Takdir Cinta

Takdir Cinta
Membesuk Ericana


__ADS_3

'' Rafli '' teriak Eric lantang saat Rafli terlihat di depan pintu mansion .


'' Lepaskan '' ucap Rafli dan seketika para bodyguard yang menahan pergerakan Eric melepaskannya .


Vini melangkah maju mengikuti Eric , melangkah menuju Rafli berdiri .


'' Apa maksudmu membuat keributan di kediaman ku '' ucap Rafli dengan tatapan bencinya.


'' Kami tidak akan mau kemari jika tidak mendesak '' ucap Eric dengan gigi bergemeretak.


'' Mas , kita harus pelan menghadapinya '' bisik Vini , ia takut melihat hawa kejam dari Rafli malam ini .


'' Dia tidak bisa jika kita bicara dengan pelan '' ucap Eric .


'' Aku ingin bertemu Ana un.... '' ucapan Eric terhenti saat mendengar teriakan Rafli .


'' Beraninya kau menyebut nama istriku dan ingin bertemu dengannya '' teriak Rafli , rusak sudah pengendalian dirinya karena ucapan Eric meski ucapan itu belum selesai .


'' Pergilah dengan baik-baik atau , kau mau tinggal nama disini bersama istrimu itu '' sarkas Rafli memegang kerah kemeja Eric saat ini.


'' Kami tak akan pergi tanpa Ana '' jawab Eric dan menghempaskan tangan Rafli kasar.


'' Beraninya kau '' bentak Rafli dan BUGGH .


Rafli memukul rahang Eric dengan kuat membuat Eric terjatuh .


'' Tuan ku mohon . Izinkan kami .... '' ucap Vini terhenti terdengar Isak tangisnya ...


'' Pergilah bawa suamimu yang masih mencintai istriku . Bilang padanya Ana adalah milikku '' bentak Rafli .. Betapa sakitnya hati Vini mendengar ucapan Rafli namun demi Ericana ia tak akan mempermasalahkan perasaanya saat ini .


'' Ana keluar Ana . Ericana membutuhkan mu '' Teriak Eric dan segera terjadi perkelahian antara Eric dan Rafli . Tak ada yang berani memisahkan mereka karena permintaan Rafli sendiri . Eric yang awalnya terus di hantam oleh Rafli kini Eric mampu membuat Rafli terjungkal ke belakang setelah Eric menendang milik berharganya ...


'' Ada apa ini '' ucap Ana melihat adegan perkelahian di depannya . ..


'' Mas Eric , Vini '' ucap Ana menatap bingung.


'' Ya ampun mas Rafli '' ucap Ana cemas melihat Rafli mengerang kesakitan.


'' Apa yang kau lakukan pada suamiku '' sarkas Ana membuat Eric bungkam melihat Ana begitu marah padanya .


'' Kami awalnya datang kesini baik-baik mbak Ana. Ericana sakit dan menyebut nama mu terus '' Isak Vini .


'' Tapi suami mbak malah melarang kami dan memulai emosinya dengan memukul mas Eric '' imbuh Vini .


'' Ku mohon mbak . Ericana begitu rindu padamu dan membuatnya jadi sakit . Ayo mbak , ku mohon jenguklah Ericana dirumah sakit '' Isak Vini bersimpuh di samping Ana.


'' Mas .... '' ucap Ana .


'' Tidak akan ku biarkan kau pergi Ana '' ucap Rafli tegas .


'' Aku takut ini saat terkahir Ericana '' Isak Vini .


'' Vini '' bentak Eric .


'' Mas ku mohon kali ini saja . Kau bisa ikut mas '' bujuk Ana .


'' Mas bilang tidak , ya tidak Ana '' ucap Rafli tak ingin di bantah.


'' Sekali ini saja Rafli . Hilangkan ego mu , demi kemanusiaan '' lirih Eric .


'' Jangan lupakan dulu orangku pernah menolong rombongan mu saat penculikan Ana terjadi '' ucap Eric mencoba membuat Rafli merasa berhutang budi .


'' Jadi kau tak ikhlas membantu kami saat itu '' sarkas Rafli .


'' Bukan begitu maksud ku , aku ikhlas '' jawab Eric tegas.


'' Namun kali ini saja demi Ericana '' pinta Eric.


'' Mas ku mohon '' ucap Ana dan di angguki Rafli yang saat ini perasaanya mendadak tidak tenang .


'' Baiklah , hanya lima menit saja kau bertemu dengan Ericana . Dan hanya aku dan Ana yang akan masuk keruang besuk Ericana tanpa kalian ( menunjuk Eric dan Vini ) " ucap Rafli mengalah.


'' Baiklah , tak masalah " ucap Eric .


'' Kau tak perlu ganti baju Rafli , waktunya begitu mendesak " ucap Eric membuat wajah Rafli kesal seketika namun ia tak bisa berbuat apapun dari pada Ana pergi tanpa nya.


Sekarang Ana dan Rafli berada di mobil yang berbeda dengan Eric dan Vini . Mereka menuju rumah sakit dimana Ericana kini tengah di rawat insentif.


Didalam mobil terlihat Rafli kesal berada di situasi saat ini. . .


'' Inilah Ana resikonya jika kau terlalu dekat dengan anak kecil yang bukan anakmu membuat kita jadi repot '' gerutu Rafli .


'' Kenapa juga anak Eric begitu dekat denganmu '' imbuhnya kesal .


'' Ku harap setelah ini , kalian tidak bertemu kembali dan kita tidak perlu berhubungan dengan keluarga Permana " ucap Rafli .


'' Mas hilangkan rasa cemburu mu mas. Ini untuk anak kecil . Aku dan Eric gak ada hubungan apapun " tegas Ana.


'' Ck , pakai sebut namanya lagi " umpat Rafli kesal .

__ADS_1


'' Sabar lah mas . Jangan marah terus . Nanti stroke baru tau " ucap Ana membuat Rafli menganga tak percaya.


'' Jaga ucapan mu Ana " ucap Rafli kesal , ia tak pernah membayangkan hal buruk itu terjadi .


.


.


.


'' Tuan , nona Ericana " ucap pengasuhnya menangis.


'' Apakah ada yang bernama Ana " tanya sang dokter sudah sekian kalinya .


'' Kenapa Rafli membawa mobilnya seperti keong " umpat Eric dan yang di tunggu oleh mereka pun tiba . Wajah lebam , memar Eric dan juga Rafli sempat menjadi perhatian para suster yang sedang berjaga namun mereka tak berani menatap seseorang yang cukup berpengaruh di negaranya .


'' Saya dokter " ucap Ana dan dokter mempersilahkan Ana masuk , di ikuti Rafli yang mengekor di belakangnya .


'' Sayang. Ini aunty nak . Ini aunty....hiks...hiks.... Bangun Ericana .... Aunty ada disini...hiks...hiks.... '' ucap Ana menangis terus memanggil nama Ericana dan mata kecil itu terbuka dan tersenyum kepada Ana.


'' Aunty... '' ucap Ericana lirih.


" Iya sayang . Aunty ada disini . Ini aunty '' ucap Ana mencium punggung tangan Ericana yang kecil . Suhu tubuh Ericana telah turun panasnya tak separah tadi.


Rafli yang tak sanggup melihat adegan haru di depannya memilih berbincang dengan dokter . Meski ia merasa tak ada urusan apapun pada Ericana namun rasa di hatinya ingin sekali tau apa yang terjadi .


'' Mas Kemarilah , kenapa kau duduk disana '' ucap Ana .


'' Mas lelah sayang '' jawab Rafli sekenanya .


'' Apa mas tak ingin menyapanya '' ucap Ana membuat Rafli melangkahkan kakinya malas.


'' Uncle '' ucap Ericana tersenyum meski di hatinya cukup takut dengan Rafli .


'' Ericana cepat sembuh ya . Kasihan papa dan mama mu sedih '' ucap Rafli dan gerakan tangannya reflek mengelus surai indah Ericana.


Dua pasang mata menatap pemandangan itu dari bilik kaca.


'' Mas , apa mas sanggup suatu saat melepaskan Ericana '' ucap Vini lirih , hatinya sulit berpisah dengan Ericana .


'' Aku akan buat perjanjian kepada Ana dan Rafli jika suatu saat mereka tau tentang Ericana . Rafli bukan orang yang bodoh dan Ana orangnya cukup perasa . Aku yakin cepat atau lambat semua ini akan terbongkar dan jika itu terjadi Rafli dipastikan tak akan melepaskan hak nya sebagai orang tua Ericana '' lirih Eric.


Didalam ruang rawat Ericana , Ana menyuapi Ericana makan karena permintaan Ericana sendiri sementara Rafli mengamati interaksi dua wanita di hadapannya ini .


'' Seperti ibu dan anak saja. Apa-apaan ini " batin Rafli .


Ana juga membacakan dongeng sejenak dan tidak lama Ericana tertidur pulas . Rafli lalu memeluk Ana dan menciumnya .


" Mas ini rumah sakit " ucap Ana memperingati.


" Apa peduli mas . Jika ingin melakukannya disini mas bisa " ucap Rafli tergelak sementara Ana memberengut kesal.


" Ayo kita pulang , mas tidak betah di rumah sakit " ucap Rafli . Ana segera mengecup kening Ericana .


" Aunty pulang dulu ya sayang " ucap Ana.


Tanpa di duga oleh siapapun Rafli mencium pipi gembul Ericana itu , Rafli tak tau dorongan dari mana membuat nya mencium Ericana . Yang ia tau , keinginan itu tiba-tiba ada.


" Wajah mu jika diperhatikan kenapa seperti istri ku. Itulah salah papa mu saat istri hamil malah menyukai istri orang " gumam Rafli .


" Ana , Rafli terimakasih sudah mau datang " ucap Eric lirih dengan mata berkaca-kaca.


" Berhenti menatap istriku seperti itu , perhatikan saja istrimu . Kami datang kesini karena Ericana , jadi jangan GR " ketus Rafli.


" Vini dan ( Ana menyapa Eric dengan anggukan kepalanya ) . Kami permisi untuk pulang " ucap Ana tak enak hati dengan sifat suaminya.


" Maafkan suamiku " gumam Ana.


" Gak apa. Mbak hati-hati dijalan . Sekali lagi kami ucapkan terimakasih dan diangguki Ana.


'' Apa benar ucapan mas Rafli jika mas Eric masih mencintai mbak Ana . Aku juga terkadang bingung dengan perasaan mas Eric terhadap ku " batin Vini .


" Vin " ucap Eric membuat lamunan Vini menguap.


'' Kau pulanglah dengan supir ke apartemen " ucap Eric .


" Tapi mas " tolak Vini.


" Sekarang Ericana telah baik-baik saja . Aku tak ingin kau dan anakku kenapa-kenapa " ucap Eric lembut mampu membuat hati Vini meleleh , bahkan Eric mencium keningnya begitu hangat . Ingin rasanya Vini tidak mencuci keningnya selamanya.


" Baiklah mas . Mas disini juga istirahat jangan kelelahan " ucap Vini khawatir .


" Kau tenang saja . Aku pria dan ibu hamil segera pulanglah lalu istirahat , tidur yang cantik " ucap Eric membuat pipi Vini merona karena malu .


.


.


.

__ADS_1


Ana terbangun karena bunyi alarm di sisi nya ... Matanya cukup berat untuk membuka mata kembali karena pukul empat subuh dirinya baru bisa terlelap . Ana bergegas ke kamar mandi kemudian segera menyiapkan sarapan untuk anak-anak dan suaminya . Rasa kantuk masih begitu terasa , tidur hanya dua jam membuat kepalanya terasa nyeri.


'' Mas , ayo bangun . Bukannya hari ini harus ketemu klien " ucap Ana membangunkan Rafli.


" Mas ngantuk sayang " keluh Rafli membuka matanya lalu terpejam kembali .


'' Astaga ternyata membangunkan mas lebih susah dari pada anak-anak " gerutu Ana hendak melangkah pergi namun tangan Rafli bergerak cepat menariknya .


'' Apa yang kau lakukan mas " ucap Ana .


'' Kau telah membangunkan yang lainnya " ucap Rafli kini rasa mengantuk nya hilang seketika .


" Jangan mesum lah mas . Masih pagi ini '' ucap Ana , Rafli terus men*um*u leher jenjang milik Ana .


'' Kenapa jika masih pagi " ucap Rafli .


'' Mas bau belum mandi '' ucap Ana mengelak , Rafli mencium tubuhnya yang masih wangi , bau asam pun tidak ada sedikitpun yang tercium di indera penciumannya , semua itu hanya akal-akalan Ana.


'' Baiklah mas akan mandi lebih dulu '' ucap Rafli membuat Ana tersenyum lega namun senyum itu segera menghilang saat Rafli membawa Ana ikut masuk kedalam kamar mandi . Kali ini kamar mandilah yang menjadi saksi kemesuman Rafli seberapa besar.


'' Sayang , jadi hari ini mau membesuk Ericana '' tanya Rafli .


'' Mas mengizinkan memangnya '' tanya Ana heran.


'' Tentu mas mengizinkan , asal jangan dekat-dekat dengan Eric '' jawab Rafli .


'' Niatku untuk membesuk Ericana mas , bukan untuk dekat dengan papanya . Kami sudah memiliki hidup masing-masing dan mas yang aku cintai '' ucap Ana merasakan kedamaian dalam pelukan suaminya saat ini.


'' Mas percaya padamu tapi tidak percaya pada dia itu , sudah berapa kali ia mencoba merebutmu padahal kita sudah menikah dan kau sedang mengandung anak mas '' lirih Rafli .


" Bukankah mas dan mas Eric sama saja. Suka merebut apa yang dirasa menjadi milik nya " batin Ana .


'' Sudahlah mas. Tak usah dibahas lagi '' ucap Ana enggan membahas masa lalu yang cukup menyakitkan baginya ...


'' Ya sudah nanti jika pergi kesana harus membawa bodyguard mu sayang '' ucap Rafli dan diangguki Ana. Setelah berpamitan dengan adegan mesra yang cukup memakan waktu Rafli segera memasuki mobil mewahnya menuju perusahaan dimana ia bekerja. Memegang kendali perusahaan milik Wijaya membuat Rafli harus ekstra waktu berada disana , beruntung Perusahaan miliknya mempunyai orang kepercayaannya seperti Devan , Jimmy , Dewi serta Zizi dan banyak yang lainnya . ..


'' Tumben mas Rafli mengizinkanku membesuk Ericana '' gumam Ana , ia merasa bahagia saat Rafli mengizinkannya begitu saja namun ia merasa aneh juga . Rafli sendiri mempunyai maksud tertentu mengizinkan istrinya membesuk Ericana , agar istrinya melupakan pembahasan untuk segera menikahi Bunga . Meski Rafli harus mengendalikan rasa cemburunya membayangkan Eric yang akan melirik Ana .


Ana dan Jelita kini tengah bersiap untuk membesuk Ericana pagi ini. Ana sengaja mengajak Jelita karena bermaksud agar Jelita dan Ericana bisa berteman baik nantinya , tak lupa juga kotak kecil yang berisi puding untuk Ericana hasil buatan terbaru dari kreativitas tangan Ana.


Ting Tong suara bel berbunyi .


'' Biar Jeje yang buka aja bik '' sahut Jelita dengan semangat kemerdekaan.


'' Nenek , kakek '' ucap Jelita begitu bahagia karena sudah lama sekali sang nenek tak mengunjunginya lagi .


'' Wah cucu nenek cantik sekali . Mau kemana sayang '' tanya Laras sementara Gunawan segera menggendong cucu tercantik nya .


'' Mau ikut Bunda lihat temen baru '' ucap Jelita , tak lama Jelita terkekeh geli saat Gunawan sengaja menggodanya dengan jenggot yang sudah mulai memutih.


'' Bapak , ibu '' ucap Ana , pelukan rindu dan sayang pun terjadi .


'' Ana rindu kalian '' ucap Ana mencium pipi sang bapak dan ibunya .


'' Ibu juga merindukanmu sayang '' ucap Laras mengusap surai indah anaknya .


'' Ana. Kemana cucu bapak yang lain . Kok sepi '' tanya Gunawan .


'' Apa bapak lupa , ini kan masih jam sekolah Dewa dan Juna '' ucap Ana mengingatkan .


'' Oh ya. Bapak lupa '' ucap Gunawan .


'' Bapak kan sudah tua '' ledek Laras


'' Dimana Alex " tanya Gunawan yang telah menganggap Alex seperti cucunya sendiri.


'' Alex tiga hari yang lalu pak , di jemput Devan '' jawab Ana dan Gunawan hanya mengangguk saja. Dan obrolan singkat pun terjadi saling bertukar cerita satu sama lainnya hingga dering ponsel Ana menghentikan sejenak obrolan mereka.


'' Vani '' Gumam Ana lalu segera mengangkat telepon dari Vani .


Terlihat raut gusar dari Ana saat ini saat Vani meneleponnya dan berbicara tentang Ericana .


'' Baik Van , aku segera kesana '' ucap Ana .


'' Bapak , ibu . Ana pamit pergi dulu . Mau lihat temen Ana anaknya sakit '' ucap Ana dan diangguki Orang tuanya .


'' Jelita mau ikut atau tinggal saja " tanya Ana .


'' Jelita ikut bunda " ucap Jelita .


'' Jelita apa gak sebaiknya tinggal disini saja . Dirumah sakit banyak kumat dan apa tak rindu dengan nenek " ucap Laras yang enggan melepaskan Jelita untuk ikut Ana.


'' Iya benar Jelita . Dirumah saja ya " ucap Gunawan yang juga masih rindu.


'' Bunda " rengek Jelita dan Ana memahaminya.


'' Bu , pak . Aku dan Jelita akan pergi sebentar kok . Jelita gak mau di tinggal dan sudah semangat ingin memiliki teman baru . Kami akan segera kembali " ucap Ana dan diangguki pasrah orang tua Ana , namun Laras terlihat kecewa.


'' Apa ibu mau ikut saja " tanya Ana .

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya .


Selamat membaca 😊


__ADS_2