Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kado Peti Mati.


__ADS_3

Dewa tampak begitu bersemangat bercerita tentang sekolahnya kepada ayah dan bundanya , Rafli dan Ana bersyukur jika sang anak bahagia dan tak mengeluh apapun...


Rafli berpamitan untuk menuju ruang kerjanya meninggalkan Dewa yang asyik bercerita dan Ana yang menjadi pendengar yang baik.


'' Bunda. Dewa punya teman yang sangat baik namanya Excel '' ucap Dewa ia menceritakan bagaimana sifat Excel yang membuatnya mau berteman dengan Excel....


'' Apa yang dimaksud putraku anak Laurent dan mas Eric .... Tidak mungkin , nama itu begitu banyak " batin Ana


" Bertemanlah pada siapapun nak , karena pertemanan itu penting. Belajarlah menilai orang yang benar-benar tulus pada kita mulai sejak dini " ucap Ana.


" Tapi kata ayah. Tidak semua orang itu baik bunda , banyak orang yang memanfaatkan kita dan berpura-pura tulus " ucap Dewa .


" Jika banyak teman membuat Dewa senang , carilah teman sebanyaknya. Jika ia memanfaatkan kita , maka kita jangan terlalu mendekat jika mereka memanfaatkan kita dalam hal yang negatif sayang " ucap Ana dan diangguki Dewa.


" Jika ada waktu bunda ingin bertemu dengan teman barumu itu sayang " ucap Ana karena rasa penasarannya dan diangguki Dewa.


" Semoga bunda menyukai Excel karena ia anak yang baik dan semoga bunda tidak galak lagi pada mommy nya Excel " batin Dewa.


.


.


.


Hari ini Dewa hanya diantar oleh sang sopir serta bodyguard Baim yang bertugas menjaga Dewa dalam jarak jauh..


'' Hai Dewa " teriak Excel bahagia karena kini ia di antar oleh sang papa.


'' Hai Excel '' ucap Dewa bahagia.


'' Om '' sapa Dewa sopan.


'' Kau tampan sekali '' puji Eric mengacak rambut Dewa gemas. Ia merasa wajah Dewa familiar baginya.


'' Terimakasih om '' wajah Dewa bersemu merah .


'' Papa . Excel masuk dulu ya dengan Dewa ''pamit Excel mencium tangan Eric dengan takzim.


'' Iya sayang . Sekolah yang rajin dan jangan nakal... Nanti siang papa jemput'' ucap Eric dan diangguki Excel. Dewa dan Excel segera berjalan menuju kelas dan di dalam kelas mereka berbagi sarapan bersama.


Eric sendiri ada urusan bisnis di kota J , ia juga memanfaatkan waktu senggangnya untuk mencaritahu wanita itu. Dirinya menolak keras jika wanita itu telah menikah , ia berharap wanita itu punya saudara kembar .


Sementara Rafli pagi ini harus pergi keluar negeri , perasaannya begitu berat berpisah jauh dengan keluarganya....


'' Aku dan anak-anak baik-baik saja saja mas. Kau jangan cemas " ucap Ana seraya merapikan jas kerja suaminya.


'' Ntah mengapa perasaan mas akhir-akhir ini tidak tenang Ana " ucap Rafli . Ana menatap manik mata suaminya tersirat cinta dan kecemasan di didalamnya.


'' Ku pastikan semua baik-baik saja mas " ucap Ana meyakinkan Rafli.


'' Mungkin mas tak biasa pergi begitu jauh hingga ke luar negeri setelah memiliki Dewa dan Arjuna . Itu bukan perasaan cemas mas , namun hanya gak bisa jauh '' ucap Ana memberikan senyum terbaiknya . Perkataan Ana benar adanya semenjak hadirnya Dewa dan Arjuna dalam hidup mereka , Rafli hanya melakukan perjalanan bisnis keluar negeri sebanyak tiga kali selama hampir lima tahun dan itu dilakukan karena tidak bisa di wakilkan oleh Jimmy ataupun Dewi dan untuk waktunya paling lama hanya seminggu bila permasalahannya cukup menyita waktu...


'' Mungkin saja sayang . Diamlah dirumah , jangan kemana-mana dulu. Jika ingin berkumpul pada pasukan rumpimu , minta mereka untuk datang kemari " ucap Rafli .


'' Biar Baim dan Alexa saja yang mengantar dan menjemput Dewa . Kau dirumah saja dan jaga anak-anak kita (seraya mengelus perut Ana ) . Handphone selalu ada di dekatmu dan harus segera diangkat paling lama pada panggilan ke tiga , jika tidak mau mas meminta pilot memutar haluan dan mendaratkannya di kebun bungamu " ucap Rafli. Ucapan Rafli terkahir membuat Ana mencebikkan bibirnya karena kesal. Ana tidak mau kebun bunganya menjadi korban suaminya untuk kedua kalinya .


'' Dan .... '' ucapan Rafli terhenti karena Ana mencium bibirnya yang sejak dari tadi tidak berhenti bicara. Niat Ana hanya ******n ringan dan sesaat berubah menjadi kian mendalam dan lama saat Rafli menahan tengkuk Ana bahkan tangannya telah menjelajah kemana-mana. Hingga Rafli menggiring Ana perlahan menuju ranjang tempat mereka menghabiskan malam.


tok....tok....tok....


'' Shit " ucap Rafli begitu geram....


'' Mas '' ucap Ana agar Rafli menghentikan kegiatannya ....


tok...tok...tok.....


'' Mas . Nanti kau telat. Lihatlah ini jam berapa " ucap Ana mengingatkan.


'' Siapa yang mengatur waktu begitu cepat. Itu kecepatan Ana " elak Rafli lalu kembali mencium Ana.


tok....tok ...tok ...tok....tok..


'' Mas . Itu Jimmy pasti menunggu " ucap Ana menahan Rafli yang hendak membuka dasinya....


'' AArhhgggh... Tanggung sayang... Sepuluh menit saja. Mas akan pelan-pelan dan hati-hati... Ayolah " ucap Rafli memelas. Ana sendiri tidak percaya akan ucapan suaminya yang berkata hanya sepuluh menit saja .


'' Kan semalam sudah mas '' ucap Ana.


Handphone Rafli berdering , siapa lagi yang menelpon jika bukan Jimmy yang sedari tadi menunggunya . Melihat handphone dan ketukan pintu yang terus mengganggunya Rafli memilih menerima telepon dari Jimmy.


'' Cepat keluar , jika kau tak ingin aku rusak pintu kesayanganmu ini '' ucap Jimmy serius , Jimmy cukup lama menunggunya untuk turun , mulai dari sarapan , berteleponan ria dengan Rahma hingga tertidur namun Rafli tak kunjung turun.


'' Sepuluh peluru cukup untuk merusak dua pintu itu '' Ancam Jimmy lalu memutuskan panggilan teleponnya sepihak. Sumpah serapah Rafli ucapkan hingga penghuni kebun binatang keluar sudah. Ana hanya mengusap perutnya agar tidak terjadi hal aneh dalam kandungan nya .

__ADS_1


Dor..


Rafli begitu geram karena Jimmy melepaskan pelurunya untuk pertama kalinya.


Dor..


Dor.


'' Sialan kau Jimmy " ucap Rafli menahan emosi segera berjalan menghampiri Jimmy dan di ikuti Ana dari belakang setelah merapikan pakaiannya.


'' Apa '' ucap Rafli nyalang dengan wajah yang sulit diartikan , sakit di bawah dan sakit juga di atas.


'' Aku menunggumu sedari tadi " ketus Jimmy .


'' Hei . Sopan sedikit , Aku ini atasanmu " seloroh Rafli .


'' Maaf tuan , ini terlalu lama menunggu anda " ucap Jimmy menunduk namun tegas saat mengucapkan nya.


'' Pergilah mas " ucap Ana.


'' Tapi kan ...'' ucap Rafli memelas .Namun Ana membisikkan sesuatu yang membuat Rafli akhirnya pergi juga.


'' Baiklah. Sayang , jangan menyusahkan bunda kalian oke. Jika mengidam yang aneh - aneh tunggulah ayah pulang. Ayah sayang kalian '' ucap Rafli mengecup perut Ana membuat Jimmy membuang wajahnya .


'' Dewa jangan nakal ya sayang " ucap Rafli mencium Arjuna , namun bocah itu tertawa karena geli .


Ana mengantarkan Rafli hingga didepan pintu mansion.


'' Hati-hati ya mas . Sehat selalu dan cepat kembali '' ucap Ana tulus .


'' Iya sayang , kau juga harus rajin makan dan minum susunya . Jika kurus sedikit saja , awas saja '' ucap Rafli serius dan diangguki Ana.


'' Awas saja kau Jim. Beraninya menggangguku dan Ana '' ucap Rafli ketus saat Jimmy membukakan pintu mobil untuknya.


'' Ku buat kau lebih menderita dari yang kurasakan. Lihat saja nanti '' ucap Rafli serius akan membalaskan dendam nya kepada Jimmy untuk kejadian tadi . Jimmy hanya menghela nafas panjang tanpa ingin menyahuti ucapan Rafli yang uring-uringan pergi tanpa Multivitamin nya.


.


.


.


Beberapa hari kemudian .


" Eric " ucap Laurent karena Eric tiba-tiba menemuinya di kantor tanpa membawa Excel.


'' Maafkan aku Eric , ini semua salahku .... Tapi kalian juga tidak akan pernah kembali bersama " ucap Laurent takut , karena wajah Eric terlihat tak biasa .


'' Karena dia istri Rafli Abdi Wijaya itu .... Kau fikir aku takut dengannya " ucap Eric , karena tidak ada seorang pun yang tahu jika ia mempunyai kelompok mafia di Italia .


'' Ka....kau tau tentang dia '' ucap Laurent gugup.


'' Iya, Ana istrinya Rafli dan mereka hidup bahagia . Kau juga telah memiliki Belle sebagai kekasihmu " ucap Laurent , ia ingin menyatukan Eric dan Ana namun itu tidak mungkin . ia juga menyayangi nyawa anaknya serta seluruh keluarga Eric termasuk pria di depannya.


'' Tentang Belle aku bisa mengurusnya " jawab Eric datar.


'' Aku akan merebut Ana kembali dan kau , Kau harus membantunya karena dirimulah aku berpisah dengannya " teriak Eric .


'' Eric ku mohon maafkan aku , tapi Ana sudah tidak mencintai mu . Tolong jangan mengganggu mereka dan carilah kebahagiaanmu sendiri '' ucap Laurent hati-hati.


'' Aku tidak peduli dengan cinta , aku hanya ingin Ana untuk pelengkap kebahagiaanku " ucap Eric .


" Kau atur pertemuanku dengannya . Jika tidak , aku tidak segan untuk melenyapkanmu jika perlu Excel sekalian " imbuhnya berlalu pergi , inilah yang Luarent takutkan ....


Laurent berencana menghubungi kedua orang tua Eric guna meminta bantuan agar Eric tak merebut Ana kali ini , demi kebaikan semuanya.


'' Eric " gumam Laurent karena Eric meneleponnya lebih dulu.


'' Aku mengawasimu , jangan macam-macam denganku Laurent . Kau tak tau siapa aku sebenarnya " ucap Eric lalu mengakhiri panggilan telepon begitu saja...


'' Dari mana Eric mengetahui tentang Ana dengan begitu cepat " gumam Laurent frustasi , ia gelisah harus mengikuti yang mana karena keduanya sama kuatnya , namun nyawa Excel lebih penting dan Eric mengancam nyawa Excel taruhannya meski Laurent tau jika Eric begitu menyayangi Excel namun ini mempermasalahkan tentang Ana dan ia ingat betul dulu perjuangan Eric mempertahankan Ana meski akhirnya gagal...


'' Baiklah , aku akan mengatur pertemuan Erix dan Ana dan syaratnya aku harus meminta hak asuh Excel , setelah itu aku dan Excel akan pergi jauh dari mereka berdua itu. Aku harus memulainya semua persiapan dari sekarang " gumam Laurent frustasi akan situasinya .


'' Kemanapun kau bergerak aku akan tahu Luarent " batin Eric tersenyum kecut.


" Aku kembali Ana dan lihatlah , apa yang akan aku perbuat pada kalian karena kau memilihnya dan tidak percaya padaku " gumam Eric meremas foto wanita yang pernah ia cintai.


Drrrttt......drrrrrrr.....


'' ...... '' Excel.


'' Iya papa kesana '' ucap Eric , ia melupakan menjemput anak kesayangannya .

__ADS_1


Disekolah Excel dan Dewa sedang menunggu jemputan mereka di gerbang sekolah ....


'' Excel aku duluan ya '' ucap Dewa karena Baim telah menjemputnya .


'' Apa kau ingin aku antar ke rumahmu '' tanya Dewa ia tidak mau Excel menunggu sendiri.


'' Tidak perlu Dewa . Papa ku sebentar lagi menjemputmu '' tolak Excel ....


'' Ok baiklah , aku duluan '' pamit Dewa.


'' Loh , kok paman Baim yang menjemput. Kemana bunda '' tanya Dewa saat didalam mobil .


'' Den Arjun rewel gak mau di tinggal Den '' jawab Baim dan di pahami oleh Dewa


Sementara tidak berselang lama Eric telah menjemput Excel disekolah. Eric mengantar Excel ke mansion Permana di kota J dengan penjagaan cukup ketat sehingga membuat Laurent sulit untuk menerobos masuk kedalam.


'' Dirumahlah , papa ada urusan sebentar '' ucapnya


'' Baik papa '' patuh Excel.


Eric kini mengunjungi mansion David untuk bertemu dengan Tasya perihal membicarakan tentang wanita di foto tersebut, tinggal Tasya yang belum ia tanyai.


'' Eric , apa yang di katakan orang tua kita dan Laurent itu benar apa adanya.. Ana tidak punya saudara kembar , dan wanita di foto itu Ana Gunawan dan ia telah menikah dengan Rafli Abdi Wijaya. Berhentilah bila kau berniat menemuinya . Apa perasaan cinta mu masih sama untuknya , Apa ia masih mencintaimu . Belum tentu rasamu sama terhadapnya setelah banyak perubahan yang terjadi. Berbahagialah dengan mencari wanita lain .. Bila kau masih mencintainya , biarkan ia bahagia meski tak bersamamu " ucap Tasya , perdebatan keras dengan Eric semakin membuat Eric bersikeras merebut Ana.


Mata Eric kembali berkaca-kaca , terlihat ia mulai bersedih ... Kenapa kisah cintanya yang sebenarnya begitu menyedihkan , selama ini banyak wanita yang mengejarnya dan ia mengutuk pria yang begitu bucin pada wanitanya namun kebucinannya bahkan lebih parah dari pria lain.


'' Ku mohon , bantu aku untuk bertemu dengannya '' lirih Eric.


'' Tidak Eric , sudah cukup hidupmu hancur selama ini . Jangan mengorbankan diri dan keluarga kita lagi. Tidak baik mencintai istri orang . Ku mohon Eric. " ucap Tasya sedih .


'' Aku hanya ingin bicara dengannya " pinta Eric.


'' Tidak Eric " ucap Tasya hendak berlalu.


'' Keputusan tindakan ku selanjutnya tergantung Ana. Jika ia bahagia dan tidak ada rasa cinta untukku , aku akan mundur meski aku mencintainya " ucap Eric lantang berhasil membuat langkah kaki Tasya terhenti.


'' Kau bercanda Eric " tanya Tasya meragu atas ucapan adiknya .


'' Aku tidak mau memaksanya '' ucap Eric.


'' Tapi aku tidak punya nomor ponselnya dan ia tak pernah menghubungiku " jawab Tasya jujur.


'' Akan ku buat ia menghungimu... dan aturlah janji temu ku dengannya " ucap Eric berlalu pergi ... Ia akan melakukan sesuatu agar Ana segera yang memintanya bertemu.


'' Lakukan padanya dan kirim pada tuannya itu " ucap Eric pada anak buahnya .


'' Semuanya tergantung pada jawabanmu Ana . Pantas saja saat berlibur di pantai waktu itu. hatiku merasa panas saat suami mu memelukmu di hadapan ku ... Bahkan diriku memalukan . Mencintai istri orang " batin Eric dilema.


.


.


.


Selama Rafli di luar negeri , maka selama itu juga Ana serta anak-anak nya melepas rindu dengan video call bersama suaminya . Terlihat jelas wajah lelah Rafli , menandakan pria itu melakukan pekerjaannya begitu menggebu agar cepat kembali pada keluarga kecilnya ...


Lia dan Rani serta keluarganya begitu rajin berkumpul di mansion Rafli serta tak lupa nenek Ana yang baru saja sembuh segera ke mansion Rafli untuk bertemu dengan cicit kesayangannya Dewa serta cicit barunya Arjuna yang baru pertama kali ia melihatnya membuat sang nenek enerjik tersebut jatuh hati....


Hari telah berganti tak terasa Rafli telah dua Minggu berada di luar negeri dan hari ini saatnya ia kembali. Rafli lebih memilih pulang kerumah dari pada pergi ke kantornya lebih dulu.


Setelah kembali dari luar negeri , tiga hari Rafli menghabiskan waktunya untuk melepas rindu bersama dua jagoannya terutama ibu hamil kesayangannya ini yang selalu membuat ia semakin jatuh cinta lebih dalam lagi. Ia akan melakukan apapun demi kebahagian keluarga kecilnya , melihat senyum mereka yang tak pernah pudar membuat umurnya serasa bertambah panjang.


Kini Rafli dan Jimmy telah di sibukkan dengan urusan kantor dan pernikahan Dewi dan Ferdy telah terjadi . Kini posisi sekretaris kantor di isi oleh Zizi , banyak para karyawan yang takut padanya karena sifat dingin Zizi yang seperti tak tersentuh.


Senyum smirik seseorang mengembang saat ini karena detik-detik Rafli akan menerima kado darinya . Kado itu lebih dulu sampai dari pada Rafli dan Jimmy .. Dikirim oleh orangnya yang tak terlacak oleh anggota keamanan Rafli .


Orang tersebut mulai menghitung waktu.


'' Kurang tiga menit " gumamnya tertawa mengejek saat membayangkan wajah pria yang begitu angkuh dan menyebalkan tersebut...


Diruang kerja Rafli . Jimmy dan Rafli menyerit heran saat melihat sebuah kado berukuran besar mereka terima. Atas izin Rafli , Jimmy membukanya tanpa takut jika bisa jadi itu bom , karena jika bom sudah terdeteksi di bagian pengamanan saat diterima maka kado itu tak akan sampai keruangan Rafli .


'' Peti mati '' ucap Jimmy menatap Rafli yang kini tubuhnya menegang.


Deg...


Bagai petir yang menghantam tubuh mereka. Rafli dan Jimmy mereka tersentak kaget usai membuka sebuah kado yang berisi mayat seseorang tersebut.


'' Ana '' lirih Rafli .


'' Jim. Jemput Dewa untuk segera pulang ke mansion " ucap Rafli segera menyambar kunci mobil sport nya . Ingin memastikan jika keluarganya baik-baik saja. Sementara Devan dan anak buahnya sedang menahan kemarahannya yang begitu dahsyat saat ini. Jika Rafli memberi perintah detik ini juga ia siap menyerang .


Jangan lupa like dan komentarnya .

__ADS_1


Para pembaca yang budiman , semoga kita selalu di beri keselamatan dan kesehatan. Oke.....


Hayo tebak , apa isi peti mati itu....


__ADS_2