Takdir Cinta

Takdir Cinta
Baby Ericana


__ADS_3

" Ada apa " tanya nya ketus .


''...... '' Angga


'' Kau dimana " tanya Eric serius.


''...... " Angga.


'' Baiklah . Aku segera kesana " ucap Eric.


Eric berpamitan kepada Lia dan Lia mengucapkan terimakasih kepada Eric . Eric mengecup kening Ana sekilas membuat Lia membelalakkan matanya .


'' Aku akan kembali , jika mereka gagal menjagamu . Aku bersumpah akan merebutmu " bisik Eric.


'' Cepatlah sadar " ucap Eric berlalu pergi....


Eric menuju toilet rumah sakit dan terlihat Angga dan beberapa orang menunggu kedatangannya .


'' Mayat siapa ini " tanya Eric melihat wanita muda tergeletak tak bernyawa disana.


'' Dia suster yang membawa bayi kekasihmu pergi " sindir Angga di ujung ucapannya.


'' Bayi Ana . Lalu dimana bayinya " ucap Eric panik.


'' Ada didalam mobil bersama body guard kita " ucap Angga.


'' Lalu kau yang membunuh wanita ini " tanya Eric menyelidik.


'' Ck . Kau seperti baru sebulan mengenalku " decak Angga kesal.


'' Aku tidak mungkin membunuh " imbuhnya.


'' Aku tidak sepertimu " gumamnya namun mendapat tepukan kasar di punggungnya.


'' Kau tau aku berubah menjadi orang jahat karena apa . Aku tak pernah berfikir akan berada di situasi seperti ini . Untuk Ana aku lakukan semua ini . Berada di zona hitam seperti ini karena aku ingin , ia melihat ku lebih sukses dari pria tak berguna itu. Kau lihat sendiri , ia gagal melindungi Ana " ucap Eric lirih , teringat keadaan Ana saat ini membuatnya sesak bahkan kini matanya berkaca-kaca.


'' Tapi , musuh Rafli yang tangguh. Ia menyusun semuanya menunggu Rafli lengah . Ana juga keseringan pergi keluar , andai Ana berdiam diri di rumah " ucap Angga mendapat tatapan tajam Eric.


'' Itu bukan salah Ana . Dimana - mana ibu hamil itu butuh piknik , ini Ana hanya keluar yang gak seberapa jauhnya. Kenapa kau membela tuan muda yang tak berguna itu " ucap Eric kesal.


" Ya kau maha benar " jawab Angga.


'' Tapi apa selama ini kau pernah mengajak piknik Laurent dan Lolita yang sedang hamil '' cibir Angga.


'' Huh . Itu bukan darah daging ku. Lolita saja yang gak kuat tahan nafsunya . Menungguku untuk menyentuhnya saja tak sabar. Saat itu padahal aku sudah merasa nyaman di dekatnya namun kini aku jijik , setiap melihat perut buncitnya itu . Sudah tak usah membahasnya , membuatku mual saja " ucap Eric berjalan melihat mayat wanita terebut .


'' Cari siapa yang telah berani membunuhnya '' ucap Eric memperhatikan sekitar yang tidak ada CCTV.


Benda pipih Eric berdering tak terlihat nomor tak di kenal menghubunginya membuatnya meragu untuk mengangkat telepon tersebut . Namun telepon terus berdering .


'' Siapa yang menelpon tengah malam begini " gumam Eric dan memilih mengangkat telepon tersebut .


'' Nak Eric. Ini Tante Lia , mertuanya Ana " ucap Lia begitu panik bahkan terdengar Isak tangis disana.


'' Apa yang terjadi dengan Ana " lirih Eric.


'' Bayi Ana me...meninggal Eric " tangis Lia pecah.


'' Apa " ucap Eric terkejut lalu memutuskan sambungan teleponnya.


'' Kau bilang bayi Ana berada di bodygaurd kita lalu . Kenapa bayi Ana meninggal " geram Eric menarik kerah kemeja Angga .


'' Tuan , bayi nona Ana tak meninggal . Bayi perempuan itu ada di dalam mobil " ucap seorang bodyguard.


'' Jika kalian berbohong . Habis kalian " Eric berjalan menuju mobilnya berada , cukup jauh di luar area rumah sakit dan jalan yang begitu sempit yang ia lalui.


Mata Eric berbinar karena ini sungguh bayi Ana meski ia hanya sekilas melihatnya . Melihat ukiran alis tersebut sungguh mirip dengan Ana membuatnya yakin.


'' Masih bayi saja pesona mu begitu bercahaya seperti ibu mu. Sayang kau bukan anakku , tapi akan ku buat kau menjadi anakku " gumam Eric mengecup pipi bayi yang masih merah tersebut.


'' Bawa pulang bayi ini Angga " perintah Eric membuat Angga menatap tak percaya .


'' Aku tak peduli . Jika aku tak bisa memiliki wanita itu , paling tidak anaknya " ucap Eric yang disalah artikan oleh Angga .

__ADS_1


'' Apa kau ingin menjadikan putrinya Ana menjadi sugar baby mu " sentak Angga mendapat tatapan menghunus dari Eric.


'' Kau gila . Aku tak mungkin menjadikannya sugar Baby ku . Aku akan menjadikan putri mereka sebagai anakku . Aku akan mengurus semua berkasnya di Italia nanti. Aku akan membawanya kesana dan selamanya akan menjadi anakku , hanya anakku . Paling tidak biarkan aku menjadi seorang ayah untuk anak mereka. Jika aku tak bisa memiliki ibunya sebagai istriku , paling tidak anaknya akan menjadi anakku " ucap Eric tegas.


'' Tapi ini sangat salah Eric . Lalu bagaimana dengan keluargamu " tanya Angga , ia tak tega dengan Ana nanti jika wanita itu sadar dan menanyakan bayinya.


'' Semua itu urusanku dan kau cukup tutup mulut " ucap Eric tak ingin di bantah .


'' Apa kau tak memikirkan Ana , jika ia sadar nanti dan menanyakan anaknya " ucap Angga.


'' Tidak . Aku harus tega padanya. Jika, Ana ingin anak ini . Syaratnya hanya satu " ucap Eric .


'' Menikah denganku " imbuhnya.


'' Kau gila '' gumam Angga , cara berfikir Eric sungguh susah di tebak.


'' Aku akan menjadi ayah yang di banggakan untuk putriku nanti " ucap Eric tersenyum .


'' Pulanglah dan jaga anakku , berikan yang terbaik untuknya . Aku ingin melihat apa yang terjadi saat ini " ucap Eric.


'' Tapi kau butuh istirahat Eric . Ini sudah malam sekali " ucap Angga , ia menguap karena kantuknya .


'' Aku tidak merasa lapar dan lelah saat ini. Aku ingin melihat Ana sejenak dan lalu berpamitan " ucap Eric dan diangguki Angga.


'' Dua jam lagi aku akan tiba di rumah . Siapkan aku makan nanti jangan lupa " imbuhnya.


'' Iya " sahut Angga.


'' Biarkanlah Eric memiliki satu jika itu bisa membuatnya tidak bersedih lagi , biarkan ia bahagia saat ini meski harus mengorbankan perasaan Ana karena itu pilihannya. Ku harap juga keluarga Wijaya tak lalai menjaga Ana kali ini , aku tak ingin Eric dan Rafli kembali saling menyerang dan mengalah pergi dalam kematian salah satunya. Semoga Ana dan Rafli selamat serta hidup bahagia dan semoga juga Eric bahagia bisa memiliki seorang anak dari rahim wanita yang ia cintai meski bukan berasal dari garis keturunannya " batin Angga menatap punggung Eric yang di telan kegelapan malam dan Angga memerintahkan beberapa bodyguard untuk menjaga Eric dari jauh , tak ingin Eric jatuh pingsan karena tak beristirahat dan makan apapun dari tadi , Eric hanya menengguk sebotol air mineral .


Terlihat nafas terengah-engah Eric saat menemui Lia yang tengah menangis di ruang rawat Rafli dan Ana , bukan hanya Lia yang menangis namun ada beberapa orang dan juga Rani . Rani merasa ialah orang yang paling bersalah dalam kasus ini .


'' Apa yang terjadi " tanya Eric


'' Nak Eric , bayi Ana meninggal " bi Susi.


'' Bagaimana bisa. Bukankah tadi lagi di ruang rawat inkubator " ucap Eric.


'' Ma , maafkan Rani ma. Tapi biasa suster itu beres mengerjakan sesuatu dan beberapa tahun lalu ia ikut membantu menjaga bayi Ana " Isak Rani.


'' Ma '' ucap suami Rani , segera memeluk sang istri yang menangis karena terus di sudutkan.


'' Mau apa kau huh. Apa telah ketemu suster itu " tanya Lia . Ia juga marah kepada mantunya itu , keadaan yang begitu buruk membuatnya tak bisa mengontrol emosi bahkan ia tak segan menampar anak perempuan yang begitu penurut itu .


'' Sudah ma . Sedang di periksa polisi . Suster itu meninggal di toilet dan CCTV disana tidak ada jadi kita gak bisa melihat siapa yang membunuhnya . Tapi hasil CCTV di ruang rawat bayi terlihat suster yang meninggal itu terlibat cekcok dengan seorang wanita ma yang berusaha mencelakai keponakanku yang baru lahir , lalu merebut keponakan ku ma dan menyeret suster itu. Lalu pas di temukan baby Ana sudah tiada ma '' ucap suami Rani dengan mata berkaca-kaca . Selama rumah sakit ini didirikan baru kali ini kecerobohan yang begitu fatal terjadi .


'' Lalu bagaimana bayi Ana bisa di temukan kembali diruang rawat bukankah tadi mereka membawa suster dan bayinya menjauh dari sana " tanya Eric begitu serius...


'' Tadi rekaman itu memang ada suster yang keluar masuk membawa bayi karena abis di susui ibunya " ucap suami Rani sesuai CCTV yang ia lihat.


'' Tapi polisi sedang menyelidiki lokasi kejadian di toilet tersebut . Agar pelakunya tertangkap " imbuhnya .


'' Apa Angga , sempat menyentuh daerah sekitar itu . Jika ia , mereka bisa salah dan menangkap Angga dan bisa ketahuan jika bayi mungil itu berada dalam perlindunganku '' Batin Eric.


" Aku akan membantu kalian . Membantu mencarinya " ucap Eric.


" Apa kau masih mencintai menantuku " tanya Lia di sela Isak tangisnya.


" Ya . Aku masih sangat mencintainya " jawab Eric tegas membuat wajah yang mendengar jawabannya tak suka.


" Tapi aku tak akan merebutnya . Karena Ana tak mencintaiku meski kalian begitu gagal menjaganya dan kini gagal menjaga bayinya " ucap Eric membuat seluruh orang disana bungkam . Keluarga Wijaya yang dikenal mempunyai bodyguard dan pertahan tiada tanding kini hancur dalam sebuah kejadian . Merenggut dua nyawa sekaligus sementara yang duanya berjuang antara hidup dan mati.


" Aku menjaga anakmu. Semua akan baik-baik saja . Izinkan aku memilikinya satu " bisik Eric di telinga Ana .


" Aku pulang dulu . Besok siang aku akan kemari " ucap Eric menatap sedih wajah ayu Ana yang terlihat banyak luka tersebut .


" Aku permisi Tante dan semua . Aku harus pulang dan orangku pasti membantu menemukan pelakunya segera " pamit Eric dan diangguki Lia serta kedua kakak ipar Ana.


Mansion Eric.


Eric berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamarnya dan ia kaget melihat sosok wanita muda di kamarnya.


" Siapa kau " tanya Eric dingin ..

__ADS_1


" Saya baby sitter yang menjaga putri kecil bapak " ucap Vini gugup.


" Siapa yang menyuruhmu " tanya Eric tak suka.


" Pak Angga pak " ucap Vini menunduk takut.


" Beraninya si Angga itu " umpat Eric.


" Sungguh seram pria ini . Wajar di tinggal pergi istrinya " batin Vini , karena itulah yang di katakan Angga.


" Pergilah " ucap Eric .


" Bapak memecat saya " tanya Vini takut.


" Ya , karena aku yang akan mengurus putriku sendiri tanpa baby sitter " ucap Eric memperhatikan baby milik Ana yang kini tertidur nyenyak karena baru saja di berikan sufor oleh Vini.


" Tapi pak . Pak Ang .... " ucapan Vini terhenti.


" Aku tak butuh bantuan mu dan Anakku tak butuh dirimu. Aku bisa sendiri. Jika Angga yang mempekerjakanmu , kau saja jadi baby sitter nya itu " ucap Eric membuat Vini hanya mengelus dadanya saja .


" Pergilah apa kau tuli " ucap Eric sedikit meninggi.


" Baik pak " ucap Vini gugup.


" Tidurlah di samping daddy ya " ucap Eric mengambil pelan bayi mungil tersebut , di letakkan di ranjang dengan empuk .


" Kau telah menggunakan pempers ternyata sayang . Tak mungkinkan mengompol di ranjang milik daddy mu " ucap Eric terkekeh. Ntah mengapa dirinya merasa menjadi orang tua sesungguhnya saat ini.


" Daddy memberimu nama , Ericana Permana. Panggilan mu Erica dan kau hanya anakku . Anak Daddy " ucap Eric lalu memejamkan matanya yang tak tertahankan lagi.


.


.


.


Rizki beserta dua keponakannya pergi kerumah sakit . Setelah di beri kabar oleh Lia untuk segera kesana . Awalnya Rizki menolak saat keponakannya ingin ikut namun tak tega saat Arjuna menangis ingin ikut membuatnya membiarkan Arjuna ikut dengannya .


" Siapa yang sakit " gumam Rizki berjalan di koridor khusus untuk keluarga pemilik rumah sakit.


Para bodyguard menunduk hormat kepada calon pewaris Wijaya itu saat melintas , tak ada senyum di wajah Dewa berbeda dengan Arjuna yang begitu ramah pada siapapun tertutama ramah terhadap wanita.


Ceklek


'' Bunda " teriak Arjuna dan Dewa menangis mendekap tubuh sang bunda yang terbaring lemah.


'' Mbak Ana " lirih Rizki yang kini air matanya juga ikut mengalir deras .


Dewa dan Arjuna menangis meraung disana melihat keadaan wanita yang begitu penting bagi kehidupannya . Melihat sang Ayah juga terbaring koma membuat tangis bocah itu semakin menjadi.


'' Bunda bangun , jangan tinggalkan Dewa dengan yang lainnya " Isak Dewa .


'' Bunda , Arjuna butuh bunda ...hiks...hiks... " ucap Arjuna dalam dekapan Abdi Wijaya yang baru saja sampai dua jam yang lalu. Ia baru membahas pemindahan pengobatan Rafli dan Ana dengan dokter yang bersangkutan , namun kembali keruang rawat anak dan mantunya kesedihannya semakin bertambah melihat Arjuna dan Dewa yang menangis meraung.


'' Dewa , jangan nangis . Pasti bunda dan ayah akan baik-baik aja " ucap Rizki mendekap Dewa , ia sangat terkejut mendapati kenyataan yang ia lihat saat ini.


'' Tapi bagaimana dengan kami semua paman. Dewa gak mau kehilangan ayah dan bunda , terutama bunda ....hiks...hiks... Bagaimana dengan Arjun , dedek Rava dan Jelita sama dedek bayi yang baru lahir ..hiks....hiks... " ucap Dewa membuat Lia menangis begitu pilu mendengar ucapan cucu pertamanya itu. Ia tak sanggup mengatakan fakta tentang adik yang di dambakan Dewa serta Arjuna , Rizki pun tak tau akan kenyataan tersebut .


'' Dewa harus terus berdoa dan yakinlah , bahwa bunda serta ayah baik-baik saja " ucap Rizki dengan suara seraknya.


'' Bunda dan ayah telah berjanji pada kami untuk terus bersama kami. Tapi kenapa mereka begini paman , mereka tak menepati janjinya . Ayo kita balas mereka yang jahat sama bunda ku " Isak Dewa.


'' Bunda dan ayah tak pernah jahat . Kenapa mereka jahat pada ayah , terutama bunda....hiks ..hiks... " imbuhnya masih menangis.


Tak ada yang mampu menenangkan Dewa saat ini , orang yang paling mampuni adalah sang bunda , namun sang bunda terbaring koma tak berdaya. Alexa yang bisa menenangkannya kini sudah kembali pada sang maha pencipta , Alex sendiri kini masih menangis tersedu setelah mendengar kenyataan jika sang mama tidur dan tak bangun lagi , Devan fokus kepada anaknya saat ini meski tak dapat di pungkiri masih memikirkan tentang Rafli dan Ana berharap mereka bisa segera sadar.


'' Kita harus yakin jika bunda dan ayah selamat. Dewa anak yang sholeh dan selalu menurut kata bunda. Sebaiknya Dewa krim doa , agar ayah dan bunda segera sadar ya " ucap Rizki namun Dewa hanya mengangguk dengan terisak.


'' Paman akan menelpon kakek Gun dan nenek Laras kemari " ucap Rizki .


Jangan lupa like dan komentarnya ya


next up Senin ya🤗

__ADS_1


__ADS_2