
'' Beruntung saat itu suami mu meminta izin dari papa untuk menikahimu '' ucap Abdi membuka semua rahasia ia dan menantunya asal Korea tersebut. Membuat yang lainnya terkejut bahkan Rina sendiri juga , ia menatap suaminya dengan tajam meminta penjelasan.
'' Jelaskan padaku '' ucap Rina sinis .
'' Papa jelaskan pada mama , maksud nya ini apa '' ucap Lia menahan amarahnya .
Flashback
Sebelum menjadi kekasih Ji Chang Yul , Rina bercerita bahwa ia anak dari Abdi Wijaya . Tentu hal itu membuat Ji Chang Yul merasa terkejut. Ada rasa cinta untuk Rina di hati Ji Chang Yul , namun saat mengetahui kenyataan bahwa Rina anak sang raja bisnis itu membuat nyalinya menciut. Rina juga menceritakan seluruh kisahnya terutama aturan sang mama yang memilihkan jodoh untuknya membuat Rina memilih untuk kabur , berapa kali ia tertangkap dan di paksa untuk pulang.
Ji Chang Yul sendiri tersiksa hatinya karena sebuah takdir yang tak memungkinkan untuk bersanding dengan Rina namun Rina selalu mencoba mendekatinya . Rina mendekatinya awalnya hanya untuk meminta perlindungan kepada Yul , tanpa Rina sadari perlahan cintanya mulai tumbuh hingga Yul mengajaknya untuk menikah .
'' Saya sangat mencintaimu Rina ''di ucap Yul mantap.
'' Dan saya berniat ingin mengajak mu menikah '' imbuhnya tanpa keraguan .
'' Tapi kau tau bukan , diriku anak dari siapa '' ucap Rina lirih , meski Yul seiman dengannya namun Rina merasa khawatir..
'' Ya saya mengetahuinya dengan pasti dan jelas , saya akan melamarmu langsung pada orang tuamu '' jawab Yul.
'' Tidak semudah itu Yul '' ucap Rina lirih , bagaimana jika orang tuanya menolak lamaran Yul dan kemudian keluarga Yul akan di hancurkan orang tuanya .
'' Aku akan menikah denganmu dengan wali hakim saja '' imbuhnya tiba-tiba membuat Yul tersentak kaget.
'' Tapi kau wanita dan ayahmu masih hidup Rina '' ujar Yul kecewa , tak pernah ia harapkan dalam hidupnya dengan cara begini. Perdebatan terus terjadi bahkan Rina menjaga jarak dengan Yul , membuat Yul kelimpungan dan akhirnya menyetujui ucapan Rina.
'' Maafkan ku Rina , disini aku begitu mencintaimu . Orang tuamu masih hidup , terutama ayahmu . Aku akan meminta restu padanya untuk memintamu menjadi istriku . Aku tidak ingin kau menjadi putri yang durhaka , karena aku tak mau rumah tangga kita bakal terkana badai karena terhalang restu. Jika aku tak mendapatkan restu , maka aku akan tetap memperjuangkan mu " batin Yul , ia bertekad akan menemui calon ayah mertuanya itu ke Berlin . Hingga akhirnya Yul terpaksa berbohong kepada Rina dengan alasan bisnis ke Inggris selama tiga hari namun nyatanya Yul menemui Abdi Wijaya di Berlin.
Abdi Wijaya yang mengetahui anaknya akan menikah dari mata-matanya merasa kecewa dengan tindakan Rina seolah menganggapnya telah tiada. Hingga kedatangan Yul ke Berlin untuk menemuinya.
Kini Yul sedang berhadapan dengan Abdi Wijaya , tatapan tajam Abdi Wijaya seakan mampu menembus jantung Yul yang berdegup kencang.
'' Ada perlu apa anda menemui saya " tanya Abdi Wijaya di balik senyum namun mampu membuat Yul nyalinya menciut.
'' aku harus berani , demi Rina . Ya demi Rina " batin Yul , menyemangati dirinya.
" Maaf tuan , maksud saya kesini adalah ingin melamar anak anda " ucap Yul berusaha tenang
Deg
Yul terkejut akan ekspresi pria di hadapannya yang terlihat biasa saja.
" Kau punya nyali ternyata " ucap Abdi tanpa ucapan formal lagi.
" Saya sangat mencintai Rina tuan " ucap Yul , jangan di tanya jika lutut Yul kini bergetar.
" Kenapa Rina tidak kesini dan meminta izin juga padaku " tanya Abdi membuat Yul menelan kasar lidahnya .
" Rina... sedang ada urusan pekerjaan tuan " ucap Yul.
" Kau berbohong padaku dan pada Rina . Aku tau Rina sedang menghindar bertemu dengan orang tuanya termasuk diri ku dan kau berbohong dengan alasan urusan bisnis namun pergi menemuiku " ucap Abdi namun terlihat jelas kesedihan dan kekecewaan di wajah tegasnya.
" Maaf kan saya tuan , hanya saja saya tidak mau "ucapan Yul terpotong.
" Kau tidak mau menyakiti hatiku , itu kan maksudmu " ucap Abdi dan Yul mengangguk lemah.
" Aku merestui kalian , kabari aku jika kalian akan menikah . Aku akan datang sebagai wali nikahnya , jangan kabari Rina , biar ini menjadi kejutan " ucap Abdi membuat Yul menatapnya tak percaya.
" Aku tau siapa kau dan siapa yang terbaik untuk bersanding dengan anakku . Aku telah mencari tau tentang dirimu dan keluargamu bahkan aku lebih mengenalmu dari pada yang Rina tau tentang mu " ucap Abdi mampu membuat Yul syok.
" Jagalah dia. Jika aku menyakitinya bukan hanya kepalamu yang akan aku gantung di alun-alun Korea , namun seluruh kepala keluarga mu akan aku gantung juga " ucap Abdi serius karena Rina adalah anaknya.
__ADS_1
" Ba...baik tuan "ucap Yul gugup.
" Jangan gugup , aku ingin berbincang dengan mu dan jangan bicara formal seperti ini karena kita bukan membahas bisnis " ucap Abdi Wijaya dan di balas senyum penuh kehangatan dari Yul.
Hingga hari yang dinantikannya Rina dan Yul tiba , namun Abdi tak menepati perkataannya saat Lia jatuh sakit dan tidak bisa ia tinggalkan dan juga Rafli baru sadar dari komanya . Pupus sudah harapannya untuk menikahkan anak perempuan keduanya . Hingga ia mengirimkan ustadz untuk menggantikannya menjadi wali nikah anaknya......
" Jadi papa membohongi mama " ucap Lia menahan amarahnya.
'' Pantas saja , mama minta papa menjemput paksa Rina papa acuh " gumam Lia
" Apa kau juga tau hah " tanya Lia menatap taj anak kesayangannya.
'' Mana ku tahu ma , lagian kalau aku tau buat apa aku pura-pura gak peduli " gerutu Rafli .
'' Panggil cucu kembar papa kemari Ji Chang dan Yun me " pinta Abdi , ia sudah sejak lama merendam kerinduannya untuk cucu kembarnya itu.
" Bahkan papa tau namanya " batin Lia.
" Pa " ucap Rina berkaca-kaca.
" Papa merestuimu nak , jangan menangis " ucap Abdi seketika Rina memeluk pria yang selalu ia banggakan sejak dulu , kata-kata maaf terus Rina ucapkan kepada sang papa , Rani yang sejak tadi melihat pun ikut berhamburan memeluk sang papa sementara Yul menatap mereka dengan haru tak sia-sia ia memaksa Rina untuk menemui keluarga istrinya , dan Lia sendiri dengan pemikiran entahlah dan Rafli hendak melangkah ke taman belakang memanggil keponakannya Ji dan Yun me .
"Hei kau tak mau memeluk papa " tanya Abdi kepada Rafli .
" Ck , aku punya istri yang enak untuk aku peluk " ucap Rafli sekenanya.
" Ma , kemari . Bukankah kau rindu kepada anak kita " ucap Abdi dan seketika Lia menangis sejadi - jadinya.
" Maafkan mama nak . mama merestui hubungan kalian. Jangan pergi-pergi lagi ....hiks....hiks..." sesal Lia.
" Makasih ma " ucap Rina.
" Aku bersyukur cukup aku yang menerima pemaksaan perjodohan waktu itu , dengan seiring berjalannya waktu cinta itu pun tumbuh dan terpenting aku bahagia mempunyai keluarga yang bahagia dan begitu juga keluarga saudaraku juga bahagia . Jangan biarkan kebahagian ini berkurang ya Allah " batin Rani .
'' Ji Chang , Yun me.. Peluklah kakek dan nenek kalian " ucap Ji Chang Yul dan seketika itu juga pelukan yang mereka nantikan terjadi . Susana semakin haru .Rina dan Rani memeluk suaminya masing-masing sementara Rafli segera memeluk istrinya menutupi tumbuh Ana dengan tubuh kekarnya dan seketika cumbuan itu terjadi tanpa ada seorang pun yang menyadari .
'' Terima kasih telah ada di hidup mas " bisik Rafli di telinga Ana membuat empunya merasa merinding geli...
Setelah melepas rindu dan masalah keluarga telah usai , kini Abdi beserta istrinya menikmati waktu bersantai ria bersama para cucunya dan anak-anak mereka pergi untuk beristirahat . Hal itu dimanfaatkan oleh Rafli dengan sangat baik..
'' Kau mau apa mas " tanya Ana
'' Mau apa lagi kalau bukan untuk bergulat denganmu sayang " jawab Rafli
'' Ayo kita menyicil untuk membuat anak kembar seperti mbak Rani " imbuhnya yang begitu ingin anak kembar.
'' Mas kasian Dewa dan Arjuna masih kecil " tolak Ana mencari alasan.
'' Ayolah sayang , dosa menolak kemauan suami '' ucap Rafli mengeluarkan jurus andalannya .
'' Selalu saja begitu " ucap Ana dan tanpa aba -aba Rafli segera melancarkan aksinya.
Keceriaan dan kehangatan terasa begitu nyata di meja makan keluarga Wijaya apalagi dengan hadirnya anak kembar Rina dan Ji Chang Yul membuat suasana makin ramai dan di tambah tangisan baby Arjuna yang dirinya ingin sekali di perhatikan mulai dari kehamilan Ana hingga bocah itu lahir baby Arjuna tergolong banyak maunya dan murah senyum berbeda dengan Dewa yang akan menunjukkan kasih sayangnya kepada orang yang ia kenali dan tentunya yang ia sayangi .
Abdi dan Lia sebenarnya enggan untuk kembali ke Berlin esok , namun urusan bisnis tak bisa begitu saja ia tinggalkan mengingat anak lelakinya seperti menolak untuk mewarisi perusahaan keluarga Wijaya dengan alasan sibuk , belum siap , gak ada waktu buat keluarga dan banyak alasan lainnya membuat Abdi tetap memimpin perusahaan keluarganya hingga sekarang .
.
.
__ADS_1
.
Rina untuk sementara waktu tinggal di mansion Wijaya jika berada di kota J. Bisnis Yul juga berkembang pesat saat perusahaannya mulai di gandeng oleh Rafli , sedangkan Rina kini hobi berkunjung ke mansion Rafli untuk sekedar mengobrol ria bersama Ana sedangkan Rani sibuk mengurus pasiennya di rumah sakit membuat Chantika terasa kesepian apalagi ia hingga kini belum mendapatkan adik beruntung Rina sering kali mengajaknya ke mansion Rafli . Bukan tak mau memberi Chantika adik , namun keadaan rahim Rani membuat ia kesulitan untuk mendapatkan anak kembali.
.
.
.
Rahang Rafli terlihat mengetat saat melihat laporan klien di toko kue Ana yang dengan lancang menyentuh ujung jari istrinya .
'' Jim periksa pria ini . Selengkapnya dan aku butuh sekarang " ujar Rafli saat Jimmy hendak kembali keruangannya.
'' Baik tuan " jawab Jimmy patuh.
'' Kenapa Ana dan mbak gak bercerita padaku '' gumam Rafli .
Rafli menerima semua data diri pribadi Wira pria yang berani menyentuh istrinya.
'' Sebelum kau menghancurkan usaha milik istriku , aku akan lebih dulu menghancurkan perusahaanmu '' desis Rafli seraya meremat foto Wira yang tercetak jelas. Rafli segera menghubungi seseorang untuk melancarkan pembalasannya.
Rafli kembali berkutat pada pekerjaannya dan akan segera meeting dengan CEO dari luar negeri.
Sementara saham di perusahaan wira mendadak anjlok dan itu membuatnya marah bukan kepalang .
'' Sial , siapa berani bermain-main denganku " umpat Wira menghancurkan seluruh benda yang ada di hadapannya .Sekretaris pribadi Wira mendadak takut melihat bos sekaligus kekasihnya begitu marah
'' Kau cari penyebab yang membuat saham perusahaan ku turun drastis " ucapnya pada seseorang yang baru ia telepon.
'' Baby " ucap sang sekretaris menenangkan Wira dengan tubuh sexynya.
'' Pergilah , aku sedang tidak berselera " ucap Wira beranjak pergi dan membuat sekretaris itu memasang wajah yang tak dapat di tebak.
.
.
.
Wira yang beberapa hari ini di pusingkan dengan perusahaan yang beberapa minggu akan koleps jika tidak mendapatkan investor berbeda lagi dengan Ayu yang kini tengah berbahagia melihat putrinya yang begitu cantik. Semua sahabatnya berkumpul termasuk juga Rafli yang menemani sang istri untuk melihat sahabatnya , Rafli sendiri tidak membahas tentang Wira kepada istrinya.
Terlihat jelas senyum indah di wajah Ana saat ia menggendong baby cantik milik Ayu.
'' Kau tak ingin kita punya yang cantik seperti itu " celetuk Rafli sementara Nicko memamerkan keromantisannya kepada Tiara .
'' Hei . Kau sudah dua . Aku dan Tiara aja belum di beri . Kenapa selain egois kau begitu serakah " ucap Nicko melihat Rafli yang selalu ingin menambah anak.
" Dia fikir melahirkan itu enak apa . Ana yang melahirkan dia yang cengeng " batin Nicko , ia hanya mengumpat Rafli dalam hati.
" Iya , Gege bener . Kawan masih ada yang jomblo juga " jawab Frans mewakilkan empat orang lainnya , siapa lagi jika bukan Intan dan calon pasangan di sampingnya dimana sang pria menebalkan wajahnya demi mendapatkan cinta wanitanya seorang Ines.
Rafli tak peduli dengan ucapan Frans karena baginya itu derita kawannya atau bisa di bilang karma nya karena kebiasaan Frans mencampakkan wanita apabila ia bosan bermain celap celup dan kini harus berharap cintanya di balas oleh Intan yang hatinya dingin terhadap pria. Karena pria baginya begitu menyebalkan suka mengatur dan egois seperti pria di samping sahabatnya yang kini masih merengek minta nambah anak . Intan tidak mau mempunyai type pria seperti Rafli yang selalu memaksakan kehendak , ia takut jika Frans begitu ditambah masa lalu Frans yang begitu kelam ,ia tidak mau suatu saat ada wanita yang datang mengakui mempunyai anak dari benih Frans.
Ana asyik bercerita bersuka ria bersama para sahabatnya tanpa peduli sang suami yang terus merengek . Rafli sendiri akhirnya diam dan berkumpul dengan para pria mencoba menjadi pendengar yang baik namun berbeda dengan Darwin yang sedang memikirkan sesuatu hingga ide durjananya keluar. Ia segera mengirim pesan kepada seseorang yang jauh disana dan orang tersebut setuju begitu saja.
Jangan lupa like dan komentarnya ya ...
Semoga kebaikan kalian untuk like komentar di balas dengan cara yang lain , semoga kita semua dalam keadaan sehat
Mungkin untuk beberapa episode aku masih membahas soal rumah tangga Rafli dan juga Ana di selingi dengan kisah para sahabatnya. Untuk Eric Mungin masih sedikit agak jauh untuk di bahas kisahnya.
__ADS_1
Untuk happy ending atau sad ending kita lihat aja nanti akhirnya . Ok . Terimakasih smeua.