Takdir Cinta

Takdir Cinta
Liburan keluarga


__ADS_3

Semenjak kejadian di kantor yang lalu saat Ana mulai bekerja dan langsung mendapat nasehat dari Lia untuk mengurus anak dan suaminya . Kini Ana kembali pada posisinya semula dan tepat ternyaman untuk seorang istri dan ibu .


Ana mulai menyibukkan dirinya dengan menuangkan ide kreatifnya melalui olahan masakan atau pun minuman dan itu mampu membuat Jelita dan Rayana tertarik . Ana tak lagi mengikuti latihan beladiri seperti sebelumnya saat kejadian tangannya memerah dan keseleo membuat Rafli tak mengizinkan Ana untuk berlatih. Ia tak mau Ana terluka sedikit saja.


Makanan yang di buat Ana selalu dalam jumlah banyak , mengerahkan semua prajurit yang ada di dapurnya kini Ana mengisi waktu untuk memasak makanan yang akan di berikan ke beberapa panti asuhan . Tentunya Ana tak boleh lelah sebagai syarat dari suaminya dan jangan menelantarkan anaknya dan tentu saja Ana akan memprioritaskan suami serta anak-anaknya.


Rafli kembali pulang usai pekerjaan yang membuatnya pusing kali ini . Perkembangan perusahaan yang terjadi cukup pesat membuatnya ingin menemui Ana berguna mampu menghilangkan penat di pikirannya.


Rafli segera melangkahkan kakinya menuju ruang fitnes dimana Ana berada , sebelumnya ia telah bertanya dimana keberadaan sang istri . Masih mengenakan pakaian kantor yang lengkap beserta sepatu pantofel miliknya .


Jantung Rafli berdetak kencang sesaat baru saja membuka pintu ruang fitness istrinya , suara dentuman musik memasuki indera pendengarannya . Yang membuat aliran jiwa Rafli berdesir hebat adalah keadaan makhluk sempurna yang ia intip saat ini , sang istri tengah melakukan senam aerobik yang hanya mengenakan pakaian dalam saja berwana hijau loreng ,memperlihatkan tubuh indahnya dengan bergerak mengikuti gerakan irama .


Rafli sudah terbiasa melihat tubuh Ana , bahkan tubuh polos istrinya bisa setiap malam ia lihat bahkan ia nikmati . Namun kali ini sungguh berbeda , Rafli pertama kalinya melihat sang istri aerobik dengan pakaian cukup menantang jiwa lelakinya. Gerah , itu yang Rafli rasakan saat ini . Selain karena AC sengaja tidak di atur untuk temperatur begitu dingin ditambah melihat Ana saat ini sungguh membuat Rafli begitu gerah . Sepertinya ia akan mempercepat bulan madunya , saat melihat tubuh sang istri yang masih saja begitu sempurna dikala sudah melahirkan anak lebih dari dua yaitu enam.


" Mas " ucap Ana tersenyum dan berhenti bergerak karena Rafli mematikan volume pada salon yang mengeluarkan musik yang selalu saja menemani Ana bergerak .


Rafli menelan saliva nya kasar saat melihat Ana mengelap keringat ditubuh istrinya .


'' Kau sudah pulang mas " tanya Ana dan diangguki Rafli dengan tatapan sulit di artikan. Rafli selalu merasakan hasrat yang membara saat berada di dekat istrinya.


'' Aku sudah selesai ayo kita keluar " ucap Ana namun tubuh Rafli tak bergeming .


'' A.... " ucapan Ana terhenti saat Rafli merengkuh tubuhnya .


'' Kau seksi sekali sayang . Membuat mas ingin " ucap Rafli tanpa bisa menutupi keinginannya .


'' Mas , aku bau keringat dan mas baru pulang kerja " ucap Ana mencoba menahan desahannya saat Rafli memeras b*k*ng indahnya yang masih padat dan bulat .


'' Mas ingin mencobanya disini . Boleh ya " ucap Rafli dan tanpa di pinta menghapus peluh Ana yang masih tersisa dengan bibirnya .


'' Ta... tapi mas " ujar Ana terbata saat benda kenyal menyapa kulit putihnya. Merinding .


'' Jangan hanya bisa membangunkan tanpa bisa kau tidurkan sayang " ucap Rafli .


'' Aku ti... " ucap Ana terhenti saat sang suami mulai m*lahap bibir ranumnya. Rafli sungguh agresif . Aktivitas yang di perkirakan Ana sebentar ternyata berlangsung cukup lama , Rafli dengan giginya membuka tali bra yang di kenakan istrinya . Ana menggelinjang hebat saat pelepasan pertamanya . Ucapan cinta dan pujian selalu keluar dari bibir Rafli dan itu membuat Ana makin terbang ke nirwana . Setelah melihat istrinya puas kini giliran Ana untuk memuaskan suaminya. Ana terkadang malu saat melihat pantulan liarnya dari cermin yang memenuhi ruangan tersebut , namun ia menghempaskan rasa malunya demi suami yang berada di bawah tubuhnya yang kini sedang merasa nikmat luar biasa. Ana ambruk di sisi kanan suaminya , nafasnya cukup tersengal saat awal menyerang saja Rafli begitu agresif.


'' Capek " tanya Rafli dan diangguki Ana yakin .


'' Kau cukup olahraga dengan mas saja diranjang kita sayang . Menghasilkan keringat juga kan . Dan itu bagus untuk kesehatan jantung " ujar Rafli mengelus perut rata istrinya , perut yang indah dan kencang meski masih terlihat bekas operasi di bagian bawahnya.


'' Itu mau nya mas " gumam Ana.


'' Aku juga olahraga begini untuk tubuhku . Bukankah kamu banyak banyak ketemu wanita sexy di luaran , bahkan di hadapan ku sekalipun mereka dengan tak tahu malunya menggoda mas " ucap Ana memberengut kesal , mengingat kejadian dimana ia dan sang suami menghadiri sebuah pesta , dimana seorang model papan atas menggoda suaminya dengan membusungkan dadanya yang begitu menantang . Ana merasa minder dengan miliknya sendiri yang asli dan hanya perawatan berbeda dengan model itu karena produk atas hasil operasi guna menunjang tubuh proporsional nya untuk menjadi seorang modeling.


Wajah Ana yang cemberut karena cemburu menjadi hiburan tersendiri bagi Rafli , karena sangat jarang sekali istrinya cemburu keseringan dia yang suka cemburuan tak jelas.


'' Kau kenapa tidak mau berpakaian seperti tadi saat kita fitnes bersama " ujar Rafli membuat Ana terkekeh .


'' Kita tidak akan fitness kalau aku berpakaian seperti tadi " ujar Ana tersipu malu .


" Masih saja kau malu . Kita sudah rutin melakukannya selama belasan tahun. Dengan berbagai gaya dan dimana tempat yang mendukung " ucap Rafli makin membuat urat malu Ana begitu menyala.


'' Mas sudah jangan dibahas " ujar Ana.


" Dan kau benar , jika kau berpakaian seperti tadi saat fitness dengan mas pasti akan lain ceritanya " ujar Rafli , Ana adalah candunya dan ia merasa beruntung memiliki Ana. Tak ada penyesalan dalam hidupnya sedikitpun karena menjadi pemilik Ana yang utuh.


'' Sepertinya kita memang perlu bulan madu sayang " ucap Rafli .


'' Ayo mas , kita bersihkan diri dulu . Kasian juga anak-anak nanti mencari kita " ujar Ana mengakhiri obrolan dengan suaminya yang selalu berbau mesum , sebelum aksi ronde berikutnya terjadi lebih baik Ana membawa Rafli untuk keluar.


'' Bareng ya " ucap Rafli mengedipkan sebelah matanya membuat Ana melengos begitu saja.

__ADS_1


.


.


.


Hari telah berganti begitu juga dengan Minggu serta bulan .


Mansion Rafli kembali di ramaikan oleh keluarga besar Wijaya dengan berkumpulnya kedua kakak perempuan Rafli membuat suasana dirumah begitu ramai . Terdengar gelak tawa yang begitu bahagia melengkapi hidup mereka . Apalagi ada rencana Ana serta Rafli untuk berkunjung ke Indonesia , disini Ana berencana memberi mereka kejutan saat berkunjung ke Indonesia . Sejak keluarganya selalu penasaran dengan teh yang selalu ia sajikan tersebut membuat Ana berniat mengajak mereka ke kebun teh cukup luas dan begitu asri miliknya . Andai Alexa masih ada , pasti Ana akan membagi kebahagiaan itu dengan Alexa juga. Alexa begitu berjasa bagi dirinya , meski Alexa cukup tegas dan susah di bohongi ataupun di tipu oleh Ana namun Alexa begitu menyetujui permintaan Ana untuk membantu Ana membeli kebun teh tersebut dulu tanpa sepengetahuan suaminya . Rasa sayang Alexa terhadap anak-anak nya membuat Ana menganggap Alexa saudara baginya , Alexa juga berantusias menunggu kelahiran Rayana serta kembarannya namun sayang nasib berkata lain .


'' Bunda , apa boleh Alex ikut " tanya Alex dengan mata berkaca-kaca saat tanpa sengaja melihat foto sang ibu dengan bundanya tengah bersama. Terlihat Ana meneteskan air matanya .


'' Tentu boleh sayang " ucap Ana meminta Alex masuk dalam pelukannya .


'' Kau juga anak bunda sayang , bunda begitu menyayangimu sama seperti yang lainnya " ucap Ana menahan Isak tangis nya .


'' Lihat , ibu mu begitu tangguh dan pemberani . Kelak nanti kau harus menjadi tangguh dan pemberani seperti kedua orang tuamu ya , apalagi kau seorang pria " ujar Ana ...


'' Aku akan jadi pria yang tangguh bunda dan akan melindungi bunda serta Rayana '' ujar Alex penuh semangat .


'' Apa kau menyukai Rayana " tanya Ana memastikan perasaannya .


'' Iya dan papa mendukungku untuk bersama Rayana jika dewasa nanti , aku akan menikah dengan Rayana " ucap Alex penuh semangat . Hati Ana begitu dejavu. Ia tak ingin kejadian dulu terulang lagi . Ada anak Alexa serta anak Eric yang nanti akan bersaing , semoga Rayana mendapatkan jodoh yang lain saja.


'' Kenapa tidak dengan Jelita saja " tanya Ana .


'' Jelita cerewet dan manja . Alex gak suka " ujar Alex apa adanya dan membuat bibir Ana sedikit melengkung.


'' Jangan berfikir tentang menikah . Alex harus menjadi orang sukses serta hebat dulu baru mencari jodoh " ucap Ana menasehati dan Alex membalasnya dengan senyuman.


'' Bunda , Alex ingin makan tempe mendoan buatan bunda " ucap Alex .


.


.


.


Kini Ana serta keluarga besarnya telah tiba di kebun Teh miliknya . Rafli memberengut kesal seakan ia baru saja merasa di bohongi padahal ia sudah mengetahui beberapa bulan yang lalu. sementara Lia dan Rahma memberondongkan pertanyaan begitu banyak membuat Ana pusing tujuh keliling . Ana hanya bisa menjawab apa adanya saja.



Terlihat beberapa pekerja tengah memetik pucuk teh yang akan di olah menjadi produk terbaik nantinya . Mata Arjuna dan Rava begitu antusias ia pun meminta izin pada sang ayah dan bunda untuk mengelilingi kebun teh milik sang bunda.


'' Tapi ingat ya , jangan di ganggu paman dan bibi yang sedang bekerja " ujar Ana memperingati karena Rava terkenal cukup usil dan diangguki Rava patuh.


'' Juna jaga adikmu " ujar Ana kepada Arjuna .


'' Asiap bunda " ujar Juna , Rafli melemparkan lirikan matanya pada beberapa bodygaurd untuk memantau kedua anaknya itu , ia tak ingin terjadi apapun . Rafli selalu mengawasi anaknya dengan ketat dan hal itu tak disadari oleh sang anak.


Ana dan keluarganya disambut dengan gembira oleh sepasang suami istri paruh baya yang di percaya oleh Ana untuk mengelolah langsung kebun teh tersebut dan sekaligus menjaga beberapa vila yang ada di sekitar perkebunan , mereka dulu merupakan anak pemilik perkebunan ini dan Ana membelinya karena dari pada di sita oleh bank , selebihnya mereka gunakan untuk menyekolahkan putera dan Puteri mereka di perguruan tinggi namun sayang puteri mereka seakan melupakan mereka begitu saja .


Ana membawa oleh -oleh cukup banyak untuk para pekerjanya dan tak lupa untuk sepasang suami istri paruh baya tersebut , mereka telah menganggap Ana serta Alexa sebagai anak mereka sendiri . Berita tentang kematian Alexa membuat wajah mereka nampak begitu sedih , jujur saja Ana baru bisa mengatakannya saat mereka menanyakan Alexa.


Waktu makan siang pun tiba dan mereka makan bersama . Para pekerja juga merasa bersyukur karena pemilik perkebunan yang selama ini mereka hanya lihat dari foto dan tidak pernah bertemu langsung ternyata hatinya begitu cantik secantik parasnya ... dan mereka bertambah kagum karena keluarga Wijaya yang begitu terkenal ternyata orangnya mudah bersosialisasi dengan semua kalangan masyarakat . Rencana keluarga Wijaya dan Gunawan akan berlibur disini selama tiga hari karena banyak urusan kantor yang tak bisa di tunda.


Malam pun tiba , kini mereka tengah menikmati api unggun dan Ada beberapa tenda berada disana. Siapa lagi yang memberi ide jika bukan Rahma , ia memprovokasi Rava dan Jelita untuk mengikuti idenya dan Ana serta Rafli terpaksa mengikutinya , padahal udara terasa begitu dingin , untung saja ada jaket tebal untuk melindungi tubuh mereka agar tak kedinginan. Namun sayang bagi Rahma , ia yang mempunyai anak bayi pun di larang keras oleh Jimmy untuk tidur di dalam tenda.


'' Sayang , kita belum pernah loh melakukannya di sana '' ujar Rafli dengan senyum mesumnya .


'' Maksudmu apa '' ucap Ana sedikit meninggikan suaranya membuat anaknya dan beberapa keluarga mereka yang sedang menikmati pisang dan jagung bakar melihat ke arah sumber suara .

__ADS_1


'' Kecilkan suaramu '' ujar Rafli dan Ana memperhatikan sekitar , Ana tersenyum kikuk.


'' Hehehe Maaf '' ucap Ana .


'' Aku tidak mau melakukan disana. Gimana jika ada yang lihat . Papa dan Mama juga ikut untuk tidur di tenda , belum lagi ada mbak Rani dan mbak Rina serta suami mereka , mereka juga ikut tidur di tenda '' ujar Ana.


'' Tapi kan tenda masing-masing. Dosa loh nolak suami '' ucap Rafli dengan kalimat andalannya


'' Masa bodoh untuk situasi saat ini . Aku ingin tidur di dalam saja '' ucap Ana kesal dan ingin beranjak pergi namun Rafli menahan pergelangan tangannya .


'' please , sekali ini aja sayang. Satu ronde aja gak lebih . Sumpah '' ujar Rafli membuat Ana membuang nafasnya kasar


'' Tapi jika mereka telah tidur ya '' ujar Ana .


'' Baiklah '' ucap Rafli pasrah , karena terlihat kedua orang tuanya dan keluarga kakaknya masih begitu semangat untuk mengobrol , malah kedua kakak iparnya menyesal kopi hitam . Membuat Rafli gedek sendiri.


Hal yang di tunggu Rafli sedari tadi pun tiba saat kedua kakak iparnya serta papanya mulai merasa lelah dan ingin berisitirahat .


Ia segera menyusul Ana yang lebih dulu berada di dalam tenda mereka.


'' Sayang '' ucap Rafli mencium tengkuk Ana membuat Ana mengerjapkan matanya . Rafli segera membungkam bibir istrinya .


'' Cepat ya mas , jangan lama dan jangan berisik '' ucap Ana seakan terburu-buru.


'' Bukankah kau yang suka berisik Ana '' ujar Rafli dengan suara beratnya sementara tangannya bergerak kemana pun sesukanya.


'' Sudah di tutup rapat belum mas '' ucap Ana ketar ketir


'' Sudah '' ucap Rafli sekenanya namun begitu yakin . Memang ribet mengajak istrinya bercinta di tempat yang aneh-aneh . Rafli segera melancarkan aksinya dan harus membuat secepat mungkin Ana terbuai akan permainannya . Rafli menyentuh titik sensitif istrinya yang terdalam dan itu berhasil membuat ha*rat Ana menaik dengan hebat. Rafli segera melakukan penyatuan , terlihat begitu lembut ia memainkan **** sang istri. Rafli m*luma* bibir istrinya untuk meredam suara d*s*han Ana yang paling suka ia dengar .


Abdi yang melihat api belum padam pun keluar dari tenda berniat untuk memadamkan api tersebut saat memastikan istrinya telah terlelap . Mata Abdi tiba-tiba menatap curiga dengan tenda yang sedikit berisik , tepatnya tenda milik Ana dan Rafli . Mata Abdi terbelalak lebar saat telinganya mendengar d*sahan Ana yang tertahan namun d*sahan Rafli cukup merusak indera pendengarannya.


'' Ck . Apa anak itu tidak tau tempat '' gumam Abdi , jiwanya panas dingin mendengar hal itu . Abdi segera beranjak masuk kedalam tenda miliknya . Abdi yang mempunyai gelisah membolak-balikan badannya sedari tadi sehingga mengganggu Lia yang tadi tertidur nyenyak .


'' Ada apa sih pa '' ujar Lia merasa terganggu .


'' Anak mu Rafli dan menantumu '' ujar Abdi .


'' Kenapa memangnya '' tanya Lia menguap .


'' Mereka melakukan hal tak sen*noh didalam tenda '' ujar Abdi .


'' Oh '' ucap Lia dengan mata yang terpejam .


'' Apa '' ucap Lia terkejut dan mulutnya segera di bungkam suaminya .


'' Ssssttt.... Jangan berteriak '' ujar Abdi kesal sendiri.


'' kita gerebek aja mereka '' ucap Lia kesal. Bukan hanya ia yang sering mendengar suara berisik itu namun kini juga suaminya .


'' Siapa saja yang mendengar suara berisik itu . Ya Tuhan , betapa mesumnya anak dan mantu ku . Untung saja dulu saat mereka pacaran tak melewati batasan " batin Lia .


" Sudah ma . Ayo kita tidur di villa saja " ujar Abdi dan diangguki Lia .


" Untung bodyguard tinggal jauh dari tenda yang berisik itu " umpat Lia saat melihat tenda Rafli dan Ana yang masih saja makhluk di dalamnya memadu kasih .


Jangan lupa like dan komentarnya ya.


Dua episode lagi akan tamat .


Selamat membaca 😊

__ADS_1


__ADS_2