Takdir Cinta

Takdir Cinta
Pertengkaran


__ADS_3

Rafli memutuskan untuk besok menemui bapak mertuanya . Berharap jika Gunawan menyesali atas ucapannya tersebut.


Pertemuan antara Rafli dan Gunawan pun terjadi tempatnya di mansion milik Wijaya sendiri .


'' Pak " ucap Rafli tegas di ruang keluarga.


'' Maaf , jika perkataanku dan sikapku menyakiti bapak dan terkesan kasar " imbuhnya . Rafli tak pintar dalam hal meminta maaf kepada sesama pria .


'' Bapak yang seharusnya meminta maaf. Karena mimpi itu menganggu bapak . Bapak minta maaf nak. Maaf menyakiti perasaanmu dan bapak sebagai orang tuanya Ana juga tak rela bila Ana meninggalkan kita semua " lirih Gunawan.


'' Aku telah memaafkan bapak . Bagaimana pun bapak adalah mertua ku , orang tua Istriku. Aku tidak ingin Ana kecewa padaku karena telah menyakiti bapak yang selalu di banggakannya " air mata Rafli menetes ketika mengingat sang istri yang masih tetap seperti itu .


'' Aku mengizinkan bapak untuk membesuk Ana , tapi jangan pisahkan kami . Aku rela menghabiskan semua nya demi mempertahankan Ana pak " imbuhnya mengatupkan tangan tanda permohonan.


'' Bapak tidak akan memisahkan kalian . Sekali lagi maafkan bapak ya " ucap sendu Gunawan dan Rafli segera memeluknya seraya mengucapkan kata maaf . Lia bernafas lega melihat adegan saling memaafkan tersebut . Namun kelegaan Lia tak bertahan lama.


'' Jelita kemari sama bibi . Jangan kesana " telinga Rahma mendadak sakit saat mendengar suara yang begitu ia benci namun Jimmy segera membawa istrinya menjauh .


'' Aku mendengar suara si ****** itu " ucap Rahma , kebetulan Rahma dan Jimmy datang ke Berlin saat mendengar Gunawan jatuh pingsan dan sakit .


'' Hanya perasaanmu saja " ucap Jimmy . Lia telah menjelaskan padanya kenapa ada Bunga disini , awalnya Jimmy tak setuju tapi akhirnya memahami alasan yang diberikan Lia dan selama ini juga Bunga tak menunjukkan hal yang mencurigakan.


'' Ma , kenapa wanita itu ada disini " ucap Rafli beranjak menemui sang mama yang terlihat terkejut.


'' Mama bisa menjelaskan nya Rafli '' ujar Lia dan menarik tangan anaknya . Tak enak jika didengar oleh Gunawan bila mereka beradu mulut .


'' Apa yang ingin mama jelaskan. Mama jangan lupa dengan apa yang telah terjadi " ucap Rafli terlihat menahan amarahnya .


'' Tapi Rafli , dengarkan mama . Ini semua agar kau tak kerepotan mengurus anakmu " ucap Lia.


'' Aku bisa mengurus anakku dan Ana ma " ucap Rafli .


'' Kau jangan lupa Rafli . Satu bulan kau hanya fokus pada Ana dan melupakan darah daging kalian . Mama membawa Bunga sudah lama dan telah mama fikirkan matang-matang . Awalnya Bunga menolak tapi mama memohon ya , melihat Jelita dan Rava terus bersedih jujur mama susah menenangkan mereka berdua bahkan yang lainnya juga , tapi di tangan Bunga dengan mudah mereka menurut " ucap Lia ...


'' Percayalah . Bunga bisa kita andalkan selagi menunggu istrimu siuman , setelah itu jika kau tak suka bisa memecatnya . Dan lagi pula Bunga tak menganggu mu kan , mama mengawasinya Rafli , mama juga tak mau kecolongan seperti yang sudah-sudah. Tapi mama minta , beri waktumu untuk anak-anak mu jangan sampai mereka jauh darimu " imbuh Lia membuat Rafli menghela nafas panjang , memang yang di katakan Lia benar adanya tapi hatinya menolak sesuatu yang mengganjal tapi tak tau apa .


'' Terserah mama . Tapi aku akan memilih bi Jum yang mengurus anakku dan Ana . Aku tak ingin Bunga meracuni otak anakku terutama Jelita seperti dulu. Hanya Ana ibu dari anak-anakku , tak ada ibu yang lain . Dan suruh Bunga untuk menghindariku , jika tak ingin ku cincang dirinya " ucap Rafli membuat Lia menelan saliva nya .


'' Maaf. Jika Bunga menyela pembicaraan kalian " ucap Bunga tiba-tiba.


'' Bunga tulus menjaga anak-anak dan tak ada niatan lain . Maaf jika dulu Bunga pernah lancang dan kini Bunga sungguh ingin menembus kesalahan Bunga dengan menjaga anak kak Ana . Bunga hidup hanya dengan ibu saat itu tanpa ayah , Bunga bisa merasakan kasih sayang yang kurang lengkap bagiamana rasanya . Sekali lagi Bunga minta maaf " cicit Bunga dengan mata berkaca-kaca , Bunga jujur mengatakannya meski ada rasa bencinya kepada pria sombong yang hanya punggungnya saja ia tatap namun ia menyampingkan hal itu. Ia hanya ingin menembus kesalahan nya yang tanpa mereka sadari , rasa bersalah Bunga karena ini semua ulah dari perbuatan kekasihnya .


'' Aku genggam ucapanmu . Jika melesat sedikitpun . kau akan tau resikonya " ucap Rafli terdengar dingin.


'' Bunga janji . Akan menepati ucapan Bunga " ucap Bunga .


'' Pergilah Bunga "ucap Lia melihat kode tangan Rafli mengusir Bunga.


'' Mama yang bertanggung jawab atas Bunga , ma " ucap Rafli membuat Lia mengangguk.


'' Ma , aku pulang dulu " ucap Rafli .


'' Nak pindahlah kesini . Biar kau tak lelah . Kami bisa menjaga Ana serta anak kalian dan kau bisa fokus di kantor " ucap Lia menatap iba anaknya .


'' Tidak ma . Aku bisa mengurus diriku sendiri serta Ana dan aku tidak merasa lelah dan untuk membantu mengurus anak-anak , kami ucapkan terima kasih ma " ucap Rafli .


'' Tapi lihatlah . Bahkan kau terlihat kelelahan . Jika kau ikut sakit , siapa yang menjaga istrimu dan anak kalian pasti sedih " ucap Lia sedikit memaksa , ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan anaknya .

__ADS_1


'' Jika sakit ku membuat Ana sadar , aku rela ma " ucap Rafli tersenyum teringat memori masa lalunya Ana akan datang jika dirinya tengah sakit meski pertengkaran terjadi .


'' Sadarlah Rafli. Kau harus tetap sehat . Jangan berfikir konyol " kesal Lia.


'' Ayo Mama ikut ke rumah mu " ucap Lia membawa anaknya pergi .


.


.


.


Lolita datang ke kantor Eric dengan wajah merah padam , membuat semua karyawan bergedik ngeri melihatnya. Wanita yang biasanya tersenyum kini terlihat seperti seorang yang kerasukan .


Bbrakkk.


Suasana di ruangan Eric mendadak jadi horor saat perbincangan Eric dengan kliennya terganggu karena sosok tamu yang tak di undang tersebut.


'' Maaf pak . Nyonya memaksa masuk " ucap sekretaris kantor dengan wajah mendunduk. Baginya Eric dan Lolita sepasang suami istri yang mengerikan .


'' Maaf tuan Felix . Kita akan melanjutkannya besok siang . Sekaligus saya ingin meninjau lokasi proyek kita " ucap Eric ramah , terlihat raut tak enak di wajahnya.


'' Tak apa tuan Eric . Saya mengerti " ucap Felix melirik sinis ke arah Lolita yang menatap arah mereka.


'' Angga . Keluarlah. Tutup pintunya apapun yang terjadi " ucap Eric terdengar mengerikan.


'' Apa kau ingin menggantikan sasaran amukan ku " ucap Eric meninggi saat Angga mengkode dirinya agar tak main tangan. Angga menutup pintu dengan rapat , sejujurnya ia kasihan terhadap Lolita namun itu dulu saat Lolita yang setia dan baik hati masih tampak dan kini Lolita seperti memiliki cula merah bak iblis semenjak penantian dan kesabaran Lolita terasa percuma .


'' Apa kau tak bisa sopan " ucap Eric marah segera meluapkan emosinya berjalan mendekati Lolita dan Plakk , sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi mulus tersebut.


'' Seharusnya aku yang marah dan menamparmu Eric '' pekik Lolita .


" Aku malu mempunyai istri yang kelakuan begitu buruk sepertimu . Selain kau hamil anak pria lain dan tetap tak tau malu menjadi istriku , kau juga tak punya tata krama " umpat Eric.


'' Cih. Kau sudah cukup menghina ku . Seharusnya kau berkaca , aku seperti ini karena dirimu Eric " pekik Lolita.


'' Kau sendiri yang begitu murahan " desis Eric.


'' Lalu apa wanita yang kau cintai itu begitu suci . Hingga anak haram kalian berada di tanganmu " ucap Lolita .


'' Apa maksudmu Lolita " ucap Eric dengan nada melemah tapi berbeda dengan emosinya yang begitu meluap.


'' Benarkan ucapan ku " ucap Lolita tersenyum kecut .


'' Putri kalian , kini kau yang merawatnya . Kau sering mengajaknya ke kantor , kau sering menghabiskan hari libur untuk melihat putri berhargamu itu . Apa jadinya jika seorang Rafli tau , istri yang begitu di cintainya selingkuh dengan mantan kekasih istrinya. Kau manusia paling di benci Rafli di muka bumi ini kan " ucap Lolita memiliki kesimpulan sendiri. Ia fikir , buat apa Eric mau merawat anak rivalnya sendiri jika anak itu bukan darah dagingnya dengan Ana , bukankah Eric begitu mendambakan Ana .


Praannggg.


'' Tutup mulut sampahmu itu Lolita. Jangan satu kali pun kau menfitnah kami " ucap Eric menghempaskan vas bunga kearah Lolita namun sengaja Eric melesetkan .


'' Kau membelanya . Kau lalat pengganggu rumah tangga orang dan Ana sampah, kalian begitu cocok dan anak kalian adalah anak HARAM " ucap Lolita dan sesaat kemudian dirinya langsung tersungkur hebat mengenai meja kaca di belakangnya karena tamparan Eric.


Ppllakkk tak perlu berfikir panjang Eric segera melayangkan tamparan pada pipi Lolita begitu kuat


'' Aaauuuwww sakit " jerit Lolita , cetakan biru langsung menghiasi pipi Lolita bahkan Lolita merasa gusinya kini berdarah terbukti dengan darah yang mengental .


'' Aku tak segan untuk membunuhmu Lolita " ucap Eric dengan begitu menggebu .

__ADS_1


'' Bunuh aku karena wanita tersayangmu akan bertemu denganku dineraka. Akan ku celupkan dia kedalam api neraka itu " ucap Lolita tanpa takut .


'' B*ngsek kau " ucap Eric menyeret Lolita lalu mencekiknya . Lolita berusaha menendang Eric dan melawan tapi tak mampu karena Eric seorang pria yang tenaganya begitu kuat apalagi emosi kini menyelimutinya .


Ceklek


'' Eric ... apa yang kau lakukan " ucap Sasa ..


'' Tolong..... " jeritnya membuat dua body guard yang berjaga di depan pintu akhirnya masuk berusaha melepaskan majikannya yang akan menjadi seorang pembunuh beberapa detik lagi. Melihat nafas Lolita yang tersengal Sasa begitu ketakutan dibuat nya.


'' Lepaskan aku bedebah. Wanita laknat itu harus mati . Dasar wanita murahan . Kau hamil anak pria lain namun berani menfitnahku dan Ana . Wanita ku bukan wanita murahan sepertimu dan anakku bukan anak haram , ia mempunyai ayah dan sah dalam pernikahan orang tuanya " ucap Eric dengan menggebu-gebu dan memberontak ingin minta di lepas . ***** untuk membunuh Lolita begitu berkobar dalam dirinya


'' Apa maksudmu Eric " ucap Sasa terkejut sementara Lolita tak konsentrasi karena ia sibuk mengatur nafas yang berhamburan di sekitarnya.


'' Aku akan menceraikan Lolita ma " ucap Eric membuat Sasa dan Lolita terkejut bukan main , bahkan Lolita menganga tak percaya .


'' Mulai detik ini aku mentalak mu . Bila perlu talak tiga sekaligus. Aku akan segera mengurusnya di pengadilan agama dan negara secepatnya dan simpan ancamanmu itu ,karena tak berlalu bagiku . Kau salah jika ingin bermain dengan ku Lolita " ucap Eric dengan yakin membuat Lolita menggeleng cepat . Ia sungguh tak menyangka , ingin menggunakan keselamatan Ana tiada guna saat ini.


'' Eric. Tutup mulutmu nak " ucap Sasa histeris .


'' Mama tak bisa memaksaku kali ini ma " ucap Eric.


'' Kau " ucap Sasa geram dengan tangan siap melayang menyentuh pipi Eric , namun sayang Eric mencekal tangan mamanya .


'' Jika mama ingin menamparku . Tampar wanita murahan itu . Yang selalu mama banggakan . Ia bukan istri baik-biak , dia hobi zina hingga menghasilkan benih dari pria lain . Cucu yang mama manjakan itu bukan anakku , tapi anak pria lain " ucap Eric mempertegas membuat dua wanita itu semakin syok .


''Jika mama tak percaya mari kita melakukan tes saat ini juga " ucap Eric .


'' Kenapa kau begitu kejam dan menipu kami Lolita . Terutama , kau membohongi mama " Isak Sasa.


'' Kenapa kalian berbohong. Apa selama ini keromantisan kalian di hadapan kami hanya sandiwara . Kenapa kalian tega membohongi kami para orang tua " Isak Sasa semakin menjadi membuat Eric merengkuh tubuh mamanya .


'' Maafkan Eric ma . Disini Eric juga bersalah ma " lirih Eric .


'' Lalu kenapa kau tak mengatakannya dari dulu Eric. Rasa sayang kepada cucu mama begitu besar nak " Isak Sasa.


'' Maaf ma , aku tak bisa bersamanya dan aku diam saat itu karena Lolita mengancamku menggunakan Ana ma " lirih Eric .


'' Mah ...hiks...hiks... Loli minta maaf " tangis Lolita pecah namun Eric tak peduli .


'' Maafkan Loli ma . Loli mohon ma " imbuhnya memohon di kaki Sasa.


'' Mama akan membicarakan hal ini dengan keluarga kita Lolita dan jangan membuat anakku bertanggung jawab atas hal yang tak ia perbuat " ucap Sasa ketus dan memilih beristirahat di ruangan pribadi anaknya .


'' Ma... Loli mohon maaaaa " teriak Lolita namun Eric menahannya .


'' Keluar dari ruangan ku atau aku akan membunuhmu '' ucap Eric .


'' Baiklah , aku akan keluar '' ucap Lolita


'' Tapi aku pastikan , kehidupan kau dan Ana tak akan bahagia dan aku berharap Ana akan segera mati '' ucap Lolita lalu beranjak pergi .


Eric tertegun mendengar ucapan Lolita .


" Lolita bisa tau keadaan Ana , dari siapa . Apa wanita itu ikut terlibat , jika iya aku tak akan memaafkanmu Lolita " batin Eric menggeram.


Jangan lupa like dan komentarnya.

__ADS_1


Selamat membaca 😊


__ADS_2