
Ana kini menikmati masa kehamilannya dengan bahagia terlihat jelas di pancaran wajah ayu nya , apalagi mual yang biasa mengganggu tak dirasakannya lagi sama sekali.
Ana menikmati rujak yang di buatkan oleh suaminya yang sedari tadi menyuapi Ana yang kini membuka salon + spa dadakan khusus untuknya di kebun bunga miliknya. Memanjakan rambutnya dan juga jemari tangan dan kakinya lengkap dengan masker wajahnya dengan tubuh yang begitu rileks dan mata terpejam namun mulutnya tak berhenti mengunyah. Agar tubuhnya tak terkena sinar mata hari , dibuatlah tenda di tengah kebun bunga tersebut oleh para tukang kebun. Rafli sebenarnya protes akan kemauan istrinya , karena di mansionnya sendiri ada ruang khusus untuk SPA dan salon yang ia desain untuk Ana dengan peralatan yang super komplit tapi istrinya kini meminta yang aneh-aneh .
'' Mas , ini hidung bukan bibir '' pekik Ana saat tangan Rafli salah menyodorkan rujak buah bengkuang tersebut .
'' Maaf sayang '' ucap Rafli merasa begitu bersalah karena tadi ia sedang mengecek nilai pasar saham dunia.
Melihat hidung Ana sedikit tekena sambal rujak tersebut membuat Rafli membersihkan hidung istrinya itu dengan lembut seraya kata maaf yang selalu ia ucapkan....
'' Mas ... '' ucap Ana ragu akan permintaannya .
'' Apa sayang , katakanlah '' ucap Rafli menatap wajah istrinya yang terlihat meragu.
'' Tidak jadilah mas . Aku malu '' ucap Ana mengurungkan permintaannya membuat Rafli jadi penasaran..
'' Ayo katakan cepat. Nanti anak kita ileran lo '' ucap Rafli .
'' Ck . Tapi aku malu. Nanti sajalah '' ucap Ana membuat Rafli makin memaksanya.
'' Aku ingin ******* disini " ucapnya lalu memalingkan wajahnya dari suaminya.
'' Seriusan disini " tanya Rafli penuh binar bahagia.
'' Beneran sayang disini " imbuhnya semakin menjadi.
'' Sudahlah aku malas " sahut Ana mengambek , hobi sekali suaminya itu menggoda nya.
'' Baiklah , nanti malam kita buat tenda disini " ucap Rafli begitu bersemangat menyanggupi permintaan istrinya . Bahkan fikiran liarnya sudah berfikiran kemana-mana. Seminggu tak menyentuh istrinya karena Ana selalu menolaknya membuatnya semangat untuk berbuka.
'' Tapi pelan-pelan ya " ucap Ana dan diangguki Rafli .
'' Ingat sebentar saja " imbuhnya.
'' Oh kalo itu mas gak bisa menjamin sayang " ucap Rafli membuat Ana mencebikkan bibirnya dan kemudian di kecup oleh Rafli , yang awalnya kecupan berubah menjadi ******* lembut yang di lakukan dengan penuh perasaan tanpa adanya hasrat disana.
Saat Rafli dan Ana menyalurkan rasa kasih sayangnya melalui pertemuan bibir tersebut disaksikan oleh Bunga yang tengah mengurus baby Rava dan Jelita. Hal itu membuat bunga membuang wajahnya , bagaimana ia akan tega merusak rumah tangga yang begitu romantis tersebut dengan banyak anak yang menjadi korban di dalamnya . Menyakiti Ana serta anak-anaknya ikut menjadi korban karena balas dendam Willy. Kenapa Willy tak membalasnya langsung ke Lia , namun mengingat Willy mengancam nya menggunakan anaknya membuat Bunga harus membutakan mata hatinya untuk berbelas kasih meski ia tau resikonya . Pergerakannya selalu di awasi ibu nya sendiri membuatnya menjadi sulit untuk menjalankan rencananya. Mulai dari minuman yang ia beri obat di gagalkan oleh ibunya , bahkan ancaman ibunya tak main - main membuat nyalinya menciut untuk melakukan rencana itu. Menyambut kepulangan Rafli dengan sengaja dan tutur kata lembut malah di tatap tajam oleh Rafli terlihat jelas jika Rafli tak menyukainya dan hanya menerima nya karena Ana.
.
.
.
Sedangkan Eric tersenyum mengejek dirinya sendiri saat mamanya memaksanya untuk menyayangi Lolita yang mengaku mengandung anaknya .Eric tetap melakukan dramanya untuk menuruti hal yang menentang hatinya sendiri namun hal itu ia lakukan demi Ana . Lolita selalu mengancamnya . Lolita yang merupakan putri dari keluarga Wilson tersebut membuatnya cukup bisa melakukan hal apapun mengingat sepak terjang pamannya yang merupakan musuh bebuyutan perusahaan Rafli membuat Eric harus melakukan langkah yang tepat dan tak ingin gegabah . Membiarkan wanita laknat itu tetap menyandang status istrinya hanya sekedar di muka hukum dan sosial saja. Meski Lolita memulai kembali perhatian padanya namun Eric telah kembali mengunci hatinya.
.
.
.
Rahma yang berkunjung ke mansion Rafli secara dadakan membuat sosok pembuka pintu tersebut berwajah pucat , Rahma sendiripun syok melihatnya.
'' Kenapa kau disini hah '' bentak Rahma saat wajah yang terpampang tersebut adalah Bunga.
'' Ma...maaf nona " ucap Bunga gugup .
'' Kemarikan Jelita biar aku yang menggendongnya '' ucap Rahma tiba-tiba merebut Jelita membuat bocah kecil itu menangis menganggap Rahma orang asing kerena mereka jarang bertemu.
" Dak au... au mam...ma...ma " celoteh Jelita sambil menangis .
__ADS_1
'' Nona Je diam ya " ucap Bunga makin membuat Jelita ingin meminta lepas dari gendongan Rahma.
'' Kenapa putri bunda menangis hem " ucap Ana tiba-tiba mengahampiri ke arah mereka.
'' Ayo sama bunda " imbuhnya namun bagai tertampar hatinya saat Jelita menolak untuk beralih padanya dan lebih memilih Bunga .
'' Ini bunda nak . Ayo sama bunda " ucap Ana yang kini terlihat raut kecewa di wajahnya. Seharusnya ia menyadari kedekatan tak biasa antara Jelita dan Bunga namun selama ini Ana menampik hal itu dan menganggap itu wajar kerena selama ini Bunga selalu siaga untuk Jelita dan Ana lebih fokus kepada Rava
" Dak au... au ma....ma...ma " tolak Jelita memegang erat leher Bunga.
'' Nona Je . Ayo sama bunda dulu. Mama mau kebelakang sebentar '' ucap Bunga keceplosan . Membuat Ana serta Rahma membelalakkan matanya.
'' Mama '' ucap Ana menatap Bunga .
'' Maaf kak Ana . Nona Je sering memanggil ku dengan sebutan Mama '' kilah Bunga.
'' Kau bukan mamanya . Seharusnya kau meluruskan hal itu. Hanya aku ibunya '' ucap Ana datar.
'' Ma...maf kak Ana. Aku kira itu tak masalah karena nona Je masih kecil '' cicit Bunga.
'' Tapi itu sangat bermasalah bagiku . Karena itu putriku . Jaga batasanmu disini Bunga '' ucap Ana dingin membuat wajah Bunga memucat. Bunga mengumpat habisan-habisan Willy selalu mengancamnya setiap hari membuatnya secepat mungkin menjalankan rencana tersebut.
Ana menggendong Jelita setelah di bujuk oleh Bunga. Sedangkan Rahma memandang Bunga dengan tatapan penuh intimidasi.
'' Jangan coba merusak hubungan mbak ku dan suaminya melalui dekat dengan Jelita yang merupakan anak kesayangannya kakak iparku . Jika kau dan ibu mu tak ingin terkena dampak buruknya yang akan kau kenang seumur hidup. Jika mbak Ana mendepakmu , mama Lia pun tak akan mampu berbuat apapun karena kakak iparku pun sungguh tak menyukaimu '' ucap Rahma dan ia pun memperingati Bunga dengan kata pedasnya berserta ancaman yang akan terjadi bila ia mengadu kepada Jimmy ataupun Rafli .
'' Umpatlah aku sesuka hatimu , aku tak peduli . Tapi berfikirlah untuk melangkah lebih jauh nona Willy '' bisik Rahma dan hal itu membuat Bunga mematung mendengar nama Willy di sebut oleh Rahma.
'' Apa wanita menyebalkan itu mengetahuinya '' gumam Bunga.
Di ruang keluarga ....
" Mbak , kau lihat tadi . Bunga berusaha mengambil hati anakmu Jelita. Kau ibunya mbak , tapi kenapa ia memilih Bunga yang hanya pengasuhnya saja. Bahkan Jelita memanggilnya mama " ucap Rahma turut kesal , jika tak ingat kehamilannya pasti ia telah menghajar Bunga habis-habisan.
" Mungkin hanya kebetulan saja " ucap Ana berusaha menepis hal yang tidak-tidak.
" Mbak , buka mata hatimu. Dan coba sekolah lagi dech biar pintaran. Aku heran sama mbak , nanti kalau mas Rafli direbut baru tau rasa " ucap Rahma terlihat emosi karena Ana baginya terlalu bdooh saat ini.
" Mas Rafli gak mungkin berpaling Rahma . Aku mengenalnya lebih dari pada siapapun " lirih Ana.
" Astaga mbak Ana . Bagaimana pun masa Rafli itu pria normal mbak , jika Bunga nekad merayunya bagaimana . Mungkin kini hati Jelita yang tengah ia rebut karena ia tau , Jelita anak kesayangannya mas Rafli mbak. Jika telah hati Jelita yang ia kuasai , tidak menutup kemungkinan hati anak mbak yang lain direbut kemudian hati suami mu mbak " ucap Rahma terlihat Ana mulai meneteskan air mata sedangakan Jelita tengah memakan biskuitnya dengan tenang di pangkuan Ana.
" Aku peduli padamu mbak. Pada keponakanku . Jika hubungan kalian dirusak orang dan berujung pada perceraian , kasian anak-anak mbak. Dan lebih parahnya jika anak-anak telah berpaling darimu bagiamana hatimu mbak. Kau yang melahirkan mereka bertaruh nyawa tapi anak mbak menyayangi wanita lain yang mereka anggap ibunya ....hiks....hiks.... " imbuh Rahma terisak , ia tak bisa membayangkan jika nasib rumah tangga kakaknya nanti berkahir pada perceraian .
Hening....
Ana mencerna ucapan Rahma begitu dalam. Ada benarnya , bukankah ia tak akan membiarkan pelakor itu hidup tenang. Bagiamana nasib anaknya nanti di didik wanita laknat seperti itu. Bagiamana jika anaknya menomor duakan dirinya sebagai seorang ibu dan menganggap wanita lain ibu nya . Tidak , Ana tak akan membiarkan hal itu .
'' Mbak akan memberhentikannya untuk mengurus anak-anak . Biarkan ia bekerja sesuai jurusan yang ia ambil saja. Mbak gak ingin , ada sosok ibu lain untuk anak-anak " jawab Ana.
'' Lakukan secepatnya mbak. Mbak gak perlu sungkan pada bi Jum , bibit pelakor ada pada darahnya '' ucap Rahma terus mengompori Ana agar secepatnya Ana bertindak sebelum semua terlambat.
'' Nanti malam mbak akan bicara pada mas Rafli dan siangnya mbak akan bertemu dengan mama . Bagiamana pun mama yang membawa. Bunga kemari . Lebih baik mbak gak punya baby sitter bila akhirnya seperti itu '' ucap Ana terdengar jelas suara yang bergetar menahan tangis.
'' Ayolah mbak kita makan rujak saja '' ucap Rahma saat Nur datang membawakan rujak yang ia pesan .....
.
.
.
__ADS_1
Disaat Rahma dan Ana menikmati makan siang mereka lain hal yang di lakukan Bunga yang terlihat begitu kesal karena Willy tak mengangkat teleponnya darinya .
'' Dimana pria brengsek itu. Apa ia belum bangun juga jam segini '' gerutu Bunga ia terus menelepon Willy.
Sedangkan Willy sendiri mengundang wanita keapartemennya untuk menuntaskan hasratnya , meski cintanya kepada Bunga tak melunturkan hasratnya pada siapapun . Kini ia tengah mengungkung tubuh wanita cantik dibawahnya , wanita ini selalu merayunya hanya sekedar memberi kenikmatan dari pelariannya dari sang suami , Willy mampu melindunginya serta memberikan uang untuknya dan Willy membutuhkan tubuhnya . Willy yang diberikan kenikmatan yang hakiki baginya tersebut terlihat begitu menikmati permainan dari subuh tersebut saat waktu itu wanita itu langsung menyatukan kepemilikan mereka , begitu agresif dari pada Bunga yang terlihat yang menikmati saja saat itu. Dering ponsel tak di pedulikan oleh kedua insan ini , bahkan Willy tak gentar melajukan cepat di milik wanita tersebut.
'' Yes baby '' erang wanita tersebut.
'' Ya sebentar lagi sayang . Tahan sedikit ya '' ujar Willy yang terus melakukannya dengan kasar bahkan mampu membuat wanita itu menjerit antara nikmat dan sakit di bagian intinya karena setiap Willy dirumah ia selalu memangsa wanita tersebut dan hanya istirahat beberapa jam saja untuk sekedar tidur dan makan saja . Jika dulunya Willy hanya memintanya setiap malam saja , saat Bunga berada di London . Kini wanita itu menjadi budak **** kapanpun saat Willy mau , tak peduli saat wanita itu makan sekalipun . Toh wanita itu yang datang padanya dari awal perkenalan.
'' Hallo '' jawab Willy dengan nafas terengah-engah.
'' Kau dari mana saja Willy . Baru bangun jam segini . Tapi kenapa nafasmu terdengar ngos -ngosan gitu '' cecar Bunga.
'' Aku baru saja joging dari taman '' elak Willy.
'' Lalu mana Geilo '' tanya Bunga begitu rindu dengan anaknya..
'' Geilo lagi jalan- jalan dengan baby sitter nya '' jawab Willy , baby sitter itu sendiri di sewakan apartemen oleh Willy tepatnya di sebelah apartemen Willy agar Willy bisa memantau anak semata wayangnya tersebut sekaligus bisa dengan leluasa menikmati tubuh sintal baby sitter tersebut dimana Willy berhasil merayunya dan merenggut mahkotanya hingga baby sitter itu tak pernah menolak saat Willy bosan kepada wanita yang ada di dalam apartemen pribadinya tersebut yang notabennya adalah istri pria lain yang tengah melarikan diri.
'' Bagiamana perkembangan rencana kita '' tanya Willy.
'' Kak Ana kurasa curiga padaku Wil. Kau tau kan adiknya itu selalu mengompori kak Ana dan memojokkan ku '' ucap Bunga dan menceritakan semua kejadian yang ia alami.
'' Ck. Bukan hal yang mudah untuk membunuhnya '' gumam Willy . Ia sudah berusaha membunuh Rahma namun anak buahnya kalah terlebih dahulu dan di temukan dengan kondisi tanpa nyawa. Ia sadar Jimmy bukan tandingannya , insting Jimmy begitu kuat apalagi istrinya tengah hamil.
'' Kau tenang saja Bunga . Jangan melakukan hal mencurigakan . Ikuti saja tugas baby sitter yang sesungguhnya. Aku ingin merencanakan rencana kedua '' ucap Willy lalu memutuskan sambungan telepon saat wanita bertubuh toples di sampingnya tengah mengukir bebas di dadanya.
'' Bunga '' gumam wanita itu dengan datar ...
'' Ya... '' jawab Willy..
'' Kapan kau akan membuangnya '' tanya Mrs.X
'' Tak akan pernah '' jawab Willy datar.
'' Lalu bagaimana dengan ku '' ucap Mrs. x tak terima.
'' Kau , ada suamimu dan ingatlah disini kita saling menguntungkan . Jangan harap lebih dariku , ingat kerja sama kita baik diranjang ataupun mengahancurkan keluarga tersebut '' ucap Willy tanpa perasaan.
'' Bagaimana kalau aku hamil '' tanya Mrs .X.
'' Tak akan . Karena benihku tak akan tubuh di rahim siapapun kecuali Bunga . Karena aku telah melakukan vasektomi lebih dahulu '' jawab Willy dan membuat wanita itu turut kesal..
'' Sudahlah . Kau menginginkan pria itu bukan jangan serakah untuk menginginkanku juga .
Sekarang kita fokus pada rencana salanjutnya dan cepatlah keluarkan idemu untuk membantu aku menyusun rencana kedua. Aku ada orang yang cocok untuk aku kambing hitamkan saat ini '' ucap Willy tersenyum devil.
'' Melenyapkan wanita itu tak mudah . Bodyguard nya selalu menempel saat ia berada di luar mansion '' sahut Mrs. X .
'' Oh ya siapa orang yang akan kau kambing hitamkan '' tanya Mrs. X .
'' Kau akan tau saat itu tiba. Karena jika itu terjadi keluarga Wijaya tak akan tinggal diam karena menantu yang menjadi kesayangan mereka terluka , tapi aku ingin wanita itu mati agar anak dari Camelia brengsek itu merasa kehilangan dan berkahir menjadi gila. Aku ingin Camelia menangis darah saat kejadian itu menimpa keluarga anak kesayangannya '' ujar Willy.
'' Kau benar sadis Willy . Bahkan kau kejam melenyapkan wanita yang tengah hamil itu , untuk rencana gilamu ini. Tapi aku mendukung rencanamu , disaat Rafli terpuruk aku akan masuk menjadi Dewi penolong dalam keluarga Wijaya secara perlahan '' ucap Mrs. X begitu berbinar.
" Karena balas dendam itu lebih kejam , jika tak kejam itu bukan balas dendam namanya, bahkan aku mengirim Bunga kesana. Istri Rafli itu begitu cantik , apa kau mampu menjadi Dewi penolong dikeluarga sialan itu " ucap Willy meragukan harapan wanita disampingnya itu .
'' Bahkan jika aku bertemu dengannya lebih dahulu , aku siap bersaing dengan Putra mahkota Wijaya itu. Tapi sayang , ia telah menjadi milik orang lain dan kematian akan segera menjemputnya '' imbuh Willy.
Jangan lupa like dan komentarnya ya.
__ADS_1