Takdir Cinta

Takdir Cinta
Belajar Mencintai


__ADS_3

" Wajahnya tak asing tapi siapa " batin Rafli saat memperhatikan Viona yang tengah fokus menjelaskan .


Viona melempar senyumnya kepada Rafli dan membuat Rafli menatapnya datar.


Meeting berjalan dengan sangat lancar dan CEO di hadapan mereka pun kini tak begitu cerewet seperti sebelumnya .


Viona yang sengaja keluar paling belakang sengaja mengamati Rafli dan Bianca yang terlibat pembicaraan serius .


" Kenapa kau masih di situ " tanya Bianca sesaat setelah Rafli melenggang pergi tanpa membalas senyum dari Viona.


" Maaf saya merasa anda jadi selingkuhan bos besar " ucap Viona berpura-pura takut saat mengatakannya .


" Tutup mulutmu . Pak Rafli sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri " ucap Bianca geram , hanya seorang karyawan baru berani sekali kurang ajar dan memfitnahnya .


" Saya harap ucapan anda benar nona . Sebelumnya saya minta maaf " ucap Viona berlalu pergi .


" Berani sekali dia bicara kurang ajar seperti itu. Biang gosip " batin Bianca.


Seminggu kemudian Rafli dan Bianca tengah menikmati makan siang bersama usai bertemu dengan klien mereka di suatu restaurant mewah. Jika sepasang mata melihat maka mereka tampak seperti sepasang kekasih namun nyatanya tak lebih dari sekedar sekretaris dan CEO , Rafli yang merasakan kesedihan bercerita tentang Ana kepada Bianca yang menjadi pendengar yang baik . Bianca sendiri turut prihatin dengan keadaan istri bos nya itu , niat ingin memiliki Rafli pun tak ada sama sekali dalam fikirannya seperti kebanyakan orang yang berburuk sangka tentang kedekatan mereka .


Hingga gosip di kantor menyeruak jika sang CEO menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya saat sang istri tengah berjuang antara hidup dan mati. Tentu hal itu membuat Abdi Wijaya bertindak tegas saat mengetahui gosip tak benar tentang anaknya . Abdi memilih bertindak cepat dari pada saat Rafli bertindak semua akan berbeda untuk nasib karyawannya.


Pernyataan Abdi dan Bianca menegaskan bahwa hubungan Bianca dan Rafli tak terlibat hubungan terlarang dan Bianca sendiri sudah memiliki tunangan , lengkap juga foto perjalan cinta Bianca bersama kekasihnya yang menjadi bukti bahwa gosip itu tak benar dan sebagian besar karyawan Wijaya mempercayai ucapan big bos mereka namun ada juga sebagian yang tak percaya , mungkin karena iri jika Bianca cukup dekat dengan CEO baru mereka yang terkenal tak tersentuh.


Sementara Rafli tak ambil pusing akan gosip tak bermutu baginya meski Rafli sendiri pernah di damprat oleh sang mama yang termakan gosip miring tersebut. Jika Ana telah sadar dan termakan gosip itu maka lain cerita , Rafli akan menyelesaikan hingga ke akarnya . Fokus pada kesembuhan sang istri itu lebih penting dalam hidupnya melebihi apapun di dunia ini .


'' Apa kakak tau . Jika pegawai baru ketua divisi pemasaran berani mengatakan hal tak benar tentang kita " ucap Bianca di saat mereka usai menikmati makan siang .


'' Mengatakan apa " tanya Rafli sebenarnya enggan untuk menanyakan .


'' Gosip murahan kak . Dia mengatakan aku selingkuhan mu " ucap Bianca dan membuat Rafli menggeleng kepalanya pelan .


'' Kenapa kau jadi kepikiran sampai mengadu padaku " tanya Rafli tumben sekali Bianca terusik akan hal receh seperti itu .


'' Entahlah kak . Aku merasakan wanita itu sedikit berbeda karena berani sekali mengatakan hal buruk seperti itu padahal statusnya pegawai baru perusahaanmu kak " ucap Bianca mengungkapkan isi hatinya jika pegawai baru itu terkesan berani saat berucap .


'' Jangan kau pikirkan yang penting kau fokus bekerja dan untuk ketua divisi pemasaran yang baru biarkan saja selama ia tak berulah " ucap Rafli dan segera bangkit saat mendapat kabar dari dokter yang menangani Ana .


'' Bianca aku pulang dulu. Kau handle semua urusan kantor hari ini ya " ucap Rafli lalu beranjak tanpa sempat Bianca melayangkan aksi protesnya .


'' Inilah nasib jika menuruti saja omongannya . Jika aku punya kakak maka kau ku coret dari daftar kak angkatku " gerutu Bianca. Rafli memang melindunginya sebagai sosok seorang kakak yang selama ini di inginkan oleh Bianca yang notabene nya anak semata wayang . Namun menurut nya Rafli juga menyebalkan jika menyuruhnya tanpa memikirkan betapa repotnya urusan perusahaan mengingat yang di urusnya adalah perusahaan raksasa milik Wijaya meski terkadang anak dari Joe sering membantu pekerjaannya .


Dua Minggu sudah ancaman Viona tak juga di jalankan oleh Bunga membuat Viona semakin geram . Viona tak ingin jika Ana terbangun di sambut dengan senyum bahagia seluruh keluarga Wijaya terutama Rafli yang di pastikan akan semakin over protektif kepada istrinya . Ingin menjadikan Bianca pengganti Bunga ia batalkan lantaran Bianca malah mencurigainya membuat Viona harus lebih berhati-hati karena ia tau konsekuensinya jika berurusan dengan keluarga Wijaya apalagi berhubungan dengan keluarga mereka .


Sedangkan Eric kini tengah di sibukkan dengan urusan kantor setelah seminggu ia menemani Excel yang ingin selalu bermain dengannya dan juga Ericana membuat Eric memilih melempar pekerjaan nya kepada Angga asisten setianya .


Ceklek .


Mood Eric memburuk saat tamu tak di undang masuk begitu saja.

__ADS_1


'' Maaf pak , nona Lolita memaksa untuk masuk " ucap sang sekretaris kantor lalu berhenti berucap saat Eric memberi tanda untuk berhenti berbicara.


'' Apa mau mu " geram Eric , tak ada hubungan apapun lagi dengan wanita siluman di depannya . Apa tak cukup pelajaran yang ia berikan kepada Lolita saat wanita itu berbicara buruk tentang Vini di depan publik Minggu lalu .


'' Gara-gara kau Eric , karir ku dan harga diri keluarga ku hancur. Dasar bedebah " sarkas Lolita .


'' Maka jangan mengganggu orang di sekitar ku jika kau ingin hidup tenang " ucap Eric.


'' Lebih baik kau diam . Atau foto ini akan membuat keluarga besar mu hancur seketika " ucap Eric melempar beberapa foto tentang tabiat buruk Lolita tengah tidur bersama dengan bermacam pria . Lolita mematung merasa geram jika Eric selalu berhasil mengendalikannya kini .


'' Jauhi pamanmu atau lebih tepatnya ayah biologis dari anakmu . Jika kau ingin hidup mewah " ucap Eric dingin membuat Lolita kini menatapnya penuh tanya.


'' Kau ingin tau alasannya cari tahulah sendiri dan kau berhutang satu hal padaku , Lo Li ta " ucap Eric dengan senyum mengejek .


Eric menelepon sang sekretaris dan memerintahkan bodyguard nya untuk masuk guna mengusir Lolita yang kini mematung .


'' Aku bisa pergi sendiri " sentak Lolita kasar saat bodyguard menariknya untuk keluar cukup kasar .


'' Huft.. menyusahkan saja " gerutu Eric melanjutkan pekerjaannya.


Kini tepat sudah dua tahun Ana mengalami koma , kemajuan tentang kesembuhan Ana tetap wanita itu alami tapi entah harus berapa lama Rafli harus bersabar menunggu sang istri untuk membuka matanya , tak ada kata menyerah baginya dan juga Rafli mendapat dukungan dari orang sekitarnya untuk tetap semangat . Sempat Rafli melakukan aksi bunuh dirinya merasa percuma akan semua yang ia miliki namun tak bisa membuat istrinya walau hanya untuk membuka mata walaupun hanya sedetik . Dewa dan adik-adiknya sempat terpuruk saat sang ayah melakukan hal bodoh saat itu , Rafli mulai sadar kembali kewarasannya jika anak-anaknya begitu membutuhkannya . Menunggu dan berharap hanya itu yang Rafli bisa saat ini . Uang bisa menjamin asuransi namun tak bisa menjamin keselamatan...


Acara meriah terjadi di keluarga Permana . Kini Ericana Permana tengah berulang tahun ke dua tahun . Gadis cantik itu begitu mempesona bak ratu kerjaan , banyak rekan arisan mama Sasa yang membawa turut serta cucu mereka . Banyak mereka yang menginginkan menjodohkan cucu mereka yang pria dengan Ericana membuat Eric semakin protektif kepada putrinya. Sementara Vini wanita itu tatap menebar senyum dan menyambut ramah tamu undangan meski tadi pagi ia dimarahi Eric habis-habisan hanya karena masalah kuncir rambut Ericana , beruntung kemarahan Eric mereda saat Ericana menangis memeluk Vini dan menatap tajam Eric .


Ericana menerima banyak kado , sementara Eric menerima telpon sebentar dari orang kepercayaannya . Mendesah pasrah saat tepat dua tahun wanita yang ia cintai belum juga terbangun dari tidur panjangnya .


Tepukan tangan di punggungnya seketika membuat Eric menghapus cepat air matanya .


'' Mas harus sabar . Yakinlah , jika Ana pasti sembuh " ucap Vini lirih , ia menahan sakit hatinya saat sang suami masih mencintai wanita lain meski sang suami menyerah mendapatkan wanita itu . Tetap saja , istri mana yang tak terluka hatinya jika sang suami mencintai wanita lain . Namun Vini mencoba menguatkan hatinya setegar batu karang , dengan ini Vini bisa merasakan perasaan yang Eric alami selama ini .


'' Terima kasih Vin . Kau mau mendengarkan ku selama ini " ucap Eric memeluk Vini yang kini rasanya jantung nya ingin pindah kebawah dengkul .


'' Mas tidak boleh sedih . Selama kita punya Tuhan maka semua akan baik-baik saja " ucap Vini tulus .


'' Apa kau selama ini tak sakit hati Vin dengan sikapku " tanya Eric tiba-tiba pandangannya tertuju pada Ericana bukan Vini .


'' Sakit sekali mas " batin Vini .


" Aku mengerti mas atas dirimu " jawab Vini mengandung maksud tertentu .


" Aku berjanji Vin , jika Ana terbangun dan bahagia maka aku akan belajar mencintaimu Vin " ucap Eric.


" Tapi jika itu terjadi , jangan berharap untuk berpaling dariku Vin " imbuhnya meninggalkan Vini yang kini bagai patung mencerna ucapan Eric .


Acara ulang tahun Ericana telah usai dan kini sang bintang di acara pesta tersebut pun kelelahan . Eric ingin mengambil Ericana agar tidur di kamarnya tapi Sasa mengahalangi nya. Sasa tak mau rencana besarnya ini gagal. .


" Nanti mama dan papa patah pinggangnya . Mama tau sendiri Ericana tidurnya begitu lasak " ucap Eric berusaha membujuk .


" Mama masih kuat ya. Kau jangan sembarangan bicara " ucap Sasa tak terima .

__ADS_1


" Iya kau ini . Jaga ucapanmu . Mama mu malah begitu kuat. Iya kan ma " kedip mata Teguh membuat inti keluarga terasa mau muntah.


" Tasya , jika tak ada mama dan papa , kau tak akan ada termasuk adik durhaka mu ini " ucap Teguh kesal melihat ekspresi anak nya tersebut .


" Eric minumlah Jus mu " ucap Sasa saat pelayan menyerahkan jus Melon pada Eric .


" Dan ini Vini minumlah untukmu " ucap Sasa penuh paksaan membuat Vini tak mampu menolak meski ia tak haus sama sekali .


" Bagus. Maka dengan begitu aku bisa memiliki cucu. Masa bodoh jika Eric mengamuk besok yang penting mereka memproses cucuku . Ini juga berkat mu Tio " batin Sasa.


" Semoga kau bisa mencintai istri mu mas dan melupakan cinta gilamu pada Ana " batin Laurent yang tadi siang tanpa sengaja mendengar pembicaraan Tio dan Sasa.


" Apa yang mama lakukan , tampak mencurigakan apalagi dari senyuman anehnya " batin Tasya .


Keluarga Permana perlahan beranjak dari ruang keluarga dan Vini merasa tubuhnya memanas segera pergi menuju kamarnya .


'' Ya Tuhan kenapa panas sekali " ucap Vini merasa aneh pada tubuhnya dan fikiran kotor mulai merasukinya .


'' Astaga , ada apa ini . Kenapa begitu panas " ucap Vani dan segera membuka bajunya .


Ceklek .


Eric sendiri tertengun saat melihat tubuh Vini hanya berbalut dalaman saja. Kulit yang kencang dan padat membuat sesuatu dalam diri Eric yang sudah lama mati suri tiba-tiba bangkit dan beberapa detik kemudian Eric merasakan sesuatu yang tak beres di dalam dirinya .


'' **** " umpat Eric menyadari apa yang terjadi segera secepat mungkin menuju kamar mandi untuk meredahkannya , jika tidak hal yang tak di inginkannya akan terjadi.


Hampir saja Eric sampai di kamar mandi namun tiba-tiba Vini memeluknya erat dengan nafas memburu .


'' Mas , tubuhku panas sekali " rintih Vini seraya mendesah .


'' Vin lepas Vin " ucap Eric lirih , kulitnya meremang saat nafas Vini menerpa permukaan kulitnya . Bukan melepas namun Vini kini berhadapan dengan Eric .


'' Aku tak ingin menyakitimu nantinya " ucap Eric berusaha mendorong namun tanpa di duga Vini mengecup bibirnya . Awalnya Eric emosi namun menahannya karena ia merasa ada yang tak beres dengan Vini yang terkesan begitu berani melakukan ini padanya. Vini terus ******* bibir Eric dengan begitu buruk karena ia tak pernah sama sekali melakukannya berbeda dengan Eric semenjak berakhir hubungannya dengan Ana , ia sering bergonta-ganti wanita demi melupakan Ana namun hasilnya nihil , semua wanita yang menggoda nya dengan begitu mudah ia dapatkan namun tak sampai melewati batasan yang akan merugikannya .


Vini yang tanpa henti mencium Eric dengan rakus membuat pertahanan diri Eric sebagai pria pun lepas kendali bersamaan dengan efek obat yang di dalam darahnya mulai bekerja .


Sedetik kemudian Eric membalas mencium Vini dengan begitu menggebu saat pandangannya melihat sosok Ana dalam diri Vini .


'' Aku mencintaimu Ana " ucap Eric mencium bibir Vini dengan begitu bersemangat , rasa rindu yang ia punya pada Ana , Eric tumpahkan semua pada Vini .


Tangan Eric perlahan membuka d*laman milik Vini dengan tak sabar dan mengangkat Vini menuju ranjang dimana mereka biasa tidur bersama.


Kata cinta terus Eric ucapakan untuk Ana saat setiap bibir dan tangannya bergerak dengan begitu agresif .


'' Mas .... Eric... " ucap Vini terdengar begitu merdu .


'' Aku akan melakukan nya pelan sayang " ucap Eric memposisikan tongkat saktinya dan segera membungkam bi*ir istrinya saat Vini meringis merasakan sakit namun begitu nikmat bagi Vini .


Hal yang tak diinginkan oleh Vini dan Eric pun terjadi hingga subuh menjelang . Eric merasakan lega dalam dirinya yang selama ini ia jaga dan nantikan . Melakukan dengan Vini namun bayangan yang ia rasakan melakukannya bersama Ana, Eric melakukannya dengan penuh cinta .

__ADS_1


'' Aku sangat mencintaimu Ana " ucap Eric saat pelepasan terakhirnya dan mengecup bibir Vini sekilas yang terlihat lelah dibawah sana . Eric kemudian tertidur seraya memeluk istrinya karena merasa begitu lelah namun bahagia mendominasi dirinya saat ini .


Selamat membaca dan jangan lupa like serta komentarnya ya .


__ADS_2