
"Rafli , apa kau tak mengenaliku " tanya wanita itu....
" Aku Viona , kakak kelasmu dulu " imbuhnya karena melihat Rafli tak mengenalinya .
" Astaga , maaf aku lupa " jawab Rafli yang terdengar acuh.
" Maafkan aku sebelumnya , karena tadi sempat menuduhmu menculik anakku " ucap Viona menunduk malu.
" Tidak apa " jawabnya dingin , ingin sekali Rafli memarahinya namun orang yang ingin ia marahi ia kenal pula dan tempatnya saat ini cukup ramai.
" Kau membeli kebab " tanya Viona dan Rafli mengangguk.
" Untuk siapa " imbuhnya karena pria di hadapannya ini pelit bicara.
" Untuk Ana " jawab Rafli ..
" Ana mengidam ingin makan kebab dan karena keteledoranmu membuat istriku telat memakannya " imbuhnya kesal..
" Maafkan aku Rafli " ucap Viona tanpa sengaja ia menyentuh tangan Rafli , Rafli segera menarik tangannya kembali.
" Maaf " ucap Viona lirih...
" Tapi terima kasih kau telah menemukannya " imbuhnya.
" Aku seorang ayah Viona dan jika aku menolong putramu tadi , anggap saja jika putraku kesulitan akan ada orang yang menolongnya " ucap Rafli dan di anggap sama oleh Viona kejadian beberapa tahun lalu.
" Ia merasa yang bersangkutan dengan Ana adalah dunianya . Rafli terlalu di butakan oleh cintanya " batin Viona .
" Jadi , Ana hamil anak keberapamu sekarang " tanya Viona menyelidik.
" Hamil anak keduaku " jawab Rafli .
" Wah beruntung sekali ya Ana mendapatkan suami sepertimu , kau seorang CEO dan rela mengantri panjang begini hanya untuknya " ucap Viona , sedangkan suaminya acuh tak acuh padanya.
" Aku yang beruntung memilikinya , bahkan aku sangat beruntung " ucap Rafli menepiskan senyum.
" Kenapa kau begitu teledor tadi Viona " tanya Rafli.
" Iya , tadi Mia yang mengurus anakku saat aku melakukan meeting di restaurant ujung sana dan ia ketoilet namun karena anakku pria , ia tak mungkin membawanya masuk meski anakku masih begitu kecil . hingga akhirnya kehilangan jejaknya namun aku bersyukur kau menemukannya " ucap Viona masih ada nada kesal terdengar oleh Rafli.
" Anakmu bisa hilang padahal ada baby sitter , seharusnya kau tidak membawa anakmu saat meeting meski kau menggunakan jasa baby sitter. Suamimu bisa marah besar padamu jika anak kalian tidak ketemu " ujar Rafli.
" Iya . iya .. Aku ngaku salah " jawab Viona , ia enggan berdebat dengan Rafli.
" Apa Ana tidak menggunakan baby sitter " tanya Viona.
" Tidak , karena Ana wanita yang hebat . Hebat dalam segi apapun . Bahkan tidak ada sedikitpun cela untuknya " ucap Rafli menyindir Viona. Viona sendiri mengepalkan tangannya merasa geram atas ucapan Rafli.
" Ya kau beruntung mendapat kan Ana dan kalian menikah saling mencintai. Sedangkan aku menikah karena perjodohan " ucap Viona tersenyum getir...
" Itu urusanmu " ucap Rafli yang menambah kekesalan pada diri Viona.
" Oh ya Raf , perusahaanmu bergerak di bidang apa " tanya Viona.
" Di bidang apa saja " jawab Rafli .
" Wah kau hebat " puji Viona..
" Apa kita bisa bekerja sama dalam bisnis " ucap Viona dengan penuh harap
" Coba saja kau kirim surat pengajuan kerja sama " ucap Rafli dan sesaat mereka mengobrol membahas sedikit tentang perusahaan Viona .
" Mas , ini pesanannya "ucap Pelayan menyerahkan satu box ukuran sedang yang terdapat banyak kebab yang siap makan untuk di bawanya pulang , meski Ana hanya memintanya satu namun Rafli memesannya banyak , tau aja jika ia ingin bisa memakannya tanpa harus mencicipi milik bumil kesayangannya itu .
" Ini dan kembaliannya untukmu " ujar Rafli menyerahkan uang cash berwarna merah 4 lembar yang ia keluarkan dari dompet mewah nan tebal itu yang berisi kartu -kartu untuk membeli apapun yang ingin ia beli.
__ADS_1
" Terima kasih banyak tuan " jawab pelayan itu senang karena harga kebab pesanan Rafli hanya Rp.310.000,00 saja.
" Aku pulang dulu Vio " ucap Rafli tersenyum membayangkan Ana menyukai kebab yang ia beli meski waktunya begitu terlambat namun Viona salah mengartikan arti senyuman Rafli.
.
.
.
Rafli menenteng di boks berisi kebab pesanan Ana , terlihat mobil sekretarisnya Dewi ada di mansion nya dan mobil Jimmy baru saja keluar dari mansion nya.
Ana memberengut kesal melihat suaminya yang membawa pesan kebabnya begitu lama , sementara ice cream rasa kacang hijau sudah tandas ia habiskan .
" Pindahkan kebab ini kedalam piring , sajikan di depan tujuh ya , lebihnya untuk kalian " pinta Rafli dan di iyakan Nur .
'' Pasti ia ngambek karena terlalu lama menunggu " batin Rafli karena Ana membuang wajahnya saat melihatnya datang , sedangkan Dewa terlihat bermain bersama Dewi .
" Mas mandi dulu ya , kamu makanlah kebabnya dulu . Tadi antrinya terlalu panjang , jadi lama. Demi kamu dan anak kita mas rela mengantri lama . Makanlah sayang , jangan ngambek gitu " ucap Rafli lalu mengecup pucuk surai Ana yang tergerai panjang.
'' Ehmm " jawab Ana singkat.
.
.
.
Saat ini usia kandungan Ana memasuki delapan bulan , saat ini ia tengah berdebat dengan Rafli masalah ngidam Ana yang menurutnya sangat sulit dan tidak masuk akal , apalagi hatinya tak akan menerima nya . Bagaimana tidak , Ana mengidam ingin makan malam romantis bersama Lee min ho dan ngedate satu hari bersama aktor favorit nya itu , Hal itu sama saja bagi Rafli ia menenggak racun yang begitu mematikan .
" Minta hal lain Ana , jangan hal itu " ucap Rafli frustasi , ia kehabisan cara mengalihkan ngidam Ana kali ini , tapi Ana tak pantang menyerah agar ngidamnya kali ini juga tercapai.
" Tapi ini anakmu yang minta mas , bukan diriku " ucap Ana sekenanya...
'' Eh ingat , anak kita laki-laki , ia tidak mungkin mau ngedate dengan pria jika bukan bundanya yang mau ngadate ''tuduh Rafli membuat Ana geram akan perkataan suaminya .
'' Adduhhh Ana '' ucap Rafli menahan geramnya , ia bahkan menggaruk kasar rambutnya sendiri.
'' Apa kau tak mengerti perasaan mas huh , hati mas tidak rela melihat dirimu makan malam dengan wajah oplas itu . Mengertilah perasaan mas Ana . Apa kau tidak cemburu jika mas ingin makan malam romantis dengan wanita lain '' ucap Rafli , ia menyandarkan tubuhnya karena lelah.
'' Cemburulah '' jawab Ana lantang.
'' Maka sama halnya akan diri mas ''ucap Rafli.
'' Tapi kan ini ngidam mas , sedangkan mas gak ngidam . Lagian kenapa juga cemburu dengannya , banyak wanita yang lebih dariku tergila-gila padanya . Apalah aku ini , wanita biasa , gak ada cantiknya dan hamil pula , mana maulah ia denganku '' jawab Ana.
'' Lagian kau begitu galak orangnya " batin Ana
" Satu hal , dia tidak oplas. Ia sudah tampan dari sananya " jawab Ana membuat Rafli menggerutu kesal dan ngomel sepanjang malam , ingin rasanya ia merubah wajahnya malam ini juga menjadi pria itu agar tidak melihat Ana makan malam romantis dan ngadate satu hari dengan aktor itu , bisa-bisa Ana ingin menikah dengan aktor itu. Tidak . Rafli tidak bisa membiarkan itu terjadi.
Ana yang merasa telinganya panas mendengar Omelan Rafli , ia memilih mengambil camilan ,membiarkan suaminya gondok sendiri . Ia akan meminta tolong papa dan mama mertuanya besok untuk menuruti ngidamnya karena Rafli begitu kuat menolak ke inginannya.
.
.
.
Semenjak keinginan ngidamnya di tolak mentah-mentah suaminya membuat Ana ngidamnya semakin menggebu-gebu. Ana tetap menyiapkan segala keperluan suaminya mulai dari bangun tidur hingga pergi ke kantor namun satu hal yang Rafli rasakan jika istrinya tidak seceria sebelumnya bahkan istrinya kini irit bicara , bicarapun jika ia yang mulai duluan dan Ana hanya sekedar menjawab , dan bumil itu pun tak pernah memesan untuk dibelikan makanan selama tiga hari dan selama tiga hari itu membuat diri Rafli hampa dan mood begitu buruk , beruntung jika ada Dewa , Rafli selalu memanfaatkan Dewa untuk mengambil perhatian Ana meski Ana memperhatikannya Secara sesaat.
'' Kau tidak pulang Rafli '' tegur Rani saat melihat adiknya bersandar di sofa ruang tamu.
'' Aku pulang hanya dicuekin Ana mbak dan itu membuat mood ku begitu jelek " ucap Rafli lirih.
" Apa ada hubungannya dengan mengidam itu " tanya Rani dan di angguki Rafli.
__ADS_1
" Tak ada salahnya kau turuti , ini kan ngidam atas permintaan anakmu " jelas Rani.
" Jika ia meminta yang lainnya akan aku turuti tapi tidak dengan ngidam yang nyeleneh ini. Ini masalah hati dan perasaanku mbak " ucap Rafli .
'' Ya ampun Rafli , kenapa kau masih saja cemburu . Dia seorang aktor yang di idolai banyak orang terutama wanita " ucap Rani ia heran dengan sikap cemburu Rafli yang berlebihan .
" Suami mbak pasti juga akan cemburu jika ada di posisiku " protes Rafli.
'' Aku memang cemburu, namun tidak pencemburu sepertimu adik ipar " sahut kakak ipar yang baru saja pulang dari dinasnya.
'' Mas '' ucap kakak beradik itu tersenyum kikuk, apalagi Rafli wajahnya memerah menahan malu dan amarah.
" Cemburumu terlalu berlebih Rafli dan tidak bagus jika ibu hamil di buat bersedih atau stres. Penolakanmu akan ngidamnya itu membuatnya bersedih " ucap Suami Rani.
" Tapi kan Ana " ucapan Rafli terhenti .
" Jangan sampai kejadian serupa terjadi seperti menjelang kelahiran Dewa. Ingat , jangan membuat tekanan pada ibu hamil . Menuruti ngidamnya tak sulit karena kau mampu " ucap Kaka ipar Rafli lalu segera pergi untuk membersihkan diri .
'' Iya , suamiku benar Rafli. Kau harus mengajukan ngidam Ana. dan satu hal , jangan terlalu membenci Lee min ho karena cemburumu , bisa jadi anakmu mirip dengannya " ucap Rani membuat Rafli memanas .
'' Tapi gak apa , Lee min ho pria yang sangat tampan " imbuhnya dan seketika Rafli segera pergi meninggalkan rumah kakaknya itu.
Sementara di mansion Rafli , Abdi dan Lia berniat mengunjungi menantu dan cucunya itu. Saat Abdi menanyakan keberadaan Rafli , Ana menjawab jika Rafli tengah lembur meski nyatanya tidak begitu , itu hanya akal-akalan Rafli saja agar menghindar dari permintaan ngidam istrinya itu , Lia dan Abdi saling tatap.
'' Ana , apa kau benar ingin ketemu aktor KPop itu " tanya Lia lembut.
" Iya ma , tapi mas Rafli tidak mengizinkan , ia selalu menawarkan yang lain , namun aku kan ngidamnya itu. Aku tidak tau ntah mengapa aku ingin sekali makan malam dengannya " ucap Ana dengan mata berkaca-kaca mengingat Rafli begitu menolak keinginannya bahkan suaminya itu terkadang membentaknya karena ngidamnya.
'' Mama dan papa akan mengabulkan ngidammu " ucap Lia dan di angguki Abdi.
" Apa malam ini aja , kita culik menantu kita pa. Papa sudah buat rencana pertemuan itu kan " tanya Lia .
'' Tiga hari lagi aktor itu kosong jadwalnya " jawab Abdi , ia segera bergerak cepat saat mengetahui Rafli menolak acara mengidamnya Ana kali ini. Ia lakukan demi cucu dalam kandungan menantunya dan agar menantunya merasa senang karena mengidamnya terpenuhi , untuk putranya itu urusan belakangan baginya.
" Apa , jadi papa sudah mengatur jadwal ketemu kami " ucap Ana tersenyum bahagia.
'' Iya , papa sudah menganturnya untukmu. Jadi kau tak perlu cemas meski Rafli menolaknya " ujar Lia mencium pipi menantunya itu , menantunya itu begitu menggemaskan baginya.
'' Cucu nek , kau yang sehat di dalam sini ya. Kita beri pelajaran untuk ayahmu yang pencemburu itu " ucap Lia .
'' Dia sendiri wanita paling pencemburu " batin Abdi , karena dari dulu hingga kini , Lia selalu ikut suaminya bila kliennya itu seorang wanita bahkan ia menjadi sekretaris suaminya jika hal itu mendesak atau jika Joe sedang tak bersama suaminya.
" Mama , papa " sapa Rafli , ia cukup kaget atas kehadiran orang tuanya itu.
" Rafli , papa ingin bicara denganmu " suara Abdi nampak menggelegar , sebelumnya ia telah meminta Alexa membawa Dewa jauh dari obrola mereka.
" Pa .... " ucap Ana lirih.
" Aku baik-baik saja Ana " ucap Rafli mengerti kecemasan istrinya.
Cup .... Rafli mencium kening Ana.
" Istirahatlah " ucapnya lembut.
" Ayo Ana , kita duduk di taman saja ada Dewa disana " ujar Lia dan Rafli menatap punggung wanitanya yang mulai menjauh dan suara bariton itu kembali menyadarkannya .
Abdi tersenyum kecut saat sang putra nya itu baru saja mendaratkan bokongnya.
'''Jangan lupa like dan komentarnya "
Selamat membaca.
Beri dukungan kalian melalui like dan komentarnya , kalau bisa voteπππ.
Maaf gk bisa up setiap hari , jari lumayan capek ngetik melulu.
__ADS_1
Sekali lagi selamat membaca dan semoga kita semua sehat selalu