
Baram menuntun sepedanya sepertinya ia sudah tak sanggup menggayuh sepeda.Dia menyusuri jalanan dengan wajah suram dan lelah,bukan hanya wajahnya tapi seluruh tubuhnya bahkan hati Baram juga ikut merasakan.
Baram melewati taman tempat bermain bersama Hanari sejak kecil,dia memandangi bangku disudut taman.Baram lantas duduk diam dibangku itu.
"sebenarnya apa yang terjadi,hei Hanari dimana kamu,ada apa denganmu"gumam Baram
Baram mengambil ponsel disakunya ia hendak melihat fotonya dengan Hanari.
"ya Baram kenapa kau begitu bodoh"gerutu Baram
Dia tersadar kenapa tidak menelfon Hanari saja.Baram menelfon kontak dengan nama lily berkali kali tapi nomernya tidak aktif.
Lily adalah Hanari,dia melihat Hanari seperti bunga lily jadi ia memutuskan menyimpan nomer Hanari dengan nama Lily.
Karena nomer Hanari tidak bisa dihubungi Baram pulang kerumah ia merasa tidak enak badan.
Sampai dirumah dia tidak mengatakan satu katapun.
"Baram a..kemari dan lihatlah"pinta nenek
"tidak sekarang nek,sangat lelah"jawab Baram
"tidak,,ada titipan surat dari Hanari..nenek lupa memberitahumu kemarin"
Mendengar nama Hanari ia berlarian dan merebut surat ditangan nenek.
__ADS_1
"ada apa dengan anak anak ini rumah begitu dekat setiap hari bersama masih saja menulis surat"kata nenek
Baram tidak mendengarkan kata nenek ia langsung menuju kamar dan membuka surat itu,hatinya sedikit bergetar saat membuka surat dan semakin cepat dia melihat tulisan itu tubuhnya semakin bergetar cepat
"MAAF" disurat itu hanya tertulis kata itu.
Apa maksutnya ini kenapa Hanari meminta maaf pada Baram,dan apa yang sebenarnya terjadi.
"maaf apa Hana a,ada apa dengan ini,kenapa kamu meminta maaf padaku,apa yang terjadi...hei hana ajangan bercanda aku akan marah jika kamu barcanda denganku seperti ini,dimana kamu"
Baram mengungkapkan isi hatinya dan tanpa sadar ia meneteskan air mata.Baram tidak mengerti dengan keadaan sekarang ini,terlalu rumit baginya.Dia duduk disudut kamar menyembunyikan wajahnya yang sedang menangis itu.
"Baram a makan malam" suara nenek mengagetkannya.
"tidur"kata nenek
"mungkin dia sangat lelah"nenek
Baram mendengar semua yang dikatakan nenek tetapi ia sengaja tidak menjawab nenek,Baram tidak mau wajahnya sekarang ini dilihat oleh seseorang.
Semalamam baram menangis maka dari itu pagi ini matanya terlihat sembab.Dia berpikir semalaman tapi tidak ada satupun yang ia mengerti dan pahami.
"maaf apa"
"maaf apa"
__ADS_1
"maaf apa"
"maaf apa"
Baram berbicara sendiri ia masih belum juga mengerti.
"tidak sekolah"nenek mengagetkan
"ah....tidak,,nggak enak badan"jawab Baram..
Dae Baram tidak mencari alasan tidak sekolah karena wajahnya bengkak,tapi memang keadaanya kurang sehat.
Mengetahui cucunya kurang sehat nenek membuat sarapan dan menyiapkan obat.Ia begitu mencintai cucu kesayangannya.
Setelah meminum obat Baram kembali kekamar,ia merebahkan tubuhnya dilantai Baram berguling kesana kemari tapi tidak bisa tidur,pikirangnya disita oleh Hanari.
"hei..hana a bagaimana aku tau jika kamu hanya menulis ini,sebenarnya apa maksutmu"Baram memandangi selembar kertas bertuliskan"MAAF".
"kenapa kamu mengingkari janjimu,apakah sudah lupa hana a??"kata baram.
"tidak..aku tidak bisa mengerti dengan ini,aku akan menemukanmu,aku akan meminta penjelasanmu dari mulutmu hei hanari"
"tunggu aku hanari" baram
Apakah kamu bisa hidup sendirian didunia ini???
__ADS_1