Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kim Ae Ru


__ADS_3

Terdengar isak tangis di sebuah gedung tua, terlihat sosok lelaki dan wanita paruh baya yang berpelukan. Menyaksikan pembongkaran peti yang di kubur di belakang area gedung tua itu.


"Ya Tuhan, putriku sudah di temukan. Lalu dimana cucuku, cucu kembarku?" isak sang ibu.


Setelah 45 menit, akhirnya peti itu bisa di buka. Para Dokter disana segera memeriksa mayat yang sudah menjadi tulang itu.


"Tuan, Nyonya di dalam peti hanya ada satu karangka mayat. Tak ada kerangka mayat anak anak disana," jelas petugas.


Wanita itu pun terduduk lemas di atas tanah, menangisi kemana cucu kembaranya. Tak lama terlihat seorang lelaki menghampiri mereka.


"Ae Ru, apa dia di temukan? Dan anak anakku bagaimana?" tanya Kim Bum.


"Kim Bum, hanya ada istrimu saja. Anak anakmu tak ada," jawab Tuan Kim.


"Tidak mungkin, dimana anak anakku. Mereka pergi bersama saat itu Ayah" balas Kim Bum frustasi.


"NARU," teriak Kim Bum bersimpuh di atas tanah, deraian air matanya tak bisa dia tutupi lagi.


Mendengar kabar jika mayat sang istri di temukan Kim Bum begitu bahagia, dan berharap jika Naru dan anak anaknya bisa di makamkan dengan layak.


Kim Bum mengingat bagaimana terakhir kali dia melihat senyuman sang istri sebelum pergi membawa kedua anaknya saat setelah mengantarkan dirinya ke kantor.


Flashback.


Kim Bum dan Naru adalah sepasang kekasih yang begitu bahagia, mereka menikah setelah berpacaran selama setahun. Keluarga besar mereka begitu bahagia, apalagi keluarga Kim yang begitu menyukai Naru. Gadis cantik, pintar dan sopan.


Di usia pernikahan yang ke satu tahun, ternyata Naru sedang mengandung pewaris pertama keluarga Kim. Dan Naru mengandung dua bayi, kebahagiaan mereka sempurna saat itu. Kim Bum mempunyai paras yang rupawan, banyak anak gadis dari kolega bisnis ayahnya menyukai dirinya, banyak gadis kaya yang mendekati dirinya. Namun hati Kim Bum sudah terpaut pada sosok gadis cantik, dari keluarga Kim. Keluarga yang sangat terhormat dan sangat disegani.


Ya, gadis itu adalah Kim Ae Ru anak gadis keluarga itu. Saat itu Naru berusia dua puluh tahun saat menikah dengannya, dan Kim Bum berusia dua puluh lima tahun. Naru melahirkan dua anak kembar, lelaki dan perempuan.


Pagi itu, adalah hari dimana Kim Bum melihat senyuman dari sang istri dan rengekan dari sang kembar. Setelah mengantarkannya dari kantor. Mobil yang di tumpangi oleh Naru ternyata sudah di ikuti oleh penjahat yang ingin mengambil anak kembarnya.


Saat itu mobil yang di kendarai mereka terus di pepet dan mengiringnya ke tempat sepi, Naru yang begitu takut menelpon sang suami. Namun, naas saat itu Kim Bum sedang berada di ruang rapat.


Naru dan kedua anaknya terus menangis karena ketakutan.


Duarrr, ban mobil yang di kendarai Naru di tembak dan meletus dengan suara yang begitu besar.


"Nyonya, bagiamana ini?" tanya pengasuh.


"In Joo, aku mohon. Apapun yang terjadi padaku, tolong kau selamatkan Ae Ri dan Ae Won. Jangan sampai mereka terluka dan pergilah yang jauh!" perintah Naru.


"Tidak nyonya, saya akan tetap bersama dengan anda. Saya akan menemani anda disini," balas In Joo.


"Jangan konyol, masih ada anak anakku. Dan kau yang bertanggung jawab untuk menjaga mereka, In Joo!" seru Naru.


In Joo menangis, mengangguki permintaan dari sang majikan dengan memeluk erat kedua bayi yang tertidur pulas itu.


"Pak Lie, sepertinya mereka mengincar diriku. Jadi tolong kau bawa mereka sebisa mungkin keluar dari sini, dan tolong ingat tempat ini!" seru Naru.


"Nyonya, untuk apa aku mengingat tempat ini? Kau akan kembali bersama dengan kami," balas Pak Lie menatap cemas sang majikan.


Mobil hitam itu pun terkepung oleh beberapa mobil disamping dan depan. Naru keluar dari mobil dengan gemetar, namun dirinya harus bisa kuat dan menahan ketakutannya demi kedua anaknya.


"Siapa kalian. Dan mau apa kalian melakukan ini padaku?" teriak Naru.


Terlihat pintu terbuka dan betapa syoknya Naru saat siapa yang keluar dari mobil tersebut.

__ADS_1


"Imo," panggil lirih Naru.


"Nee, ini aku Naru" ucapnya dengan seringainya.


"Apa ini, apa maksud semua ini? Kenapa kau melakukan ini semua padaku?" hardik Naru.


"Jangan berteriak padaku Naru! Apa kau tak ingin anak anakmu selamat?" tanya Kim Eun Jo.


"Jangan lakukan apapun pada anakku! Jagan sentuh mereka," pinta Naru.


"Bagus, jika kau bisa berbicara baik padaku!" seru Eun Jo.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Naru.


"Semuanya! Apa yang kau punya, semuanya. Harta mu, watisanmu, suami dan anakmu," ucap Eun Jo dengan dingin.


"Apa kau sudah gila Imo? Kau bisa memiliki semua hartaku, tapi tidak dengan suami dan anaku!" seru Naru marah.


Dan disaat Naru dan Eun Jo berdebat, In Joo pergi dengan mengendap keluar dari mobil. In Joo dengan perlahan namun pasti bisa kabur dengan cepat.


Sedangkan Pak Lie terus menemani sang majikan, jika harus mati dia akan mati bersama dengannya.


"Tuhan, tolong diriku dan anak anak ini. Dan tolong jaga nyonya kami," pinta In Joo berdoa dalam hati.


In Joo terus berlari, semakin menjauh dengan mengendong kedua bayi yang masih terlelap itu, namun naas saat akan menyebrang terlihat mobil yang begitu cepat menabraknya.


Bruukkk,


Tubuhnya terpental jauh begitu pula dengan bayi itu, semua orang berlari menolongnya, dengan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, dan dengan sisa kesadarannya In Joo berbicara pada sang penolong.


"Mereka kembar, Ae Ri dan Ae Won adalah anak tuan saya. Tolong selamatkan mereka,tuan!" pinta In Joo dengan terbata.


Ae Ri dan Ae Won begitu diam, bayi itu sangat pintar dan juga menggemaskan, setelah mendapat pemeriksaan dan tak terjadi luka yang serius. Akhirnya, mereka di bawa ke ruang bayi. Karena selama seminggu tak ada yang mau bertanggung jawab akhirnya kedua bayi itu di berikan pada panti asuhan.


Dan bagaimana dengan Naru? Bagaimana dia bisa meninggal?


"Istri dari Direktur Aparel Company Kim Ae Ru, menghilang dengan kedua anak kembarnya. Di duga terjadi pembunuhan."


Itu menjadi trending dalam berita se Korea saat itu, Kim Bum murka dan menjadi stres karena istri dan anaknya menghilang. Sedangkan keadaan kunci kejadian itu koma, ya Pak Lie koma setelah melihat kejadian yang dialami sang nyonya.


Setelah puluhan tahun, Kim Bum baru tahu kebenarannya, setelah Pak Lie sadar dari komanya dan menceritakan semua yang terjadi pada sang istri. Kim Bum marah, hatinya begitu sakit, dendam menjalar keseluruh pembuluh darahnya.


Kim Ae Ru meninggal karena di bunuh, setelah di perkosa oleh para anak buah dari Kim Eun Jo. Bibi dari keluarga sang ibu. Pak Lie masih ingat bagaimana sang nyonya kesakitan, tubuhnya di jamah oleh banyak lelaki, Pak Lie menangis meraung melihat kejadian itu.


Dan sampai Pak Lie memberitahukan kalau nyonya nya pun di makamkan tak layak di belakang gudang itu.


Flashback Of


Kim Bum menangis memanggil nama sang istri, melihat kerangka mayat sang istri yang di masukan kedalam peti jenazah yang telah dia siapkan.


Sore itu menjadi pemakaman yang sangat sedih, setelah puluhan tahun akhirnya Naru bisa di semayamkan dengan baik dan layak untuknya.


"Naru, kemana In Joo membawa anak kita? Sampai sekarang aku belum bisa menemukan dia Naru, maafkan aku yang belum bisa menemukan anak kita," ucap Kim Bum.


Air mata Kim Bum terus menentes melihat tanah kuburan masih basah itu, terlihat foto wanita yang begitu cantik dengan rambut panjang dan senyuman yang manis.


Rumah sakit

__ADS_1


Kenzio sedang menemani Abigail yang sedang duduk termenung tatapannya kosong. Entah kenapa Abigail merasa begitu hampa mengetahui jika Naru telah pergi dari hidupnya.


Kenzio menggenggam tangan Abigail, mencoba tuk menguatkannya.


"Paman, siapa Naru? Kenapa aku merasakan sedih seperti ini? Dia dan aku itu berbeda bukan, tapi kenapa aku merasa dia itu diriku?" tanya Abigail dengan tatapan kosongnya.


"Semenjak aku mengadosipmu, aku selalu merasakan sesuatu yang aneh pada mu dan Gail. Kalian selalu diam dan seakan sedang berbicara dengan sesuatu, namun saat aku melihatnya tak ada siapa pun" jelas Kenzio.


"Aku baru tahu, saat melihat bayangan putih seorang gadis yang sedang menemanimu disaat Gail meninggal, dia begitu sedih, dan saat itu aku mengetahui jika dia arwah gentayangan yang selama ini mengikuti mu," sambung Kenzio.


"Apa dia ada hubungannya dengan keluargaku paman?" tanya Abigail.


"Aku tak tahu, yang aku tahu kau hanya anak korban kecelakaan. Dan naasnya pengasuh kalian meninggal di tempat," jawab Kenzio.


Drrtttt, drrtt,


Ponsel Kenzio bergetar dan terlihat pesan dari anak buahnya. Kenzio begitu terkejut sampai membulatkan matanya.


"Apa ini? Kenapa wajah kalian begitu mirip?" tanya Kenzio pada diri sendiri.


"Paman ada apa?" tanya Abigail.


"Abi, istirahatlah! Besok kita akan kembali kekorea, dan aku mau kau harus siapkan dirimu mulai sekarang!" perintah Kenzio.


Setelah berkata seperti itu, Kenzio berjalan cepat keluar dari ruangan Abigail, Kenzio berjalan dengan tergesah gesah kedalam ruangannya.


"Kim Ae Ru, nama ini seperti tak asing bagiku," ucap Kenzio.


"Apa hubungannya Abi dengan keluarga besar Kim? Kenapa wanita begitu mirip, dengan abi? Tapi hantu gadis itu yang selama ini ku temui memiliki wajah yang lain, siapa dia?" ucap Bumi pada dirinya sendiri.


Drrtt, drrtt


Ponsel Kenzio kembali bergetar dan terlihat nama Xion di layar ponsel.


"Ya hallo, Xion ada apa kau menelponku?" tanya Kenzio.


"....."


"Baiklah, tolong kau jaga kakakmu dan anak anak. Besok aku harus kembali ke Korea, ini sangatlah penting," jelas Kenzio.


"......."


"Baiklah, aku titip mereka padamu. Aku janji setelah urusanku selesai aku akan langsung menemui kalian," balas Kenzio.


"...."


Sambungan ponsel pun terputus, Kenzio menelpon adiknyanyang menjadi polisi untuk mengamankan Kenzia dan yang lainnya besok.


"Aku mau kau yang turun langsung menjemput mereka, berpakaian santailah jangan sampai membuat keributan disana!" perintah Kenzio.


"Baik kakak, aku kan melakukannya," jawabnya.


"Dan aku mau, kau selediki sesuatu peristiwa 17 tahun lalu di korea, minta tolonglah pada temanmu yang disana!" pinta Kenzio.


"Apa ini masalah Abi, kak? Baiklah, aku akan segera lakuakn" balasnya.


"Terimakasih dan maaf sudah merepotkanmu" ucap Kenzio.

__ADS_1


Sambung telpon pun kembali terputus, Kenzio benar benar di buat pusing. Kepalanya begitu sakit karena semua peristiwa ini, perlahan Kenzio memejamkan matanya untuk mengistirahatkan dirinya.


Bersambung 💞💞💞


__ADS_2