Takdir Cinta

Takdir Cinta
37


__ADS_3

Bundaaa..!


Seorang gadis kecil berlari memeluk wanita hamil yang Ia panggil dengan sebutan Bunda. "Bunda kemana aja? Cilla kangenn" Gadis itu semakin erat memeluk seorang Wanita yang sangat Ia rindukan.


"Bunda gak pernah kemana-mana kok, Bunda selalu ada di hati Cilla. Maafin Bunda ya Sayang.." Wanita itu menangis terharu. Ada seorang Anak yang tidak pernah Ia lahirkan namun begitu menyayangi nya.


"Apa Bunda tidak kangen sama Cilla?" Gadis itu bertanya masih dengan memeluk Bunda nya.


"Bunda kangen sekali sama Cilla, tiada hari tapa merindukan Cilla. Tapi sekarang Bunda sudah kembali, Bunda tidak akan pergi ninggalin Cilla lagi." ucap wanita itu dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


"Jangan pernah pergi ninggalin kita lagi Hanna, kita semua sayang sama kamu. Berjanjilan untuk tetap bertahan. Apapun yang akan terjadi." kini giliran Mama Randy yang berbicara.


Hanna mengangguk " Maafkan Hanna Ma.."


"Tidak apa-apa Sayang.. Mama ngerti perasaan Kamu. Jangan pernah ninggalin kita lagi ya." Mama Randy mengusap bulir bening di sudut mata nya.


"Insyaallah Ma.." Hanna tersenyum. Wanita hamil itu benar-benar bersyukur. Ternyata banyak Orang yang sanyat menyayangi nya. Bahkan mereka tidak peduli seberapa kotor diri nya. Bagi mereka, Hanna tetaplah sama. Hanna yang selalu suci, Wanita yang sangat di cintai Randy serta Bunda yang sangat disayangi Cilla.


"Yasudahh.. sekarang istirahat di kamar dulu ya! Kamu pasti capek kan?" Mama Randy kembali bersuara, menyuruh menantu nya untuk beristirahat.


"Ayo Bunda, Cilla anterin ke kamar ya." Cilla tampak bersemangat.


"Iya Sayang, trimakasih banyak." Hanna membalas ucapan putri nya.


Sedangkan Randy begitu bahagia sekaligus terharu. Kebahagiaan rumah ini telah kembali, senyum kembali terbit di bibir setiap penghuni rumah. Hanna adalah satu-satu nya alasan kebahagiaan bagi Randy serta Cilla.

__ADS_1


"Bismillah ya Sayang, kita mulai semua dari sini" ucap Randy dengan tersenyuk kepada Hanna.


"Iya Mas." Hanna tersenyum lalu mengangguk.


"Ke kamar nya mau jalan sendiri apa di gendong?" Goda Randy dengan mengerlingkan mata nya.


"Apaan sih Mas, Hanna jalan sendiri aja" Hanna tersipu malu, Wanita itu lebih dulu berjalan menuju kamar setelah berpamitan pada Mama Randy.


"Yasudah kalo gitu, Papa gendong Cilla aja." Randy kemuadian mengambil posisi untuk menggendong Cilla, Cilla pun mendekat lalu bersiap untuk di gendong.


Alhamdulillah Ya Allah.. engkau telah mengembalikan senyum di bibir Orang-Orang yang Aku cintai.


*****


"Maafkan Hanna Bu, Maafkan Hanna Ayah.." Hanna menangis sesenggukan.


"Maafkan Randy juga Ibu, Ayah. Sebagai seorang Suami, Randy telah gagal menjaga Hanna."


"Bangunlah Nak, Kalian tidak salah. Ayah sama Ibu tidak marah sama Kalian." ucap Ibu Hanna.


"Iya Nak, bangun lah!" kini giliran Ayah Hanna yang berbicara.


" Hanna pergi tanpa memberi kabar pada Ayah dan Ibu, Hanna minta maaf Bu.."


"Tidak Nak, Ibu tau betul posisimu saat itu. Yang terpenting sekarang Kamu sudah kembali. Kami sangat bahagia Nak."

__ADS_1


Ibu Hanna menuntun putri nya untuk berdiri. Sedangkan Ayah Hanna menuntun Randy untuk berdiri.


Ayah dan Ibu Hanna kemudia memeluk Hanna dan juga Randy secara bersamaan. Tangis haru masih terdengar jelas.


"Jangan pernah pergi tinggalin kita lagi Nak." ucap Ibu pada Hanna.


"Iya Bu.. Insyaallah Hanna tidak akan pernah meninggalkan Ayah dan Ibu tanpa kabar lagi."


*****


Malam ini Hanna Randy dan juga Cilla memutuskan untuk menginap.


Hanna begitu merindukan Orang tua nya, merindukan rumah serta kamar nya.


Semua masih sama, tidak ada yang berubah dari kamar serta rumah nya. Barang-barang masih tertata rapi di tempat nya, seperti saat Hanna belum meninggalkan Rumah ini.


Pada dinding kamar depan tempat tidur nya, terpajang foto pernikahan Hanna dan Randy yang ukuran nya cukup besar. Foto itu bahkan bersih tanpa ada sedikitpun debu yang menempel. Seperti nya Ibu selalu membersihkan foto itu setiap hari.


*******


Di atas tempat tidur, Hanna merebahkan tubuh nya. Menghirup nafas dalam-dalam, menikmati aroma dari seprai yang seperti nya baru di ganti, wangi nya masih sama seperti dulu.


Di kamar itu hanya ada Hanna dan juga Randy, sedangkan Cilla sedang bermain dengan kakek serta nenek nya. Gadis itu sedang memberi makan kucing kesayangan Bunda nya.


Bahkan kucing itu seakan turut merasakan kebahagiaan. Kucing bertubuh gemuk itu langsung berlari dan memutari kaki Hanna saat wanita itu baru saja memasuki rumah.

__ADS_1


__ADS_2