara beberapa kata.


"Jika bunga itu bermekaran, ambil dan petiklah! Kau simpan dan ingatlah, jika aku ada disana bersamamu," ucap Sam.


Zee dan Alfa tersenyum tipis melihat Sam yang sedang kasmaran, dia berpacaran dengan Abigail tapi seakan seluruh alam semesta juga menjadi kekasihnya. Perasaan Sam begitu murni dan juga begitu dalam pada Abigail.


"Sam!" panggil Zee.


Sam berbalik dan menatap Zee dengan senyumannya, ternyata Zee mengatakan sesuatu yang membuat Sam semakin tersenyum senang.


"Ada apa?" tanya Sam.


"Kau tahu, tadi angin berbisik padaku. Dan mengatakan sesuatu dari Abi," jawab Zee menggoda Sam.


"Apa yang dikatakan angin tentang kekasihku?" tanya Sam penasaran.


"Angin berkata, Aku tidak akan hanya memetik bunga itu dan menyimpannya. Namun, akan aku dekap dan saat itu pula aku merasakan kehadiran dirimu di sampingku," jawab Zee.


Sam begitu terkejut dengan ucapan Zee, namun senyuman di wajahnya begitu mengembang penuh. Sam begitu senang seakan Abi lah yang mengatakan itu padanya.


Alfa memiringkan kepalanya menatap raja pada Zee, dan Zee tahu apa maksud dari tatapan itu pun langsung memberikan ponselnya pada Alfa, terlihat disitu ada chat an dari Abigail.


Alfa terkejut, dan tersenyum pada Zee. Zee menempelkan jarinya di bibir, mengisyaratkan tuk diam. Alfa mengangguk ia.


"Sedang berbicara pada Abi, lagi kah kak?" tanya Zyvia yang baru saja datang.


"Jangan ganggu kakakmu! Biarkan dia seperti itu," perintah Sam dengan nada sinis pada Zyvia.


"Aku tahu! Hanya bertanya pun tak boleh?" tanya Zyvia sewot.


Zee hanya menggeleng karena akan terjadi perang dunia kalau Alfa dan Zyvia bertemu.

__ADS_1


Zyvia memilih duduk dan diam disamping Zee, sedangkan Alfa memilih tiduran di pangkuan Zee.


"Terserah kau mau seperti apa padaku, Al. Aku akan terus seperti ini, dan akan selalu seperti ini padamu," ucap Zyvia dalam hati.


Korea, Pulau Nami


Kau lihat, Sam begitu indah pemandangan disini. Banyak bunga bermekaran, aku ingin sekali bergandengan tangan denganmu disini. Sam, aku merindukanmu, sangat, sangat merindukan dirimu.


Kau tahu Sam, aku akan benar benar mendekap bunga yang aku petik ini. Membawanya dalam dekapanku saat aku tertidur, dan akan menyambutku saat mata ini terbuka. Sama halnya dengan semua bayanganku tentangmu selama ini.


"Ae Ri!" panggil Kim Bum.


"Nee, Appa," jawab Ae Ri.


"Kemari, coba kau lihat ini!" pinta Kim Bum.


Abigail berjalan mendekati sang ayah, terlihat pohon bunga sakura mini yang cantik. Abi begitu terpukau, dia sangat suka sekali.


"Apa kau suka?" tanya Kim Bum.


"Nee, aku sangat suka Appa," jawab Ae Ri dengan senyum manisnya.


"Arraso, Appa," jawab Ae Ri.


Abigail kembali melihat jalanan yang sangat dekat dengan sungai itu pun semakin terlihat Indah karena bunga sakura berjatuhan di atas air.


"Aku mohon! Tunggu aku sebentar saja, aku ingin segera kembali padamu," gumam Abigail sembari menangkupkan kedua tangannya.


Kim Bum terlihat begitu sedih, melihat putri semata wayangnya harus mengalami perasaan yang begitu teramat rindu pada kekasihnya.


"Mianhae, Ae Ri. Appa sudah egois padamu, merebut kebahagiaanmu yang sebenarnya," ucap Kim Bum menatap nanar sang anak dengan mata yang berkaca kaca.


Senyuman Ae Ri adalah hal yang sangat berharga untuk Kim Bum, dia begitu sadar akan Ae Ri yang selalu memakai topengnya jika diluar. Tapi Kim Bum mengetahui bagaimana putrinya jika berada di dalam kamarnya.


"Ae Ri, tolong berikan lagi sedikit waktu untuk Appa mu ini tuk ada disampingmu nak!" pinta Kim Bum.


Mereka boleh terpisah oleh jarak yang sangat jauh, namun hati mereka akan selalu dekat. Rasa untuk mereka semakin bertambah setiap harinya. Itu lah istimewanya hubungan dari Sam dan Abigail.


***********************

__ADS_1


Di dalam ruang kelas, Sam masih bisa berkata dalam hatinya untuk sang kekasih hati. Saat melihat kursi yang selalu kosong itu, kursi itu milik Abigail dan tak ada pun yang boleh mendudukinya.


"Aku kembali, kembali menatap bayangmu di depanku. Melihat kau sedang tersenyum menatapku," gumam Sam sembari tersenyum ke arah kursi kosong itu.


Begitu dia menyayangi Abigail, sampai tak ada seorang pun boleh mendudukinya. Semua teman kelasnya begitu heran pada Sam, dan ada juga yang salut padanya karena perasaannya pada Abigail.


"Kapan dia akan kembali? Coba kau lihat, betapa setianya dia dengan segala ilusi Abigail di hari harinya," ucap Alfa sembari menatap Sam.


"Entahlah, tak ada yang tahu. Karena baik Abigail dan Sam tak pernah menjawab apa yang ku tanyakan," jawab Zee.


"Aku berharap kita juga akan selalu bersama, dan akan berakhir menjadi sepasang kakek nenek di masa depan," ucap Alfa seraya mencium pucuk kepala Zee.


"Sehidup sematiku hanya bersamamu Al. Jika tidak, aku akan memilih pergi menjauh, dan akan menghilang bagaikan buih di lautan," jawab Zee.


"Jika kau menghilang seperti buih, maka seketika itu pula akan ku akhiri hidupku," balas Alfa dengan nada yang begitu dingin.


Zee langsung menatap mata Alfa, dan terlihat kecemasan disana begitu pula rasa tak suka dengan ucapan Alfa.


"Jangan katakan sesuatu yang sangat aku takutkan!" pinta Zee sembari memeluk tubuh Alfa dari samping.


Alfa mengusap pelan rambut dan punggung Zee, perlakuan Alfa pada Zee begitu sangat membuat iri gadis lain. Pangeran dingin itu akan berubah terbalik 180° jika sedang bersama Zee.


"Perlihatkanlah semuanya! Karena sesungguhnya kalian begitu sangat romantis dan menjadikan kisah dalam novel menjadi nyata," ucap Zyvia dalam hati.


Tatapannya tak pernah lepas dari Alfa dan Zee, benteng pertahannya begitu kuat. Namun, akan seketika hancur jika melihat Alfa yang begitu mengagungkan Zee.


Tak akan ada yang pernah tahu, bagaimana sebenarnya hati seorang manusia itu. Terlihat baik namun buruk, terlihat tersenyum tapi menangis, terlihat bahagia tapi menderita dan terlihat sakit tapi sesungguhnya sangat baik.


Seperti hidup yang sudah di gariskan, namun kita juga bisa merubahnya dengan suatu keinginan yang kuat. Itulah yang sekarang terjadi pada sosok gadis baik, namun karena ego dalam hatinya, dia menghancurkan segala batasan dalam dirinya.


Note :


*Arraso (Tentu saja)


*Nee (Ya, apa)


*Appa ( Ayah, papa)


Terimakasih semuanya ,,, Selamat membaca 💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2