
Lia yang kini berkunjung kerumah putranya membuat kehebohan dengan oleh-oleh yang ia bawa untuk menantu dan cucu kesayangannya tapi tidak membawa oleh-oleh untuk putra nya sendiri. Bahkan untuk besannya ia bawakan.
Seakan jadi anak pungut itulah pemikiran Rafli.
'' Ma anak dalam kandungan Ana belum mengerti akan hal itu '' seloroh Rafli menatap malas sang mama . Anak dalam kandungan saja di belikan oleh-oleh , namun anak yang seumuran Rafli bahkan Rafli akan menjadi ayah dari empat orang anak tak mendapatkan oleh-oleh. Betapa menyedihkannya ia .
'' Kau puas saat bujangan dulu mendapat oleh-oleh '' ucap Lia menatap anaknya tajam mengerti akan maksud putranya itu.
'' Beda hal nya ma. Dan itu lama sekali . Sewaktu aku SMA dulu '' bantahnya.
'' Dan kamu memberikan oleh-oleh untuk guru kamu kepada bapak Gunawan kan '' ucap Lia saat Rafli disuruh memberi oleh-oleh kepada gurunya namun ia memberikannya kepada Ana untuk diberikannya kepada Gunawan yang kebetulan sedikit perokok dengan alasan oleh-oleh dari mama untuk bapak dan kebenaran itu baru terungkap sekarang membuat Rafli melirik Ana sedikit saat wanita itu menatapnya tak percaya.
Hadiah yang harganya tak seberapa tapi membongkar kebohongan Rafli masa lampau. Yaitu sebuah asbak.
" Dan kamu juga pernah kan kasih miniatur jembatan London Bridge kepada menantu mama ini. Itu berarti kamu gak butuh oleh-oleh " imbuhnya membuat Ana menganga tak percaya.
" Mama gak ikhlas " tanya Rafli menyelidik.
" Ikhlas dong " ucap Lia tersenyum kikuk kepada menantunya . Demi apapun ia ikhlas.
" Maaf ya ma . Ana gak tau tentang hal itu " Ana sendiri tak enak hati mengetahui kebenarannya , waktu itu juga Ana dan Lia jarang sekali bertemu hingga akhirnya ia lupa mengucapkan terimakasih kepada Lia.
" Bukan kamu yang seharusnya minta maaf . Seharusnya suami nakal mu ini Ana " ucap Lia menatap Rafli tajam.
" Jangan meminta maaf Ana , mas yang salah . Dan maafkan mas ya " ucap Rafli memeluk Ana tanpa peduli Lia yang melihatnya karena hal itu telah terbiasa .
Hingga akhirnya acara makan siang menghentikan sejenak obrolan yang di selingi perdebatan kecil mereka . Terlihat Arjuna begitu manja dengan nenek Lia terlihat bocah kecil itu begitu menyayangi keluarga dari pihak Wijaya berbeda dengan Dewa yang lebih menyayangi keluarga Gunawan yang begitu sederhana namun penuh kasih sayang ,ajaran agama yang ia pahami memahami betul surga di bawah telapak kaki ibu membuat Ana menjadi segala-galanya baginya . Meski awalnya ia sempat menangis di telapak kaki Ana gak terlihat surganya membuatnya mengadu pada Gunawan dan Gunawan menjelaskannya hingga Dewa mengerti saat kecil dulu. Beruntung rahasia Rafli masih tertutup rapat hingga kini tentang kekerasan Rafli kepada Ana saat mengandung Dewa dulu , hal itu akan menjadi rahasia yang keramat dalam keluarganya , tak bisa di bayangkan jika Dewa mengetahuinya kelak akan seperti apa reaksinya yang memiliki sifat seperti Rafli , Dewa seorang bocah yang memiliki kemampuan berfikir cepat , ia mampu berfikir seperti seorang pria dewasa meski jiwa kanak-kanakannya tak menghilang begitu saja.
'' Rafli , lusa hari pernikahan adik kecil mu Maudy ... Apa kau akan datang bersama Ana " tanya Lia saat mereka hanya berdua diruang kerja Rafli sedangakan Ana tertidur karena lelah .
'' Tidak " jawabnya singkat .
'' Apa kau masih membenci Mario " tanya Lia .
'' Tentu aku sangat membencinya " jawab Rafli .
'' Cobalah untuk memaafkan Rafli . Paling tidak hargai perasaan Maudy , ia akan bersedih jika kau tak datang " ucap Lia membujuk , ia telah menganggap Maudy anaknya sendiri.
'' Apa peduliku ma. Jika membahas perasaan disini , maka mama berkaca pada diri mama sendiri " sindir Rafli membuat Lia bungkam , ia tau kearah mana sang anak berbicara.
'' Tapi kan Ana sudah jadi istrimu Rafli dan kalian telah bahagia " ucap Lia lirih.
'' Ck . Aku tidak bisa memaafkan Mario dengan mudah. Dia yang membuatku melupakan Ana beberapa tahun lalu dan mama membuatku makin tak mengingat Ana . Namun takdir berpihak padaku . Tapi sayang , di hati Ana pernah terukir nama pria lain. Jika mama tak menutupi nya saat itu , pasti di hati Ana hanya ada cinta untukku saja seumur hidupnya " ucap Rafli lirih , hatinya terasa perih saat mengetahui cinta Ana cukup besar untuk Eric saat itu bahkan Ana tak mengidahkan ancamannya hingga membuat Rafli mengancam Teguh membuat pria paruh baya itu memohon pada Ana untuk melepaskan Eric . Barulah Ana melepaskan Eric karena Eric telah mengkhianatinya , mengkhianati cintanya dengan menikahi Laurent yang mengandung anaknya. Rafli yang tau kebenarannya hanya diam , ia memanfaatkan situasi untuk mengikat Ana dalam pernikahan , Rafli termasuk licik dalam upaya mendapatkan Ana . Namun akan semakin berdosa dirinya merebut istri orang atau ibu dari seseorang anak .
'' Apa mama pernah berfikir jika diriku telat sedikit saja untuk mengingat Ana apa yang terjadi. Bagaimana jadinya aku ma , jika Ana menikah dengan orang lain dan memiliki anak . Aku akan menjadi pria yang paling bodoh dan berdosa ma , karena aku tidak segan untuk merebutnya " ucap Rafli lirih.
" Maafkan mama nak ... maafkan kesalahan mama yang itu " ucap Lia lirih matanya telah berkaca-kaca.
'' Maka jangan pernah memintaku apalagi memaksaku untuk memaafkan Mario. Itu tak mudah bagiku untuk memaafkan seseorang ma " ucap Rafli dan suasana menjadi hening hingga akhirnya Lia pamit untuk pulang sebelumnya ia menemui cucunya lebih dahulu.
.
.
.
Pernikahan Maudy telah berlalu tanpa kehadiran Rafli cukup membuat Maudy cukup sadar ada beberapa faktor yang membuat cinta pertamanya itu tak menghadiri acara pernikahannya namun ia cukup bahagia saat Lia dan Abdi mengahadiri pesta pernikahannya.
__ADS_1
Hari telah berlalu bahkan bulan telah berganti dan kini hal tak di duga oleh Ana saat melihat Devan yang sering kali kemansionnya terlihat pria itu merasa betah di Indonesia tak seperti biasanya . Namun bukan itu yang tak di duga oleh Ana , percakapan antara Alexa dan Devan lah yang membuat Ana terlonjak kaget
Ana menajamkan pendengarannya mendengarkan pembicaraan Alexa dan Devan yang tengah membahas pernikahan , lebih tepat pernikahan mereka. Dimana Alexa tidak bisa menuruti permintaan Devan untuk mengajaknya menikah karena sumpahnya terhadap pekerjaan sedangkan Devan berkata akan membahas hal ini dengan Rafli , Devan berharap Rafli mengerti . Ana yang tak enak hati kini mencari ide agar Alexa dan Devan dapat menjalani hidup yang bahagia , bagaimanapun Ana tak ingin jika mengorbankan perasaan orang lain karena hanya untuk menjaga keselamatannya dan anak-anak.
'' Apa yang harus ku lakukan . Apa aku coba bicara sama mas Rafli. Bagaimanapun Alexa dan Devan manusia normal butuh cinta dan kasih sayang , mempunyai cita-cita , mempunyai keluarga , hidup bahagia dan menua bersama. Aku tak menyangka , mereka menutupi hubungannya dengan begitu rapat. Bahkan Alexa tak menunjukkan gelagat yang mencurigakan kecuali ia sering menghindar jika Devan kemari " gumam Ana .
'' Bahkan mereka bertemu di bawah pohon rambutan milikku . Dasar Devan tidak ada romantis nya " umpat Ana , ia tertawa geli mengingat sisi lain Alexa dan juga Devan.
'' Kau harus membantu bunda nak. Kita buat ibu Alexa bahagia '' ucap Ana seraya mengusap perut buncitnya , membayangkan ide gilanya bisa lancar terlaksana.
.
.
.
'' Mas " ucap Ana manja seraya melukis dada suaminya dengan jari lentiknya...
'' Kau tak lelah usai olahraga tadi " ucap Rafli , sungguh lemah dirinya untuk menahan hasratnya kepada Ana padahal baru sepuluh menit berlalu.
'' Jangan menggodaku Ana " imbuhnya sedikit mengerang.
'' Aku ingin sesuatu mas " ucap Ana berbaring disamping Rafli , menata jemarinya agar tertib tak nakal lagi.
'' Mau apa mmmm " ucap Rafli , pria ini selalu semangat dalam hal mengidam istrinya. Apapun akan ia turuti meksi hanya untuk makan semalam di luar negeri , bahkan jika Ana ingin ada anaconda ia akan memerintahkan anak buahnya mengambilnya.
'' Apa kau akan menurutinya " tanya Ana memastikan.
'' Permintaanmu sekonyol apapun itu akan maa turuti " ucap Rafli yakin , ia sudah terbiasa dengan permintaan nyeleneh Ana.
'' Ayo mau apa " imbuhnya karena terlihat jika Ana meragu.
'' Aku ingin menikah.... " ucapan Ana terhenti karena Rafli segera duduk dari tidurannya .
'' Apa maksud mu menikah hah " bentak Rafli menatap tajam wanita disampingnya. Ana melongo tak percaya akan ucapan Rafli , lagian perkataannya terhenti begitu saja.
'' Jika kau ingin menikah langkahi dulu mayatku Ana " imbuhnya penuh penekanan .
'' Apa kurangnya aku Ana , katakan apa kurangnya mas " ucap Rafli mencengkram kuat bahu Ana membuat wanita yang menahan tawanya itu meringis menahan sakit.
'' Sakit mas , lepaskan dulu " ucap Ana lirih , mungkin kuku panjang Rafli melukai kulit bahunya .
'' Mana lebih sakit dari hatiku Ana " ucap Rafli .
'' Lepaskan mas , ini sakit . Dengarkan dulu perkataan selanjutnya " bentak Ana tak tahan.
'' Siapa lelaki itu katakan . Beraninya ia mengajakmu menikah. Itulah akibatnya jika penampilanmu selalu saja seperti gadis jika diluar. Kau bisa memakai daster saat keluar " ucap Rafli membuat Ana melototkan matanya.
Daster katanya , Ana bukan ibu-ibu rumahan meski ia terkurung dirumah. Saat hamil saja ia memilih dress untuk ibu hamil atau baju khusus ibu hamil . Ana selalu menjaga penampilannya , meski sederhana tapi tidak untuk memakai daster.
'' Kau saja yang pakai daster " ucap Ana kesal lalu menyentak kasar tangan Rafli.
'' Aku ingin menikahkan Devan dan Alexa " ucap Ana bicara dengan begitu ngebut .
'' A...a...apa " tanya Rafli memastikan pendengarnya tak salah .
'' Dengar baik-baik ya dan jangan menyelanya. Kemarikan rambutmu , ingin aku menariknya " geram Ana , namun Rafli dengan pasrah mendekatkan kepalanya , lakukanlah sesuka wanita itu .
'' Aku ingin menikahkan Alexa dan Devan " ucap Ana dan langsung menarik rambut tebal suaminya membuat Rafli menjerit kaget dan sakit...
__ADS_1
'' Sakit sekali Ana " gerutu Rafli.
'' Apa ulangi sekali lagi " tanya Rafli ingin memastikan kembali .Terlihat Ana menghela nafasnya dalam untuk bersabar menghadapi suaminya.
'' Aku mengidam dan ingin sekali melihat Devan dan Alexa menikah " ucap Ana membuat Rafli melongo tak percaya .
'' Maafkan bunda nak " batin Ana.
'' Sayang minta yang lain ya " ucap Rafli kini mencoba membujuk.
'' Tapi aku maunya itu mas . Kau bilang akan menurutinya " Rajuk Ana.
'' Tapi menikah tanpa cinta itu , sulit untuk bahagia Ana dan banyak cobaan di dalamnya. Apalagi Devan dan Alexa . Mas gak bisa maksa Devan jika ini menyangkut urusan pribadinya " ucap Rafli .
'' Siapa bilang . Buktinya kita nikah dan bisa bahagia hingga sekarang. Cinta itu akan datang seiring berjalannya waktu " bujuk Ana.
'' Itu jika salah satunya mencintai .Jika manusia itu kamu mungkin cinta akan datang seiring berjalannya waktu . Tapi kalau mas , meski waktu berjalan mencintai itu cukup satu kali dan hanya untuk satu wanita karena hati sulit untuk berpaling Ana " ucap Rafli menyindir.
'' Ya , gak usah dibahas masalah itu mas . Nanti kamu lagi yang kesel mas '' ucap Ana tak ingin mencari masalah , Rafli hanya diam . Perih hatinya karena Ana pernah mencintai pria lain meski itu masa lalu.
'' Mas , yang penting aku cinta dan sayangnya sama kamu. Kita sudah menikah dan saat itu juga aku belajar kembali mencintaimu mas. Jangan lihat kebelakang lagi " ucap Ana mengecup sekilas bibir suaminya.
'' Mas mencintaimu Ana. Teramat sangat mencintaimu " ucap Rafli membawa Ana dalam pelukannya.
'' Bagaimana dengan ngidamku mas " tanya Ana.
'' Mas gak bisa jamin jika ngidammu itu " ucapnya penuh sesal. Syarat menjadi bodyguard, jika menikah harus dari orang dalam dilarang menikahi orang luar , jika menikah dengan orang luar berarti harus di selidiki dulu pasangannya.
'' Mas tidak bisa memaksa perasaan Alexa apalagi Devan . Mas hanya bisa memaksa perasaanmu Ana " ucap Rafli serius namun bibirnya menarik senyum saat mengingat ia memaksa Ana untuk menikah dengannya
'' Jika Devan dan Alexa saling mencintai bagaimana " tanya Ana membuat Rafli tergelak.
'' Tidak mungkinlah sayang . Mereka jarang bertemu dan Alexa serta Devan bertugas di jalur dan tempat yang berbeda. Apalgi Devan di Italia sedangkan Alexa menjadi bodyguard mu . Jauh banget kan " ucap Rafli .
'' Tapi jika mereka saling mencintai bagaimana " tanya Ana .
'' Jika iya . Aku izinkan mereka menikah dan tamunya hanya kita-kita saja " ujar Rafli .
'' Baiklah , aku akan tanya pada Alexa ia mencintai Devan atau tidak dan tugas mas bertanya dengan Devan ya " pinta Ana.
'' Mas gak mau Ana " tolak Rafli langsung .
'' Kok gitu . Biar aku aja yang bertanya " seloroh Ana.
'' Emang berani dengan Devan " tanya Rafli.
'' Beranilah " jawab Ana yakin meksi sedikit ciut jika melihat mata Devan yang begitu tajam.
'' Jika begitu biar mas saja yang bicara dengannya " ucap Rafli karena tiba-tiba rasa cemburu menghantuinya.
'' Baiklah . Ayo kita tidur " ucap Ana dan di iyakan oleh sang suami .
'' Mau diusap yang mana sayang " tanya Rafli .
'' Elusin rambutku mas " pinta Ana lalu Rafli dengan telaten mengusap surai indah sang istri agar Ana cepat tertidur dengan nyenyak ...
'' Mas sangat mencintaimu Ana " Rafli mendaratkan kecupan di kening sang istri yang kini tengah berlayar ke alam mimpi.
Jangan lupa like dan komentarnya ya...
__ADS_1
Selamat membaca 😊