
Dalam dunia ini begitu banyak samudera yang terbentang luas dan mengelilingi semua pulau, dan negara negara.
Seperti itu juga Samudra bagi Abigail, dimana pun dia berada, seberapa jauhnya dia, tetap akan kembali pada Samudra. Karena apa, karena semuanya terpusat pada dirinya. Lelaki yang kini memeluk dan menggenggam tangannya dengan erat.
Kau tak akan sendiri lagi, Sam. Ada aku, ada aku yang akan menjadi tempatmu kuh kesah, ada diriku yang akan menjadi karang yang berdiri kokoh di setiap perasaanmu.
Gadis yang aku rindukan, gadis yang selalu berada dalam mimpiku, gadis yang selalu ada dalam setiap kedipaan mataku kini telah kembali dan sekarang berada di dekatku. Aku bisa memeluknya, menyentuhnya bahkan aku bisa menciumnya.
"Tuhan, apakah ini benar dia? Apakah aku tak berhalusinasi, apakah ini bukan khayalanku saja, dan jika benar ini hanya tanganku saja, kenapa ini begitu nyata dan aku begitu sangat bahagia" ucap Sam dalam hatinya sembari terus menatap Abigail yang ada di sampingnya.
"Jangan terus menatapku! Apakah kau masih meragukan apakah aku nyata atau khayalanmu saja?" tanya Abigail.
Sam menghentikan langkahnya, dan membuat langkah Abigail pun terhenti dan berbalik menatap Sam.
Abi berjalan semakin mendekati Sam, mereka begitu dekat tak ada jarak disana. Jantung Abi dan Sam berdegup kencang, namun tak membuat keduanya berpaling. Mata Sam berkaca kaca, ternyata apa yang ada di depannya bukan nya khayalan belaka.
Dengan penuh keberanian, Abi menciumi bibir Sam berkali kali, menutup matanya dan sontak itu membuat air mata Sam yang dia tahan pun mengalir deras, Abi menghapus air mata itu dengan lembut senyum di bibirnya membuat Sam semakin mengharu biru.
"Kau gadisku, kau kekasihku, kau benar benar kembali Abi, aku mencintai dirimu!" seru Sam seraya mencium kening Abi dan memeluknya.
"Aku ada disini! Jangan ada lagi air matamu yang mengalir keluar, Sam! Aku ingin kau kembali agar kau bahagia," ucap Abi.
"Aku masih tak percaya kau kembali, kau ada disini denganku. Maaf, Abi aku menyambutmu dengan tangisan," balas Sam dengan raut wajah yang sendu.
"Aku akan meminta itu sebagai gantinya, dan sekarang aku mau kau temani aku!" pinta Abigail.
"Mau kemana? Tanpa kau pinta, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan Abi," ucap Sam sembari mencium tangan Abi.
Abi tersenyum bahagia, entah kenapa dia begitu bahagia dan sangat sangat senang. Sam mengajak Abi berkeliling pantai menghabiskan waktu bersama.
Dari kejauhan terlihat sosok lelaki yang berdiri menatap haru keduanya, biarpun dirinya merasa sakit karena kesepian, air matanya mengalir deras dari pelupuk matanya. Namun, terlihat senyuman di wajah tampannya. Tangannya mengepal keras menahan semua perasaannya.
Bibirnya mengucapkan satu kata yang sebenarnya begitu berat untuknya sendiri. Namun apa daya, semuanya demi gadis itu, gadis yang sangat dia cinta dan sayangi melebihi nyawanya sendiri.
"Jika berada dekat denganmu, membuatmu menderita. Lebih baik aku berada jauh darimu, demi kebagaiannmu! Aku rela merasakan sakit yang teramat sakit seakan membunuhku," ucapnya.
"Berbahagialah! Kau sudah menemukannya, kau sudah bisa dekat, selalu bersama dengan lelakimu!" serunya kembali.
"Biarkan semesta yang akan menjagamu, aku akan terus menjadi bayangmu, aku akan terus berada di belakangmu. Dengan begitu, aku masih bisa dekat denganmu," ucapnya kembali.
Lelaki itu masih memandangi kedua yang semakin jauh menapaki jalan berpasir di dekat pantai. Linangan matanya masih mengalir deras.
"Aku pergi! Aku akan kembali sendiri menunggu kau yang mungkin saja akan kembali ke sisiku."
Lelaki itu memakai kaca mata hitamnya dan berbalik berjalan menjauh dari bibir pantai, terlihat dua bodyguard nya sudah menanti di dekat mobil mewahnya.
"Tuan, bagaimana dengan Nona?"
"Kita pergi! Dan tak usah menunggu dirinya, biarkan dia pergi dan menjalani kehidupannya dengan baik."
__ADS_1
Bodyguard itu pun mengangguk patuh dan langsung masuk kedalam mobil tanpa bertanya apapun lagi pada tuannya.
"Ken, aku kembalikan anakku padamu lagi. Tolong kau jaga dia, jiwa dan hatinya berada disini. Dan aku tak mau membuat derita tuk anakku!" ucap Kim Bum.
*****************************
Korea
Malam itu, sudah tengah malam terdengar suara isak tangis yang begitu pilu. Membuat siapa saja yang mendengar akan merasakan sakit atau pun kesepian yang dia alami.
Di balkon kamar, terlihat sosok gadis yang sedang berdiri menangis dengan menutup wajahnya. Angin malam menyapu rambut panjang gadis itu, meyibak penuh rambut itu sampai terlihat wajah ayu itu.
Langkah kaki yang semula cepat, tiba tiba terhenti saat dirinya mendengar satu nama yang selalu membuat hatinya merindu.
"Aku harus apa? Aku harus bagaimana? Aku harus seperti apa? Jawab aku Naru!" serunya dengan bibir yang gemetar.
Deg,,,
"Apa tadi dia bilang Naru?" tanya Kim Bum pada dirinya sendiri.
"Hiks, hiks, hiks, Naru jawab aku! Aku harus bagaimana dengan hatiku yang semakin sakit karena selalu merindunya?" tanya Abi yang terisak.
Hanya hembusan angin yang menjawab semua pertanyaan dirinya, tak ada Naru disana. Tak ada siapapun disana, yang Abi rasakan hanya ilusinya saja.
Kim Bum semakin mendekat, mengintip dari belakang jendela, jaraknya hanya lima langkah saja. Kim Bum merasa sedih melihat sang anak seperti itu.
"Naru, aku mencintai dia, aku juga menyayangi dirinya, tapi kau tahu bukan sebelum dirinya hadir. Sudah ada paman dan Sam, yang selalu ada bersamaku. Aku tak mau menyakiti ayah, aku ingin sekali selalu berada di dekatnya dan hidup bersamanya. Namun, hati ini terus terusan sepi, hampa," ucap Abigail lirih dengan air mata yang terus mengalir.
"Apakah ini kau yang sesungguhnya? Kau yang rapuh, tak mempunyai kekuatan apapun? Kau ternyata memakai topeng di depanku, anakku? Kau menyembunyikan deritamu di depanku, dan kau menyiksa diri di belakangku," ucap Kim Bum dalam hati.
Di lihatnya Abigail terduduk dilantai yang dingin itu, memeluk erat tubuhnya sendiri, mengadakan wajahnya melihat langit malam yang sepertinya mengerti keadaannya yang begitu terpuruk.
Krasssssss,,,
Langit menurunkan airnya tuk menghapus air mata Abigail, menghapus jejak rasa sedihnya, menghilangkan rasa sesak dalam dadanya. Abigail mengangkat tangannya seakan ingin meraih air hujan itu.
Di bawah guyuran air hujan, Abigail merasakan ketenangan, tubuhnya berputar dengan sendirinya, membuat sedikit cipratan kecil dari rambut panjangnya.
"Biarkan semesta yang akan mengobati semua kesedihanku, dan akan menjadi saksi bisu semua yang aku alami," ucap Abigail lirih.
*****Tak dapat kukalahkan kesedihan hatiku
Lagi, kupikul derita dari malam yang gelap dan melelahkan
Tanpa memandang keputus-asaanku
Pagi yang acuh tak acuh membangunkanku
Luka ini membakarku, lebih dari yang kukira
__ADS_1
Sakit ini menusukku jauh ke dalam, lebih dari yang kukira
Malam-malam yang tak terhitung kuhabiskan untuk membencimu, terasa bagai neraka
Kumohon, tetaplah disampingku, tetaplah bersamaku
Kumohon, jangan lepaskan aku yang selalu memegang tanganmu
Jika kau hanya pergi selangkah lebih jauh seperti ini
Aku masih bisa mengambil satu langkah lagi dan itu cukup bagiku
Ribuan waktu dalam sehari
Yang kuulangi untuk mengingat bagaimana rupamu
Kata-kata tak termaafkan yang kau ucapkan padaku
Juga tatapan dan ekspresi dinginmu
Genggamlah aku, genggamlah sedikit saja
Jangan katakan apapun dan kumohon, larilah padaku
Dengan hati yang resah dan kesepian
Aku menunggumu dengan perasaan seperti ini
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
di dalam keheningan yang lama sekali, sebuah suara datang, jeritan dari hatiku yang lemah dan bodoh...
#song by V an J hope
Bts " HUG ME***"
Flashback Off
************************
"Naru, kau akan mendukung bukan? Maafkan aku tak bisa membuatmu terus berada di dekatku. Dan aku hanya bisa mengawasinya dari jauh," ucap Kim Bum dalam hatinya.
Kim Bum menutup matanya, membiarkan bulir bening itu kembali mengalir di pelupuk matanya. Mencoba merelakan sang putri kembali jauh dari dirinya. Namun akan menjadi kebahagiaan tersendiri tuk Aeri.
"Aku akan terus menunggumu, Aeri. Appa kan selalu menantimu kapan saja kau akan datang," ucap Kim Bum lirih.
Mobil itu terus melesat jauh, meninggalkan Abigail dengan segala kebehagiaannya.
Selamat membaca,,, 😘 😘 😘 😘
__ADS_1
Terimakasih